NovelToon NovelToon
Hate X EXO

Hate X EXO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Balas Dendam / Mafia / Fanfic / Badboy
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: Nikita Thalia Firant

🍁ONGOING🍁
Harvey William adalah anak dari seorang Don Louis, Ketua keluarga mafia World Rider. Karena Harvey tidak tertarik dengan bisnis dunia bawah yang telah di bangun ayahnya, kedudukan sebagai Under Bos di ambil alih oleh kakak sepupunya, Hansen William. Sebagai bentuk pemberontakannya kepada sang ayah, ia menjalani kehidupannya dengan sesuka hati. Tetapi setelah kepulangannya kembali, ia tidak dapat mengelak dari urusan dunia mafia yang sangat tidak ia minati.

Rank in #6 Perkantoran 2021
Rank in #58 Fall in Love 2021

Staring; EXO ( Sehun, Chanyeol, Kai, Lay, DO, Suho), Hong Suzu.

Kata-kata yang digunakan adalah kata keseharian, tidak baku dan juga kadang terdapat kata kasar dan tidak sopan. Terdapat adegan kasar, perkelahian, dan dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikita Thalia Firant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hate - 18

Theala Anderson

Dihari yang seharusnya adalah hari paling bahagia bagi Theala. Namun hal itu juga tidak dapat muncul di benak Theala meskipun hanya setitik rasa kebahagiaan.

Benar-benar nasib yang sungguh malang. Semoga Theala dapat selalu kuat untuk menjalani kisah hidupnya.

"Ah.. Tuan.." Ucap Theala terputus melihat punggung Harvey mulai menjauh.

"Kau duduklah." Ucap Louis memotong.

"Iya baik Ketua." Jawab Theala patuh.

"Sebaiknya aku pergi ke kamar ku, paman." Kata Hansen canggung.

"Pergilah. Jangan lupa dengan tugasmu." Pekik Louis.

"Iya paman. Aku mengerti. Selamat beristirahat." Pamit Hansen tanpa menyapa Theala.

Theala terduduk di sofa yang sangat megah nan mewah di sebuah ruang keluarga di kediaman William. Bersama Louis yang sudah duduk menatapnya lekat.

"Tadi. Siapa namamu?" Tanya Louis.

"Nama saya Theala Florence, Ketua." Jawab Theala.

"Florence? Dari keluarga mana itu?" Tanya Louis.

"Sebenarnya Florence adalah nama marga dari mendiang ibu saya, Ketua." Jawab Theala.

"Apakah kau tidak mempunyai ayah?" Tanya Louis lagi.

"Tommy Anderson. Saya mengubah nama marga saya setelah konferensi pers resmi yang di buat oleh beliau." Theala menjawab dan matanya mulai berlinang air mata.

"Ternyata kau telah di buang oleh ayahmu. Hahaha sekarang aku mengerti dengan keinginan anak ku." Jawab Louis menggantung.

Ada apa ini?

Sebenarnya apa yang diinginkan tuan Harvey dari ku?

Louis pun berdiri dari duduknya dan beranjak pergi tanpa satu kata pun terucap. Meninggalkan Theala sendiri, masih terduduk dan terdiam di salah satu sofa mewah itu.

Tunggu!

Lalu bagaimana denganku?

Ke arah mana kah aku harus pergi?

Pelayan yang ada di rumah tersebut menghampirinya.

"Nyonya muda, mari anda saya antar." Kata pelayan itu.

"Ah baiklah. Terimakasih." Ucap Theala lega.

Untung ada pelayan yang masih menganggapku ada.

Theala terus mengucap syukur di dalam hatinya, karena setidaknya masih ada orang yang tidak menganggapnya transparant di rumah itu.

"Silahkan nyonya muda, kita sudah sampai." Kata pelayan itu menyadarkan Theala dari lamunan.

"Tunggu. Ini kamar siapa? Terlihat dari pintunya saja sudah sangat begitu mewah." Tanya Theala.

Mereka sudah sampai tepat di depan sebuah kamar yang terletak di ujung lorong utama dan mempunyai pintu yang sangat megah.

