NovelToon NovelToon
KISAH KASIH NARA

KISAH KASIH NARA

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Janda / Tamat
Popularitas:941.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aylop

Nara Amelia harus merasakan sakit hati, tatkala pria yang ia yakini sangat mencintai dan dicintainya, membawa orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Seorang wanita yang menurut sang suami dapat melengkapi kekurangan Nara selama ini.

"Kita bertiga akan merawat anak ini bersama-sama. Aku, kamu dan dia."

Akankah Nara akan tetap bertahan demi rasa cinta pada sang suami ataukah akan mencari kebahagiaan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Hari Pertama

"Sudah?" Tanya Sam.

Nara mengangguk, ia tadi meminta izin menghubungi Bundanya. Memberi tahu bahwa ia akan langsung bekerja.

Nara mengikuti Sam dari belakang. Mereka masuk ke lift dan menuju ke lantai 10.

"Ini tempat kerja kamu." Sam membawa Nara ke meja kerjanya.

"Terima kasih, Pak." Nara menganggukkan kepala.

'Kok aneh dipanggil Pak sama cewek cantik?'

"Mari ikut saya. Kita temui atasan di sini, Pak Arka."

Nara mengikuti langkah Sam yang masuk ke ruangan yang berada di dekatnya.

Sam mengetuk pintu. Dari dalam suara bariton menyuruh masuk.

"Selamat pagi, Pak. Ini saya bawa sekretaris baru." Sam memberitahu.

"Kamu perkenalkan diri." Pinta Sam pada Nara.

Nara pun memperkenalkan dirinya.

Pria yang duduk di kursi kebesarannya, melihat Nara.

'Di mana pernah lihat ini cewek?' Batin Arka mengingat-ingat wajah yang tidak asing.

"Kamu!!!" Arka menunjuk Nara ketika sudah mengingatnya. Wanita yang membuat jorok mobilnya.

"Sa-saya, Pak." Nara menjawab dengan gugup, sangking kagetnya tiba-tiba ditunjuk seperti itu oleh Arka.

"Kamu tidak ingat saya?" Tanya Arka kemudian.

Sam melihat atasannya dengan wajah bingung. Apa Arka mengenal janda cantik itu? Dimana? Dan bagaimana?

Nara mulai mencoba mengingat. Siapa pria itu? Apa dia pernah mengenalnya?

Beberapa bulan mengurung diri di rumah, membuat Nara sulit mengingat orang.

"Maaf, Pak. Saya tidak ingat. Anda siapa ya?" Nara tidak pernah merasa bertemu dengan Arka sebelumnya.

Sam terbatuk mendengar jawaban Nara yang polos. Ia menahan diri untuk tidak tertawa. Sebab mata Arka sudah menatapnya tajam.

"Sepertinya saya salah orang." Arka akan melupakan insiden tersebut. Asisten menyebalkan itu pasti akan menertawakannya, jika ia ributkan hal sepele.

"Kamu tanya Sam apa saja yang harus kamu kerjakan. Dan kamu Sam, beritahu apa saja yang harus dia kerja-" Arka belum menyelesaikan ucapannya.

"Siap, Pak. Laksanakan!" Dan Sam menjawab dengan semangat. "Mari ikut saya."

Sam dan Nara pun segera keluar dari ruangan itu.

'Kenapa si Sam begitu bersemangat?! Apa dia naksir wanita itu?'

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Nara mendengarkan dengan serius semua yang disampaikan Sam, perihal apa saja yang harus ia kerjakan. Mencatatnya juga agar tidak ada yang lupa atau salah nantinya.

Sam senang menjelaskan pada Nara. Wanita itu selalu menganggukkan kepala, membuat rambut ekor kudanya bergoyang-goyang. Nara jadi terlihat sangat lucu.

"Ini kamu kerjakan, pindahkan ke sini. Nanti kalau sudah selesai, segera berikan pada pak Arka." Pinta Sam memberikan Nara tugas.

