NovelToon NovelToon
Dea & Kinan

Dea & Kinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fiane

Dea dan Kinan, Ini adalah kisah dua bersaudari yang saling melengkapi, namun kepribadian mereka tidak terlihat seperti saudara pada umumnya. Dea dan Kinan memiliki kepribadian yang berkebalikan antara kakak dan adik.

Sosok Dea yang begitu dewasa dan bisa diandalkan membuat Kinan tumbuh menjadi sosok kakak yang begitu pemalas. Sampai sering kali membuat Dea naik pitam saat menghadapi sosok kakak yang tak sesuai dengan harapannya.

Keseharian kakak beradik itu benar-benar tak pernah membosankan, selalu ada kerusuhan yang terjadi di dalam rumah mereka yang membuat mereka terlihat begitu dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Ancaman Akira

Setelah selesai sarapan pagi, Dea langsung pergi ke rumah Akira untuk mengantar tukang yang dia panggil, tukang yang akan memperbaiki keran kamar mandi di rumahnya Akira.

Sedangkan Kinan, dia sibuk bermain game dengan Megan di rumahnya.

"Keran air nya tolong diperbaiki ya pak." Tutur Dea kepada seorang bapak yang sudah melangkah masuk kedalam kamar mandi.

Setelah itu Dea pun kembali kerumahnya dengan terburu-buru.

"Kak ...." Ucapnya membuat Kinan, Megan dan Akira melihat kearahnya secara bersamaan, "Tolong siapkan minuman untuk tukang di rumah kak.Akira, setelah itu tolong jemur pakaiannya, aku–" Lanjutnya terhenti saat Kinan mengeluh dengan ekspresi malasnya.

"Hee... tau gitu aku panggil tukangnya di hari sekolahmu saja De. Malas ah... kamu aja yang siapin minumnya." Tutur Kinan membuat Dea tersenyum kesal.

"Baiklah, tapi aku mau kau pergi ke pasar untuk menggantikanku. Bagaimana?" Tanya Dea masih tersenyum.

"Kalau begitu aku akan siapkan minumnya." Ucap Kinan langsung bangkit dari posisi duduknya dan segera pergi ke dapur.

"Hah..." Guman Dea menghela nafas lelah, "Aku pergi ya." Lanjutnya berteriak.

"Tunggu." Ucap Akira menghentikan langkah Dea, "Heh..." Lanjutnya memanggil Megan, namun tak ada respon dari adiknya.

"Gan." Ucapnya sekali lagi, barulah Megan melirik kearah Akira dengan tatapan kesalnya karena sudah mengganggu kesenangannya saat bermain game.

"Pergi ke pasar sana." Ucap Akira memerintahkan adiknya.

"Ha? Kenapa? Bukankah urusan dapur sudah di ambil alih oleh kak Kinan?" Tanya Megan dengan nada malasnya.

"Antar Dea ke pasar." Jawab Akira membuat Dea merasa tidak nyaman.

"Ti–tidak perlu diantar, aku bisa pergi sendiri ko." Tutur Dea berusaha mencairkan suasana.

"Dengar? Dia bilang bisa pergi sendiri." Ucap Megan kembali fokus pada konsol gamenya.

"Kalau begitu jatahmu minggu ini aku potong ya." Tutur Akira sambil tersenyum sinis.

"Aku pergi," ucap Megan langsung bergegas mengantar Dea ke pasar, "ayo pergi." Lanjutnya saat melewati Dea yang masih mematung di tempat saat mendengar ancaman Akira.

'Ternyata Dia juga mengancam adiknya dengan cara itu. Sama seperti kakak, apa semua kakak selalu mengancam adiknya seperti itu?' Batin Dea mulai berjalan mengikuti Megan.

Kinan yang baru selesai membuatkan lemon tea untuk tukang di rumah Akira pun langsung bergegas mengantarkannya.

"Lemon tea?" Tanya Akira saat mencium wangi teh di atas nampan yang dibawa oleh Kinan, "Kenapa lemon tea? Kenapa tidak buatkan kopi saja? Atau jus?" Lanjutnya masih bertanya.

"Berisik ah, pulang sana." Ucap Kinan melewati Akira yang berdiri di ambang pintu dapur.

"Apa kau selalu bersikap seperti itu?" Tanya Akira tak di dengarkan, "Sifatmu jelek sekali ya ...." Lanjutnya berusaha mencuri perhatian Kinan dengan terus mengekori wanita itu.

