Setelah tujuh tahun lama nya ditinggal istri tercinta untuk selamanya,Aska belum membuka hati nya kembali untuk siapapun.Hati nya beku tak mampu tersentuh oleh siapapun,selama beberapa tahun Aska menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang begitu padat.
Dalam waktu tujuh tahun dia kembali dipertemukan oleh Diandra, wanita yang pernah menyimpan rasa padanya, namun dengan tegas Aska menyuruh wanita cantik itu pergi dan lenyap dari hidup nya.Setelah lama berpisah apakah Diandra mampu menyentuh hati Aska,tetapi sayang nya mereka bertemu di saat Diandra sudah memiliki calon suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP. 19 Bahagia Dalam Cinta.
Diandra bersiap untuk menjenguk Aska setelah pekerjaan nya selesai, Di mengajak Lee untuk menemani nya karena Lee memperlihatkan wajah cemburu nya.
''Kamu temani aku ke sana ya Lee.. ?''pinta Diandra.
''Di pekerjaan ku banyak.. ''Alasan Lee.
''Tapi kamu marah jika aku pergi
sendiri. ''
''Lagian kamu kenapa peduli sekali degan nya, yang penting kamu sudah membawa nya ke rumah sakit. ''Lee tidak suka Diandra perhatian apa Aska.
''Lee, dia sudah menyelamatkan ku, apalagi dia itu klien ku sekarang jadi aku juga harus bersimpati pada nya. ''
''bukankah kemarin kamu sudah menemani nya. ''kata Lee dengan marah.
''Lee mana jiwa kemanusiaan mu, melihat orang lain sisha karena aku dan aku harus diam saja. ''
''Oke, oke kamu pergi saja menjenguk nya aku tidak mau.''Lee pergi dari kantor Di dengan marah.
Di menggelengkan kepala nya melihat tingkah kekasih nya, Diandra berfikir jika Lee sedang cemburu jadi dia memaklumi nya.
Diandra sudah sampai di rumah sakit, dia pergi sendiri tanpa supir dan sekertaris nya.Perlahan dia membuka pintu dengan pelan, di lihatnya Aska sedang tertidur. Di melihat sekitaran ruangan itu diaktifkan melihat Zahra atau siapapun di sana.
''Kamu datang.. ?'
Diandra sontak terkejut, pasal nya baru saja dia melihat Aska terlelap tetapi justru memanggil nya.
''Kamu tidak tidur As.. ?''
''Bagaimana aku bisa tidur, dari aku gelisah menunggu mu. ''
''Aku sangat sibuk, tak perlu menunggu ku. ''Jantung Diandra selama ingin copot mendengar Aska yang sellau gombal pada nya.
''Di mana Zahra.. ?''ucap Di mengalihkan keadaan.
''Di mengurus pekerjaan ku, dan sekarang aku sendiri karena Mami ku lelah jadi ku biarkan dia pulang. ''
Tentu nya hanya ada mereka berdua saja sekarang, akan lebih leluasa untuk Aska menggoda Diandra.
''Aku ingin buah.. ''kata Aska.
Dengan telaten Di mengupas buah yang dia bawa, bahkan Di juga menyuapi Aska dengan begitu perhatian.
''Mengapa kamu sudah memiliki pacar. ?''pertanyaan macam apa ini, Aska memang keterlaluan.
''Apa aku tidak boleh mempunyai pacar, aku juga ingin bahagia dalam cinta. ''jawab Diandra.
''Ku kira kamu akan menunggu ku. ''ucap Aska yang tanpa dosa.
''What.... !''
Diandra ingin sekali mencekik leher Aska yang begitu menyebalkan kan, bisa-bisa nya dia mempermainkan perasaan nya.
''Tutup mulut mu As, kalau kamu bicara ngelantur terus menerus bisa-bisa pisau ini yang menjawab nya. ''Diandra membawa pisau itu di hadapan Aska.
''Aku rela mati di tangan mu. '' Ucap Aska tanpa rasa takut.
'' Diam... !''Diandra melotot.
''Aku bisa diam jika bibir mu yang membujuk nya. ''Di langsung menyentuh bibir nya karena terkejut.
''Aska... !''
Di memukul bahu Aska, dia juga mencubit nya dengan pelan karena gemas selalu di goda.
''Aduh sakit.. ''lenguh Aska.
''Mana yang sakit.. ?''Di panik.
Aska puas membuat Diandra panik, dia terus saja berakting kesakitan agar mendapat perhatian yang lebih.
''Bahu ku sakit Di, mengapa kamu memukul ku apa belum puas kamu melihat nya tertimpa besi. .''keluh Aska.
''Maaf... '' Diandra mengusap bahu Aska dengan halus, dia merasa sangat bersalah tentu nya.
Di suatu tempat Leo sedang bertemu seseorang, seperti biasa dia akan melakukan yang membuat hati nya senang.
''Kamu yakin kita minum di sini. ?''ucap seseorang pada Leo.
