Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
"Bunda!!!" teriak Nizam lalu berlari memeluk Kanya dan Kanya langsung tersenyum serta membalas pelukan itu.
"Nizam nggak nakal kan sama nenek?" tanya Kanya.
"Tidak bunda,"
"Nizam nggak nakal kan bunda?" tanya Kanya kepada ibu panti untuk lebih memastikan.
"Tidak nak, malah Nizam pijitin bunda tadi malam dan pijitan cucu nenek ini sangat enak," ujar ibu panti sambil mencubit pipi Nizam dengan gemas membuat semua orang yang ada disana tersenyum senang.
"Kalian makan siang disini saja, bunda baru saja masak lo," ujar ibu panti.
"Kita makan disini yah mas, aku kangen masakan bunda," ujar Kanya.
"Terserah kamu," ujar Adit dan dibalas senyuman oleh Kanya.
Aku bahagia bisa lihat kamu senyum lepas seperti sekarang Kanya, setelah kamu meminta aku menikahi Aura aku sudah tidak pernah melihat senyuman itu lagi, batin Adit.
Mereka semua pun makan siang bersama anak panti dan ibu panti serta beberapa pengurus panti yang lain.
"Masakan tante benar-benar enak lo," ujar Aura memuji.
"Kamu panggil saya bunda saja seperti Kanya memanggil saya nak, kamu sekarang kan keluarga ini juga," ujar ibu panti.
"Masakan neneknya Nizam emang enak tau, tante Aura harus coba kue buatan nenek jauh lebih enak," ujar Nizam sambil megunyah makanannya.
"Nizam kalau makanan masih ada didalam mulut jangan ngomong dulu nak, nanti makanannya sudah turun dileher baru bisa bicara," ujar Kanya memperingatkan anaknya itu.
"Iya bunda, maafin Nizam," ujar Nizam membuat Kanya tersenyum.
Setelah selesai makan, Kanya menarik Adit dan Aura keteras panti untuk berbicara.
"Mas, Aura, kalian pulang duluan aja sama Nizam, aku mau bermalam disini dulu," ujar Kanya sengaja untuk membuat hubungan Adit dan Aura dekat.
"Kita pulangnya bareng, kalau kamu menginap, aku sama Aura juga nginap," ujar Adit.
"Mas plis dong, kamu dan Aura sama Nizam pulang saja. Mas ini kesempatan buat kamu dan Aura saling kenal lebih dalam lagi," ujar Kanya.
"Aku udah kenal sama Aura dan Aura juga udah kenal sama aku," ujar Adit.
"Mas, Aura istri kamu juga lo dan aku tau kalau selama ini kamu belum pernah kan menyentuhnya. Hari ini aku kasih kalian kesempatan untuk menghabiskan waktu tanpa adanya aku, aku mohon mas," ujar Kanya sambil memegang tangan Adit, sedangkan Aura dia terus saja menunduk sebab tak mampu menatap wajah Kanya, dia merasa begitu sangat bersalah.
"Aku pulang, kamu janji pagi sebelum aku berangkat kantor kamu sudah harus dirumah," ujar Adit mengalah karena percuma juga dia membantah itu akan hanya membuat dia dan Kanya lagi-lagi bertengkar.
"Aura jagain mas Adit dan Nizam untuk aku ya," ujar Kanya lalu memeluk Aura, Aura pun membalas pelukan itu sambil menutup matanya. Aura sangat menyayangi Kanya, dia sudah menganggap wanita itu seperti kakaknya sendiri.
"Aku panggil Nizam dulu mas," ujar Aura lalu masuk untuk memanggil Nizam.
Mas Adit, aku sangat mencintai kamu, aku rindu kita yang dulu, batin Kanya, yah kanya hanya dapat mengucapkan kata itu dalam hatinya karena mulai saat ini dia harus membuat Adit menjauh darinya.
"Ayo mas," ujar Aura sambil menggandeng tangan Nizam dan diikuti oleh ibu panti dari belakang.
"Ayok, kamu hati-hati ya," ujar Adit lalu mencium kening Kanya, Kanya memejamkan matanya untuk merasakan kecupan dikeningnya itu begitupula dengan Adit yang menutup matanya sambil mencium kening Kanya.
"Ayah, emang bunda nggak pulang bareng kita?" tanya Nizam.
"Nggak nak, bunda mau bermalam disini dulu ya sama nenek, besok baru bunda pulang," ujar Kanya.
"Yah, padahal Nizam pengen dibacain dongeng sama bunda," ujar Nizam kecewa.
"Kan ada tante Aura nak, Nizam dibacain dongeng sama tante Aura dulu ya," ujar Kanya dan diangguki oleh Nizam. Kanya pun mencium tangan Adit lalu mencium kedua pipi Nizam sebelum mereka pulang.
Setelah kepergian Adit, air mata Kanya menetes dan ibu panti melihat itu, ibu panti pun langsung memegang pundak Kanya membuat wanita itu tersadar dan langsung menghapus air matanya.
"Apa yang kamu sembunyikan nak?" tanya ibu panti karena sikap Kanya benar-benar berubah.
"Nggak ada bunda,"
"Jangan sembunyiin apapun sendiri nak, kamu bisa cerita apa yang ada dihati kamu dengan bunda," ujar ibu panti, Kanya pun langsung memeluk bundanya itu dan mengucapkan banyak terimah kasih karena tanpa bundanya dia tidak mungkin sekuat sekarang.
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.