Pernikahan tanpa cinta yang terpaksa di jalani Erich dan Julia untuk menyenangkan hati orang tua mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisye Cristin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Mainan
"Rich maaf bukannya aku sok tua tapi sebagai teman sekaligus saudara aku cuma mau ngingetin kalau pernikahan itu bukan mainan" Setelah mengatakan itu Ricat berlalu dan meninggalkan erich
Sepeninggalan Ricat erich termenung dia seperti tertampar dengan perkataan sepupunya yang mengatakan bahwa pernikahan itu bukan mainan
tiba-tiba ponselnya berdering ada panggilan masuk, saat di lihat ternyata itu dari sang kekasih yang tak lain adalah winda
"Hallo"
"Hallo sayang, lagi sibuk?
"Lumayan"
"Nanti sore ada waktu gak?"
"Ada, kenapa?"
"Sayang kok cuek gitu jawabannya"
"Iya sayang maaf, aku lagi pusing urusan kerjaan. kenapa?
"Nanti sore temanin aku ke salon yah, soalnya besok aku harus ke pernikahan temanku" dengan nada manja
"Ya udah, nanti sore aku jemput ya."
"Oke sayang aku tunggu."
Teleponpun terputus lagi-lagi erich menghembuskan napas berat, dia masih teringat dengan perkataan Ricat, dia pun mulai berhayal seandainya Winda yang ada di posisi julia sekarang mungkin lelaki itu tidak akan seperti ini.
**********
"Lia, nanti sore di jemput erich?" tanya putri
"Gak tau put" jawab lia
"Bukannya aku mau ikut campur, tapi apa hubungan kalian udah baik-baik aja?"
"Alhamdulillah seperti yang kamu liat put"
"Semoga pernikahan kamu bahagia ya, aku sebagai teman kamu gak bisa bantu apa-apa kalau masalah ini tapi aku selalu doain yang terbaik buat kamu"
"iya put, makasih ya"
"Eh nanti sore ke salon yuk aku udah lama nih gak perawatan kebetulan besok aku di undang ke acara nikahan temanku"
"Maaf yah put aku kayanya gak bisa ikut deh, gak ada kerjaan sih tapi entah kenapa aku pengennya di rumah aja"
"iya-iya, gak pa-pa yang lagi manis-manisnya sama suami" Canda putri
"Sotoy kamu put, ya udah gimana kalau kamu pergi ke salonnya sekarang aja, aku juga mau pulang nih lagian toko juga udah sepi"
"Ya udah kalau bos yang memberikan perintah, hamba hanya bisa menerima hehehehehehehe"
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menutup toko, Putri pergi ke salon sedangkan julia memesan taksi online untuk pulang ke rumah
**********
Sore itu sesuai janji erich dia akan menjemput winda dan menemaninya ke salon
"Sayang aku udah mau jalan ke tempat kamu"
"Iya sayang aku udah siap-siap kok"
"Ya udah tunggu di depan yah"
"oke, hati-hati"
Setelah sambungan telepon terputus erich langsung menjalankan mobil menuju ke tempat winda, lima belas menit kemudian erich sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah winda
"Udah siap?"
"udah dong, ayok ke salon biasa ya"
"Siap bos"
"hehehehehee apa sih kamu, eh tumben bawah mobil yang ini? mobil kamu yang biasa kamu bawah ke mana?"
"Tadi pagi pas aku mau berangkat kerja, tiba-tiba di jalan ban mobilku kempes jadi aku tinggalin di jalan"
"Terus kamu ke kantornya naik apa?"
"Aku suruh Ricat buat jemput"
"Oh, terus gimana hubungan kamu sama isteri kamu?" tanya winda sambil menatap intens
Hai kira-kira erich jawab apa ya?, bdw aku mau kasih tau mungkin buat kalian yang baca novel aku dari awal aku nulis sampai sekarang kalian bingung karna pertama kali aku nulis novel ini judulnya bukan the marriage without love tapi pernikahan terpaksa cuma karna judul yg itu aku ngrasa terlalu banyak versinya jadi aku rubah jadi MWL, jangan lupa follow instagram aku meysekristin. Salam sayang buat kalian semua yang masih tetap setia nunggu aku update😘
biar klepek2 tu erich
ijin promosi ya..
karya pertamaku
judulnya
harapan yang tak diimpikan.
yuk mampir
mohon kritik dan sarannya ya..