NovelToon NovelToon
Hana Dan Hani

Hana Dan Hani

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.

Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin

Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".

"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".

"Iya, Ma"

'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Setelah membeli keperluan untuk di panti, Zira berjalan keluar menunggu taxi. Namun saat sedang menunggu taxi tanpa sengaja Zira melihat seorng anak kecil yang berusia sepuluh tahun sedang ingin menyebrang jalan tanpa melihat ke kiri dan kanan.

Dan di arah yang berlawanan nampak sebuah mobil yang sedang melaju sangat kencang. Zira yang melihat nya pun segera berlari menyelamatkan anak kecil tersebut.

"Minggir" Teriak Zira sembari berusaha lari menghampiri anak tersebut dan mendorong anak itu ke pinggir namun saat berhasil mendorong anak itu malah Zira yang tersambar mobil. "Akh" Keluh Zira saat tubuh nya tersungkur di tanah dengan keras.

"Cepat tolong gadis itu, dia pendarahan" Ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat panik melihat darah yang menetes keluar dari atas paha Zira. Dan beberapa orang yang melihat nya pun segera mengantar Zira ke sebuah rumah sakit terdekat.

☘️☘️☘️☘️☘️

Lima tahun kemudian...

Kini kehidupan Zira sudah berbeda dari yang dulu, Sejak bertemu dengan Melda seorang artis terkenal dan kaya raya. Melda menawarkan sebuah pekerjaan untuk Zira sebagai seorang wartawan di tempat ayah Melda berkerja.

Anak kecil yang Zira selamat kan lima tahun lalu adalah Aluna adik kandung Melda yang sekarang sudah beranjak remaja dan masih duduk di bangku SMA.

"Aku ingin ikut bersama mu, di acara seperti itu pasti banyak berita yang bisa ku dapat kan" Ucap Zira memohon ingin ikut ke acara party peresmian sebuah film.

"Baiklah, tapi kamu ikut sebagai asisten ku dan kamu harus jaga sikap di sana jangan sampai ada yang mengetahui identitas asli mu" Ucap Melda terpaksa karena Zira terus memaksa untuk ikut.

"Siap buk bos" Jawab Zira dengan bersemangat dan segera pergi menganti pakaian karena acara nya tinggal dua jam lagi.

.

.

Dan di sini lah mereka berada, di sebuah hotel berbintang dengan para artis terkenal dan produser ternama.

"Ingat, jangan gegabah mencari berita" Ucap Melda berbisik di telinga Zira "Aku harus menemui produser, kamu jangan buat onar" Melda pun berlalu meninggal kan Zira tanpa menunggu jawaban Zira.

"Sana pergi yang jauh" Kesal Zira.

Sifat Melda memang sedikit dingin dan Arrogant. Walaupun begitu Melda juga baik dan care.

Zira yang datang untuk mencari berita pun berkeliling sembari melihat ke kiri dan kanan. "Toilet wanita adalah tempat untuk mengumpulkan gosip, siapa tau aku bisa mendapat kan berita panas di dalam sana" Monolog Zira saat melihat beberapa artis masuk ke dalam toilet dan segera membuntuti para artis tersebut.

Dan benar saja, Zira berhasil mengumpulkan beberapa berita panas dengan bersembunyi di salah satu wc. "Wahhh besok pasti berita ini akan trending" Monolog Zira saat beberapa artis itu keluar dari toilet.

Zira yang masih duduk di atas closet dengan menunggu artis lain nya masuk terkejut saat pintu wc nya di buka oleh seorang pria. "Eh dasar pria mesum" Untung saja Zira hanya duduk sembari menunggu berita.

"Maaf" Lirih pria tersebut dengan wajah sangat pucat dan saat ingin memutup pintu wc Zira kembali tanpa sengaja pria itu terjatuh dan menindih tubuh Zira.

"Akhhhhh" pekik Zira namun sedetik kemudian pria itu membungkam mulut Zira agar tidak berisik "Diamlah" Ucap pria itu dengan lemah.

"Dia kan artis tertampan nomor satu dan keturunan raja" Batin Zira dan terus menatap pria tersebut.

Dan benar saja, Zira berhasil mengumpulkan beberapa berita panas dengan bersembunyi di salah satu wc

"Lapar" Lirih Arsen dengan begitu lemah.

Zira yang terkejut segera mendorong tubuh Arsen hingga terjatuh di samping closet dan saat ingin pergi tanpa sengaja Zira terjatuh karena tersandung oleh kaki Arsen.

"Akh" Keluh Zira dengan kening yang sedikit berdarah karena terbentur. "Sial banget si gue" Oceh nya dan saat ingin berdiri tiba-tiba Arsen menarik nya masuk kembali ke dalam wc dan menutup pintu rapat-rapat.

"Ehh kamu jangan kurang ajar" Gugup Zira, Entah mengapa Arsen tiba-tiba menjilat kening Zira yang berdarah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!