NovelToon NovelToon
Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Melz

Welcome to kisah asmara rakyat jelata 😄

Jessica Setiawan harus melarikan diri dari kejaran mantan kekasihnya yang belum terima dengan kandasnya hubungan mereka.

Jessica pergi ke sebuah kota kecil, di mana dia harus meninggalkan kehidupan mewahnya.

Tanpa sepengetahuan Jessica, kakaknya mengirim bodyguard untuk mengawasi dirinya. Dia adalah Ken, pria kaku yang pendiam.

Tapi, Ken tidak sendirian menjaga Jessica. Jo tiba-tiba juga muncul di sana karena sebuah misi yang di perintahkan atasannya. Dia menjalankan misi sekaligus juga menjaga Jessica.

Kedua pria ini jatuh hati pada Jessica. Tapi, masalahnya mereka hanya seorang bawahan. Siapa yang akan Jessica pilih? Apakah gadis itu mau menikah dengan rakyat Jelata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyebalkan

"Aaaaaaaaaaaaaa"

Jessica terkejut ketika melihat 2 orang pria di dalam kamarnya.

Ken dan Jo kompak menengok ke arah Jessica.

"Kenapa kalian ada di kamarku?" teriak Jessica sambil menutup badannya dengan selimut.

"Aku menyelamatkanmu, Nona." ucap Jo cepat.

Jessi tampak berpikir sejenak. Dia baru ingat jika kemarin dia hampir saja diculik dan Jo menyelamatkannya. Ekspresi Jessi jauh lebih tenang setelah ingat hal itu.

"Jadi kamu bawa aku dan Ken ke sini?" tanya Jessi menginterogasi Jo.

"Ya, kalian tidur seperti orang mati."

"Masa sih?" ucap Jessica tak percaya dengan ucapan Jo.

"Kemarin anda bilang, ada yang tidak beres dalam gelas Ken. Tapi kenapa anda minum juga?" tanya Jo kebingungan.

"Ya, aku penasaran aja. Masa iya minuman itu bisa bikin tidur?" kata Jessica dengan polosnya.

"Kamu minum juga?" Ken terkesiap mendengar percakapan Jessi dan Jo.

"Iya, habisnyaa..."

"Anda tau itu bahaya, tapi anda minum juga?" bentak Ken. "Anda itu sangat lucu." Ken mengusap wajahnya kasar. Jika Boy sampai tau peristiwa ini, habislah sudah. Ken sudah lalai menjaga Jessi.

"Bro,, santai.. yang penting Jessi itu sudah tidak apa-apa." Jo menenangkan Ken. Dia tau apa yang dipikirkan oleh Ken.

"Anda jangan mempersulit hidup anda sendiri. Kalau saya tidak bisa jaga anda seperti kemarin, anda itu mau bagaimana?"

"Ken, kenapa kamu marah-marah?" Jessi mulai ketakutan dengan nada Ken yang mengintimidasinya, seolah semua ini salah Jessi.

"Terserah anda saja." Ken berbalik dan berjalan dengan gontai dari kamar Jessi.

"Harusnya aku yang marah karena dia ceroboh." ucap Jessi lirih.

" Biar saja lah, nona. Mungkin Ken sedang banyak pikiran."

Jo memandang Jessi yang tampak begitu berantakan.

"Terus ngapain kamu di sini? Kamu mau kurang ajar ya?" Jessi menutup dirinya dengan selimut sampai ke wajahnya.

"Hey, kamu harusnya berterima kasih padaku, Nona Jessica." Jo menarik selimut Jessica beserta kakinya.

"Jo, lepas. Jangan kurang ajar ya.." Jessi meronta tidak mau di tarik oleh Jo.

Jo senang sekali mengerjai Jessi. Jiwa jahil nya meronta ketika melihat Jessi begitu ketakutan. Plus, di kota kecil ini dia bebas dari amukan Boy dan juga istrinya.

"Nona.. mandilah.. anda bau sekali." Jo menghentikan aksi anarki nya pada Jessi, lalu berganti dengan menutup hidungnya.

Jessi mencium ketiaknya sendiri. Tapi dia tidak mencium bau apapun selain bau parfum chanel no.5 kesukaannya.

"Hahahaha.. percaya lagi." Jo tertawa geli karena kepolosan Jessi. Dia memang lagi-lagi hanya ingin mengerjai Jessi.

"Jo,, awas kamu ya.."

Jessi bangun dari ranjangnya untuk mengejar Jo. Tapi, sial kaki Jessi tersandung selimut dan dia berakhir jatuh di lantai dengan posisi tertelungkup.

"Nona, anda tidak apa-apa?" Jo menghampiri Jessi, lalu membantu mendudukkan nya.

"Dasar pria tidak peka." "Harusnya kamu tangkap aku." "Lihat, lecet kan." Jessi memamerkan lengan nya yang tergores.

"Siapa yang suruh anda mengejar saya?" Jo mengusap lengan Jessi yang lecet.

