REVISI!
Sasha Jessica Tom adalah anak sulung dari keluarga Tom. Terlilit utang dengan mafia besar membuat Sasha harus banting tulang untuk melunasi utang keluarganya.
Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan segala keterpaksaan yang harus ia pertimbangkan, akhirnya Sasha menyerahkan dirinya untuk menjadi seorang selir untuk seorang presdir.
Semua kontrak sudah ia tanda tangani selama ia menjadi seorang selir, namun untuk tidak pernah menaruh perasaan kepada presdir itu sudah tidak bisa Sasha taati.
Sasha mulai mencintai seseorang yang tidak seharusnya ia cintai. Perbedaan kasta membuat Sasha sadar bahwa perasaan ini hanya akan melukai dirinya sendiri.
Note : Buang buruknya dan ambil baiknya (jika ada)
Happy Reading :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MilkyWay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[19] Arion yang Keras Kepala
Dr. Bell keluar dari ruangan Sasha dengan senyum tipis tercetak di wajah cantiknya, "Tidak perlu khawatir, Sasha baik-baik saja. Dia hanya perlu banyak istirahat. Dokter kandungan sedang memeriksa Sasha"
Bell izin pergi pada dua wanita yang sedang menunggu Sasha. Senang rasanya saat melihat ibu Arion juga hadis siang ini. Ini bertanda bahwa wanita itu sudah mengetahui tentang kehamilan Sasha.
"Bell!" Panggil Renata.
Bell langsung membalikan tubuhnya. Ia tersenyum menatap teman ibunya ini, " Iya, kenapa aunty?" Tanya Bell ramah.
"Ada hal yang ingin aunty tanyakan padamu. Apa kau mengenal perempuan yang dirawat itu?" Tanya Renata.
Bell menganggukkan kepalanya, "Dia perempuan bayaran Arion. Aku bertemu dua kali dengannya, pertama saat di ruang kerja Arion dan kedua saat dia tes kehamilan di rumah sakit ini" Jelas Bell.
"Jadi benar perempuan itu sedang mengandung anak Arion?" Tanya Renata ragu. Bagaimana pun ia berniat menjodohkan anaknya dengan perempuan di depannya ini tapi yang terjadi malah seperti ini.
"Besar kemungkinan memang dia sedang mengandung anak Arion jika dia tidak berhubungan dengan lelaki lain. Arion juga mengatakan bahwa dia adalah perempuan baik-baik yang terpaksa melakukan ini untuk membayar utang keluarganya" Jawab Bell.
Bell berharap orang tua Arion tidak memikirkan hal buruk pada Sasha. Karena menjadi Sasha bukanlah hal yang mudah. Ia rela mengorbankan sesuatu yang berharga dari dirinya demi keluarganya.
"Baru saja aunty ingin menjodohkan kalian. Tapi hal ini terjadi. Tapi aunty masih bersyukur, hal ini cepat diketahui. Jika tidak, hubungan kita semua jadi rusak" Ucap Renata dengan nada yang menyesal. Bagaimanpun ia tidak bisa menyalahkan Sasha dalam hal seperti ini dan Arion tetap harus bertanggung jawab.
"Tidak apa aunty, Bell yakin Sasha adalah orang yang tepat untuk Arion. Walaupun dipertemukan dengan keadaan seperti ini, Bell yakin Arion juga memiliki perasaan pada Sasha walaupun mungkin dia sendiri belum menyadari hal itu" Ujar Bell tersenyum pada Renata.
Renata tidak pernah menyangka anak dari sahabatnya ini berhati baik. Padahal Renata takut hubungannya dengan sahabatnya akan kacau karena hal seperti ini.
"Semoga kamu mendapatkan lelaki yang lebih baik" Ucap Renata pada Bell, gadis itu menganggukkan kepalanya dan senyum yang tidak pernah pudar daei wajahnya.
...***...
Setelah menjenguk Sasha yang masih tertidur. Renata pulang ke rumahnya. Malam ini ia harus memastikan sendiri pada Arion. Ia tidak ingin anaknya itu menjadi lelaki yang tidak bisa bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuatnya.
Sebenarnya, masih ada rasa senang di hati Renata. Jika benar Arion yang sudah menghamili perempuan itu, maka sebentar lagi ia akan punya cucu.
Renata juga menghubungi Zico untuk mendapatkan penjelasan dari anak saudaranya itu. Setelah mendapatkan penjelasan lengkap dari Zico, ia semakin yakin dengan pengakuan dari ibu Sasha tentang kehamilan anaknya.
Renata dan beberapa pelayan yang ada di rumah sedang menyiapkan makan malam. Ia sudah memaksa Arion untuk datang ke rumah malam ini.