"Ini adalah kamar tuan muda dan tentunya juga nyonya muda." Jawab pelayan itu.

"Tuan muda? Apakah tidak ada kamar lain yang bisa saya tempati?" Tanya Theala dengan ekspresi setengah kaget.

"Ternyata nyinya muda sangat suka bercanda? Maaf nyonya muda, kami hanya seorang pelayan. Tidak berani untuk saling bercanda dengan majikan. Silahkan masuk nyonya muda. Selamat beristirahat." Jawab pelayan itu.

"Ah tunggu! Saya serius. Ahh..." Ucap Theala terpotong.

Berkat tubuhnya di dorong oleh seorang pelayan yang mengantarnya tadi, tubuh Theala berhasil memasuki kamar mewah tersebut dan mendapati tuan muda sedang duduk bersandar ditempat tidurnya sambil memainkan handphone ditangannya.

"Kau berani juga masuk ke kamarku." Kata Harvey.

"Ampuni saya tuan. Saya..." Jawab Theala bingung tidak tahu harus berkata apa.

"Masuklah. Setidaknya kau tetap istriku sekarang." Ujar Harvey acuh.

"Terimakasih tuan. Kalau begitu saya akan mengganti pakaian." Ucap Theala.

Setelah Theala berganti dengan pakaian tidur. Bersama tuan muda yang terlihat sudah terlelap. Ia bergegas naik ke atas ranjang untuk bersiap tidur.

"Heh siapa yang mengijinkanmu naik ke ranjangku?" Ujar Harvey tiba-tiba.

"Eh? Iya tuan. Saya ingin bersiap untuk tidur." Jawab Theala.

"Disana. Tidurlah." Ucap Harvey menunjuk sofa panjang yang ada di dalam kamarnya.

"Baiklah tuan. Maaf saya telah lancang." Jawab Theala pasrah.

"Saat ini kau hanya beruntung bisa berada di sisiku dengan menjadi istri ku. Tapi kau hanyalah salah satu mainan dari sekian banyak mainan yang ku punya. Jangan berharap lebih." Ujar Harvey menusuk harga diri Theala sebagai istri sahnya.

"Saya mengerti tuan." Jawab Theala menganggukan kepalanya sopan.

Siapa juga yang menginginkan semua hal ini terjadi.

Bukankah ini pemaksaan.

Aku ingin menyerah saja.

"Kalau kau menyerah dan kabur. Akan ku pastikan keluargamu tidak tersisa." Ucap Harvey tiba-tiba.

Hah?

Apa dia bisa membaca isi pikiranku?

Atau bisa mendengar kata-kata yang keluar dari dalam hati ku?

"Berhentilah memaki ku dalam hati dan pergilah tidur." Bentak Harvey seakan ia benar-benar mengerti apa yang di batin Theala.

Orang ini!

Benar-benar mengerikan!

Theala menjatuhkan dan menenggelamkan kepalanya dalam ke sisi sofa. Seakan ia sudah tertidur pulas dan pura-pura tidak mendengar apa yang telah di ucapkan tuan muda kepadanya.

Akhirnya pun ia benar-benar terlelap dalam ketakutan.

Tuan muda juga ikut terlelap setelah beberapa menit memastikan bahwa Theala sudah tertidur.

...🍁🍁🍁...

Harvey William

Di perusahaan.

Semua terlihat  dan berjalan seperti biasanya.

Benar.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui pernikahan itu.

Theala memasuki ruangannya. Menyiapkan pekerjaannya yang akan dilaporkan dan diserahkan kepada CEO. Tidak lupa pula ia merapikan pakaian dan juga menguncir rambut indahnya. Menata ulang penampilannya yang sudah rapih.

Ia di kagetkan dengan seseorang yang datang  sama sekali tak terduga olehnya.

"Kau. Kenapa kau senang sekali keluar masuk di perusahaan orang lain?" Pekik Theala.

"Heh. Siapa yang orang lain? Perusahaan ini juga milik ku sebentar lagi." Jawab Rachel sinis.

"Tapi kau dengan CEO sudah tidak ada hubungan lagi." Ujar Theala.

