Selena Rose wanita berusia 20 tahun harus kehilangan suami dan anak didalam kandungannya sekaligus. terikat janji dan sumpah Selena memutuskan sesuatu diluar akal.
Sean Alexander pria berusia 32 tahun berusia matang dan seorang playboy sejati siap memberi benih pada Selena tanpa ikatan pernikahan.
Bagaimana kisah mereka......
Jangan lupa dukung Author dengan Like, Koment dan Vote..
selamat membaca readersku tercinta.....❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Cemburu
Mobil milik Sean memasuki kota, pemandangan gedung-gedung tinggi mulai memanjakan mata, Selena terpukau karna ini pertama kalinya ia memasuki kota lain selain kotanya sendiri, bersama pria yang sebelumnya sangat asing namun saat ini mereka sangat dekat...
"Apa kau lapar Selena, kita akan mampir ke restoran langgananku." ucap Sean tersenyum yang entah mengapa terlihat sangat tampan dimata Selena.
"Baiklah..aku sudah lapar." ucap Selena membalas senyuman Sean padanya,
Mobil memasuki sebuah restoran yang terletak di pinggir pantai, dengan sopan Sean lebih dahulu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Selena. lalau keduanya melangkah beriringan...
"Selamat datang tuan Sean dan nyonya," ucap sang pelayan restoran membungkuk ramah..ia pun tersenyum ke arah Selena.
"Terimakasih." ucap Sean lalu menggenggam jemari Selena menuju meja yang telah ia booking sebelumnya.
Restoran ini memiliki dua lantai yang langsung menghubungkan pandangan tamu dengan View laut yang biru dan tenang. Sean sudah sering makan di tempat ini dan ia sudah punya tempat favorit disini sehingga para pelayan disni sudah hafal tempatnya, karna Sean tidak pernah berganti tempat..
Sean menarik kursi dan mendudukan tubuh Selena...
"Terimakasih Sean." ucap Selena tersenyum lalu mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling lautan yang biru dan tenang, dari jauh tampak perahu nelayan sedang menebarkan jala untuk menangkap ikan.
Sementara Sean terpana dengan kecantikan Selena yang membiusnya. biasanya Sean akan lebih tertarik pada pemandanan yang sama seperti di lihat Selena namun kali ini,Selena lebih indah dari pemandangan laut di hadapan mereka...
Selena sangat cantik dengan tubuh yang tinggi dan padat di setiap sisi yang pas...rambutnya panjang bergelombang dan di biarkan tergerai bebas. gaya Selena terlihat sederhana namun membuatnya semakin manis, dengan riasan tipis..
Sial....Sean bahkan tak mampu mengalihkan pandangannya...
"Silahkan pesan makananmu Selena." ucap Sean membuka menu yang tersedia dan membiarkan Selena memilih...
"Aku di samakan saja dengan pilihanmu Sean, kau pasti lebih tau menu yang enak di restoran ini." Selena mengangkat alisnya..
Sean menghela nafas...sungguh tatapan mata Selena membuatnya mabuk...dan ingin terus tenggelam di dalamnya.
"Baiklah..." Sean menyerah lalu mulai memesan menu yang sama pada pelayan..
Suasana kemali menjadi hening...
"Ceritakan sedikit tentang hidupmu Selena." Sean memusatkan tatapannya pada wanita cantik di hadapannya..
"Tak ada yang istimewa tentangku Sean, aku adalah wanita yang menyukai rumah dan tidak terlaku sering bermain diluar, tentu aku sempat kuliah sebelum menikah...
"Hm...gadis rumahan...apa kau tidak pernah ke pesta."?
"Jarang...aku lebih suka dirumah." sambung Selena lagi...menatap ke arah laut dan, mengabaikan Sean..
"Apakah kau menyukai laut."?
"Aku menyukai ketenangan dan kesendirian." ucap Selena membuat Sean kehilangan kata...
Wanita yang unik....
"Bagaimana denganmu Sean..."? tanya Selena antusias..
"Aku...hm...kebalikan darimu Selena, aku penggila pesta, aku selaku bersenang-senang dengan berbagai jenis wanita berbeda dalam semalam...
Selena menatap dengan ekspresi jijik....namun itu tak membuat Sean menghentikan ceritanya, ia ingin jujur pada wanita ini entah mengapa...
"Itulah diriku yang sebenarnya Selena, maaf jika aku membuatmu tidak nyaman.."
"Aku baik-baik saja, selain terkejut dan tidak habis pikir Sean." Selena mengerdikan bahunya.
"Apa artinya."? lirik Sean...
