Cinta yang telah mereka bangun mendapatkan berbagai ujian dari mantan dan juga keluarganya.
Percintaan dari lima sekawan ini begitu mengharukan, dengan penuh perjuangan dan ujian serta cobaan yang datang silih berganti untuk menguji kemampuan dan kesetiaan mereka satu sama lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19
"Kamu kenapa Del, kamu udah mo lahiran yah??" tanya Dessy.
"Ngaco yah perutku itu baru jalan 5 bulan Dessy," ucap Delia yang greget dengan tanggapan dari Dessy.
"Terus kamu ngapain di rumah sakit??" Tanya lagi Dessy.
"Rina mencoba untuk memotong pergelangan tangannya, tolong jangan banyak tanya lagi segera lah datang ke sini," jelasnya Delia sambil mematikan sambungan teleponnya agar Dessy tidak banyak tanya lagi.
Beberapa saat kemudian, Rina Bisa tertolong. Rina segera dipindahkan ke ruang perawatan terbaik di rumah sakit itu. Delia tidak kuasa melihat kondisi dari sahabat kecilnya itu.
"Rina, kok kamu sampai tega memotong urat nadimu sih?" Tanya Delia yang sudah terisak dalam tangisnya.
Sedangkan di belahan dunia lain.
Emre sudah mendapatkan kesepakatan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Sinopec Group. Emre pun memutuskan untuk ke Indonesia. Emre tidak ingin menunda terlalu lama, Emre ingin segera menemui perempuan yang telah dia renggut kehormatannya secara paksa.
"Tolong atur keberangkatanku ke Indonesia dan aku mau sampai di sana tidak perlu repot-repot cari rumah lagi, aku Ingin semuanya sudah siap," pinta Emre.
"Baik Bos!" ucap asisten pribadinya.
Emre tersenyum gembira karena akan segera bertemu dengan perempuan yang akhir-akhir ini telah mengganggu kenyamanan tidurnya. Bahkan Emre sering membayangkan bagaimana ia disaat sedang menggauli perempuan itu.
"Tunggu aku cantik, Aku akan segera datang menemuimu," ucap Emre dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampannya.
Kita kembali ke yanah air beta, Delia tidak segan meneteskan air matanya melihat kondisi sahabatnya yang belum sadarkan diri. pintu ruangan Perawatan Rina terbuka, masuklah Dessy. Delia langsung berdiri dan cupika cipika-cipiki dengan Sahabatnya.
"Rina apa yang terjadi kepadamu, kenapa kamu tega ingin mengakhiri hidupmu?" ucap Dessy di sela tangisnya.
Delia dan Dessy berbincang-bincang santai sambil menunggu Rina siuman dan sadar dari pingsannya. Rina akhirnya terbangun dari setelah beberapa menit tidak sadarkan diri.
"Auhhh sakit!!" pekiknya keluh Rina mengeluh sakit di area tangannya. Delia dan Dessy segera menghampiri Rina yang sudah sadarkan diri.
"Mana yang sakit?" tanya Delia.
Rina memandangi satu persatu sahabatnya dan tidak menjawab pertanyaan Dari Delia, Tapi Rina langsung saja menangis meraung-raung meratapi nasibnya.
"Delia, Aku tidak pantas untuk hidup lagi, kenapa kamu menolongku" ucap Rina sambil mencoba untuk mencabut selang infusnya.
"Apa yang kamu lakukan haaa, kamu sudah bodoh apa!!" ucap Dessy yang kaget melihat Rina yang ingin mencabut selang infus dari tangannya.
"Rina!! istighfar sayang, apa kamu sudah lupa kalau minggu ini Kamu akan menikah??" ucap Delia.
Rina langsung teringat kepada Rangga Azof Rustam calon tunangannya Rina semakin mengencangkan Suara tangisannya. Hal itu membuat Delia dan Dessy heran. Dessy dan Delia saling berpandangan tidak mengerti.
"Kok tambah Nangis, bukannya Bahagia ini calon manten satu ini semakin menangis Saja" ucap Dessy sambil memeluk tubuh sahabatnya yang berusaha menenangkan Rina.