Saat Arion datang, Renata memasang raut wajah yang hendak menerkam siapapun yang berada di sekitarnya. Ia masih sangat marah karena kelakuan Arion yang suka menghamburkan uangnya untuk membayar perempuan.
Setelah makan malam selesai, Arion hendak segera kembali ke kantornya untuk memeriksa beberapa dokumen lagi. Namun Renata segera mencegahnya.
"Apa kau tidak mau jujur pada Mommy, Arion?" Ucap Renata datar pada Arion.
Tidak mau kalah, Arion malah membalas tatapan marah ibunya dengan tatapan tajam miliknya. Ia tidak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh ibunya ini.
"Tidak ada" Jawab Arion singkat.
"Kami sudah mengetahui semuanya. Kenapa kau tidak mau bertanggung jawab atas janin yang ada di rahim Sasha? Aku selalu mengajarkanmu untuk bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan. Jadi kenapa kau diam saja?" Marah Renata pada Arion. Memang benar iya sangat senang karena akan mendapatkan cucu, tapi masalah kelakuan Arion itu adalah masalah kain.
"Aku tidak mau membuat Sasha terluka karena keegoisanku. Aku bisa memberinya apapun yang diinginkannya, tapi tidak dengan hatiku. Dania masih pemilik hatiku" Balas Arion yang tidak kalah marahnya.
"Sadarlah! Perempuan yang kau puja itu tidak pernah lagi kembali padamu! Untuk apa kau selalu menunggunya!" Teriakan dari Renata membuat seisi rumah langsung bergidik ngeri.
"Jadi apa yang mom inginkan?" Tanya Arion to the point.
"Nikahi perempuan itu" Ucap Renata lantang.
Arion tidak terkejut dengan permintaan sang ibu. Namun bagaimana dengan dirinya, ia sama sekali belum siap untuk menikahi Sasha. Ia menyayangi Sasha tapi ia belum bisa menerima perempuan manapun dalam hidupnya kembali.
"Baiklah" Jawab Arion singkat.
Renata hendak pergi meninggalkan Arion, namun ia mengentikan langkahnya, "Kau tahu kenapa kau dan Dania tidak dikaruniai seorang anak selama dua tahun pernikahan kalian, karena tuhan sendiri tidak pernah merestui hubungan kalian"
Renata pergi meninggalkan Arion dan Roy yang masih duduk di meja makan. Arion tampak diam saja dan sibuk pikirannya sendiri. Sedangkan Roy hanya diam tanpa ikut marah pada putra tunggalnya itu.
"Benar kata ibumu. Mungkin akan sulit untuk menerima seseorang yang baru setelah kau dilukai oleh mantan istrimu. Tapi kau tidak tahu kan bagaimana jika kau membiarkan dirimu terbuka dengan orang lain, mungkin kau akan menemukan sosok yang lebih baik daripada Dania" Nasehat Roy dengan nada yang lembut berharap Arion akan mengerti.
"Seberapa kuat kau menyangkal perasaanmu, namun pada kenyataannya janin itu adalah hasil perbuatan kalian. Kau harus bertanggungjawab atas anak yang ada di kandungan Sasha. Pertemuanmu dengan Sasha mungkin tidak seindah pertemuanmu dengan Dania. Tapi mungkin saja ini cara tuhan untuk mempersatukan kalian. Mungkin Sasha adalah jawaban atas segala luka yang sudah digoreskan oleh Dania" Ucap Roy lagi.
Arion hanya diam menundukkan wajahnya. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Namun perkataan orang tuanya seolah menyadarkan dirinya atas kebodohan yang mungkin sudah ia lakukan selama ini.
Dania adalah bagian terbaik dan terburuk dalam hidupnya. Dan perempuan sebaik Sasha mencoba memperbaiki semua kehampaan yang ada di hati Arion.
Arion juga tidak bisa menyangkal perasaannya pada Sasha. Namun ia takut jika nanti hanya akan menyakiti perempuan itu saat bayang-bayang Dania terus mengikutinya. Arion pasti akan merasa bersalah jika ia membuat Sasha terluka.
"Aku akan mencoba menerima Sasha dalam hidupku. Jika memang inilah takdir kami, aku yakin akan indah pada akhirnya. Aku akan berusaha menjaga Sasha dan melupakan Dania" - Batin Arion.
Roy yakin anaknya itu adalah sosok yang bertanggungjawab. Hanya saja terkadang keadaan memaksa dirinya untuk tetap bertahan di zona aman. Saat ia takut membuka hatinya dan lebih memilih perempuan bayaran sebagai pengisi ruang hatinya.