Jangan lupa membaca Menikahi Pria Tua agar alur cerita lebih mudah dipahami ya. 😘💕
Odet Alesha, gadis mungil berwajah baby face yang dijuluki Queen of Game, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah karena satu malam yang penuh kekacauan.
Alexandre Mahendra, CEO muda di balik perusahaan gaming terbesar, dikenal dingin, sempurna, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka mendalam akibat cinta pertama yang memilih kakaknya sendiri.
Sebuah kesalahan di acara anniversary Mommy Keyna dan Daddy Devan membuat mereka terikat dalam pernikahan yang tak pernah diinginkan.
Di antara pertengkaran, rasa benci, dan luka masa lalu, benih-benih cinta perlahan tumbuh. Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, keduanya harus memilih...
Mempertahankan cinta yang telah diperjuangkan... atau melepaskan orang yang akhirnya menjadi rumah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Satu minggu kemudian, acara pernikahan Adytia dan Keyla serta Angga dan Bella digelar dalam satu hari yang sama, dengan konsep yang sangat mewah dan meriah. Banyak tamu dari dalam hingga luar negeri hadir, terutama rekan kerja sama dari perusahaan Gibran Darma dan Devan Mahendra.
Acara besar itu diselenggarakan di gedung milik Devan yang sangat luas, yang kini telah dihiasi dengan berbagai dekorasi mewah dan perhiasan yang memukau.
Odet yang baru tiba bersama Alex, setelah perdebatan panjang yang cukup menguras waktu, menatap setiap sudut dekorasi yang begitu indah di dalam gedung pernikahan Bella dan Keyla. Semuanya tampak seperti pernikahan impian setiap wanita.
“Sangat indah…” gumam Odet pelan.
tempat duduk para tamu undangan
singgah sana ratu dan raja sehari.
Berikut versi yang sudah diperbaiki agar lebih rapi, mengalir, dan tetap mempertahankan emosi ceritanya:
“Kaak Odet!” panggil Alicia dari kejauhan sambil berlari kecil lalu langsung memeluk Odet erat.
“Kaak Odet dari mana saja? Kami sudah menunggu dari tadi. Ayo kita ke Kak Bella dan Keyla, sebelum acara akad dimulai,” ajak Alicia sambil menarik tangan Odet, diikuti Audrey yang berjalan di sampingnya, meninggalkan Alex sendirian.
Sesampainya di ruangan tempat Bella dan Keyla berada, Odet langsung tertegun. Kedua sahabatnya itu tampak begitu memukau dalam balutan gaun pengantin dan riasan yang menonjolkan kecantikan mereka.
Odet berlari kecil lalu memeluk Bella dan Keyla erat. Ia benar-benar bahagia melihat kedua temannya itu—entah sebagai sahabat, saudara, atau keluarga baru… bahkan dirinya sendiri pun sulit menjelaskannya.
“Kalian berdua cantik sekali… Kak Angga dan Kak Adytia benar-benar beruntung,” ucap Odet tulus, membuat mereka semua tertawa kecil.
“Kaak Odet, jangan panggil Kak Angga ‘kak’ terus. Kak Odet kan sudah menikah dengan Kak Alex,” sela Alicia, membuat Odet langsung memutar mata.
Ia kembali teringat statusnya yang kini telah menjadi istri Alex makhluk kutub yang selalu membuatnya kesal.
Tak lama kemudian, saat mereka masih berbincang hangat, Mommy Keyna dan Mama Tata masuk ke dalam ruangan.
“Kalian sudah di sini?” tanya Mommy Keyna dengan lembut.
“Sejak tadi, Mom. Kami ingin menemani kedua pengantin ini sampai mereka diserahkan ke tangan Kak Angga dan Kak Adytia,” jawab Audrey sambil tersenyum manis.
“Odett, sini duduk di samping Mommy,” panggil Mommy Keyna lembut, memberi isyarat agar Odet duduk di dekatnya karena acara akan segera dimulai.
Di sisi lain, Keyla menggenggam tangan Mama Tata erat. Wanita itu tersenyum hangat, menatap putrinya yang sebentar lagi akan menjadi istri dari anak sahabatnya sendiri.
“Jangan tegang ya, sayang,” bisik Mama Tata lembut, membuat Keyla mengangguk dengan senyum kecil.
Sementara itu, Bella yang tak memiliki ibu kandung, disambut hangat oleh Mama Ica yang datang khusus untuk mendampinginya.
“Jaga anak mama dengan baik ya, Nak. Mama percaya Bella bisa melakukannya,” ucap Mama Ica lembut sambil tersenyum.