"Baik, Pak." Jawab Nara semangat.

"Saya tinggal ya. Kamu yang semangat."

Nara menganggukkan kepala. Lalu ia mulai mengerjakan apa yang ditugaskan Sam.

Tak Lama, Nara selesai juga dengan tugasnya.

'Ok selesai. Mari kita antar.'

Nara membawa berkas itu dan langsung masuk ke ruangan atasannya.

"Pak Arka." Ucap Nara dengan semangat.

Arka yang sedang fokus dengan dengan pekerjaannya, kaget karena tiba-tiba ada yang masuk tanpa mengetuk pintu.

"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu?" Tanya Arka dengan menahan kesal. Jantungnya hampir saja copot.

"Maaf, Pak. Akan saya ulang dengan benar." Nara pun keluar ruangan.

"Itu-" Arka tidak sempat berkata, wanita itu sudah keluar saja.

Tok

Tok

Tok

Arka terbengong sesaat mendengar suara ketukan pintu. Bisa-bisanya sekretaris baru itu melakukan adegan ulang.

"Masuk." Jawab Arka. Terserah wanita itu sajalah.

"Pak, ini berkasnya." Nara meletakkan di meja.

Arka melihatnya sejenak. Lalu tidak lama ia melihat Nara.

'Lumayan rapi juga kerjanya.'

"Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?" Tanya Nara sebelum ia beranjak keluar ruangan.

"Tolong buatkan saya kopi." Ucap Arka. Ia sudah mulai mengantuk.

"Baik, Pak." Nara pun segera keluar dari ruangan itu.

Beberapa menit kemudian,

Tok

Tok

Tok

"Masuk." Ucap Arka. Ia melihat sekretarisnya yang datang.

Ternyata sekretaris barunya sudah mengerti mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangannya.

"Pak, ini kopinya." Nara meletakkan secangkir kopi di atas meja.

"Apa ini?" Tanya Arka melihat cangkir di mejanya.

"Kopi, Pak." Jawab Nara. Ia merasa Arka itu aneh. Sudah tadi dibilang kopi, tapi pria itu masih nanya juga.

Arka melihat kopi hitam itu, lagi-lagi pasti Sam tidak memberitahu wanita ini. Jika seharusnya membuatkan kopi susu.

"Tolong buatkan kopi susu. Saya tidak minum ini." Tolak Arka.

"Ayah saya setiap pulang kerja selalu minum kopi hitam dan makan gorengan." Ucap Nara mengingat kebiasaan Ayahnya.

Arka menatap Nara tidak senang. Membuat wanita itu segera mengambil cangkir itu.

"Akan saya buatkan kopi susunya." Nara pun bergegas keluar ruangan.

'Minum kopi hitam, makan gorengan. Apa dia kira ini kedai kopi?'

Tak beberapa lama kemudian,

'Astaga!!!' Arka menepuk jidatnya. Wanita itu memancing kesal saja.

"Kenapa kamu tambahkan es?"

Nara kini membawakannya kopi susu dingin.

"Saya biasanya minum kopi susu dingin, Pak. Kalau yang panas kurang komplit tanpa gorengan." Jelas Nara memberitahu kebiasaannya.

"Nara," Panggil Arka menahan kekesalannya. Arka berusaha sabar, ini masih hari pertamanya. Harus dimaklumi.

"Baik, Pak. Akan saya buatkan kopi susu panas!" Nara mengambil gelas di meja Arka.

Saat Nara akan keluar, Sam akan masuk. Ia melihat Nara membawa gelas.

"Pak Arka maunya kopi susu panas." Sam lupa memberitahu Nara.

"Iya, Pak. Mau saya ganti ini."

"Itu gelasnya mau dibawa ke mana?" Sam menunjuk gelas yang dipegang Nara.

"Pak Sam mau kopi ini? Belum diminum."

Sam mengangguk. Ia pun menerimanya.

"Terima kasih." Ucap Sam.

