NovelToon NovelToon
Chaos System

Chaos System

Status: tamat
Genre:Contest / Balas Dendam / Reinkarnasi / System / Kultivasi / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:423.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Huacheng Imut

Mu Chen Xiao mendapatkan kehidupan pertamanya yang cukup mengerikan! Ia dituduh sebagai penjahat dan bahkan dibenci oleh Guru besarnya sendiri juga semua saudara seperguruannya.

Ketika ia memilih untuk mati, waktu seolah-olah sedang mempermainkannya dengan mengembalikan dirinya di kehidupan sepuluh tahun yang lalu sebelum kematiannya.

Akan tetapi, jiwanya menolak untuk kembali dan pada akhirnya digantikan oleh seseorang yang hidup di zaman modern yang terikat pada sebuah sistem yang akan membawanya pada kekacauan.

note:
Bagi yang bingung, silahkan baca chapter 100+ sudah dijelaskan semua di sana.

Ini novel pertamaku jadi, Mo-on maap kalo banyak salah dan ini novel orisinil!

yg bilang TRANSLATE siap-siap tinju melayang di rahang mu.

tg : Arinimase

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 17 - Mendetoksifikasi Racun

Mu Chen Xiao baru mengetahui kalau Ibunya adalah seorang peramu ahli sejak dia berumur empat belas tahun. Dia diberitahu oleh seorang pedagang kuno yang telah hidup selama 92 tahun dan orang itu sangat mengenal siapa Ibunya. Dan jika dilihat di waktu yang sama sebelum Mu Chen Xiao bertransmigrasi, ada seorang pengkhianat di antara tabib-tabib ini yang pernah memaksa Mu Chen Xiao untuk memberikan darahnya sebagai detoksifikasi racun dalam tubuhnya! Tapi, aku masih belum mengetahui siapa pengkhianat di antara kelima tabib ini.

Mu Chen Xiao mengalihkan pandangannya dari kelima tabib yang saat ini telah duduk berbaris di belakangnya. Dia kembali mengambil pisau belatinya dan membakarnya pada sebuah lilin yang menyala.

Setelah dia mensterilkannya, Mu Chen Xiao membuat sebuah goresan kecil tepat pada bekas gigitan ular menggunakan pisau belati miliknya.

Seorang tabib telah menyiapkan sebuah mangkuk besar di sebelah Mu Chen Xiao sebagai wadah untuk darah kotor yang akan ia keluarkan nanti. Dia awalnya ragu untuk melakukannya di hadapan orang banyak. Akan tetapi, demi memperpanjang usianya dan mendapatkan lima ribu keping emas, dia harus tetap melakukannya.

Mu Chen Xiao menghisap darah yang tercemar dari leher Zhao Bingyan dan mengumpulkannya pada satu wadah sedikit demi sedikit. Dan pada akhirnya, setelah dia menghisap cukup banyak darah yang tercemar hingga terkumpul setengah dari mangkuk besar tersebut. Mu Chen Xiao berhenti melakukannya dan kembali mensterilkan pisau belatinya.

Dia kemudian melukai lengannya sendiri dan meneteskan darahnya di bibir Zhao Bingyan agar dia bisa meminumnya dengan mudah. Tidak lama setelah dia meneteskan darahnya, Mu Chen Xiao membiarkan Zhao Bingyan untuk menghisap darahnya untuk beberapa saat sampai keadaannya baik-baik saja.

Seorang tabib menghampiri Mu Chen Xiao dan mengambil semangkuk darah tercemar itu sebelum dia bertanya, "Tuan muda, bagaimana dengan darah yang tercemar? Apakah kita harus membuangnya?"

Mu Chen Xiao menoleh ke arah tabib tersebut dan menjawab, "Ya, darah itu kamu siram di atas tanah akan tetapi, kau jangan sampai menyiramnya pada tanaman yang sedang tumbuh."

Dengan cepat, tabib tersebut langsung mengerti dan menjawab, "Baik Tuan muda. Akan saya lakukan." Ucapnya sambil berjalan keluar kamar dan melakukan apa Mu Chen Xiao katakan tadi.

Wajahnya mulai pucat dan kulitnya mendadak keringat dingin. Dia berulang kali menggigit bibirnya dan menahan sakit ketika Zhao Bingyan malah menggigitnya pada bagian yang terluka dan membuat luka tersebut semakin melebar dan mengeluarkan banyak darah hingga mengotori pakaian mereka.

