Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan bikin gendis baper
Dufan
satu kata yang sedari tadi Abi hindari bukan karna harga tiket yang mahal seperti kata gendis, tapi karna ia tidak bisa lama bermain di sini.
"wah. Ancol udah sampe aja pak" ujar gendis sambil berbinar melihat pintu masuk area Ancol
"kamu suka??" dan dianggukan cepat oleh gendis
"udah lama terakhir setahun apa dua tahun lalu gendis kesini itupun dengan teman kuliah pak" ucap gendis pada Abi
"yaudah yukk masuk, saya sudah pesen tiket online semalam" keduanya masuk ke area bermain tersebut. mata gendis berbinar ia mencoba menunjuk "gendis main apa dulu ya?? ini ini ini apa ini dulu?? ah yang ini dulu aja deh" gendis langsung berlari menuju rollercoaster ia mengantri sedang Abi, ia hanya menghela nafas benar benar tak selamat hidupnya hari ini
rollercoaster sudah dinaiki lanjut dengan histeria, tornado, dan ontang anting, namun ketika ingin menaiki permainan yang lain, Abi sudah tidak kuat lagi dan
"hueeeekkkkk...."
"bapak baik baik aja???" gendis mencoba membantu dengan sedikit memijat tengkuk belakang Abi, mualnya pun belum hilang namun sudah tidak dapat muntah lagi
"maaf ya pak," gendis mengeluarkan termos kecil yang ia bawa dari rumah berisi teh panas yang dicampur jahe, kayu manis dan sereh, ia memberikannya dengan gelas kecil
"minum dulu pak" diterimanya gelas tsb, lalu gendis memijit kepala dan bagian leher gendis, perlakuan gendis mania namun membangunkan sesuatu yang sedaritadi tertidur
"gendis udah ya udah mendingan kok dah ga pusing" bahaya jika dilanjutkan bisa dibawa ke kamar hotel nanti gadis didepannya
"beneran pak dah gapapa??" dan dijawab dengan anggukan
"maafin gendis, lain kali kalo gendis mau kesini kayanya emang harus sendirian deh jadi ga nyusahin orang lain" ucapan gendis membuat Abi tak tega "kamu nggak salah, harusnya saya yang minta maaf udah hancurin liburan kamu karna saya mau nyenengin kamu malah repotin kamu" Abi masih memijat kepalanya sendiri namun gendis hendak memijit tapi malah ditepis "jangan gendis bahaya kalo kamu mijit saya" kata kata Abi ambigu gendis bingung "bahaya apanya pak?? kan cuma mijit nggak aneh aneh" astaga justru diam diam itu ada yang bangun dibawah tapi percuma dijelaskannya pun anak kucing ini tak akan mengerti.
"saya udah baikan, mau lanjut??" ucapan Abi dijawab dengan gelengan kepala "nggak pak gendis udah ga pengen, ayu kita pulang" benar benar Abi merasa bersalah pada gendis, ini bahkan masih jam satu tapi ia tidak ingin memaksa "kita belom makan siang kan??" dan dijawab dengan gelengan kepala "yaudah ayok makan terserah mau makan dimana" Abi bangkit dari duduknya sedang gendis mengikuti Abi bak anak kucing yang hendak dikasih makan dengan berjalan kaki, Abi memilih seafood sebagai makan siang, Abi memesan namun gendis tak berbinar seperti biasanya
" gendis pesen aja apa yang mau kamu makan"
" maaf pak gendis nggak makan" Abi kaget untuk pertama kalinya gendis menolak memesan makanan "kenapa?? nggak suka sama makanannya?? atau ma cari yang lain??" tak mungkin gendis menjawab jujur karna harga makanannya yang selangit, "bapak aja yang makan, gendis masih punya roti sama cemilan yang tadi pagi gendis beli dimini market"
Abi tak jadi memesan, menelisik gendis yang sepertinya memang tak tertarik dengan makanan disini, "kenapa gendis?? saya yang bayar kamu tenang saja" gendis menggeleng "jangan, bapak jangan keseringan jajanin atau bayarin gendis makan terus"
Abi bingung "loh saya cowok, wajar saya traktir makan kamu ini belum apa apa loh ndis"
" gendis takut gendis baper sama bapak"
.
.
tbc
hollaa up lagi nih hihihi maafkeun yang lama upnnya karna belum dapet amunisi buat mikir jadi gini deh hihihi 😂😂😀
ayo komen dan vote juga like makasih