''Yakinlah, lebih aman kita minum di sini jika di luaran akan ada wartawan dan citra kita akan buruk nanti nya.
''Apa Diandra tidak mencari mu. ?''
''Tidak akan, dia sedang menjaga pria tak berguna itu di rumah sakit. Dia memang bodoh, aku ingin mengajak nya bersenang-senang malah pergi. Kali bukan karena kekuasaan orang tua nya aku sangat malas bertahan dengan nya. ''
''Kau ini memang licik.. !''kata orang itu pada Leo.
''Apa kamu tidak lebih licik dari ku, hem."Leo merapat kan tubuh nya pada gadis dia itu.
Haaaaa, kita harus bersatu demi menuju kesuksesan kita bersama. "
Mereka berdua berpesta pora di dalam apartemen, minuman beralkohol tersedia banyak di sama. Tentunya bukan hanya minum mereka pasti akan melakukan kesenangan yang lain.
"Baby, padahal aku berharap Diandra yang tertimpa lampu gantung itu. " Leo tenyata punya rencana jahat.
''Aku juga sama, susah payah aku mengatur semua nya justru Aska menghancurkan nya. ''kata gadis itu dengan licik.
''Kita harus memikirkan rencana, yang lebih matang agar bisa menghancurkan Diandra sampai lebur. ''terang Leo.
Diandra sama sekali buta dengan kejahatan pacar nya, selama ini dia percaya dan menganggap Leo pria yang pengertian dan romantis. Leo selama ini menunjukan sikap sabar nya walau Diandra sangat sibuk, justru Leo sangat perhatian dan romantis. Dia selalu memberikan kejutan dan mampu memberikan warna dalam kehidupan Diandra yang awal nya tak tersentuh cinta. Dengan licik nya Leo mampu menyihir Diandra, sampai Rey pun tidak berani mengusik nya, mungkin itu atas permintaan Diandra sendiri.
''Bob Terima kasih sudah menemaniku mengantar Najwa ke dokter. ''ucap El.
''Santai saja El, jika aku tak sibuk pasti aku siap membantu mu. ''kata Boby.
El meminta bantuan Boby karena Najwa sakit, sebenar nya bisa saja dia memanggil taksi tetapi El takut jika terjadi sesuatu dengan anak nya. El juga tidak kembali ke rumah keluarga nya, dia merasa malu sebab Niko adalah pria jihan nya, apalagi dia sampai ceroboh mengandung Najwa saat belum lulus SMA. Saat ini dia ingin hidup mandiri, dan membesarkan anak nya sendirian tanpa Niko dan keluarga nya. Sekarang Elea tinggal di sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu luas, tetapi sangat nyaman dan bersih. El tak menggunakan fasilitas Niko keluarga nya, dia membuang semua yang dia miliki, dia hanya menggunakan kemampuan dan gajinya saja.
''El, kembalilah ke apartemen mu.! Aku gak tega melihat mu tinggal di tempat ini. ''Boby tau El anak orang berada bahkan lebih dari diri nya, mana mungkin Boby tega melihat nya susah
''Bob, aku bisa kok hidup begini. PApa ju pernah bilang jika Niko menyakitiku dan tak bisa menepati janji nya, maka aku tak boleh merengek pada nya. ''itu lah mengapa El kekeh untuk mandiri.
''Tapi saat itu Papa mu sedang kecewa. ''
''Tidak Bob, kemarin Papa juga bilang pada ku. Dia berkata hanya ingin menerima Najwa tetapi tidak dengan ku, walaupun Mama menangis menahan ku tetapi aku harus berbesar menerima keputusan Papa. Mungkin dia ingin aku menjadi dewasa dan bertanggung jawab atas apa yang menjadi pilihan ku. Saat ini prioritas ku adalah Najwa, dengan cara apapun aku tak akan membuat Niko mengambil alih dari ku, karena dalam otak nya hanya ada wanita. ''El begitu tegar dan dewasa menyikapi masalah nya. Niko bukan tidak mencari nya, suami nya itu sudah meminta El dan anak nya untuk kembali, tetapi El menolak dan kekeh tetap ingin bercerai.
''Yasudah jika begitu, kamu bisa menghubungi ku jika ada keperluan. Besok pulang kerja pasti aku jemput, agar kamu tak perlu membayar taksi. ''
Boby memang saat baik, setiap hari saja dia mengantar jemput Zahra, alasan nya ya memang satu arah. Tetapi jika Zahra sibuk dan meeting diluar pasti Aska yang akan mengantar nya pulang.
''Bob Aska bagaimana.. ?''El memang belum sempat menjenguk Aska
''Sudah membaik, kemarin aku baru saja menjaga nya. ''jawab Boby.
''El, aku permisi pulang ya tidak enak dengan tetanggamu jika terlalu lama di sini.'' Boby bergegas pulang.
''Iya Bob, terimakasih. ''El mengantar Boby ama api masuk ke dalam mobil nya.