NovelToon NovelToon
Dia Adalah Benihmu

Dia Adalah Benihmu

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:199.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Memperjuangkan nasib pernikahan yang semula
baik-baik saja hingga menutup usia nyatanya tak semudah mengatakan janji.

Perjuangan Bulan di usia pernikahan yang baru akan memasuki tahun kedua harus di terpa badai.


Nasib pernikahan yang semula sangat bahagia berubah seratus delapan puluh derajat saat kehadiran wanita yang tak lain adalah iparnya.

Menjadi perusah di tengah keluarga Bulan dan sang suami, kini semua berita buruk tertuju pada Bulan Ambarwati.

Tidur dengan pria lain dan hamil dari pria lain, itulah yang terlihat di mata Pramudya kala mendapati sang istri tengah berdua di kamar hotel.

Pramudya yang sangat mencintai Bulan, begitu juga sebaliknya.

Akankah pernikahan keduanya mampu melewati segala terpaan badai hingga mampu merajut cinta kembali? Mampukah Bulan membuktikan dirinya istrinyang setia dan mendapatkan pengakuan dari sang suami atas anak yang ia kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Pram

Mendengar keterangan dokter jika semuanya baik-baik saja, akhirnya Pram meminta saat itu juga untuk pulang. Rupanya pingsannya itu hanya di sebabkan kaget bukan benturan yang parah saat kecelakaan. Bahkan semua keluarga tampak menghela napas dan mengusap dada mereka mengucap rasa syukur.

"Opa dan lainnya, pulanglah lebih dulu. Aku harus melanjutkan tujuanku menjemput Bulan. Aku tidak ingin menunda waktu lagi." ujar Pram yang membuat semuanya saling menatap dalam.

Hingga beberapa saat terdengar hening, akhirnya Oma Wulan yang berbicara saat ini. "Mari kita jemput bersama, Oma harus menjelaskan semuanya dan mendapatkan maaf dari Bulan. Karena Oma yang menyebabkan semuanya." tutur Oma Wulan sontak membuat Pram berpikir.

Ia takut saja jika nantinya akan ada ucapan sang oma yang justru membuat Bulan merasa tersakiti kembali. Hingga akhirnya Pram memutuskan untuk menolak secara halus.

"Oma, biarkan Pram saja sendiri yang menyelesaikannya. Bulan adalah istriku. Oma dan Opa pulanglah untuk istirahat." tutur Pram sembari tersenyum hangat.

Ia sangat senang melihat keluarganya sedikit berubah meski tidak tahu sedalam apa rasa penyesalan yang oma Wulan rasakan saat ini. Yang terpenting mereka sudah tidak begitu membenci Bulan. Entah Pram sendiri pun tidak mengerti mengapa mereka begitu menolak Bulan yang hanya dari kalangan biasa saja.

Bahkan Bulan sangat baik pada mereka selama ini. Tidak pernah sedikit pun ia merasa tersinggung dengan ucapan keluarga Pram. Mendapatkan penolakan dari sang cucu, tak membuat Oma Wulan menyerah begitu saja. Ia tetap kekeuh untuk ikut.

"Oma akan ikut, ayo. Jangan menolak lagi, Pram. Oma harus mempertanggung jawabkan ini semua."

Tanpa bisa di bantah mereka semua pun ikut dengan Pram ke arah tempat yang sedikit jauh dari pusat kota itu. Namun tidak memakan waktu begitu lama. Sebuah mobil mewah terparkir rapi siang ia di halaman rumah sederhana sesuai dengan perintah Pram yang di beri tahu sang anak buah.

Dari dalam rumah tampak Bu Rini yang bersiap-siap menuju toko sembako untuk membeli bahan jualan besok. Keningnya mengernyit kala melihat dari dalam rumah tepatnya jendela yang ia singkap gordennya sedikit. Matanya menajam berusaha mengenali sosok pria tampan yang bertubuh bak atlet itu berjalan mendekat menuju rumah sederhana miliknya. Tak lupa melihat ada beberapa luka yang belum kering di wajah tampan dan putih itu.

"Siapa yah? Seperti pejabat rapi sekali?" gumamnya mengingat-ingat siapakah sosok pria di pandangannya saat ini.

Dari arah kamar tampak Lesti keluar memperhatikan sang ibu. "Bu, kok ngintip-ngintip gitu? Ada apa sih? Ibu lagi nggak ngutang sama rentenir kan?" tanyanya membuat tubuh Bu Rini seketika terkejut.