Namun tetap tak di perdulikan, kini Kinan sudah memasuki rumah hunian Akira dan menyimpan lemon tea yang dibuatnya diatas meja ruang tamu.

Kemudian kakinya melangkah menuju kamar mandi untuk menemui tukang yang sedang sibuk memperbaiki keran air yang rusak.

"Pak," ucap Kinan membuat orang itu melihat kearahnya, "bagaimana? Apa sudah selesai?" Lanjutnya bertanya.

"Mana bisa selesai secepat itu, dasar gak sabaran ...." Tutur Akira mengejek Kinan, tapi masih tak dianggap. nyatanya wanita itu masih fokus berbasa-basi dengan bapak tukang itu.

"Belum neng, sebentar lagi." Jawab bapak itu sambil tersenyum.

"Kalau sudah selesai teh nya diminum ya pak, saya sudah siapkan di ruang tamu ...." Tutur Kinan membalas senyuman bapak itu.

"Ia neng, Makasih." Ucapnya.

"Kalau begitu saya permisi dulu ya pak. Kalau sudah selesai, panggil saya di rumah sebelah ya, mari pak." Jelas Kinan yang langsung mendapat anggukan dan senyuman dari bapak itu.

Akira yang mulai kesal dengan sikap cuek Kinan pun segera menghentikan langkahnya di depan pintu rumahnya. Menghalangi pintu keluar dengan berdiri disana.

Untuk beberapa detik mereka saling memandang kesal satu sama lain. dan berakhir dengan tundukan kepala Kinan.

"Sial leherku pegal, kenapa aku harus selalu melihat ke atas saat sedang berbicara dengan orang yang lebih tinggi dariku?" Guman Kinan sambil memijat-mijat tengkuknya.

"Sekarang rumah ini adalah tempat tinggalku, jangan seenaknya keluar masuk rumah orang." Tutur Akira tiba-tiba.

"Kalau begitu sebaiknya kau bersikap baik dengan menghidangkan minum untuk tukang yang sudah kami panggil. Jangan membuatku repot ...." Balas Kinan.

"Tapi kan itu salah kalian sendiri. Coba saja kalian memperbaiki kerusakannya saat kami belum mengisi rumah ini. Pasti kau tak akan kerepotan seperti ini." Jelas Akira membuat Kinan melemparkan senyuman sinis kearahnya.

"Karena sejak awal aku memang tidak berniat menyewakannya." Ucap Kinan membuat Akira terkejut.

"A–apa maksudmu?" Tanya Akira.

"Ide menyewakan rumah ini adalah idenya Dea. Karena suatu alasan maka mau tak mau aku harus setuju dengan idenya." Jawab Kinan sambil melipat kedua tangannya di atas dada.

"Apa mungkin alasannya adalah orang tua kalian?" Tanya Akira saat mengingat kejadian di hari ia menguping pembicaraan Kinan.

Kinan yang terkejut dengan ucapan Akira pun hanya bisa mematung dan menatap tajam kearah Akira yang masih berdiri di ambang pintu.

"Kalau kau diam, berarti jawabannya adalah iya." Tutur Akira sambil menunjukan sebuah foto di heandphone nya, foto Kinan yang sedang fokus menggambar.

"Hemph... tau apa kau? Ancaman seperti itu tidak akan berpengaruh lagi padaku. Dasar penguntit." Tutur Kinan sambil mendorong pria itu keluar sampai menyisakan jalan untuknya keluar dari rumah Akira.

"Aku hanya perlu bilang kalau kau diam-diam bekerja keras di belakang Dea. Pasti dia juga senang karena kakak nya sudah bekerja. Bukankah selama ini dia mengkhawatirkan masa depanmu?" Jelas Akira kembali menghentikan langkah Kinan.

"Ceritakan saja. Toh dia juga tidak akan mempercayainya." Ucap Kinan menantang pria itu sambil mulai berjalan menjauhinya.

"Kalau dia tidak bisa percaya dengan satu foto. Maka tinggal aku putar rekamanya saja ...." Tutur Akira membuat Kinan terperajat dan menghentikan langkahnya.

"Re–rekaman?" Gumam Kinan sambil melirik kearah Akira berdiri.

"Ya rekaman, lihatlah ...." Ucap Akira memperjelas ucapannya membuat Kinan berjalan kembali kearah Akira yang masih berdiri di dekat pintu. Dan mulai melihat rekaman yang sedang diputar di heandphonenya Akira, terdengar dari suaranya.