"Delia tolong telpon Rangga, dan tolong batalkan pernikahan aku dengannya," ucap Rina.
"Apa yang terjadi dengan kamu Rina! kenapa sampai kamu ingin membatalkan pernikahan kalian yang sudah di depan mata dan sisa menghitung hari?" tanya Delia.
"Aku tidak pantas lagi menjadi istri dari mas Rangga Del, Aku tidak....." ucap Rina yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.
"Maksud kamu tidak pantas untuk bersanding dengan Rangga?? Apa alasan kamu sehingga dengan mudahnya berbicara seperti??" tanya Dessy.
"Betul kata Dessy, kalian itu sudah pacaran tujuh tahun loh,dan itu bukan waktu yang singkat Rina," timpal Delia.
Rina belum menghentikan tangisannya. Bahkan Rina sudah semakin histeris.
"Aku sudah tidak perawan lagi Delia, tidak mungkin mas Rangga menikahi cewek yang tidak bisa menjaga kehormatannya, pungkasnya Rina di sela tangisnya.
Delia dan Dessy dibuat kaget dengan perkataan Rina.
"Maksud kamu apa Rina, tolong jangan ngaco deh" ucap Delia.
"Tolong jelaskan dengan baik maksud dari perkataan kamu Rina" ucap Dessy.
Rina Akhirnya menceritakan tentang Semua yang terjadi pada dirinya saat Dia berada di Amerika. Dessy dan Delia yang mendengar perkataan Rina shock dan kasihan kepada sahabatnya itu. Mereka kemudian berpelukan untuk saling memberikan dukungannya.
Tapi mereka tidak menyangka kalau apa yang mereka bicarakan ternyata terdengar sampai ke telinga Rangga dan Arya yang kebetulan berada di depan pintu kamar perawatan Rina yang pintunya tidak rapat.
Rangga langsung masuk ke dalam kamar perawatan Rina. Semua orang yang berada di dalam sana kaget melihat kedatangan Rangga.
Rina tidak sanggup menatap calon suaminya. Rina takut dengan reaksi dan tanggapan Rangga setelah mendengar langsung Apa yang sedang terjadi kepadanya.
"Maafkan Aku, pernikahan kita tidak seharusnya dilanjutkan lagi," ucap Rangga sambil melepaskan cincin pertunangan mereka dari jari manisnya.
"Mas apa maksud dari semua ini??" tanya Rina.
"Maaf hubungan kita cukup sampai di sini aaja, aku tidak ingin memiliki istri yang tidak perawan lagi," ucap Rangga dengan begitu teganya memutuskan hubungan mereka.
"Mas, apa lima tahun itu tidak berarti sama sekali?, dimana janjimu yang dulu kau ucapkan yang katanya apa pun yang terjadi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku," tuturnya Rina yang semakin menangis saja.
Delia,Dessy dan Arya tidak bisa berbuat apa-apa dan ikut campur dalam urusan mereka. Delia memeluk tubuh sahabatnya. Sedangkan Dessy mencoba menenangkan Rina.
"Yang sabar Rina," ucap Delia sambil terus menahan laju air matanya.
"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan Mas Rangga, aku ikhlas Mas Tapi aku mohon jangan katakan kepada keluarga kita kalau mas memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kita karena aku tidak...." ucap Rina yang tidak mampu meneruskan kata-katanya.
"Maaf!!" ucap Rangga sambil berlalu meninggalkan Rina yang sudah terpuruk.
"Delia, Aku harus gimana lagi, hancur sudah semuanya," keluh kesahnya Rina.
"Yang sabar Rina, mungkin memang kalian tidak berjodoh," ujarnya Dessy.
"Iya kami masih ada bersama kamu dan aku yakin kamu pasti akan mendapatkan Pria yang jauh lebih baik dari Rangga," ucap Delia yang berusaha menenangkan Rina.
Mereka kembali berpelukan satu dengan yang lainnya. Mereka saling menguatkan untuk memberikan dukungannya kepada Rina.
....
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Kekuatan Cinta judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers….
dilanjutkan ga di judul ini?
balasan karena menghina rina sehingga membuar ayah rina meninggal karena serangan jantung setelah dimaki maki sama mama nya rangga