NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:367.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lebih dari 10 tahun Haris memendam rasa pada sahabatnya Elena, namun apalah daya rasa itu tak jua hilang meskipun Elena bersikeras menolak nya, bahkan setelah 8 tahun berpisah rasa itu tetap mengendap di hatinya.
hingga suatu kejadian membuat mereka dipaksa menikah oleh kedua orang tua mereka. Hal itu membuat Elena semakin frustasi, karena terus menerus menolak menerima fakta bahwa hatinya mulai lemah pada pesona sang calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Kini 3 orang sahabat itu sedang duduk bersila mengelilingi makanan di hadapan mereka, dengan lahap serta penuh rasa syukur mereka memakan nasi dan lauk pauk tersebut, karena terbayang perjuangan panjang sebelum semua hidangan tersaji di hadapan mereka, Bagus dan Priyo sering berkisah betapa keras usaha para petani menumbuhkan padi hingga bisa menjadi beras yang siap di masak, karena kedua orangtua mereka berprofesi sebagai petani, itulah poin penting yang membuat mereka tak pernah menyisakan makanan.

“Waaaahhh sambalmu masih seperti dulu” puji Elena seraya mengangkat 2 jempol tangannya.

“Iya ... Sambalmu memang yang terbaik” Haris menambahkan.

Bagus hanya memanyunkan bibir nya mendengar pujian kedua sahabatnya.

"Beneran gak rugi aku nahan lapar sejak pagi" elena terus berucap, wlaupun mulut nya penuh makanan.

"Menahan lapar?? tuh lihat sampah snack nya aja masih berceceran, pake kepedean bilang menahan lapar" Ejek Bagus.

"Itu snack isinya angin, bukan makan berat" balas Elena.

" Snack nya masih banyak tuh" Haris menunjuk 2 kantong kresek ukuran besar yang masih teronggok d sudut ruangan. " mau di bawa pulang? atau d habiskan"

"Di tinggal aja, buat ngisi kulkas nya si kampret ini, biar kelihatan kalo ini kulkas nya manusia, bukan kulkas nya dedemit"

Haris sontak tertawa, sementara Bagus masih diam bersungut sungut.

“Aaaahhh priyooo ... Kenapa kamu gak di sisni” desah Bagus "aku lelah seorang diri, menghadapi kenyataan bersama mereka"

“video call aja” Haris mengusulkan, yang kemudian di setujui Bagus.

Bagus beranjak mengambil ponselnya, kemudian kembali duduk bersila di hadapan kedua temannya, Sementara Elena sibuk Membereskan sisa kekacauan saat mereka makan tadi.

Beberapa saat kemudian sambungan telepon pun terhubung.

“Tumben hari minggu telepon, biasanya gak mau d gannggu” tanya Priyo dari seberang.

“Iya, lagi di datangi dua biang kerok” Keluh Bagus.

“Biang kerok? Siapa?” tanya Priyo penasaran.

“Nih ...” Bagus mengarah kan layar ponselnya ke wajah Haris, sementara Elena sedang mencuci tangannya.

“Weiiiisss ... ada bule, Kapan dateng, kok gak ngasih tau, curang nih, reunian gak ngajak ngajak”

kemudian Elena pun bergabung.

“Priyooo ... Aku kangen” Rengeknya manja.

“Jangan macem macem, kamu ga boleh kangen sama aku, udah ada yang punya” jawab Priyo bangga.

“Eh udah punya bini?"

“Iya lah, emang kalian jomblo akut, hahahahaha “ ledeknya bangga.

Ketiga manusia jomblo itu hanya tertawa masam

Brugh ...

Haris melempar bantal ke wajah Bagus.

Bagus hanya terkekeh.

“kok kamu gak bilang kalo priyo udah nikah”

“Kamu gak pernah tanya” balas nya cuek.

Haris mendengus sebal, kemudian beralih menatap gadis yang selama ini memenuhi hati dan fikirannya, kenapa juga Elena tak memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Mana istri kamu, jadi pengen tanya, barangkali dia belom sadar, tiba tiba sudah menikah denganmu" Haris dan Elena cekikikan, setelah berhasil membalas ejekan Priyo.

"Wah bener bener teman laknat kalian" Priyo mengumpat.

Kemudian bagus merampas ponsel dari genggaman Elena, "Emang laknat bener mereka" Bagus menambahkan umpatannya.

" hahahaha ... kalian ini ga berubah yah, inget udah pada tua"

"Siapa yang tua, aku masih muda, kamu aja yg udah tua" protes Haris .

"Eh ... sayang sini, ada yang mau kenalan" Tiba tiba Priyo, memanggil seseorang.

sesaat kemudian, sosok wajah baru menghiasi layar ponsel.

"AYU ... ???" ujar Elena dan Haris bersamaan, pasalnya Ayu dulu adalah teman sekampus mereka juga, hanya beda jurusan, tapi mereka cukup kenal baik, karena Priyo menaruh hati padanya, sejak tahun ke 2 mereka kuliah.

Brugh ...

Kini berganti Elena yang melempar bantal ke wajah Bagus.

"Kok kamu gak bilang kalo Priyo menikah dengan Ayu?"

"Kan kalian juga gak nanya, dan aku lupa juga kasih tau" Bagus kembali menjawab seenaknya.

Hingga satu jam berlalu, obrolan mereka masih penuh candaan, dan ejekan, seolah sedang melampiaskan kerinduan, karena sudah bertahun-tahun mereka tidak berjumpa, dan akhirnya obrolan pun usai setelah dua jam, mereka berjanji akan secepatnya berkumpul bersama, bila senggang.

