Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Robeklah
Ujian telah selesai semua Murid mengambil Raport bersama orangtuanya.
Meta dan Mama nya,
Vito bersama Mamanya
Namun Vanya masih sendirian.
"Nya, kamu sendirian?".Tanya Meta
"Tau ah,Mama sibuk, Papa juga , Kak Angga udah kembali ke Japan".jawab Vanya cemberut.
Leo datang dengan membawa surat lalu diserahkan pada Vanya
Vanya membacanya
"Leo akan mengambil Raportmu, sekarang kamu tanggungjawabku, tertanda Anam".
Setelah membacanya, Vanya pun mengenalkan Leo sebagai Om nya.
"Nah ini kenalin, om Leo dia akan mengambilkan Raport Vanya".ucap Vanya
Mamanya Meta menyalami Leo begitu juga dengan Mamanya Vito.
Mamanya Bragi mendekati Vanya
"Vanya, Kamu pasti Vanya kan, perempuan spesial di hati anak saya".ucap Mama Bragi yang membuat Vanya malu
Bragi pun mengutarakan rasa sukanya ke Vanya.
"Maukah kamu menerima cintaku?".ucap Bragi sambil menyerahkan bunga mawar
Vanya bingung lalu menoleh ke Leo
Leo bingung harus bagaimana lalu ia berpura pura menerima panggilan dari Anam "Iya Bos".
Vanya pun langsung ciut dan menolak Bragi
"Maaf pak Ketua, Bukan saya menolak, saya menghargainya, tapi lebih baik kita berteman, Lagi pula di kelas 12 kita harus lebih giat belajar bukan".jawab Vanya
Bragi pun tersenyum dan Mamanya juga senyum mendengar jawaban Vanya.
"Nah itu bener Vanya, Tunggu saja sampai kalian lulus ya".Ucap Mama Bragi
Kini giliran Vanya dipanggil
Leo pun berjalan ke depan untuk mengambil Raport Vanya.
"Terimakasih pak". ucap Leo setelah menerima raport Vanya.
Vanya pun sampai di rumah bersama Leo.
Sesampainya di rumah, Vanya diajak Mamanya menemui Reta di Tahanan.
Di tahanan, Vanya hanya berdua dengan Reta.
"Nya, tolongin aku, bebaskan aku".ucap Reta
"Tapi, kamu janji ya, jangan bikin ulah lagi".jawab Vanya
Reta pun mengangguk
Vanya pun meminta Mamanya untuk melepaskan Vanya
"Tapi Vanya, ".bantah mam Tantri
Namun Vanya memelas hingga Mamanya akhrinya menuruti kemauan Vanya.
Malam hari Vanya sedang berada di kamarnya, Anam pun menghampirinya dengan membawakan sekotak coklat manis.
"ini coklat, dimakan ya, selamat atas kenaikan kelasmu".ucap Anam
Namun Vanya menolak coklat itu
"Vanya gak suka coklat om, Beli mie ayam aja yuk".jawab Vanya dan Anam pun mengiyakan
Mereka membeli mie ayam di dekat kampus papanya Vanya.
Vanya menikmati mie ayam itu sementara Anam tampak canggung karena banyak yang meliriknya.
"Udah belum, ayo keluar".ajak Anam
Vanya pun segera minum es jeruk lalu keluar bersama Anam.
Vanya pun sampai rumah dan kini ia dan Anam ada di kamar.
"Om, Vanya mau tanya boleh?".tanya Vanya lalu duduk di depan Anam
Anam pun menjawabnya "hem".
"Om, Vanya pikir, om mau membalas papa Banu ya?Karena belum melunasi hutangnya ke papanya om, Vanya tahu hutang Papa banyak, tapi gak harus Vanya juga kan om yang harus diginikan".ucap Vanya
Anam pun mengerti arah ucapan Vanya.
"Kamu itu asal bicara, Semua itu sudah lunas ".jawab Anam
"Kalau benar udah selesai, untuk apa kita lanjutin kebohongan ini om, Tiga bulan kita pura-pura gini, apa om gak capek?lagi pula , Kan Om sudah bebas dari perjodohan harusnya kan kita udah gak perlu lagi begini".jawab Vanya yang membuat Anam mendekatinya
Vanya pun dag dig dug tak karuan jantungnya dikira Anam akan mencelakainya tetapi Anam justru mencium kening Vanya.
