Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran
Andri mengajak Bella jalan-jalan di tepi pantai. Dimas begitu sangat antusias, dia berlari ke sana ke sini tanpa menghiraukan teriakan Bella. Andri hanya tertawa saat memperhatikan Bella yang terlihat kesal dengan kelakuan Dimas.
"Hei! Seharusnya kau bantu aku, bukannya ketawa." protes Bella.
"Dimas jangan ke sana!!" pekik Bella dan langsung menyusul Dimas yang hendak mendekati bibir pantai, sementara Andri, ia memilih pergi untuk membeli beberapa camilan.
"Sayang, sini!" Panggil Bella pada Dimas. "Mama bawain mainan, kita main pasir aja jangan lari-larian terus!" teriaknya lagi. Bella berjongkok dan mulai mengisi ember dengan pasir. Dimas tertarik saat melihat Bella mengisi ember, dia pun berlari mendekati Bella dan ikut bermain pasir.
"Ayo kita penuhin embernya!" Bella memberi semangat agar Dimas anteng dan tidak berlarian lagi.
"Ayuuuk." seru Dimas.
"Dimas. Om bawain ice cream. Siapa yang mau?" Andri duduk di samping Dimas, ia menyendok dan memakan ice cream.
"Mauuu, om!" sahut Dimas.
"Sini, sayang. Mama suapin ya, tangan kamu kotor soalnya." timpal Bella.
Andri melihat Bella menyuapi Dimas ice cream. Senyumnya mengembang melihat kebahagiaan yang ia rasakan. Dimas yang tertawa, Bella yang sangat cantik karna raut wajah yang ceria tanpa terlihat adanya beban pikiran yang selama ini ia rasakan. Ia merasa bahagia bisa mendapatkan moment dimana dia bisa mengajak Bella dan Dimas pergi bersama.
"Andai kemarin kau menerima lamaranku, Bel. Mungkin sekarang ini kita sudah menikah dan kau akan bahagia karna kau tidak perlu repot-repot bekerja mencari uang." Batin Andri.
***
Sementara di Grandratam Grup.
Seorang pria salah satu karyawan di Grandratam Grup, sedang menerima panggilan telefon dari Bos nya.
"Maaf, Bos. Kemarin saya kecolongan dan sama sekali enggak tau kalau mba Bella terkunci di gudang kantor. Sa-saya pikir mba Bella sudah pulang karna memang sudah jam pulangnya karyawan." Jawabnya sedikit terbata merasa bersalah.
"Baik, Bos. Saya akan coba dan akan mencari tahu."
Setelah Bosnya mengakhiri telefon. Ia berdecak kesal karna baru mengetahui kalau Bella semalaman terkurung di gudang kantor.
"Bodohnya aku. Harusnya kemarin mengecek ulang ke tempat terakhir dia membersihkan ruangan yang di acak-acak oleh pak Nizam."
Pria itu bernama Juandra. Ia di percayakan untuk membantu Bella secara diam-diam. Bosnya yang tak lain adalah Rafka Melvine anak dari pemilik perusahaan Grandratam Grup.
Sewaktu Alfaronizam Melvine mengirimkan bodyguard untuk mencari Rafka dan membawanya ke hadapan Nizam. Tanpa sengaja Rafka melihat Bella melamar pekerjaan di perusahaan papanya. Dan saat mengetahui Bella di terima kerja, Rafka menyetujui keinginan papanya untuk mengelola perusahaan yang ada di luar negri dan itu yang membuat Nizam berubah sifat menjadi sosok penyabar.
Setelah sebulan Bella bekerja di perusahaan papanya, di luar negri Rafka kembali mengingat dimana saat Bella mencari-cari asal suara instrumen biola yang ia mainkan. Ia mengutus Juandra untuk memata-matai Bella dan mencari informasi tentang Bella.
Setelah mengetahui informasi tentang Bella, ia kembali mengingat saat pertemuannya dengan Bella di taman kota. Wanita itu terlihat berantakan, matanya yang sembab seperti habis menangis. Kini Rafka tahu apa yang menyebabkan Bella menangis.
Rafka membantu Bella karna dia adalah wanita pertama yang menyukai instrumen miliknya. Memang banyak yang menyukainya juga, tetapi berbeda dengan Bella, ia melihat di kedua bola mata Bella kalau musik yang ia mainkan seperti berarti di hidupannya. Itu yang membuat Rafka penasaran dan ingin membantu Bella untuk melakukan tes DNA anaknya. Ia sengaja menyuruh Juandra untuk memberinya uang tip tambahan.
"Aku penasaran, apa yang dia rasakan saat mendengar musik biola dan apakah dia masih mengingatku?" tanyanya pada diri sendiri. Rafka mengetuk-ngetuk mejanya dengan jari telunjuk, kemudian ia memutuskan untuk meneruskan kerjaannya yang menumpuk.
.......
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja