NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak / Beda Usia / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: unchihah sanskeh

Maria, berasal dari keluarga miskin di desa. saat ayahnya sedang sakit keras, ia terpaksa mengikuti tawaran dari tetangganya bekerja di kota, namun sayang, ia justru di jual sebagai wanita penghibur. saat hendak melayani tamu pertamanya, ia kabur dan ditemukan oleh Diaz.

Diaz adalah duda 39 tahun yang kaya raya namun ia diceraikan oleh istrinya karna dianggap tak bisa memberikan keturunan. ia masih sangat mencintai sang istri namun juga sakit hati karena ditinggal sebelah pihak.

Maria pikir ia sudah aman karena diselamatkan Diaz namun ternyata Diaz malah menyekap dan memanfaatkan keadaan Maria yang membutuhkan uang dengan mengajaknya kawin kontrak. Maria dipaksa untuk melayani Diaz, sampai Maria mampu memberikan anak untuknya. ia menggunakan Maria untuk membuktikan pada sang mantan istri bahwa ia tidak lah mandul

akankah keinginan Diaz terpenuhi atau perasaan cinta lambat laun tumbuh diantara mereka?

Fllw ig othor bunda, kakak sekalian sebangsa setanah air : unchiha.sanskeh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pain

Setelah dua kali naik turun bus, mereka berhenti di halte pemberhentian di pinggir kota. Amirah membimbing Maria masuk ke jalan sempit tak jauh dari halte.

sepanjang jalan itu tak sedikit warga menyapa Amirah ramah, rumah penduduk tak besar namun rata-rata halaman mereka cukup lebar untuk bertanaman.

"nyonya ini rumah Amirah" Amirah tersenyum lebar saat mereka sampai di depan rumah kecil di ujung jalan.

Amirah memutar anak kunci hingga pintu terbuka, di dalam sepi tak ada orang memang cukup berdebu namun perabot rumah masih lengkap.

"nyonya duduk di sini sebentar ya, biar saya beli obat merah, es batu dan keperluan lain untuk obati luka nyonya dulu ya"

Amirah meninggalkan Maria di ruang depan dan pergi ke warung dekat rumah. tak butuh waktu lama, amirah kembali membawa plastik besar berisi obat dan beberapa makanan ringan.

"argh.. " rintih Maria kesakitan, saat Amirah menggosok tangannya dengan kain basah.

tangan Amirah semakin naik ke pundak, karena memar yang ada di tubuh Maria tak cukup di lengan dan wajah sehingga Maria melepas kemeja yang ia kenakan agar Amirah dapat mengobati luka yang lain.

mata Amirah membulat air mata langsung menggenang di mata besarnya saat melihat punggung Maria yang penuh luka memar, ada yang masih merah bekas pukulan.

"nyonya baik-baik saja kan? hiks... hiks" Amirah menggosok gosok matanya menyeka air mata yang terus mengalir ke bawah.

Maria menunduk, berusaha menahan air mata.

"Amirah, hatiku jauh lebih sakit dari luka yang kamu lihat di tubuhku ini. aku menghormati dia sebagai suami namun di matanya aku dan ayah hanyalah orang orang rendahan yang tunduk dengan uang" jawabnya pelan.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi antara nyonya dan tuan Diaz, tapi Saya yakin nyonya adalah wanita yang hebat lalu apa yang selanjutnya akan nyonya lakukan?"

"Aku harus membawa ayah keluar rumah sakit Amirah dan pergi jauh dari kota ini. aku tahu ini tidak akan berjalan dengan mudah tapi aku akan memikirkan cara terbaik untuk tak lagi terlibat dengannya" Maria membalikkan tubuhnya menghadap Amirah.

"Saya pasti akan selalu membantu nyonya sebaik yang Saya mampu, Saya janji" Amirah meraih tangan Maria dalam genggamannya.

...****************...

...(di apartemen pribadi Calix)...

seorang perempuan sibuk memungut uang yang berhamburan di sekitar ranjang, sesekali tangannya sibuk menarik lengan pakaiannya yang berulang kali melorot karna tak di pakai dengan benar.

Calix tertawa puas di atas sofa depan ranjang melihat perempuan itu berpindah-pindah tempat memungut uang. Brox tiba-tiba muncul di depan pintu kamar, kemudian perempuan itu bergegas keluar setelah menumpukkan uang digenggaman nya.

"Brox, aku masih sangat penasaran bagaimana nasib mainan ku yang di ambil Diaz. sejujurnya aku masih tidak Terima atas perbuatan Diaz yang mempermalukan aku" Calix meneguk segelas Vodka dingin yang tersaji di meja panjang depan sofa.

"Tuan Diaz menikahinya tuan" jawab Brox singkat.

PRANG

"Sialan" Calix melempar gelas yang dipegangnya ke dinding hingga pecah berhamburan.