Mu Chen Xiao menoleh ke arah salah satu tabib yang ada di belakangnya dan berkata, "Setelah aku selesai, aku ingin salah satu dari kalian langsung membungkus perban yang ada di leher Guru besar."

Salah satu dari tabib itu kembali mengangguk dan segera berlari membawa barang-barang yang dibutuhkan untuk mengobati lukanya.

Tidak lama setelah dia berbicara, Mu Chen Xiao melepaskan tangannya dan salah seorang tabib langsung bergerak dan membungkus perban luka yang ada di leher Zhao Bingyan kembali. Dan yang satunya lagi, langsung memberikan Mu Chen Xiao pil penambah darah dan penambah energi untuknya.

"Tuan muda kehilangan banyak darah. Sebaiknya, Tuan muda segera meminum pilnya." Ucap salah seorang tabib yang memberikannya pil penambah darah untuknya.

Nafas Mu Chen Xiao terdengar sangat terengah-engah dan terus memperhatikan luka yang ada pada lengannya setelah Zhao Bingyan menggigitnya berulang kali.

"Aku baik-baik saja. Berikan pil itu untuk Guru besar. Dia lebih membutuhkannya."

"Tapi, jika Tuan muda tidak segera meminumnya, Anda akan merasa pusing dan hilang keseimbangan."

Mu Chen Xiao mendekatkan mulutnya pada telinga tabib tersebut dan berkata, "Sebaiknya kau turuti saja apa yang aku katakan kalau kau ingin kepalamu tetap ada."

Tiba-tiba saja, tabib tersebut merasa merinding dan langsung menjawab, "Ah, iya. Aku mengerti Tuan muda. Aku akan segera memberikannya."

Zhao Yuan berdiri kembali dan berjalan menghampiri Zhao Bingyan untuk melihat keadaannya saat ini.

Tidak begitu parah dibandingkan dengan sebelumnya. Wajahnya pun sudah kembali seperti semula. Dia seperti sedang tertidur pulas dan bukannya sedang menahan racun di dalam tubuhnya.

"Hei! Bocah nakal! Apakah kau benar-benar sudah menyembuhkannya?"

Mu Chen Xiao memalingkan wajahnya sambil melipat tangannya. Wajahnya cemberut seolah dialah yang paling tidak dihargai di sini.

"Hei! Tua bangka! Kau sama sekali tidak menghargai kerja kerasku untuk menyembuhkannya?! Aku menggunakan darahku sendiri untuk mendetoksifikasi racunnya agar dia tidak cepat mati!"

Li Chu Yi tiba-tiba menyusul mereka dan wajahnya berubah sedikit tenang ketika dia melihat Zhao Bingyan yang terlihat baik-baik saja.

Beruntung saja usia Mu Chen Xiao masih sangat muda dan darahnya masih belum tercemar apapun sehingga, dia bisa mampu mendetoksifikasi racun di dalam tubuhnya.

Ketika Mu Chen Xiao masih duduk di tempat yang sama, dia menatap ke arah seorang tabib yang sejak tadi tidak melakukan apapun untuknya. Wajahnya terlihat kesal dan matanya terus menatap tajam ke arah Mu Chen Xiao. Dia pun juga tidak mengerti mengapa tabib ini hanya diam sejak tadi sambil menatap dirinya dengan dingin.

'Aku tidak yakin jika dia satu-satunya pengkhianat di sini. Tapi, hanya dia yang sejak tadi tidak bergerak.'

[[ Berhasil Menyelamatkan Zhao Bingyan ]]

[[ Poin bertambah +1000 ]]

[[ Mendapatkan banyak perhatian ]]

[[ Poin bertambah +100 ]]

[[ Sisa poin akhir, +1500 ]]

'Suara yang meresahkan! Berhentilah bersuara datar seperti g*ogle translate!' batin Mu Chen Xiao sambil menutup kedua telinganya.

Mu Chen Xiao saat ini terlalu lengah dan tidak berhati-hati pada seseorang yang ada di depannya saat ini.

Seorang tabib yang sebelumnya duduk berlutut di hadapannya, tiba-tiba saja dia mengeluarkan sebuah pisau belati yang tersimpan di balik pakaiannya dan langsung bergerak menyerang Mu Chen Xiao dengan cepat.

"Matilah kau Mu Chou Ran!" Teriak tabib tersebut sambil bergerak cepat ke arah Mu Chen Xiao dengan pisau belati di tangan kanannya.

Mu Chen Xiao yang tidak siap dengan munculnya serangan dadakan yang datang padanya, hanya bisa diam di tempat yang sama sambil menutupi wajahnya dengan kedua lengannya yang belum terobati sama sekali.