Bella mengangguk haru. Ia merasa sangat beruntung memiliki calon mertua seperti Mama Ica.
Odet memperhatikan semua itu dengan senyum bahagia. Namun di balik itu, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia teringat keinginannya untuk memiliki pernikahan yang indah seperti dongeng yang dulu sering dibacakan di panti asuhan tempat ia tumbuh besar.
Mommy Keyna yang menyadari perubahan ekspresi Odet, perlahan mengusap kepala gadis itu lalu memeluknya.
“Mommy tahu apa yang kamu rasakan, sayang. Tapi Mommy yakin, suatu hari nanti kamu dan Alex akan bersatu dan bahagia. Percayalah,” ucapnya lembut.
Odet tersenyum kecil setelah pelukan itu terlepas.
“Mommy… aku belum pernah merasakan kasih sayang orang tua. Tapi Mommy selalu memperlakukan Odet seperti anak sendiri, padahal Odet baru masuk ke keluarga ini. Mommy terlalu baik,” ucap Odet dengan mata berbinar.
Semua orang yang mendengar itu terdiam sejenak.
“Kita ini keluarga, Odet. Dan keluarga tidak akan membiarkan anggota lainnya merasa sendirian,” jawab Keyla lembut.
Odet mengangguk pelan. Kini ia mengerti kenapa Alex begitu mencintai Keyla—wanita itu terlalu lembut, seperti bunga daisy putih yang indah dan penuh ketulusan.
Acara pun dimulai. Adytia mengucapkan ikrar suci dengan penuh keyakinan untuk menjadikan Keyla sebagai pasangan hidupnya. Suasana haru dan bahagia memenuhi ruangan.
Namun di sudut lain, di balik barisan tamu, seorang pria berdiri dengan rahang mengeras. Matanya menatap tajam ke arah pengantin wanita itu.
“Kenapa bukan aku yang menjadi suamimu, Keyla…” gumam Alex pelan.
Tanpa ia sadari, air mata jatuh begitu saja di pipinya.
Odet yang sebelumnya berada di dalam ruangan, meminta izin keluar. Ia merasa perlu mencari Alex mungkin pria itu sedang terluka.
Ia mencari di antara tamu dan keluarga, namun Alex tak ditemukan. Setelah bertanya pada Andre, hasilnya sama tidak ada yang tahu keberadaan Alex.
Hingga akhirnya, Odet melihat sosok itu. Alex berdiri di kejauhan, tegar namun jelas menyimpan luka yang dalam.
Odet berjalan mendekat dan berdiri di sampingnya tanpa disadari Alex. Pria itu terlalu fokus pada Keyla yang kini tersenyum bahagia bersama Adytia.
“Relakan dia. Jika kamu memang menyukainya, relakan… karena dia terlihat sangat bahagia bersama Kak Adytia,” ucap Odet pelan sambil menatap ke arah pasangan pengantin itu.
“Kamu tahu apa?” suara Alex terdengar dingin.
“Aku tahu. Karena aku juga pernah merasakan hal yang sama. Menyukai seseorang yang tidak bisa aku miliki… tapi aku tetap bahagia saat dia bahagia,” jelas Odet.
Alex menoleh sekilas ke arahnya. “Kamu pernah menyukai seorang laki-laki?”
Pertanyaan itu membuat Odet menatapnya tajam. “Aku masih normal, ya. Apa kau pikir aku menyukai sesama jenis? Dasar makhluk kutub,” balasnya ketus.
Namun kali ini, Alex justru tersenyum tipis. Entah mengapa, keberadaan Odet sedikit meredakan sakit di dadanya.
“Apa yang kamu lakukan saat orang yang kamu cintai menikah dengan orang lain?” tanya Alex lagi.
“Berdoa, agar hidupnya lebih baik,” jawab Odet tenang.
“Tapi kalau aku malah mendoakan rumah tangga mereka hancur?” tanya Alex dingin.
Odet langsung menoleh kaget. “Apa kamu gila? Mendoakan rumah tangga kakak kandungmu sendiri hancur? Adik macam apa kamu ini?”
“Aku tahu Kak Adytia bisa membuatnya lebih bahagia dariku,” batin Alex, lalu tanpa berkata apa-apa ia berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.
“Alex!” panggil Odet, lalu segera mengejarnya.
Dalam pikirannya hanya satu hal, ia takut Alex melakukan sesuatu yang bodoh karena patah hati.
Bersambung..
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
upp terus ya