NovelToon NovelToon
Twins Love Story

Twins Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:373.1k
Nilai: 5
Nama Author: Seulmi

Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?

Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.

Siapakah yang di pilih pria itu?

'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'

Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 "Mimpi kembali terulang"

🌼flasback on🌼

"Sedang apa kau disini? tidak bergabung dengan yang lain?" Ryan, seniornya yang juga menjabat sebagai ketua teater itu mendekati Hana yang terlihat bermuram diri.

"tidak ada apa-apa, hanya malas saja" Hana menyunggingkan senyumannya. matanya mengarah pada Arka yang terlihat bercanda dan bermain pasir bersama temannya.

"Bagaimana dengan Arka?" tanya Ryan lagi, ia seakan dapat menangkap tatapan Hana.

"Apa?"

"kudengar kau sedang menjalin hubungan dengan senior Arka?" Hana tersenyum miris. Hubungan? bahkan sampai hari ini Hana tak pernah tahu hubungan seperti apa yang ia jalani dengan Arka.

"Apakah tidak benar?" Ryan seakan mengoreksi kalimatnya.

"Aku sendiri tidak tau, aku dan kak Arka sama sekali tidak berpacaran" jelas Hana dengan tatapan keceweanya. Sesekali ia menoleh kearah Ryan yang juga duduk di sampingnya dan menatap laut didepan mereka.

"hmm aku sempat bertanya pada Arka, dia bilang dia memang menyukaimu dan tinggal melakukan sedikit pendekatan lagi" Hana mengeryitkan alisnya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja Ryan katakan padanya.

"Hahaha, tidak mungkin" sangkal Hana.

"benaran, aku tidak bohong, dia sendiri yang mengatakan nya" semua kalimat yang diucapkan Ryan membuat Hana kembali berharap pada Arka. khayalan gila kemudian merasuki pikiran Hana, ia berharap Arka akan menyatakan perasaannya hari ini. Didepan pantai yang suasana nya romantis. Sesekali Hana tersenyum kecil dan mencoba untuk menyadarkan dirinya.

"Ayo! jangan berdiam diri disini, ayo ayo" Ryan bangkit dari duduknya ia menarik tangan Hana hingga menyentuh air laut .

“Ahh kak jangan lakukan itu!” Hana berontak ketika dirinya ditarik ke pinggir laut , teman-teman nya yang lain seakan bersekongkol untuk mendorong Hana ke laut . Mereka memegangi lengan Hana dan menyeretnya dengan paksa karena Hana sama sekali belum basah seperti yang lain . Ombak lalu menghampiri Hana an berhasil membuatnya basah kuyup.

“Aiisssh kalian ini” Keluh Hana , setelah rambut dan seluruh pakaian nya dibuat basah . Satu persatu teman teman nya berlarian menghindari Hana yang seperti tengah ingin melakukan pembalasan . Langkah Hana lalu berhenti , ia melihat Arka tengah bersama seorang gadis . Hana tidak tahu betul siapa gadis itu yang pasti gadis itu tidak berada di tingkat yang sama dengan Hana.

“siapa itu? Kenapa mereka begitu dekat?”  Jantung Hana seperti ingin berhenti berdetak , suara deburan ombak sepertinya terkalahkan oleh suara jantung nya yang berdebar lebih kencang sekarang .

“Arka jangan! hahaha jangan Ar!” Gadis itu berteriak sambil tertawa ketika Arka menyeret nya ke pinggiran laut , sama seperti apa yang dilakukan oleh teman –teman Hana padanya tadi . Mereka berdua terlihat sangat akrab, Hana bisa melihat dengan jelas tawa canda dari bibir Arka saat itu . Tangan Hana mengepal dengan sangat keras beriringan dengan rasa sakit yang sekarang menghujam jantung nya . Gadis itu , rupanya juga merupakan alumni sekolah yang sama dengan Hana ia berada di tingkat yang sama dengan Arka . Mereka sama-sama datang malam kemarin . Hana berjalan dengan gontai , menjauh dari pantai dan terduduk lemas sendirian . Pandangan nya masih menuju ke arah Arka dan juga gadis tadi , terlihat gadis itu menggandeng tangan Arka dan menantikan ombak menerjang mereka .

“apa aku tidak terlihat?”  Hana memejamkan matanya sejenak , berusaha untuk menghalangi air matanya yang sudah membendung . Ia berusaha untuk tetap terlihat tegar di depan semua orang atas kehancuran hatinya hari itu . Hana mengedarkan pandangan nya dan melihat semua teman-teman nya yang tengah menikmati suasana , tertawa , bercanda , bahagia dan seakan tak merasakan masalah apapun . Begitu pula dengan Arka , ia terlihat sangat baik-baik saja bersama gadis itu .

