Kehidupan dia insang yang saling mencintai baru saja di mulai. Delia dan Dafa sangat bahagia dengan pernikahan tersebut. Delia memutuskan untuk menerima Risa, adiknya agar bisa tinggal bersamanya. Namun, keputusan tersebut adalah sebuah kutukan yang mampu menghancurkan kehidupan barunya...
Apa yang terjadi pada pernikahan mereka nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shangrai Hark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab19
Meski dipikir berkali-kali pun, delia masih tidak bisa merasa tenang tentang masalah telepon kemarin.
“Apa suamiku masih mencintaiku?”
“Apa suamiku tidak akan mengkhianatiku?”
“Tapi, suara siapa yang ada di damping suamiku hari itu? Kenapa dia mendesah ?”
Banyak sekali pertanyaan di benak wanita itu. Tapi, sayangnya, tidak bisa ia ungkapkan. Delia takut, kalau kalau semua itu hanya kecurigaannya saja. Dan malah membuat Dafa tersinggung hingga marah nantinya.
Delia kini tengah menyiapkan makan malam nanti. Setelah di marahi habis habisan tadi, kini delia tidak berani lagi menyiapkan makanan terlambat.
Ketika tengah memotong wortel, tangannya tidak sengaja teriris, karena terkejut delia tidak sengaja melepas pisau dari tangannya. Hingga membuat ujung pisau itu mengenai kaki Delia.
Delia merasakan sakitnya. Namun, semua itu masih bisa ditahan. Delia hanya membaluti lukanya dan melanjutkan aktivitasnya
“Delia!”
“Delia di mana kamu!” pekik Yessi dari kamarnya di atas.
Delia berjalan dengan cepat menuju kamar mertuanya. Tapi, melihat kamar risa yang tidak tertutup rapat membuat Delia bertanya-tanya
Tidak biasanya wanita itu tidak mengunci pintunya dengan rapat.
Merasa sangat penasaran. Delia mengintip di celah-celah pintu tersebut. Berharap melihat Risa yang mungkin melakukan hal konyol,
Hal yang ia lihat mungkin sangat konyol.
Tapi, sangat konyol hingga membuat hati wanita itu tertancap beton raksasa.
Terhimpit hinga tidak bisa bernafas.
Delia menutup mulutnya agar penghuni kamar itu tidak mendengar dirinya.
Delia melihat, kini Dafa dan adiknya yang ia sayangi, Risa. Tengah bercumbu mesra di atas kasur yang sama.
Dengan kaki yang terasa sangat lemah, delia
mengabaikan panggilan mertuanya dan memilih untuk masuk ke kamar mandi kamarnya.
Wanita itu ingin menangis sekeras mungkin agar semua kesedihannya tertumpah kan. Tapi, hal itu sangat tidak memungkinkan jika dilakukan sekarang.
Hati delia begitu hancur ketika terus mengingat dafa dan adiknya.
“Ya tuhan, ujian apa yang engkau berikan padaku sekarang. Apa tidak cukup memberiku kesengsaraan dengan memberikan kenyataan bahwa aku adalah seorang yatim-piatu. Kini kau berikan lagi sebuah ujian yang paling berat. Aku bahkan tidak bisa membencimu. Lalu siapa yang harus aku salahkan dan apa yang harus aku lakukan sekarang?!”
Delia berteriak dan mengadukan semua pada dirinya sendiri dalam benaknya.
Tidak cukup dengan semua kerja kerasnya. Hasil yang Delia dapatkan begitu terasa menyakitkan.
Terlintas di benak Delia, “Apa aku dilahirkan hanya untuk menderita? Kenapa tidak ada secerah harapan untuk diriku bisa bahagia?”
Air mata Delia terus saja terurai. Alih alih kembali memasak, Delia lebih memilih untuk melepaskan pakaiannya dan berendam selama mungkin di bak mandi.
Delia tidak memiliki cara lain untuk bisa menenangkan pikirannya saat ini. Jika bukan hati, setidaknya tubuh wanita itu dingin.
“Delia di mana kamu? ” Satu jam Delia habiskan di kamar mandi, ia tertidur di sana dengan banyaknya pikiran yang terus melewati kepalanya.
Delia sama sekali tidak memedulikan keluarganya yang mungkin kelaparan menunggu makan malam.
“Delia!” Kini suara Dafa menyadarkan Delia dari tidurnya. Mengingat keadaan dirinya yang tengah mengandung, Delia bangkit dari merendam kan diri itu. Memakai pakaian yang sama, yang ia pakai sebelum berendam tadi.
Delia keluar kamar dan melihat Yessi, Dafa, dan Risa tengah menatap Delia dengan intens.
“Kenapa kalian melihatku, seolah aku ini buronan paling dicari. Apa ada keperluan?” tanya Delia dengan santainya, meskipun tahu jika dirinya ditatap seperti itu karena masih belum menyiapkan makan malam.
“Kamu tanya ada keperluan? Delia, apa kamu akan terus bersikap kurang ajar begini? Mana makan malamnya?!” tanya Yessi dengan menyentak.
Sambil nunggu update.. mampir ke karya teman author yuk.
😡😡😡
aku maraton sampai disini.
masa suami udah gak peduli lagi...
😭😭
😡😡😡
Tak hbis pikir sama iblis...
bisa kamu gencet terus nyonya
Aku punya banyak stok..
🔪🔪🔪
..