Tentu saja itu adalah suara Kinan yang sedang berbicara dengan seseorang dari telponnya.

"Kau? Menguping? Mengintip juga? Sejak kapan?" Tanya Kinan mulai berkeringat dingin setelah selesai melihat rekaman yang di maksud oleh Akira, "Mengerikan ... dasar penguntit! Cepat hapus videonya!!" Lanjutnya sedikit berteriak dengan wajah pucat karena merasa takut, bukan takut rekamannya sampai ke tangan Dea. Tapi takut dengan kehadiran pria dihadapannya yang memiliki kebiasaan buruk dengan memperhatikan dirinya secara diam-diam.

"Akan ku rahasiakan,"ucap Akira menatap mata Kinan dengan serius membuat wanita itu harus menelan ludah secara paksa saat merasakan tenggorokannya perlahan mengering, "dengan satu syarat tentunya." Lanjutnya sambil tersenyum.

"Syarat?" Gumam Kinan merasa dibodohi, "Jangan mempermainkanku. Kau sudah memaksaku untuk memasak makanan untuk kalian. Harusnya itu sudah cukup." Tuntut Kinan kembali dibuat kesal.

"Tidak sulit. Hanya ...." Ucap Akira sambil menunjukan dua buah tiket nonton di tangannya.

"Tiket?" Gumam Kinan.

"Temanku ingin mengadakan double date, tapi aku belum menemukan orang yang cocok. Jadi aku memintamu untuk menemaniku, mudah bukan?" Jelasnya membuat Kinan semakin kesal.

"Tidak bisa! Aku tidak mau jauh-jauh dari rumah. Cari yang lain saja." Ucap Kinan sambil membuang muka dari pria itu.

"Sayang sekali... kalau begitu bolehkah aku meminjam Dea?" Tanya Akira sambil tersenyum sinis kearah Kinan dan menatap tajam sorot matanya yang juga membalas tatapan Akira tak kalah tajamnya.

"Bagaimana kalau berkelahi dulu denganku?" Tanya Kinan yang sudah mencapai batas kesabarannya sambil tersenyum sinis untuk membalas senyuman pria dihadapannya.

xxx

1
Amelia Lia
klo soal mandi dua duanya jarang manfi klo disuruh mandi alesannaya ntar lagi 2 mulu klo ibuk udan ke dalem sampe megang sapu baru jalan sampe depan kamar mandipun aku ama adek rusuh rebutan kamar mandi padahal kamarmandinya ada dua samasama gak ada orang sampek heran sendri klo udah gak ada satu pusing karnagak ada yg di omelin yang berantakin kamar hiliran ada rusuh mulu kelakuannya gilirqn uang kompqk bgt
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: iya betul sekali. kalau posisi dirumah lagi barengan pasti ada aja pertengkarannya, tapi kalau salah satu atau dua2nya gkda di rumah. udh lah, sunyi😂
total 1 replies
Amelia Lia
klo aku kadang aku yang nglah soalnya diq sekolahnya pagi sampe sore
terrus klo hri minggu dianya nyuci
Amelia Lia
btul emang adekku jg begitu
Amelia Lia
sama juga adikku juga udah punya pacar pdhl masih smp kls9 sedangkan aku berakhir dijodoin ama keluarga
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: kenapa para adik lebih ahli mencari pacar ya🥲
total 1 replies
Amelia Lia
sama kek aku cuma beda dua thn kadang tetangga suka salah nyebut nama dan adayang bilang ktnya aku mirip banget sampe temen ku susah bedain ktnya adikku masih smp dan aku sma
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: udh kaya anak kembar ya
total 1 replies
ARZETI BILBINA 😘🥰😍
wah
ARZETI BILBINA 😘🥰😍
wah bagus banget 🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩 bikin suka bacanya
D'missBeauty
kakak mau ga gabung di fizzo? ☺️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️⭐⭐⭐⭐⭐
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
KIA Qirana
Dea dan Kinan
#6 Enam
KIA Qirana
Kinan 👍👍👍👍👍
KIA Qirana
Dea ⭐⭐⭐⭐⭐
KIA Qirana
Komen 😂😂😂😂😂
KIA Qirana
Like 👍👍👍👍👍
KIA Qirana
Bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
Cyclone
mantap lanjutkan dek
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: Hhehe 🤭
Abis novel yg ini udh tamat dan tulisannya acak2an. Beda sama yg masih on going 😂🙈
total 3 replies
Rosni Lim
Nyicil 30 like dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!