"Caca gadis cantik pemilik toko bakery yang sangat mencintai seorang abdi negara namun berkali kali di buat kecewa dan memberi harapan dan menghilang selamanya.."
tidak itu saja kehidupan Caca selalu di kecewakan pria yang juga gagal menikah dengannya.
Caca terjatuh dan lagi-lagi di sakiti...
tapi siapa sangka takdirnya sangat lah beruntung.
Caca di temukan dengan orang orang yang salah dengan berbagai kekecewaan lalu di pertemukan dengan cinta yang sesungguhnya..
namun kesabaran seseorang dan keikhlasannya membuat Caca bertemu dengan seorang pria tampan, terhormat, dan memiliki perusahaan
yang besar".
Pria itu bukan orang asing baginya tetapi temannya di masa dulu..
takdir seseorang tidak pernah salah dan tertukar sama halnya dengan jodoh.
yuk dikepoin cerita hidupnya Caca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lili oktarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
Hujan turun dengan derasnya hingga menusuk sendi-sendi kulit Caca di sore itu, ia metatap setiap tetes air yang jatuh diatas dari jendela kamar. Suasana yang begitu indah ketika bunga- bunga dengan riang menyambut jatuhnya tetesan air hujan.
"Aayang apa yang kamu lihat" Ardi melingkarkan kedua tangannya dari belakang ketubuh munggil Caca.
Tersenyum "Tetesan air hujan yang diturunkan tuhan dari atas langit" jawab Caca.
"Apa kamu bahagia bersamaku" tanyanya.
"Tentu, aku sangat bahagia berada disini. Jangan pernah tanyakan tentang itu. Aku lah wanita paling beruntung yang bisa memilikimu" Caca melepaskan pelukan suaminya dan membalikkan tubuhnya. Kali ini iya yang memeluk Ardi.
"Dengar, keberuntungan itu bukan milikmu tetapi milikku."
Ardi membalas pelukan Caca dengan sangat erat. Sesekali ia mencium kening Caca, terlihat dari jendela kamar sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depan rumah setelah penjaga membuka pintu pagar.
Suara klakson mobil saat itu membuat mereka harus turun ke bawah untuk membukakan pintu. Terlihat seorang laki-laki dan perempuan keluar dari mobil itu setelah Ardi dan Caca membuka pintu. Mereka adalah mertua Caca yaitu papa dan mamanya Ardi.
"Assalamualaikum" teriak Ratna dengan membawa bingkisan di tangannya.
"Wa'alaikum salam ma, pa. Silakan masuk" sambut mereka dengan riang.
"Mama dan papa sengaja datang kemari tidak memberi kabar terlebih dulu pada kalian, maksudnya mama kasih surprise gitu. Iya kan pa."
"Iya mama kalian memang sering begitu, sukanya kasih kejutan."
"Terima kasih ma" ucap Ardi.
"Silakan duduk ma, Caca ke dapur dulu" Caca meninggalkan mereka di ruang keluarga untuk membuat sesuatu di dapur.
"Iya."
"Sayang gimana malam pertama kalian" bisiknya di telingaku Ardi dengan penuh harap.
"Anu ma,, itu ya itu..." jawabnya gugup.
"Ayo katakan, atau kau belum melakukannya juga. Mama sangat mengharapkan kehadiran cucu mama. Benar kan pa?" ia melemparkan pertanyaan kepada suaminya.
"Iya ma, papa juga sudah tidak sabar ingin segera mengendong cucu"
"Iya ma, pa ini juga lagi Ardi usahakan."
Perbincangan pun terhenti ketika melihat Caca membawa susu jahe panas untuk menghangatkan tubuh mereka.
"Mama sampai lupa, ini mama sengaja membelinya untuk makan bersama kalian" Ratna membuka bingkisan yang ia bawa.
" Sepertinya sangat lezat, Caca suka ma" perut Caca terasa lapar melihat pizza yang ada di hadapan mereka itu.
"Iya ayo kita makan " ucap Ardi mengambil sepotong pizza dan menyodorkan ke mulut Caca setelahnya memakan tepan di gigitan Caca.
"Papa dan Mama ingin menginap di sini, itupun kalau kalian memperbolehkannya."
"Tentu dong ma" Ardi menjawab ucapan ibunya dengan segera.
Malam kedua ini pun sepertinya akan gagal. Berapa lama lagi aku harus menunggu.Hiks
"Iya maa, Caca akan buatkan makan malam spesial untuk kita semua malam ini."
"Baiklah, untuk pertama kalinya papa menginap di sini" ucap papa bersemangat.
Tak terasa pizza yang begitu banyak itupun habis tak tersisa, perbincangan pun berlanjut dan terhenti dengan berkumandangnya adzan mahgrib.
Mereka pun menyiapkan diri untuk menunaikan sholat berjamaah bersama. Setelah selesai sholat Caca langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam, dia menyiapkan makan malam itu dengan sangat telaten. Caca terbayang akan wajah ibunya.
Andai saja ibu berada di sini. Mungkin kebahagiaanku akan sempurna.
Caca tidak menyadari kehadiran Ratna di sampingnya.
"Caca, apa yang kamu pikirkan?" Ratna mengayunkan kedua tangannya yang di hadapan Caca.
"Mama ayo duduklah, biarkan saja yang melakukan semuanya" Caca meraih tangan mertuanya dan membawa wanita itu duduk di kursi meja makan.
