Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery
Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.
Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.
ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!
Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....
📷 Instagram : Cell_estria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Sendirian
Aku dan professor James tiba disebuah tempat.
Di tempat tersebut terdapat banyak anak-anak yang juga merupakan tester. Ekspresi mereka seakan tidak bernyawa dan wajah mereka sudah mulai berkerutan.
"Halo~Kelinci-kelinci ku! Aku punya berita bagus untuk kalian!" Ujar professor James.
Disaat itu semua tester langsung berbalik ke arah professor James. Entah kenapa tatapan mereka sangatlah tidak nyaman bagi ku.
"Brukk!!" Aku terjatuh kebawah tanah.
"Anak ini namanya Mori! Dia memiliki kemampuan untuk memulihkan jangka hidup kalian!" Seru professor James.
Disaat itu semua tester langsung menghampiri ku. Mata mereka mulai membesar dan mereka mulai tersenyum lebar. Tatapan mereka membuat tubuhku merinding seakan mereka telah dirasuki.
"SEMBUHKAN AKU DELUAN!!" Ujar salah satu tester tersebut.
"TIDAK! HARUS AKU YANG DELUAN!!" Ribut salah seorang tester yang lain.
Terjadilah pertengkaran yang sangat besar antara sesama tester, seakan mereka semua sudah gila.
"CEPAT SEMBUHKAN AKU!!" Desak para tester sambil merebutkan ku.
Kuku-kuku mereka yang tajam menusuk kulit ku, sampai berdarah. Walaupun aku menjerit sakit. Mereka tetap terus menerus memperebutkan ku. Dan akhirnya seluruh tubuhku dipenuhi dengan luka.
Dengan senyuman professor James berseru, " Ok! Berhentilah! Jika tidak...."
Seketika itu semuanya langsung berhenti dan mulai melepaskan ku.
Aku pun langsung terjatuh dengan nafas yang terengah-engah.
"Kamu! Pria yang didepan! Kamu yang akan duluan!" Tunjuk professor James.
Pria dengan rambut yang cokelat dan mata yang berwarna hitam mulai maju kedepan. Dengan senyum yang mengerikan ia mulai menghampiri ku.
"Ini adalah sebuah kehormatan!" Tatapnya pada ku.
Semua mata tertuju kepada ku dan dengan perintah professor James, aku mulai menatap pria itu.
"Berapa jangka hidup yang ia punya?" Tanya professor James.
"8 bulan," ucap ku.
Semuanya kaget, tetapi cuma professor James yang tersenyum.
"Kalau gitu, Mori gunakanlah kemampuan mu dan perpanjanglah jangka hidupnya!" Seru professor james.
Tubuhku mulai menyala dan kalungku yang awalnya hijau berubah menjadi merah.
Aku menyentuh pundak pria itu dan seketika itu juga, tubuh pria itu menyala. Wajahnya yang awalnya sudah berkerutan mulai kembali muda.
Ia tampak seperti orang baru.
Setelah selesai memperpanjang jangka hidupnya sebanyak 5 tahun. Aku mulai menggunakan gelang yang diberikan professor James untuk memeriksa total mana ku.
...****************...
Total mana yang dimiliki: 1300
Total mana yang sekarang dimiliki: 500
Syarat penggunaan kemampuan:
--> 1 tahun \= 100 mana
--> Memulihkan 1 mana: memakan waktu 5 menit
--> pemulihan 100 mana: memakan waktu 500 menit.
...****************...
"Jadi aku hanya bisa memulihkan 5 tahun lagi ya?" Pikir ku.
Disaat aku kembali menyadari sekeliling ku, semua orang mulai menatap pria yang telah ku perpanjang jangka hidupnya.
"Aku merasa bugar! Seluruh tubuhku terasa dipenuhi oleh energi!! Tapi, aku rasa belum cukup!! AKU MAU LAGII!!!" Seru pria itu yang mulai meraih tangan ku dengan kasar.
"Aw.... " Ujarku karena sakit.
"Lepaskan aku!" Seru ku.
Tapi genggaman pria itu terlalu kuat sehingga aku tidak bisa melepaskan genggamannya.
"Apa ini!? Kenapa genggamannya sangat kuat!? Bukannya terakhir kali aku lihat tubuhnya sangat lemah!! Bahkan sangat rapuh!!" Pikir ku.
"AKU MERASA TUBUHKU DIPENUHI DENGAN ENERGI!!!" Teriak pria itu.
"Menarik! Ternyata selain memulihkan kembali jangka hidup sesorang tetapi juga memberikan mereka energi. Apa mungkin kemampuan mereka juga meningkat?" Pikir professor James.
"Hey, Kamu! Coba gunakan kemampuan mu!" Perintah professor James kepada pria itu.
"Baik!" Balas pria itu.