“apa kau berpura – pura tidak mengenalku?”  Sejak kedatangan nya ke tempat master training Arka sama sekali tidak menyapa Hana , mereka memang jarang bertemu karena Hana disibukan dengan kegiatan training . Meski begitu Hana masih berharap ketika memiliki waktu luang ia bisa berbicara dengan Arka atau setidaknya mendapatkan penjelasan dari Arka soal kenapa beberapa minggu ini Arka sama sekali tidak menghubungi Hana . Tapi kenyataan yang terjadi adalah seperti ini , kenyataan yang sangat menyakitkan.

“Hana kemari , ikut bermain bola dengan kami” Mood nya sudah benar-benar hancur , Hana memutuskan untuk pergi sampai Ryan memanggilnya untuk ikut bergabung dan bermain volley pantai bersama teman teman nya yang lain.

"aku seharusnya bersenang senang dan bahagia disini, aku seharusnya tertawa seperti orang gila disini" Batin Hana.

"Yup" dengan senyum terpaksanya Hana berlari kecil menghampiri Ryan dan bergabung bersama teman-temannya.

"Ar! ayo ikut main dengan kami" nampaknya Ryan juga mengajak Arka untuk bergabung, awalnya Hana tidak ingin pergi ketika Arka berjalan menghampiri dirinya namun ia tidak ingin terlihat lemah , Hana ingin terlihat baik-baik saja seolah tidak ada yang terjadi pada dirinya .

“Baik ayo kita main” Mereka memulai permainan nya , Arka tertawa begitu juga dengan Hana yang tetap dengan acting nya . Meskipun hatinya hancur berkeping – keping dan pikiran nya terus bertanya tanya namun Hana sama sekali tak ingin menunjukan kesedihan nya , ia tak mau terlihat lemah di depan Arka.

“Han lihat di rambutmu ada pasir , mandi yang bersih ya setelah ini” Hana diam, saat Arka berdiri di sebelahnya dan mengatakan hal itu . Hana diam, ia sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran Arka saat itu . Ia bahkan tidak meminta maaf , atau menjelaskan kenapa dirinya seperti mengabaikan Hana beberapa minggu yang lalu .

“Kenapa?”  Tanya Arka setelah memperhatikan Hana yang terdiam

“Tidak ada”  Jawab Hana dengan malas , begitu banyak pertanyaan yang bersarang dibenaknya . Begitu banyak hal yang ingin dibicarakan dengan nya , namun Hana sudah terlanjur kecewa . Ia tidak mau lagi berharap atau berekspektasi apapun soal Arka dan hubungan tidak jelas mereka .

“Aaaak mataku!” Arka memegangi matanya yang terkena pasir , ia lalu berjalan ke sana kemari. Hana masih diam dan memperhatikan

“Tolong tiupkan” Arka mendekatkan wajahnya kearah seseorang.

“baik sebentar ya, kau harusnya hati-hati” Seorang teman perempuan Arka terlihat meniupkan mata Arka. Hati Hana terasa semakin remuk melihat itu semua, entah kenapa ia merasa sangat tidak di hargai keberadaan nya.

“aku ini apa untuk mu? apa kau melakukan itu dengan sengaja? Apa kau melakukan semua itu pada semua wanita? Apa aku-sama sekali tidak ada artinya untukmu? Lalu kenapa kau bersikap seolah kau menginginkan aku? Dan selama ini ku pikir kita istimewa , ku pikir akulah satu satunya perempuan yang kau perlakukan dengan istimewa . Tapi hari ini , aku melihat semuanya . Kau seperti dengan sengaja menunjukan bahwa kau melakukan semua hal itu pada semua perempuan . Aku menyerah , aku tidak akan pernah lagi bertanya kenapa kau tidak menghubungiku , aku tidak akan lagi bertanya kenapa sampai sekarang kau tidak pernah menyatakan perasaanmu padaku . Aku tidak akan lagi berharap atau mengkhayal soal apapun , aku tidak akan pernah lagi”

Hana mulai berjalan menjauh dari teman-temannya, tangannya meraih ponsel yang sedari tadi dia diamkan.

📲 "Sat, aku butuh kamu sekarang"

Pesan Hana pada Satya, yang memang tidak ikut karena mereka berbeda klub. Hana selalu menghubungi Satya jika sedang dalam mood yang benar-benar hancur.

📲 "cepatlah pulang kita makan barbeque!"