"Terima kasih sayang sudah melengkapi keluarga ini" Ratna berdiri dan memeluk Caca dengan erat.
Air mata Caca pun menetes dengan sendirinya.
"Iya ma, Caca akan berikan kebahagiaan untuk anak mama" jawabnya.
"Jangan kecewakan anak mama seperti mereka, Ardi pernah kecewa dan terluka" wanita itu mengusap bulir bening yang keluar dari pelupuk mata Caca.
Seketika ucapan mertuanya itu membuat Caca menjadi penasaran.
"Siapa yang membuatnya kecewa dan terluka ma" tanya Caca.
"Itu sudah masa lalu Ardi jangan diingat, sekarang mama percayakan kebahagian Ardi padamu sayang" Ratna melepaskan pelukannya dan kembali duduk di kursi meja makan.
Caca hanya mengangguk dengan ucapan wanita itu walaupun tersimpan beribu pertanyaan di dalam benaknya. Caca mengerutkan dahinya.
Aku pikir hanya aku wanita yang pernah kecewa dan terluka.
Tidak berapa lama kemudian semua masakan selesai, Caca menghidangkannya di atas meja makan. Ratna merasa takjub setelah melihat berbagai macam masakan yang dibuat oleh menantunya itu, Ardi telah menyiapkan stok sayuran dan lain sebagainya sebelum Caca datang ke rumah besar itu sehingga Caca dapat memasak apapun sesuai dengan keinginannya.
"Aromanya sangat mengoda, mama langsung lapar dibuatnya" ucap Ratna kagum.
"Iya ma, Caca panggil mereka dulu ya ma."
"Tunggu sayang, biar mama saja yang memanggilnya."
Mama pun menuju ruang keluarga memangil Ardi dan suaminya, tidak butuh waktu lama mereka datang dan duduk di kursi meja makan.
Makan malam keluarga Amran pun berlangsung
"Ini makanan terlezat yang pernah papa makan" ucap Amran memberikan pujian kepada menantunya yang saat itu sedang makan dengan lahapnya.
"Iya pa benar, seperti makan di restoran" jawab Ratna.
"Iya ma, istri Ardi sangat pandai memasak."
"Kalau begini papa dan mama akan sering kemari" ucap Amran.
"Iya pa, ide bagus. Mama sangat setuju."
"Iya ma, ayo di habisi dulu makannya" ketus Ardi.
baca hanya tersenyum dengan pujian yang diberikan mertua dan suaminya itu.Ia sangat senang melihat keluarganya makan dengan begitu lahap.
Makan malam pun berakhir, semuanya masakan yang dibuat Caca habis tak tersisa. Hal itu membuat Caca lebih bersemangat untuk memasak yang lebih lezat lagi.
Ratna dan menantunya itu kembali melanjutkan perbincangan yang tertunda sementara Ardi dan Amran berbincang di ruang kerja mengenai masalah pekerjaan, Caca dan ibu mertuanya itu itu sedang asik menceritakan film drakor yang lagi hits saat itu.
Terasa rindu dengan diary keciku itu, biasanya semua keluh kesah ku, ku tuangkan kedalamnya. Harusnya moment ini pun jangan terlewatkan untuk di coretkan ke diary kecilku itu.
Perbincangan kami pun hingga larut malam, Ardi dan papanya pun belum keluar dari ruangan tersebut sejak dari tadi. Entah apa yang mereka lakukan. film drakor yang lagi hits itu membuat hubungan menantu dan mertua itu semakin akrab, Cacamenceritakan semua hal pada Ratna begitu pun mertuanya itu menceritakan semua nmasa kecil Ardi. Namun Ratna tidak membahas masa lalu Ardi sedikitpun.
"Ma, apa Ardi pernah memiliki kekasih?" tanya Caca gugup.
"Pernah tapi itu dulu, udah ahh Ardi tidak suka cerita masa lalunya " jawab Ratna cepat. dia tidak ingin menantunya itu bertanya lebih dalam yang akan membuatnya kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan Caca.
"Kenapa ma " rasa penasaran Caca bertambah.
"Ardi tidak ingin masa lalunya diungkit kembali, masa lalu biarlah berlalu" jawabnya.
"Baik ma" iya hanya menganggukkan kepalanya walaupun merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan mertuanya itu.
Malam pun semakin larut, baca mengantarkan mertuanya ke kamar.
"Selamat malam ma."
"Iya sayang."
Caca pun keluar dan menuju tangga untuk naik kamar atas, setelah tiba di dalam kamar Caca membaringkan tubuhnya ke tempat tidur dan menarik selimut hingga ke atas dadanya.
Caca menutup kedua matanya dan mengingat semua yang diucapkan oleh Ratna. Dia terpejam namun belum tertidur.
Tidak begitu lama Ardi masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.
Ardi membuka selimut dan membaringkan tubuhnya tepat disebelah istrinya itu.
"Pasti kamu sangat lelah, telah melakukan banyak hal hari ini" Ardi mencium kening istrinya dan membawa ke dalam pelukannya.
Caca dan Ardi pun mulai terlelap...
****
salam dari IKYD
semangat!
mmpir balik yah,
slm dr " Rendra dan Dalia "
Karyaku juga udah up nih kak! Jangan lupa mampir ya! 🤗💖