NovelToon NovelToon
ANTARA CEO DAN MAFIA 2

ANTARA CEO DAN MAFIA 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Mafia / CEO / Anak Haram Sang Istri / Pihak Ketiga / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

"Kamu gila! Aku sudah menikah dan punya tiga anak. Hanya orang sinting yang mengganggu istri orang!"

"Berarti kalau aku buat kalian bercerai aku bisa memilikimu, kan?"

"Jangan mimpi!"

Bayu kembali menahan Prita yang ingin pergi.

"Daniel ada karena kita pernah suka sama suka melakukannya kan?"

"Itu karena paksaanmu!"

Bayu mengusap rambut Prita, "Hey, itu tak adil untuk Daniel. Apa kamu tega mengatakan pada anak kita kalau kehadirannya tidak kamu inginkan? Apa hanya aku yang melakukannya dengan penuh rasa cinta dan kamu terpaksa? Kamu bisa menghitung berapa kali kita pernah tidur bersama? Apa sekalipun kamu tidak pernah menikmatinya? Aku rasa kamu berbohong, kan?"

Bayu Bagaskara adalah putra tunggal dari seorang mafia berkedok pengusaha bernama Samuel Bagaskara. Di balik kesuksesan bisnis yang diraih keluarga Bagaskara, ada bisnis haram terselubung yang mereka jalankan.

Seumur hidupnya, Bayu tak pernah menemukan apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dia hanya menjalani kehidupannya untuk mematuhi segala keinginan ayahnya. Dia seperti sudah diseting sebagai robot penurut yang tak mampu melawan keinginan ayahnya.

Kini usianya sudah menginjak 37 tahun dan belum menikah. Perasaannya masih terjebak pada cinta masa lalunya yang bernama Prita Asmara. Akankah Bayu menemukan seorang wanita yang akan menjadi cinta sejatinya? Ataukah ia akan kembali terjebak pada cinta pertamanya 5 tahun silam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paman Misterius

"Mama.... " Daniel dan Dean berlari ke arah Prita yang sudah datang di halaman sekolah untuk menjemput mereka.

Prita memeluk hangat dua sosok jagoan kecilnya. Mereka anak-anak yang lucu dan menggemaskan.

"Jagoan mama sudah selesai sekolah, ya... bagaimana, apa kalian menjadi anak baik selama di sekolah?"

"Mama... Kak Daniel suka pergi-pergi. Bu guru sampai bingung mencari." adu Dean.

"Daniel, kamu masih suka ke luar sekolah tanpa ijin?" Tanya Prita. Dia memang pernah beberapa kali mendengar aduan dari guru Daniel di sekolah.

"No, Mama. Aku jadi anak baik di sekolah." Daniel membantah.

"Halo, ada mamanya Daniel dan Dean." sapa Bu Nia, guru Daniel.

"Halo, Bu Nia. Terima kasih sudah menjaga anak-anak dengan baik."

"Ya, tentunya sudah menjadi tugas kami untuk mendampingi mereka bermain sambil belajar. Livy masih tidur, ya?"

"Iya. Sepertinya dia masih lelah setelah bermain seharian dengan temannya."

"Ah, iya. Saya baru tahu kalau ternyata Daniel punya paman, ya. Dia orangnya ramah dan baik sekali, selalu mengajak Daniel jalan-jalan sebelum pulang."

Prita mengerutkan dahi, ia tidak paham dengan hal yang guru Daniel bicarakan. Paman? Daniel bertemu pamannya? Apa maksudnya Kak Arga? Kalau dia ada di Singapura kenapa tidak mampir ke rumah.

"Em, maaf Bu Nia. Maksudnya paman Daniel yang mana, ya?"

"Itu loh yang biasa dipanggil Uncle Yu oleh Daniel. Wajahnya mirip sekali dengan Daniel. Saya langsung bisa tahu kalau dia pasti pamannya Daniel."

"Beberapa hari ini dia selalu minta ijin untuk membawa Daniel jalan-jalan. Dia juga yang memberikan mainan kepada Daniel. Dia paman yang perhatian."

Prita kira mainan yang selalu Daniel bawa pulang adalah hasil karya dari sekolahnya. Siapa orang itu? Tidak mungkin Daniel mau diajak orang yang tidak ia kenal. Tapi siapa?

"Bu? Bu Prita.... "

"Eh iya maaf, kenapa?" Prita menghentikan lamunannya.

