Vano yang mempunyai jiwa cassanova di jodohkan dengan Nadine,seorang gadis cantik yamg memiliki sifat bar-bar, blak-blakkan, dan juga jail..
Nadine yang sudah mengetahui jika Vano adalah seorang cassanova, membuat perjanjian, jika Vano tidak bisa menyentuhnya walaupun mereka sudah menikah nantinya..
Namun melihat sifat dan niat Vano yang tulus,Nadine akhirnya luluh..
Namun Vano sang cassanova ternyata manis dirumah dan liar di luar..
Ia masih saja berburu wanita di luaran sana seperti saat ia masih bujangan dulu..
Sifat nya itu akhirnya di ketahui Nadine,saat ia berencana menyiapkan kejutan kehamilan untuk Vano..
Apakah Nadine akan bertahan atau memilih mundur?
Apakah yang akan Vano perbuat selanjut nya..Dan bagaimana dengan nasib pernikahan mereka yang sebentar lagi akan ada kehadiran seorang anak..??
Yuk simak terus kisah nya,dan jangan lupa tinggalkan jejak agar author lebih semangat lagi untuk berkarya ya..
TERIMA KASIH..😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Sayang..Kita lanjutin yang di mobil tadi di kamar aja yuk.." Ajak Nadine kepada Vano dengan senyuman menggoda nya..
***
"Vano kamu mau kemana..?Jangan pergi Vano.." Teriak Sandra kesal..
Vano dan Nadine sama sekali tidak menghiraukannya..
Pasangan suami istri itu terus berjalan meninggalkan restoran itu dan pergi menuju kamar dimana mereka berdua menginap..
"Nadine kamu mau kemana..?" Tanya Vano saat melihat Nadine melangkah ke kamar mandi..
"Mau ke pasar beli sayur.." Jawab Nadine kesal..
"Kepasar .??" Tanya Vano heran..
"Kamu gak liat aku bawa handuk dan juga baju..Itu arti nya aku mau mandi Vano.." Jawab Nadine kesal mendengar pertanyaan suami nya itu..
Beberapa menit kemudian,Nadine pun keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah Vano yang lagi duduk santai dengan ponsel nya di atas ranjang..
"Vano.." Panggil Nadine kepada suami nya yang ternyata sudah berganti pakaian itu...
Glek
Vano melihat ke arah suara yang memanggil nya..Mata nya tak bisa berkedip..Ia terpaku melihat istri cantik nya keluar dari kamar mandi dengan baju kurang bahan itu.
"Vano , apa kamu mau aku memberikan hak mu sekarang.." Tanya Nadine yang sudah duduk di tepi ranjang dekat Vano duduk..
"Apa kamu sudah siap??" Tanya Vano menatap manik mata indah istri nya itu..
"Ya..Aku siap..Tapi berjanjilah ini tidak akan sakit.." Ucap Nadine lembut..
"Ya ..Aku akan berjanji sayang.." Jawab Vano..
Vano pun merebahkan Nadine di ranjang itu..
Dengan semangat Vano akan meng-unboxing istri cantik nya itu..
Pemanasan demi pemanasan telah Vano lakukan..
Nadine begitu terbuai dengan permainan Vano..
Ia baru pertama kali melakukannya,sedangkan Vano sudah berkali kali,namun tak bisa di pungkiri jika ini adalah kali pertama bagi Vano mencicipi gadis yang masih tersegel..
"Nadine..Aku akan memasukkannya..Apa kamu siap sayang..?" Tanya Vano kepada Nadine yang sudah banjir oleh keringat dan bekas merah tanda kepemilikan di mana mana..
Nadine hanya mengangguk kecil pertanda ia sudah siap melepaskan apa yang selama ini ia pertahan kan..
Vano pun mulai memasukkan sedikit demi sedikit kepemilikannya,namun saat ia terhenti saat Nadine meneteskan air mata nya..
"Kamu kenapa menangis..Hmmm...?" Tanya Vano lembut kepada istrinya yang sudah tak berpakaian itu.
"Vano ini sakit.." Rengek Nadine pada suami nya itu..
"Maafkan aku Nadine.."Vano menjadi tidak tega setelah melihat istrinya itu kesakitan..
Vano pun mencoba mengalihkan perhatian Nadine..
Setelah di rasa Nadine cukup tenang,ia kembali memulai permainan yang tadi sempat tertunda..
Perlahan demi perlahan,dan akhirnya Vano berhasil membuka segel itu..
Senyuman terukir di wajah tampan nya kala melihat bercak darah di seprei yang mereka gunakan itu..
"Makasih telah memberikannya kepada ku sayang.." Ucap Vano mencium kening istrinya itu..
Nadine hanya mengangguk lemah,ia masih merasakan sakit di sekitaran milik nya..
Setelah cukup tenang,Vano pun mulai menghujam kepunyaan milik Nadine..