'Cih! Darimana datangnya pengkhianat ini?!'

Tidak ada yang menduga bahwa ada seorang tabib yang berkhianat dan akan membunuh orang-orang di sana.

Semua orang yang ada di sana, hanya diam dan menontonnya saja karena gerakannya yang sangat cepat dan tidak terduga.

Di saat pisau tersebut hampir saja mengenai kulit dan dagingnya, Mu Chen Xiao merasakan adanya orang ke sepuluh yang mendatanginya dan langsung memepetkannya menuju tempat yang jauh darinya.

Seorang laki-laki dengan rambut yang dikuncir kuda dan pakaian putih bercorak biru, memegang pedangnya dan menebas kepala seorang tabib yang mencoba untuk membunuhnya.

Orang ini, berada di level tujuh alam langit. Lekuk bentuk matanya sangat berbeda dengan apa yang dimiliki oleh Zhao Bingyan dan Li Chu Yi. Mungkinkah dia berasal dari keluarga yang berbeda dengan mereka?

[[ Saudara seperguruan Zhao Bingyan ]]

[[ Cheng Xing Xian ]]

'Cheng Xing Xian?! Dia adalah orang yang mengusir orang-orang Sekte Yin Lang dua hari yang lalu?!'

1
Pendekar New
baru baca..tp gk tau critanya,system gk tau keguna'an nya..mc o'on+tolol
arfan
up
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mari kita lihat kedepannya
Raimon
Kok 10 tahun mendatang....ini kejadian transmigrasi ya pada usia 17 tahun kaan...tapi kok prolognya pada 7 tahun....( 10 tahun ......aneh deh....
gugun hendrayana
##
Shen shandian luo
ampas
Shen shandian luo
balad dendam yg gak seru..karna musuh nya gak ingat apa2...
Pay Lee
top
Vander
siapa raja Xingyue kelima??
😅 sis team hallu 😁
I....... ha... dirrrrr
ズひ丂んノ刀ム
mcnya tll + idiot mana sistemnya juga gunanya ngasih informasi doang belum ngasih skil ke si MC, system kekacauan kah, gua yg tau dari novel lain itu nama kekacauan itu op misal energi alam biasa di serap manusia klw energi kekacauan ga semua orng bisa nyerap tapi sekali serap kekuatan nambah beberapa kali lipat dan pukulan lebih keras beberapa kali lipat,itu kekacauan ya yg gua tau op dari novel laen, ni novel MC latihan aja cuma dikasih tau tmptnya ga dikasih tau prosesnya.isinya cuma kebodohan dan percakapan yg gaada faedahnya iya gua baca di deskripsi ini bukan novel dewa dan iblis fine, tapi ini kan di alam kultivator kan sama² bisa nyerap kekuatan alam, setiap latihan kasih prosesnya lah cok jangan tmpt nya udh gitu, misalnya gamau ribet kasi tau tmpt trs sehari berikutnya naik tingkat trs seterusnya jadi ga kosong banget,
Tan Koto: ide brilian dari Author membentuk karakter kontras ,padahal tujuannya balas dendam 10 tahun kemudian tetapi telah nyicil dan malah memancing kebencian lawannya sebelum dia memiliki kemampuan yang tinggi, karakter yang unik dan arogan, tapi tidak punya visi jauh ke depan.
Anda mengaduk logika pembaca nih , Author ..
total 1 replies
Botha Hantu
hadir
falhas
bagus
KangTidur
Huhuuu senengnya bakal ada novel tanpa genre Romance
Mei
nggak papa Thor ini kalo aku malah lebih suka yg keluarga dari pada roman, kalo roman rasa2nya ketegangan alur ceritanya jadi agak nggak kerasa. hehe kalo menurutku loh ya😋😋

semangat terus thor sehat selalu dan semoga bisa sekuat Thor beneran wkwkwk. ditunggu selalu novelnya yang baru
MOHAMAD amirul hafiez
bila mula thor
KangTidur
Ditunggu karya mu selanjutnya kakak author
Norayolayora: makasih udah baca sampe habis 😁
total 1 replies
Torres Sinaga
#Sistem gak guna#Yoi
Tjik Hen
tdk mendidik mcnya kurang ajar ( DELETE)
Norayolayora: Kan sudah ku tulis di sana. MC nya terlalu toxic🗿
total 1 replies
AndreWhy
masih ga paham ceritanya.....hahahaha....auto hapus
Norayolayora: muehehe... karep mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!