"Murahan sekali, apakah dia sudah sangat putus asa hingga menikahi perempuan rendahan seperti itu Brox? Menarik, aku sangat penasaran dengan apa yang di lakukan duda mandul itu" Calix tersenyum simpul memegang kening

"Culik perempuan itu Brox, bawa kembali perempuan itu padaku" sambungnya.

"tapi tuan?"

"Dari awal dia adalah milikku Brox, aku akan membalas Diaz biar dia tahu bagaimana jika mainan miliknya direbut paksa"

"Baik, segera saya laksanakan tuan" Brox menunduk dan pergi meninggalkan Calix.

...****************...

...(Di rumah Diaz)...

Pukul 8.00, matahari sudah tinggi cahaya masuk ke dalam mata Diaz membuatnya terbangun. kelopak matanya mengecil menahan cahaya matahari.

badannya bangkit separuh, tangannya sibuk memegang kepala. pening, sebab ia kembali kurang tidur matanya menoleh ke samping mencari sosok Maria.

dia mengambil celana baru di lemari dan menatap ke luar jendela.

"Apa yang aku lakukan? aku memukulnya semalaman, melampiaskan sakit hatiku oleh Rena kepadanya. bodoh" katanya dalam hati sambil memantik korek api membakar ujung tembakau.

ia menatap kosong halaman di luar, pagi ini hari terasa cerah namun tak sama dengan suasana hati Diaz. rasa bersalah berekecamuk di benaknya. benar, ia dapat meminta bila ingin tanpa harus mendaratkan pukulan panas di tubuh mulus Maria. kini ia kebingungan harus bicara apa bila bertemu Maria di bawah.

"Badannya harus segera di obati, tapi aku tidak mungkin meminta bantuan dokter Evan atau para pelayan di rumah. mereka tidak boleh tau bahwa aku melakukan kekerasan pada Maria"

Diaz berbalik badan dan berjalan mengambil ponsel di meja dekat ranjang

Tian~

Aku mungkin akan sedikit terlambat datang ke kantor dan tolong siapkan beberapa obat untuk mengobati luka di kulit.

tak lama ponselnya kembali bergetar, Sebastian selalu cepat membalas pesan singkat yang ia kirim.

baik tuan, tapi apakah anda terluka?

siapkan saja apa yang ku minta Tian, aku baik-baik saja, balasnya kembali.

Diaz menghela nafas, kemudian pergi ke kamar mandi.

"Semalaman dia menjerit, aku bahkan memperlakukan dia lebih kasar di banding perempuan-perempuan yang aku beli. aku menyumpal mulutnya dengan kain, bahkan berulang kali memukuli badannya. sial, aku sudah sering menyakiti orang lain tapi kenapa sekarang aku malah merasa sangat bersalah! aku malah jadi canggung jika bertemu dia nanti di bawah"

berulang kali dia menghela nafas saat kucuran air dari Shower mengguyur tubuhnya.

"dia dimana?" katanya kecil saat turun ke bawah matanya keliling menyusuri sudut dapur dan ruangan di lantai bawah namun tak menemui sosok Maria.

"Mungkin dia sudah pergi ke rumah sakit menemui ayahnya, sebaiknya aku ke kantor sekarang. nanti malam saja baru bilang minta maaf" sambungnya.

Supir sudah menunggunya di luar, hari ini dia berangkat dengan setelan jas putih dengan kemeja garis-garis.

...(Salam kenal ini Calix 😎)...

...****************...

Halo ini Author 🙋

Selamat hari Selasa kak bagaimana pagi kalian hari ini? Terima kasih karena sudah membaca kisah Maria sampai bab ini ╥﹏╥.

hari ini author mengenalkan Calix, sejujurnya ingin sekali membagikan visual para tokoh dalam bab tersendiri. apakah kakak juga menantikan hal yang sama?ヾ(^-^)ノ

jaga kesehatan selalu ya kak, author sayang kalian

1
Mazree Gati
skip iklan
Mazree Gati
iklan skip
SHLDC’s Company
Luar biasa
Lina Herlina
npa Maria gak hamil2
Febri Yanti
lanjut Thor
buat Maria nya hamil ya Thor biar happy ending
dan kita yang baca pun happy ending juga /Sneer//Sneer/
Rita Lnfy
Luar biasa
Rita Lnfy
Lumayan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
udah baca sampai tamat
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
maria belum punya anak
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
tian keren
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bapak amirah parah
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
manis banget
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cari tau tian
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
maria akan tetap bersama mu, diaz
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bukti dulu baru bicara. 👍👍
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
tentu tidak !
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
maria keren. rena juga keren. udah banting pintu.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Nisa
kok selesainya bikin sedih ya....karena diaz dan maria ga punya anak.....harusnya sih biar maria hamil dulu baru selesai kak....jd happy ending dan bikin bahagia para pembaca....ini rasanya kayak nyesek gitu ....kasihan diaz dan maria....kebahagiaannya kurang lengkap......bisa ga kak kasih bonchap lg...biar mereka punya anak dulu baru tamat....bener2 happy ending
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
rena tak tau malu.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akhirnya terucap juga, diaz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!