Yang semula nya pelan,kini semakin lama semakin cepat dan menuntut..
Kamar yang semula nya rapi dan tersusun itu kini sudah berantakan..
Ranjang yang bantal dan guling nya sudah terhambur entah kemana..Selimut yang berceceran di lantai,dan sprei putih yang tidak lagi terpasang rapi..
Tak hanya di ranjang saja..Namun sofa pun sudah bergeser dari tempat nya dan membuat bantal sofa itu berserakan di lantai..
Mereka begitu menikmati permainan saat itu..
Nadine yang mengejang beberapa kali tanda ia sudah mencapai puncak nya..Namun tidak dengan Vano..Laki laki cassanova itu masih bertahan dengan senjata nya yang besar dan kuat..
Sudah hampir dua jam mereka bergulat ..Peluh sudah membasahi sepasang pengantin baru itu..
Vano pun mengerang,itu artinya ia sudah sampai..Ia terkulai lemas di samping sang istri..
Tak lama kemudian mereka sama sama hanyut ke alam mimpi hingga menjelang tengah malam baru Vano terbangun...
Ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan sisa sisa keringat yang masih menempel di tubuh nya..
Setelah mandi nya selesai,Vano keluar dengan handuk seperti biasa nya..
Ia menuju walk in closed untuk berganti pakaian dengan celana pendek dan baju kaos ..
Setelah berpakaian,Vano melihat Nadine yang begitu lelah karena ini baru pertama kali bagi nya..
Ia pun kemudian keluar dari kamar hotel itu dan pergi ke restoran yang tadi ia sama Nadine makan di situ .
Vano memesan beberapa makanan dan minuman kesukaan Nadine..
Saat pesanan nya telah selesai,dan Vano akan membayar nya,ia kembali bertemu dengan Sandra di sana..
Vano mencoba pura pura tidak melihat kehadiran Sandra di sana..Namun sial,perempuan itu ternyata sudah melihat Vano dan ia berjalan ke arah Vano berdiri saat ini...
"Vano.." Panggil perempuan itu bergelayut manja di lengan Vano..
Vano yang yang sudah sangat muak itu menepis kasar tangan Sandra yang ada di lengannya..
"Awww...Vano sakit.." Rengek Sandra manja..
"Sandra gue bilang ya sama lo..Jangan pernah lo ganggu hidup gue lagi...Gue udah bahagia dengan istri gue.." Jawab Vano emosi..
"Tapi Vano..Aku mencintai mu honey.." Balas Sandra...
"Cih...Mencintai..??Lo mencintai gue..??" Tanya Vano tak habis fikir..
"Iya..Aku masih mencintai kamu.." Jawab Sandra tegas...
"Sandra..Apa lo gak ingat..Lo sendiri yang bilang sama gue waktu itu,kalau lo udah gak cinta lagi sama gue..Lo putusin gue di saat gue sedang sayang sayang nya sama lo..Lo malah nikah dengan bajingan tukang selingkuh itu..Dan sekarang ngapain lo hadir lagi di hidup gue..Lo udah di buang sama bajingan sialan itu..?Lo pikir gue ini apa Sandra..?Ban serap lo..?" Ucap Vano melampiaskan seluruh emosi nya...
Vano dulu nya sangat mencintai Sandra..Bahkan ia sempat melamar Sandra saat itu..Tapi sayang,di saat Vano melamar nya,Sandra menolak Vano,bahkan perempuan cantik itu memberikan sebuah undangan pernikahan Sandra dengan sahabat Vano sendiri...
Vano sangat kaget dan shock mendapat undangan itu.Hatinya hancur berkeping keping...Berkali kali ia mencoba memperingati Sandra,kalau laki laki yang akan menikahi nya itu bukan lah laki laki baik..Ia adalah laki laki cassanova seperti Vano..Bahkan lebih parah lagi daripada Vano..
Sandra sama sekali tidak mendengarkan ucapan Vano,ia malah menuduh Vano bersaing secara kotor dan sengaja menjelek jelekan sahabat nya itu kepada Sandra..
"Sandra...Aku harap kamu gak menyesal dengan keputusan kamu ini..Ingat Sandra...Jika kamu telah pergi..Maka jangan harap kamu akan kembali lagi bersama ku.." Perkataan itu kembali terlintas di benak Sandra ..
"Baik..Alu tak akan menjilat ludah ku sendiri.." Jawab Sandra angkuh.."
Tapi sekarang Sandra menjilat ludah nya kembali..
Benar saja...Ternyata Erwin,sahabat dekat Vano itu meninggalkan Sandra begitu saja setelah puas menikmati Sandra..Bahkan saat itu Sandra sedang hamil anak Erwin..
Vano ingat betul waktu itu Sandra datang ke bar di mana Erwin sedang bermain di ranjang dengan dua wanita sekaligus..
Saat itu Sandra mengamuk melihat suami nya sedang berpesta dengan dua perempuan tanpa sehelai benang pun..