Seorang wanita bernama Andini di jodohkan oleh seorang Pria yang sangat dingin, Meski di nikahi dan menjadi istri nya yang pertama, Andini tak merasakan di pandang ada kehadirat nya di rumah itu, karena laki-laki itu memiliki wanita lain yang diam-diam ia temui di luar sana.
entah apa yang membuat laki-laki itu menikahi nya dan memperlakukan nya seperti ini, Andini mencoba menutup mulut nya, menutup mata nya, menerima suami nya bersama wanita lain.
Karena ia tahu tak ada cinta di antara mereka.
Akan kah ada hari bahagia untuk Andini?, Yuk disimak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 - Masa Lalu
Saat sampai di sebuah butik, Andini di bawa oleh manager butik yang sudah mengenal Martin untuk mencoba dress pernikahan mereka.
Martin duduk di kursi menunggu Andini mencoba dress nya. Tidak berapa lama Andini melihat diri nya dengan dress panjang putih.
"Bagus sekali dress nya."Ucap Andini dalam hati nya.
Ia Lalu di tuntun keluar untuk memperlihatkan pada Martin , Martin tersenyum kecil saat melihat Andini mengenakan Dress itu dan tampak anggun, namun senyum tipis itu tiba-tiba berubah saat ia menyadari dress yang di kenakan Andini.
"Ganti yang lain."Ucap Martin.
"Tapi Tuan."
"Apa kau tidak memiliki dress lain?." Tanya Martin agak meninggikan suara nya.
"Ada Tuan."Balas manager butik itu dan lekas membawa andini kembali ke dalam untuk mencoba dress yang lain.
Andini sangat heran melihat Martin yang tiba-tiba saja sikap nya berubah saat melihat diri nya mengenakan gaun ini.
"Mbak, ada apa emang nya dengan gaun ini, apa saya terlihat jelek mengenakkan nya?." Tanya Andini.
"Tidak Nona, Anda tampak anggun dengan dress ini, tapi mungkin Tuan Martin tak ingin melihat gaun ini di kenakan pada anda, karena ini gaun pesanan dia untuk kekasihnya dulu."Ucap Pegawai toko butik yang di tugas manager membantu Andini Mengganti Dress.
"Berhenti berbicara cepat lakukan tugas mu."Ucap atasan nya lekas membuat Pegawai toko itu terdiam.
"Saya keluar dulu Nona."Ucap Manager itu dan Andini mengangguk.
Mood Martin pun lalu berubah setelah melihat itu pun lalu lekas berdiri dari duduk nya. "Tuan anda mau kemana?, apa anda tak ingin melihat gaun yang di kenakan calon istri anda."Tanya Manager butik.
"Kau profesional kan?." Tanya Martin dengan tatapan tajam, manager butik mengangguk.
"Kalau begitu, pilihkan dia gaun terbaik di toko ini, kalau dia menyukai nya, tinggal kau urus semua nya."Ucap Martin.
"Baik Tuan."Balas nya.
"Dan satu lagi, kata kan saya menunggu nya di mobil."Ucap Ares.
"Baik Tuan."Balas Manager itu lagi.
Martin masuk ke dalam mobil nya dengan wajah yang buram, mengingat masa lalu pada cinta pertama nya itu membuat nya kembali merasakan luka lama nya.
2 Tahun yang lalu Martin dan cinta pertama nya datang ke butik ini, mencoba gaun yang pernikahan, sudah di beli Martin dan hanya menunggu hari kapan akan melakukan pernikahan. Cinta pertama itu pergi meninggalkan nya, memutuskan hubungan secara sepihak tanpa alasan yang jelas.
"Aaaaaaahhhhhhhh."Teriak Martin di dalam mobil untuk melepaskan kekesalan nya saat ini.
Tok
Tok
Tok
Andini mengetuk pintu kaca mobil, Martin pun lekas menghela nafas, lalu membuka pintu mobil untuk Andini masuk.
"Apa sudah?." Tanya Martin.
"Sudah Mas."Balas Andini.
Andini melihat kegalauan di wajah Martin yang tampak jelas terlihat.
"Wanita itu pasti sangat spesial untuk Mas Martin, tapi kenapa bisa mereka putus."Gumam Andini.
Ares lalu kembali menjalankan mobil untuk ke toko perhiasan.
"Mas Martin gak apa-apa?." Tanya Andini. namun hanya di lirik Martin tanpa menjawab pertanyaan dari laki-laki itu.
Saat Andini sampai di rumah, ia merasa sangat lelah dan lekas masuk ke kamar nya untuk istirahat. Tiba-tiba Bu Irma masuk ke dalam kamar nya.
"Andini."
"Iya Tante."
"Giman hari ini?." Tanya Bu Irma.
"Lancar kok Tante."Balas Andini.
Bu Irma melihat keponakan suami nya itu.
"Maafin om dan Tante ya, kamu harus berkorban demi tolongin kami."Ucap Bu Irma.
Andini tersenyum. "Gak apa-apa kok Tante, Om Wandi dan Tante Irma udah Andini anggap sebagai Orang tua Andini, lagian toh nanti juga Andini kan menikah juga."Balas Andini mencoba tersenyum.
Bu Irma mengelus rambut Andini, lalu memeluk gadis itu.
rumit ya masalahnya, ngeri ngeri sedap klo ada di antara Marcel, Martin dan Andini.
ini jd salah satu tragedi RT antara saudara.
awal nikah dh salah karna untuk pelarian saja krna kurang komunikasi dan tidak ada ketegasan jd berakhir, dan setelah berakhir baru sadar Martin klo dia dh sayang sama Andini.
Apapun kejadiannya klo sudah jodoh pasti di pertemukan....
Semoga Dewi dan Martin bisa menemukan kebahagiaannya.
Terutama Andini dan Marcel semoga berjodoh....😘