Mereka berdua tidak menyadari, ada mata tajam yang sedang memperhatikan.

"Sudah ngobrolnya?"

Nara dan Sam melihat ke arah suara. Keduanya pun segera bubar.

"Bagaimana?" Tanya Arka kemudian.

"Perusahaan Harapan Jaya menunda kesepakatan." Sam memberitahu.

"Kenapa? Bukankah kesepakatan kerja sama harus ditanda tangani hari ini?" Tanya Arka dengan wajah serius.

"Seharusnya seperti itu, Pak. Tapi ada sedikit kendala."

"Kendala apa?"

"Anda."

"Saya? Maksud kamu?" Arka menunjuk dirinya dengan wajah bingung.

"Anda sudah menolak perjodohan." Sam mengatakan dengan suara sedikit pelan.

"Apa?" Arka malah menaikkan suaranya yang kaget mendengar alasan itu.

Arka baru ingat saat ia kabur meninggalkan sang Mommy yang mau menjodohkan dirinya dengan anak teman arisannya.

Ternyata Mommynya akan menjodohkan dirinya dengan anak pemilik perusahaan itu.

Padahal rencana kerjasama itu telah direncanakan dari 3 bulan yang lalu.

"Batalkan saja!" Arka menolak menjadikan dirinya tumbal. Walau itu perusahaan warisan mendiang Daddynya.

Arka akan mengembangkan perusahaan itu, tanpa diembel-embeli perjodohan.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=÷

"Sudah waktunya pulang." Arka melihat jam tangan. Sudah pukul 4 sore.

Arka berjalan keluar ruangan. Ia melihat sekretaris barunya membawakan secangkir kopi pesanannya.

Sudah jam pulang kantor dan Nara baru membuatkannya kopi yang sesuai maunya. Padahal ia memintanya sejak siang tadi.

"Pak, Ini kopinya." Nara memberikan kopi itu.

"Kamu minum saja sendiri!" Arka pun melangkah pergi.

.

.

.

1
Ari Sawitri
lah ini sebenarnya benar mantan playboy ga sih??? masa pdkt aja smp bingung gt utk seorang playboy 😅
Ari Sawitri
egois mama nya .. bukan dg dipaksa dg mengenalkan banyak wanita begitu caranya apalagi dg cara licik gt 😅
Khoerun Nisa
mertuanya Yola GK tau kynya klu dia sedang hamil ank selingkuhan
Khoerun Nisa
SM saja itu di usir secara halu arka SM Nara hehe
Khoerun Nisa
ko orang tua Nara GK di kasih kabar sih
Khoerun Nisa
harusnya Dika bilng yg Ken pelet itu kau SM si pirang udh klh jauh SM mntan istrinya
Khoerun Nisa
ngarep PNGN dpt hadiah pdhl mlh mau memecatnya
Ari Sawitri
sakit jiwa kayane nih Adam .. 😒😕
Ari Sawitri
kadang novel berlebihan ya, pdhal orang hamil ga begitu amat ngidamnya ...dan ngidam itu hanya mitos .. sering aku skip bacanya karena kdg berlebihan
amilia indriyanti: namanya juga novel. seringnya yg model begini gak tak baca tak scroll 😄
total 2 replies
Melani Sunardi
😂😂😂😂😂😂
Melani Sunardi
🤭🤭🤭🤭
Rey
👍
falea sezi
laki mulut comberan
Alaric Zikri
Luar biasa
Rizky Sandy
Yo anae bpke ktnya mirip, klau mirip tetangga Yo anake tetangga,,,,
Mama Gezkara
ya ampun arka....sa ae kang cendol
Mama Gezkara
Luar biasa
eva Sekayu123
jgn terlalu plos dong thoor Nara nya kan udah pernah nikah msk kyak abg
Ari_nurin
dan tamat riwayat loe adam
😏😏😏😂😂
Ari_nurin
orang goblok emang si Adam ini .. emang urusan hamil Nara berkuasa .. hhuufff
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!