"Kau juga akan tahu nanti. Minggir. Dasar parasit." Ucap Rachel.

Theala pun tidak berhasil mencegah Rachel. Gadis itu pun tetap menerobosnya dan memasuki ruangan CEO, bersikap dengan ke angkuhannya.

"Sayang... Kenapa kau masih mempekerjakan  parasit itu di perusahaanmu?" Ucap Rachel tiba-tiba saat ia memasuki ruangan milik Harvey.

"Parasit? Siapa yang kau maksud?" Jawab Harvey.

"Siapa lagi? Sudah jelas sekretaris mu itu." Ucap Rachel menggerutu.

Rachel pun langsung duduk di meja kerja Harvey sambil menghadap tuan muda dengan sikap yang manja. Kedua tangannya sibuk mencari kesempatan untuk menyentuh Harvey.

"Apa itu mengganggu mu? Bahkan itu juga bukan urusanmu." Jawab Harvey acuh tetap memainkan laptopnya.

"Sayang.. Ada apa denganmu?" Tanya Rachel.

"Kenapa?" Harvey bingung.

"Bukankah kita akan segera menikah. Jelas semua yang ada padamu juga menjadi urusanku." Jawab Rachel yang sudah memeluk punggung Harvey.

"Ah kau benar. Aku lupa." Ucap Harvey.

"Huh, bagaimana kau bisa melupakan hari penting kita berdua?" Rachel terus mengomel.

"Segeralah adakan pengumuman resmi. Yang lainnya biar aku yang urus." Jawab Harvey tanpa basa-basi agar membungkam mulut Rachel.

"Kau sampai mau merepotkan dirimu sendiri. Aku sangat senang. Baiklah aku akan meminta ayah untuk mengadakannya besok." Ucap Rachel kegirangan.

"Karena untuk kau. Ya. Percepatlah. Aku sudah sangat tidak sabar lagi." Kata Harvey.

"Benarkah? Terimakasih banyak sayang. Aku mencintaimu." Ucap Rachel.

Iya.

Benar.

Aku sudah sangat tidak sabar lagi melihat kau dengan keluarga mu itu dipermalukan hahaha

Sedangkan Rachel yang nampak begitu kegirangan sambil bergelendotan di tubuh Harvey yang sedari tadi hanya acuh dan tetap memainkan laptopnya.

...🍂🍂🍂...

1
Rini Hartati
thor..., kapan up lagi? aku setia nunggu loh lanjutannya
Mifta Hidayah
kok gak up2 yaa.. otornya kemana..😅
RiJu
sehun~ah . . .
Rini Hartati
keknya seru kalau akhirnya theala bisa masuk ke klan nya harvey
Rini Hartati
aduh thor...kalau up sehari 1 bab kurang deh, 2 atau 3 bab gitu loh 😬😬
Rini Hartati
uh..dasar harvey, egonya tinggi. theala nangis mbok di diemin, malah ditinggal ngantor
Rini Hartati
dih...kebangetan amat si, masa 3 tahun ga pulang2, dah kek bang toyib ini mah 😅
Rini Hartati
kasian theala....
Rini Hartati
semangat thorrr 🔥🔥
Rini Hartati
ini seru dibikin film
Nikita Thalia: terima kasih banyak kak komennya selalu jd semangat saya (๑˙❥˙๑)
total 1 replies
Rini Hartati
koplak si Lay...mending bantai ratusan nyawa daripada kerja kantoran 😅😅
hamba Allah
lanjut thooorrr
Mifta Hidayah
yuhuuuuu....💃💃💃
Rini Hartati
ish...ish...ish....makin seru. adrenalin makin naik neh...🔥🔥🔥
Rini Hartati
pokoknya lanjut thorrr....
Mifta Hidayah
semangat up nya kakaa....💪💪😘
hamba Allah
lanjut thor
hamba Allah
ditunggu kelanjutan nya thooorrr
Rini Hartati
iyess.....mantep harvey, pelajaran buat kel anderson
Rini Hartati
asik...harvey bentar lagi bucin nehhh 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!