"Jangan lupa besok jemput Daniel dan Dean lebih awal, karena sekolah akan ada rapat jadi hanya setengah hari saja masuknya."

"Terima kasih sudah mengingatkan, Bu. Kami pamit pulang dulu."

"Bye bye Bu Guru.... " Daniel dan Dean melambaikan tangan ke arah gurunya.

"Bye bye Daniel dan Dean.... sampai bertemu besok."

Prita berjalan sambil mendorong stroller dan mengawasi kedua putranya yang masih tampak akur bernyanyi bersama. Rumah mereka tak begitu jauh dari sekolah. Hanya butuh waktu sepuluh menit berjalan kaki. Setiap hari Prita mengantar dan menjemput anak-anaknya sendiri. Memang, di rumah ia memiliki beberapa asisten rumah tangga. Tapi, ia sebisa mungkin mengurusi anak-anaknya sendiri selagi masih mampu. Ia tak mau kehilangan sedetikpun momen berharga bersama anak-anaknya.

"Daniel.... "

"Yes, Mama?" Daniel menjawab panggilan Prita sambil memainkan rubiknya.

"Apa benar, kamu pergi dengan seorang paman beberapa hari ini?"

"Ya... namanya Uncle Yu."

"Kamu masih ingat pesan mama, tidak boleh pergi dengan orang asing."

Daniel berhenti bermain. Matanya menatap ke atas beberapa detik seperti berpikir. "Ya, aku ingat pesan itu. Orang asing bisa menculikku, kan?"

"Benar. Lalu, kenapa kamu pergi dengan orang yang kamu sebut Uncle Yu itu?"

"Mm... tapi Uncle Yu bukan orang asing, Mama. Dia baik, tidak menculik."

"Tetap saja kamu tidak boleh ikut dengan orang yang tidak dikenal, okay?"

"Aku tidak mau! Aku suka Uncle Yu. Dia baik dan suka mengajakku bermain seperti Papa."

Prita heran melihat anaknya keras kepala seperti itu. Daniel bukan tipe anak yang mudah dekat dengan orang yang baru dia kenal. Mungkinkah orang itu memang masih kerabatnya atau teman Ayash yang sudah pernah Daniel kenal?

"Daniel, Uncle Yu itu seperti apa orangnya?" Prita berusaha menggali ciri-ciri fisik orang itu, siapa tahu ia bisa kenal.

"I think He's handsome just like me." Daniel nyengir. Prita tersenyum kecut.

"Maksudnya, apa kamu tahu seberapa tingginya, warna rambutnya, atau ada tahi lalat di wajahnya? Mama juga ingin tahu."

Daniel terlihat berpikir, "I don't know. Dia tinggi seperti Papa."

Prita menggeleng-gelengkan kepala. Sepertinya tidak mungkin bertanya pada anak sekecil itu.

Plak!

"Aduh!"

"Dean...!"

Daniel mengaduh kesakitan karena kepalanya dipukul dengan stick drum mainan oleh Dean. Prita mengelus-elus kepala anak sulungnya. Sementara Dean masih berlarian sambil tertawa membawa stick drum yang digunakan untuk memukul kakaknya.

"Dean, berhenti. Nanti jatuh." Prita mencoba memperingati. Dean tak menghiraukannya. Dia tetap berlarian kesana kemari dengan riangnya.

Bruk!

"Huwaa.... "

Dean terjatuh karena tersandung mainannya sendiri. Prita segera berlari dan menggendong anak keduanya yang paling aktif itu.

"Sudah mama bilang kan, berhenti berlari." Prita mengelus punggung Dean untuk menenangkan anak itu.

"Papa pulang.... "

"Papa.... " Daniel langsung berlari menyongsong kedatangan Ayash. Ia langsung meminta gendong pada papanya.

"Wah, jagoan ayah yang satu lagi kenapa menangis?"

Dean menyembunyikan wajahnya di dada mamanya.

"Biasalah, dia baru terjatuh." jawab Prita.

Ayash memberikan kecupan singkat di bibir Prita.

"Livy dimana?"

"Dia masih tidur."

"Sudah sesore ini masih tidur?"

"Ya, seharian bermain dengan Stela sampai kelelahan."

"Papa... ayo main bola." ajak Daniel.

"Daniel, papa kan baru pulang. Papa harus istirahat dulu supaya tidak lelah."

"Ah, Mama... Papaku kan kuat. Iya kan, Pa?"