"Aku tidak mengerti mengapa hampir semua orang memuja dan bangga akan dunia malam, dan bergonta-ganti pasangan..seprti piala bergilir...mereka akan membual dengan cerita omong kosong dan tidak pernah puas akan nafsu yang tidak pernah habis..."
"Itu kepuasan bagi kami Selena.."
"Kepuasan sesaat Sean...ketika kau bangun besoknya, perasaanmu akan sama hampa dan kosong..lalu kau berpikir untuk terus mengulang semua pesta pora yang tidak berujung... setiap malam kau selalu mengulanginya namun tidak kunjung membuatmu puas..namun lagi-lagi tetap saja kau akan merasa kosong setelahnya." ucap Selena yang mampu mendiamkan Sean, pria itu terdiam....menatap Selena dengan dalam..
"Jangan berpikir dari sudut pandangmu Selena, terang saja kau wanita rumahan..ini soal selera."
"Yah..tentu saja Sean aku tidak pernah memaksakan jalan pikiranku hanya saja...sampai kapan kau akan meneruskan kebiasaanmu sementara waktu akan menggilasmu dengan sangat cepat..kau akan sendirian dan kosong." ucap Selena tajam..
"Astaga kau wanita yang kejam." ucap Sean meraih minuman dalam kemasan lalu meneguknya setengah...
"Berpikirlah untuk berhenti Sean...usiamu sudah 35 tahun,tidakkah kau berpikir untuk menikah dan punya anak."?
"Bagaimana denganmu Selena..mudah bagimu bicara,mengapa kau tidak menikah saja dan malah menginginkan anak dariku..padahal kau punya kesempatan untuk hidup baru."
"Tak ada yang akan mencintaiku seperti suamiku Sean, tidak ada....setidaknya aku pernah menikah dan bahagia itu cukup.....Selena mendesah....memejamkan mata sambil menyentuh permukaan perutnya....Aku ingin jika aku benar-benar hamil nanti aku akan hidup berdua dengan anakku saja, bagiku itu lebih dari cukup." ucap Selena dengan suara bergetar..
Mata keduanya saling memenjara masing-masing dengan pikirannya sendiri..Sean terpaku dengan semua perkataan Selena yang seakan menusuk jantungnya...
yah...hatinya bergetar.....
Pelayan datang membawa pesanan mereka sekaligus memutus kontak mata dan kecanggungan yang begitu nyata...
Selena lalu bersikap seperti biasa, berusaha menekan perasaannya yang entah mengapa mulai perduli pada Sean...
"Ini enak sekali." desis Selena menatap makanannya dengan ekspresi lapar..
"Ini bagus untuk kau yang sedang berencana hamil." ucap Sean mengaduk sup rumput laut dan meletakannya di hadapan Selena..
"Terimakasih.." Selena lalu melahap sup itu dan beberapa pilihan menu yang terlihat enak...
Keduanya makan dengan santai dan sesekali bercanda,
"Apakah apartement masih jauh dari sini."? tanya Selena..
"Sekitar 1 jam lagi..apa kau lelah dan mau istrihat dulu."?
Selena menggeleng.....
"Aku harus menelfon seseorang.." ucap Selena
"Siapa."? tanya Sean dengan cepat....
"Aahh...bukan siapa-siapa..."ucap Selena menghindar dari tatapan Sean yang tajam..
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu." ucap Sean berusaha tenang..
"Baiklah..sebentar yah...."
Selena berdiri dan melangkah sedikit menjauh dari Sean, ia harus mengabari kakakknya Radit, bahwa ia sedang berada di kota sekarang.
💝💝
Setelah selesai menelfon, Selena melangkah menuju tempat duduknya namun langkahnya terhenti melihat seorang wanita mendekati Sean, keduanya tampak akrab dan wanita itu sangat seksi, ia tampak menggoda Sean dengan dadanya yang terbuka.....
Selena terdiam....mengapa hatinya menjadi panas...?tapi ia tidak mungkin lari, Sean akan berpikir ia cemburu bukan...?
Selena menguatkan hatinya lalu mendekati pasangan itu...
"Ehm..."
Sean begitu terkejut dan sedikit menjauh dari wanita yang tampak melirik tajam ke arah Selena...
"Siapa dia Sayang."? ucap wanita itu tampak kesal..
Sean menatap Selena dan wanita di sampingnya...
"Kenalkan Selena dia adalah Sonya."
Selena tersenyum....dan mengulurkan tangannya ke arah Wanita seksi itu dengan tatapan jengkel...
"Hai...aku Selena, aku adalah calon istri Sean."
Sonya terkejut......namun bukan ia sendiri, Sean tak kalah terkejut menatap ke arah Selena...dengan tatapan beku....
"Selena..."? desahnya terputus.....
sukses
semangat
mantap
keren
mksh