"Kamu dan Ken sama saja. Menyebalkan." omel Jessi.

"Beda lah.. Ken memang tugasnya menjaga anda. Kalau saya kebetulan saja ada di sini." Jo membela dirinya.

"Ya sudah, bantu aku bangun." Jessi merentangkan kedua tangannya seperti anak kecil yang meminta bantuan ayahnya.

"Manja sekali."

"Sakit tau, Jo."

"Ya sudah, ini mau di bantu mandi juga gak?" tawar Jo sambil mengedipkan satu matanya.

"Jo, dasar mesum." Jessi melampiaskan kekesalannya pada Jo. Dia memukuli punggung dan lengan Jo tanpa ampun.

"Oke, Oke.. aku pergi dulu." Jo menangkis pukulan Jessi dengan mencengkram tangannya. Jika dibiarkan saja, badan Jo bisa memar-memar.

"Ya, lebih baik kamu pergi." usir Jessi.

Jo kali ini memang harus pergi. Dia berbalik untuk meninggalkan Jessi, tapi langkahnya terhenti ketika Jessi memanggilnya.

"Tidak perlu berterima kasih, nona. Sudah kewajiban saya untuk membantu seorang Jessica Setiawan."

"Kamu bicara apa sih, Jo?" "Jangan lupa tolong tutup pintunya." teriak Jessi yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.

*

*

*

Jessi berendam dengan nyaman di bathtub nya. Dia masih memikirkan kejadian semalam. Apakah memang Marco yang ingin menculiknya? Apakah Jessi perlu menelepon Marco? Ya, Jessi masih menyimpan nomer Marco dalam dompetnya.

Di tengah kegalauan hatinya, ponsel Jessi berdering. Boy calling..

"Halo Boy.."

"Jessi, kamu baik-baik saja?" tanya Boy panik.

"Baik, Boy. Kenapa memangnya?"

"Kenapa Jo dan Ken tidur di kamar kost mu?"

Jessi terperangah. Bagaimana Boy tau?

"Itu... dari mana kamu tau Boy?" ucap Jessi gugup.

"Itu tidak penting. Apa yang terjadi kemarin?"

"Aku hanya makan malam dengan bos ku. Lalu.. aku bertemu dengan Jo. Kami jadi bercerita sampai malam." bohong Jessi.

"Benarkah?"

"Hmm..." jawab Jessi malas.

"Kalau terjadi sesuatu padamu, aku akan beri pelajaran pada Ken." "Laporkan kalau memang dia tidak menjagamu dengan benar."

"Boy, aku sudah mulai bekerja dengan baik. Jadi, apa kamu mau berikan ATM padaku lagi?" Jessi mencoba mengubah topik pembicaraan sekaligus mengambil kesempatan ini untuk merayu Boy.

"Tidak sekarang, Jes.. Belum satu bulan."

"Booooy... please..."

"Sekali tidak, tetap tidak." "Bukankah kamu suka memasak?" "Ken setiap hari memposting makananmu di statusnya."

"Status yang mana? Kok aku gak bisa liat?"

"Hahaha.. dia hide status nya darimu. Memangnya enak?" ejek Boy.

"Apa yang dia bilang?" tanya Jessi penasaran.

"Tanya aja pada Ken."

'Tut.. tut.. tut..' telepon terputus.

"Booooooy"

"Kenapa semua pria di sini menyebalkan sekali?" Jessi berteriak sendiri di dalam kamar mandi.

1
Bisikan Luar Biasa
semangat Thor jangan lupa up
margoandme
Selamat! Karya kk masuk rak buku akuuuu haha bakal aku tunggu terus nih kelanjutannya
Windy Miller
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Melz: lanjut dong.. sabar ya..
total 1 replies
infinite soul
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
Melz: thank youu ya dukungannya🙂
total 1 replies
Zizi Suartini
Bagus nih ceritanya! Semoga kedepannya bakal tetep bagus dan terus bikin penasaran ya
Melz: thank you
total 1 replies
WillofWashington
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Melz: amiiin
total 1 replies
Garden Rose
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
Melz: oke oke.. di tunggu updatenya ya😂
total 1 replies
Widya Pertiwi
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Melz: makasih🤗 ditunggu ya
total 1 replies
Madu Yang Luar Biasa
Harus berapa lamakah aku menunggumu kembali, Thor! Aku kepo lanjutannya, Thor!
Melz: siap2..tunggu yaa.. nanti malam semoga bisa update lagi😁
total 1 replies
morelight
lanjut author sayang 🤣
Melz: sudah up yaa..🙂
total 1 replies
Ani Ponianingsih
absen dulu ,smg ceritanya menarik
Melz: makasi kakak.. 🙂
total 1 replies
Zahreeta Jinan
aku mampir lagi ya Thor
Melz: okey.. thank you
total 1 replies
Zahreeta Jinan
semangat thor
Melz: thank you
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!