"Iya, dong.... "

"Sayang.... "

"Sudah, tidak apa-apa. Melihat mereka rasa lelahku langsung hilang." Ayash menyunggingkan senyum.

"Ayo Dean, turun dari gendongan mama. Kita main bola bersama!"

Dean yang mendengar ajakan main bola langsung berhenti menangis dan meminta diturunkan dati gendongan mamanya. Ia berlari menghampiri Ayah dan kakaknya yang sudah lebih dulu ke halaman samping.

Prita tersenyum melihat kekompakan ayah dan anak itu. Ayash suami yang sangat sempurna untuknya. Dia tak pernah memprotes kekurangannya, yang ada dia terus mencurahkan cinta dan kasih sayangnya kepada keluarga.

Senyumnya memudar saat mengingat ibu mertuanya, Mama Maya yang keceplosan mengatakan Daniel tak mirip sedikitpun dengan Ayash. Orang tidak akan percaya kalau mereka ayah dan anak karena perbedaan fisik yang begitu mencolok. Walaupun Ayash selalu menutupinya dengan berbagai alasan, tetap saja pertanyaan seperti itu akan terus muncul. Apalagi jika pertanyaan semacam itu keluar dari mulut orang-orang terdekat.

Kebenaran sesungguhnya hanya dia, Ayash dan Irgi yang tahu. Sampai saat ini mereka masih menyembunyikan fakta ayah kandung Daniel yang sebenarnya. Sejak kelahiran Daniel, Mama Maya orang yang paling kritis bertanya. Daniel lahir setelah 6 bulan pernikahannya dengan Ayash.

Mau tidak mau mereka harus mengakui kalau Prita memang hamil duluan. Dan Ayash selalu mengaku kalau dia yang telah menghamili Prita. Dia jelaskan pada keluarganya kalau dia sudah sering tidur dengan Prita sebelum menikah. Karena perkataannya, ia mendapatkan tamparan keras dari Mama Maya.

Tentu Mama Maya kecewa melihat anak lelaki yang dibesarkan dengan penuh cinta sudah berbuat tidak baik kepada wanita. Meskipun akhirnya mereka menikah, tidak mengubah kenyataan kalau sebelumnya mereka telah membuat kesalahan. Ayash mau menerima tuduhan itu demi Prita.

1
Meiriyana
Apakah penulis berasal dari Aceh?
Cerita nya ttg Ganja dan GAM di Aceh Kota A
Rica Hertandi
Kecewa
Rica Hertandi
Buruk
emak gue
benar2 ide gila si Bayu 🤣🤣
emak gue
ayash dan Andin seru juga ya 😄
emak gue
mampir Thor.. semoga suka
Lella Tunnur
Luar biasa
Lathifa Dwy Maulida
Thor tau gak aku baca novel ini udah ber ulang2 kalo lagi bt kesel aku pasti baca novel ini aku pingin lanjutin anak2nya Bayu Thor aku bolak balik baca tau gak thor
Momoy Dandelion: makasih, ya ... mau buat cerita tentang anak-anaknya juga, tapi gak tau kapan bisanya. masih sibuk lanjutin cerita2 yg belum tamat di tengah kesibukan pekerjaan.
total 1 replies
Rianti Dumai
Saia sudah tamat baca'a,,😅
Rianti Dumai
hadeeh aQ deq² Khan baca'a,,,,skip az taw gimana yeah,,,,takot'a klok Ben konangan ma Samuel,,,🙆
Rianti Dumai
😅🤣🤣🤣🤣
Rianti Dumai
bikin Samuel tobat Thor,,,Uda tua juga!!!
Rianti Dumai
buang laut az ithu sie zetian Thor,,,bikin resah az,,,
Rianti Dumai
nikah Khan az thorr Prita dgn Bayu,bikin Bayu'a bertaubat
Rianti Dumai
aQ malu baca novel'a sambil milliii air mata,,,😂takut nampax org,,,😂🤣🤣
Rianti Dumai
sumpah bikin Brebes,,,😂
Rianti Dumai
aQ juga sempat t'bawa arus lho baca alur ceritamu Thor,,,ada yg mengandung bawang sampai berebess diri Qu,,, 😅🤣
Rianti Dumai
Alex az cara kerja'a lambat gak profesional,,,
guswenni 1808
baju hazmat bukan hamzat, thoorr
guswenni 1808
takutnya dean dijual penculik sbg pendonor sumsum tulang blkg utk daniel mengingat cuman livy dan dean sj yg cocok sumsum tlg blkg nya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!