Vanya pun kaget lalu mendorong Anam
"om,ih Apaan".ucap Vanya
Anam duduk di dekat Vanya
"Saya minta maaf membuatmu tidak nyaman, tapi saya benar mencintaimu , dan masalah pernikahan itu, itu adalah pernikahan sungguhan bukan kebohongan, kenapa saya menikahimu sebelum kamu lulus, karena saya takut kehilangan kamu Nya, kamu perempuan pertama yang sudah membuat saya jatuh hati".ungkap Anam yang membuat Vanya menangis
"hiks hiks jadi beneran kita suami istri? Vanya gak mau om gak mau".ucap Vanya
"Kamu tidak mencintai saya?".tanya Anam
Vanya pun mengangguk "Vanya hanya menganggap om itu seperti kak Angga, awalnya Vanya hanya mau membantu om tapi kenapa om malah beneran menikahi Vanya, hua hua".
Vanya semakin keras menangis membuat Mama dan Papa nya ke kamar Vanya
"Vanya kenapa menangis?".,tanya Mama Tantri lalu Vanya memeluk Mamanya
"Vanya , Vanya".jawab Vanya namun enggan melanjutkan ucapannya
"Maaf mengganggu kenyamanan Mama dan papa".ucap Anam sopan
Mama Tantri melepas pelukannya kemudian mengajak Papa Banu keluar kamar.
Vanya pun marah pada Anam.
"Maafin saya, bila rasa ini membuatmu tidak nyaman, Saya akan mengikuti maumu".ucap Anam yang mulai pasrah.
"Om diam, Vanya ngantuk".jawab Vanya
"Kamu jangan tidur dalam keadaan marah, kita bicarakan semuanya baik-baik".lanjut Anam
Vanya pun kembali duduk
"Vanya mau kita pisah om".ucap Vanya
Anam pun berdiri lalu memberikan kertas tanda pernikahannya dengan Vanya dulu.
"Robek lah kertas itu, Dan saya tidak akan menjadi sumber ketidak nyamananmu ".ucap Anam
Tanpa pikir panjang, Vanya pun merobek kertas itu.
"Akhirnya, Terimakasih om".jawab Vanya
Vanya kemudian menyerahkan kartu kredit yang diberikan Anam.
Anam pun menerimanya.
"Jaga dirimu baik-baik, terimakasih telah membantu saya, saya ijin keluar ".ucap Anam lalu keluar kamar.
Vanya pun tidur dengan tenang.
Sebulan Berlalu Kini Vanya telah masuk di kelas 12 dihari pertama.
Meta dan Vito sedang menunggunya di gerbang Sekolah.
Lalu mereka menuju kelas Vito.
Vanya melihat Anam sedang membawa buku menuju kelasnya.
Vanya dan Meta dengan cepat melangkah kan kakinya agar segera sampai kelas.
Anam mulai mengabsen setiap muridnya.
Selesai mengabsen Anam kemudian memberikan materi .
Di sepanjang jam pelajaran, Anam tidak pernah memperhatikan Vanya apalagi menyuruhnya ke depan untuk mengerjakan tugas.
Hari hari selanjutnya pun seperti itu , seminggu kemudian Anam Berpamitan.
"Saya minta maaf apabila selama saya menjadi guru kalian saya ada salah mohon di maafkan. Terimakasih atas kerjasamanya".ucap Anam
Vanya pun bertanya "Bapak mau kemana?".
"Saya akan kembali ke tempat yang seharusnya sehingga tidak akan ada lagi murid yang mungkin merasa tidak suka dan tidak nyaman dengan saya".jawaban Anam menusuk hati Vanya.
Anam pun keluar kelas dan Vanya mengejarnya
"Om tunggu".ucap Vanya
Anam berhenti "ada apa?".
"Maafin Vanya, Om jangan pergi".ucap Vanya yang mulai menitikkan air mata
Anam melihatnya tidak tega namun ia masih kesal dengan Vanya.
"Maaf, saya harus pergi, belajarlah dengan benar, Permisi".jawab Anam lalu meninggalkan Vanya sendiri di koridor sekolah.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