"Eh kamu ini, yah nggak lah. Ibu itu..." belum sempat Bu Rini mengatakan rasa penasarannya. Suara pintu di luar sana sudah terdengar di ketuk beberapa kali.

"Permisi!" teriakan dari Pram membuat Laurent turut mendekat dengan sang ibu dan mengintip juga.

"Haaaah....?" ujarnya yang sangat kaget melihat sosok pria seperti model majalah berdiri tegap di depan pintu yang mungkin sudah sampai di kepala pria itu lantaran terlalu tinggi.

"Bu, Lesti sudah punya Mas Fahmi. Ibu mau menjodohkan Lesti sama itu?" tanyanya yang justru membuat Bu Rini menepuk jidatnya.

Habis di rawat di rumah sakit beberapa hari sepertinya Lesti terkena virus di otaknya. "Hah kamu ini kok malah bicara ngawur sih. Sini Ibu maub buka pintunya." tutur Bu Rini yang mendorong pelan sang anak dan membuka pintu itu cepat.

"Eh...maaf. Cari siapa yah?" tanya Bu Rini dengan senyuman lebar.

Namun, tak lama setelah itu manik matanya terfokus pada mobil yang terbuka satu persatu pintunya. Di sana ada beberapa orang yang ia lihat. Keningnya semakin mengerut tak mengenali siapa semua yang datang ke rumahnya saat ini.

"Apa benar di sini Bulan tinggal? Saya..." Pram yang tak ingin bicara basa basi seketika membulatkan matanya saat mendengar suara dari arah dalam yang sangat ia rindukan selama ini.

"Bu, ini Pak Iyan sudah selesai katanya perbaiki gerobak..." Sama dengan Pram yang tak sempat melanjutkan ucapannya. Bulan pun juga menggantung ucapannya saat melihat dari celah antara Bu Rini dan Lesti ada sepotong wajah pria tampan yang terus ia mimpikan selama berpisah kini.

Tubuh Bulan menegang tak bisa bergerak lagi saat ini. Ia berdiri di tempatnya saat terakhir melangkah sebelum melihat wajah sang suami. Sungguh rasanya Bulan seperti mimpi, bahkan potongan ayam yang tengah ia bersihkan di tangannya meneteskan air di lantai tak lagi ia perhatikan.

"Mas Pram..." lirihnya tak tahu harus berkata apa dan melakukan apa. Tubuh dan pikirannya terasa mati tiba-tiba. Sama dengan sosok Pria yang juga mematung di depan sana tanpa melanjutkan ucapannya.

1
Surati
bagus
Suparmin N
Luar biasa
Dwi Agustin
GK ada otak suka adek sendiru
Widi Widurai
kl dah kaya gini baru sadar kan. yauda riisiko. dikasih tau ga bsa, yauda kejadian aja dlu baru jd plajaran
Widi Widurai
salah sendiri. dah diingetin ngotot. lagipun dari gelagatnya dah jelas kok diterabas.
abu😻acii
ayo bulan tante online mendukung mu😂
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Novi Yantisuherman
Si Hawa kudu di RUKIYAH nih
ajiu jiu
cpt banget tamat Thor ???
Ani Safitri
rasain Lo lesti
Ani Safitri
dah Pram lenyapin aja 2"a..g guna
Juni Cutma
semangat author 💪💪💪
semoga Lesti dapat ganjaran dari perbuatannya itu...😡
Komala Dewi
bagus
Juni Cutma
buka mata dan hati mu les,jangan salah kan orang lain atas apa yang kamu alami...
sudah di beri peringatan tapi kamu GK mau dengar😡😡
Widi Widurai: lah iya freak memang si lesti. yang bodoh dia tp nyalahin orang. dah tau cowonya gelagatnya aneh
total 1 replies
Juni Cutma
semoga ada yang nolongin Lesti dari pria bejat seperti Fahmi 😡😡😡
ajiu jiu
lanjut Thor ......
Erna Riyanto
Pram harusnya...bukan fahmi
Mae.
Gilak
masak an dia suka ma adek kandung sendiri otak nya tergeser banyak mungkin
Kus Tiah
makanya percya sama istri pram
Kus Tiah
mampir thor
Woeng Sabar Segalane
please jangan pisahkan lg😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!