Sedikit senyuman terukir dari bibir Hana, Satya selalu bisa membuat Hana menjadi nyaman.

Hujan turun dengan deras, Di dalam bis menuju perjalanan pulang Hana hanya terdiam saat teman – teman nya yang lain bernyanyi dengan riang. Ia hanya menatap ke arah langit yang sudah mendung dan juga memperhatikan air hujan yang menetes di luar jendela bis . Menyusuri jalan dengan suasana hatinya yang berhasil dibuat berantakan oleh Arka.

“Aku , Hana . Hari ini bersumpah untuk tidak pernah lagi berhubungan dengan mu, Arka. Untuk semua kebahagiaan dan rasa sakit yang berikan padaku. Aku sangat berterimakasih. Aku Hana, menyatakan mulai hari ini tidak akan pernah mencintaimu lagi. Selamat tinggal cinta pertamaku, Arka”

"Jadi kalian sudah jadian?" Samar-samar Hana mendengar percakapan wanita yang bersama Arka tadi.

"Iya, aku menyatakan perasanku pada Arka, dan dia menerima perasaanku"

"eh, tapi bukannya Arka berpacaran dengan Adik kelas itu?"

"Kata Arka mereka tidak ada hubungan apapun, mereka cuma teman, mungkin aja adik kelas itu terlalu baperan, kan Arka emang baik dengan siapa aja"

Hancur sudah hati Hana berkeping-keping, tidak ada yang tersisa lagi. setetes air mata meluncur dari matanya, tapi dengan cepat Hana hapus, Hana tidak pernah menangis didepan orang lain selain Satya.

🌼flashback off🌼

“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing” Suara dari ponselnya membangunkan Hana dari mimpi buruknya . Ia membelalakkan matanya lalu mengambil posisi duduk , menoleh ke arah meja di samping kasurnya dan melihat nama Satya muncul di layar .

📱 “Ya kenapa?”  Tanya Hana dengan suara berat nya

📱“kau baru bangun?”

📱 “iya , ada apa?”

📱“Ada kelas jam 10 cepat! Kau mau terlambat lagi?” 

Terlihat jarum jam dindingnya menunjukan pukul 9 , Hana segera memutuskan hubungan telepon nya dengan Satya dan bergegas untuk pergi ke kamar mandi . Ia menatap dirinya di cermin dengan tidak bersemangat.

“Sialan mimpi itu lagi! Aish ini pasti gara-gara kemarin aku bertemu dengan nya, ya tuhan! Kenapa aku harus melihat wajahnya lagi? Kenapa dia tidak lenyap saja” Hana menggerutu sembari menyikat giginya , mimpi buruknya soal masa lalu yang menyakitkan kembali hadir dan membuat Mood Hana pagi ini sedikit rusak .

“Aku sudah melewatinya dengan sangat baik . Rasa sakit , rasa kecewa , dan juga kepahitan akan kenyataan yang tak sejalan dengan apa yang aku inginkan . Aku sudah melewatinya dengan sangat baik , ku harap aku tidak pernah lagi terbelenggu dengan masa lalu itu”

 🌺🌺🌺🌺🌺

1
ani purwanti
bagus sekali
Nung Ella
novel nya cukup bagus
Yulia Purnama
karya yg paling bagus yg pernah saya baca, bahkan saya membaca berulang-ulang kali, cuma kurang bonus chapter, jadi pas tamatnya agak gantung.
Triani
meleleh ma tatapanmu bang Sat
tar1793758
luar biasa , saya sgt suka karya kakak
Yulia Purnama
buat bonus chapter dong Thor, kehidupan pernikahan Satya dan Hana, terus masa ngidam Hani yg dimanjain Arka, seru pastii..
RiriSiput 3210
.
Lisa Lisa
aku tdj mau hani mati ksh seyta
RiriSiput 3210
.
Marupin Eny
bagus thor karya mu tidak terlalu bnyk konflik tapi sayang yg like dan komen dikit
tetap semangat thor 💪
RiriSiput 3210
nice
who am I
bagus ceritanya panjang tapi termasuk ringan buat dibaca
Ernawati
👍👍👍👍🤩
Ima Ashahri
makin seru ceritanya lanjuut
Ima Ashahri
lanjuut baca
Ima Ashahri
visualnya idolaku bangeeett thoorr makin suka bacanya
@Lala
Hana juga cantik kok
Alriani Hespiapi
saya mampir ya..
Bzaa
biar otor tetap semangat aku kirim kopay ya.. sbntr sampe, aku kirim pk goj*k😆..
Bzaa
otor semangat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!