...****************...

pukul 17.00

Elena terbangun dari tidur nyenyak nya, setelah makan kenyang, dan ngobrol panjang bersama para sahabatnya, dia pun tertidur di sofa, sementara Haris dan Bagus sibuk bermain PS.

Dengan malas Elena duduk, kemudian mulai mencari keberadan kedua pria yang sejak pagi bersamanya.

ceklek

Bagus melangkah kan kakinya keluar kamar, dia memakai kaus oblong dan celana pendek, beberapa helai rambutnya nampak masih meneteskan air, pertanda pria itu usai mandi.

"Mana Haris?" tanya Elena, karena belum melihat keberadaan Haris.

Bagus berjalan mendekati Elena, sementara tangannya masih sibuk mengeringkan rambut nya dengan Handuk.

"Udah pulang" Jawab bagus pendek.

"Lho kok aku gak di bangunin?" Tanya Elena heran.

"Dia buru buru, katanya ada perlu penting"

Elena menautkan kedua alis nya, "ada perlu penting?"

Bagus mengangguk pelan, tatapan matanya menyiratkan kejujuran. "Ya udah yuk, aku antar pulang, atau mau mandi dulu??"

"Aku mandi di rumah aja lah ... " jawab Elena lesu, hatinya resah, seperti ada perasaan tak nyaman yang sedang berkecamuk, suasana hatinya tiba tiba memburuk.

...****************...

Hari hari pun berlalu, proyek HS grup terus berjalan, rumah rumah yang sedang dalam proses pembangunan, satu per satu mulai menemukan pemilik nya, begitu pun deretan ruko, apartemen dan stand di mall mulai banyak menarik minat pembeli, karena Setiap proyek yang di garap HS grup selalu menonjolkan standar kualitas premium, baik dari sisi bahan bangunan, arsitektur, keelokan lokasi, serta fasilitas yang sangat memadai.

Tentu saja itu tak lepas dari kerja keras semua pihak, terutama tim pemasaran yang dengan cepat mempromosikan produk terbaru HS grup tersebut, kepada khalayak ramai.

Seiring dengan makin cepat nya proses pembangunan, pekerjaan di kantor sementara pun semakin banyak, bahkan Bagus memilih memindahkan kantornya ke proyek, karena Elena dan Haris berkantor di sana, tentunya Syafira sang sekertaris juga mengikuti kemana bosnya berkantor.

Syafira yang cekatan dan telaten, membuat Bagus, Haris dan Elena merasa sangat terbantu, hingga tanpa sadar Syafira menjadi salah satu bagian dari mereka, jika sebelumnya Elena adalah satu satu nya perempuan, kini ada syafira yang membuatnya tidak merasa sendiri.

Siang itu mereka kedatangan anggota tim baru.

"Halo epribadi" sebuah suara cempreng membuat beberapa pasang mata menatap ke arah pintu

"Perkenalkan, aku Anita sang Ratu pemasaran" Ujarnya memperkenalkan diri, masih dengan tingkat percaya diri 1000% .

"Gak mutu banget, udah datang terlambat, kepedean pula" menyadari kehadiran sang rekan kerja, Bagus memiringkan senyumnya.

"Sorry pak, Kan saya baru beres dengan promosi resort di pulau GG, silahkan pak, ini laporannya" Anita menyerahkan dokumen yang sejak tadi dia genggam.

Bagus menerimanya dengan tatapan tajam "telat, dari kemarin Pak Krisna udah nanyain, Fira ... segera kirim Kurir untuk mengantar ini ke kantor pusat" Bagus pun menyerahkan dokumen tersebut kepada Safira.

setelah Syafira menerimanya dia pun berlalu untuk mengerjakan perintah sang atasan.

"Oh iya kenalkan, ini Elena penanggung jawab utama" Bagus memperkenalkan Elena.

Elena mengulurkan tangannya dan langsung di sambut ramah oleh Anita "Hai aku Elena"

"Aku Anita"

"Dan yang di ujung sana itu Arsitek nya, namanya Haris"

Haris yang sejak tadi fokus dengan gambar gambar di layar laptop nya, tampak acuh dengan suasana di sekitar nya, hingga dia tidak menyadari kalau ada orang baru di ruangan tersebut.

"Haris ... " Bagus memanggil.

"Iya ... " barulah pria itu menoleh, namun dengan cepat rona wajahnya berubah, ketika menyadari siapa orang baru yang ada di hadapannya.

"Kamu?" ujar Anita, matanya membelalak lebar, wajah nya nampak terkejut sekaligus tak percaya melihat pria yang batu saja berbalik ke arah nya.

1
Nadi Rosmiaty Manaba
suka ceritanya😍
Sunny Kwok
Luar biasa
Dewi Oktavia
hahahaha
adelina rossa
hadir disini kak sekarang...
fatin Rahman
hahaha
suka hatimu thor
fatin Rahman
ulah c Bagus..melibatkan gambar2 Elena dan Haris dalam hotel tmpo hari kpd pak sebestian. ku kira mereka akan dijodohkan. pasti/Drool/
fatin Rahman
29/8/2025
TRIDIAH SETIOWATI
good story
Dewa Nara
kasian Harris
Dewa Nara
jadi geng Elena kerja sama papa Elena
Dewa Nara
lah katanya tadi rambutnya Elena pakai tusuk konde
Dewa Nara
kok Harris gitu
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
pipi gemoy
di tunggu bab nya bagus Thor 🙏🏼
pipi gemoy
thor lanjut cerita Bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
pipi gemoy
sudah baca duluan Thor 😎
moon: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/

padahal ini yang novel pertama
total 1 replies
pipi gemoy
Haris 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼✌🏼
pipi gemoy
si Haris pasti nya 😎
pipi gemoy
tersepona si Haris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!