Seketika itu tubuh pria itu menyala dan kemampuannya mulai aktif. Keluar sebuah bola angin di tangannya. Bola angin tersebut lama-kelamaan makin besar dan besar.
"Apa ini!!? Aku merasa dipenuhi dengan kekuatan!!" Seru pria itu.
Semua orang terpukau dengan apa yang sedang mereka lihat.
Dengan senyuman professor James berseru, "sudah cukup!"
Pria itu pun berhenti menggunakan kemampuannya. Bola angin yang ada di tangannya mulai lenyap.
Dengan terpukau semua tester disitu bersorak gembira.
"Kalian lihat, apa yang barusan terjadi!? Gadis ini memiliki kemampuan untuk memulihkan jangka hidup sekaligus memperkuat kemampuan kalian! Bukankah ini menarik!? Dengan begini, tidak perlu peduli lagi dengan efek samping!" Seru professor James.
Disaat itu juga, semuanya bersorak-sorak dan mereka mulai terlihat tidak sabar untuk giliran mereka. Tatapan mereka terhadap ku sangatlah menyeramkan. Tatapan yang begitu tajam dengan hasrat yang tinggi, seakan mereka sedang menatap sebuah makanan.
"M-mereka gila!!!" Pikir ku yang mencoba menjauh.
Tapi professor James menahan ku dan ia berseru, "siapa selanjutnya?"
Dengan begitu terjadi perselisihan antara para tester. Mereka memperebutkan ku.
Aku hanya berdiri di tempat dengan badan dan kaki yang gemetaran.
"Apa yang bisa aku lakukan kalau seorang diri!?" Pikir ku dengan gugup dan takut.
Semuanya menatap ku dengan tatapan penuh liur dan nafsu, mereka semua telah kesurupan dan terobsesi dengan ku. Bahkan pria yang sudah disembuhkan itu, ingin memiliki ku untuk dirinya sendiri.
Satu persatu, aku menggunakan kemampuan ku untuk menyembuhkan mereka. Hingga akhirnya manaku habis.
Disaat itu juga tubuhku langsung mual dan badan ku terasa panas. Kepala ku mulai pusing dan aku terjatuh ke tanah. Rasanya seperti tidak bisa bernafas.
"Apakah ini karena manaku habis?" Pikir ku.
Aku menggengam baju ku dengan erat dan berseru, "t-tolong.... "
Tapi semua orang termasuk professor James hanya menatap ku dengan tatapan kesal dan kecewa.
"Cih! Masa segini saja sudah pingsan! Sangat tidak berguna!!" Seru professor James.
"Hey, kamu!! Jangan berani kau mati sebelum sembuhkan kami!!" Ancam para tester yang lain.
"A-apa??" Seru ku yang sedang susah bernafas.
Dengan air mata yang menetes aku mulai berpikir.
"Tidak ada yang peduli dengan aku! Hanya kemampuan ku yang diinginkan mereka! Tidak ada yang menginginkan ku maupun membutuhkan ku sama sekali."
Huff....
Huff....
Nafas ku mulai terengah-engah dan aku mulai makin sesak nafas.
"Hey! Kalian yang punya kemampuan untuk memulihkan mana! Cepat pulihkan dia!" Seru professor James.
Salah satu dari para tester mulai maju dan ia langsung memulihkan mana ku yang awalnya 0 menjadi 500.
Kemudian aku disuruh untuk memulihkan lagi jangka hidup tester yang lainnya. Ketika mana ku habis, aku pun terjatuh lagi dan ditimpa lagi dengan rasa sakit yang sama. Tapi, kemudian mana ku dipulihkan lagi dan aku pun dipaksa untuk memulihkan jangka hidup tester yang lain.
Proses ini terus berulang dan ulang. Awalnya aku merasa sakit. Berbagai emosi menghampiri ku, awalnya sedih, lalu marah, kesal dan terakhir pasrah. Aku hanya menyerah. Tidak ada air mata yang keluar lagi.
Seluruh tubuhku sudah di penuhi dengan rasa yang sangat lelah dan memar karena penggunaan kemampuan yang berlebihan.
"Tetapi apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya sendiri!" Pikir ku.
Aku pun terjatuh ke tanah. Disaat aku sudah menyerah total. Tiba-tiba terdengar suara yang familiar.
"Kak Mori!!" Sahut Rara.
"R-rara?" Ucap ku.
"Kami datang untuk menyelamatkan mu!" Seru Steve yang datang bersama Rara.
Rara menghampiri ku dan memeluk ku. Sedangkan Steve berdiri disamping kami sambil menatap professor James.
"Kalian mau menantang ku??" Seru professor James.
Bersambung....
mohon maaf🙏 mungkin akan ada slow up karena sudah ujian. Jadi mohon kesabarannya. Terimakasih 😁😇🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kamu lebih cocok nulis genre ini.
semangat Thorr........
pembukaan yang bagus Thor....