Cakrawala, itulah namanya yang memiliki arti alam semesta.
Cakrawala yang memiliki sifat receh, mudah tersenyum dan ramah yang membuat dia di sukai, tapi berbeda dengan Mentari sang murid pindahan.
Cakra merupakan ketua genk yang bernama Semesta.
Mentari anak pindahan yang sekarang menjadi kutu buku karena hukuman dari orang tuanya. Karna dulunya mentari adalah seorang bad girl.
"Seberapa pun lu menjauh dari gue, lu pasti bakal ketemu sama gue mentari. Karena cakrawala dan mentari tidak boleh berpisah"
RADITYA GAVIN CAKRAWALA
"Kemanapun gue pergi, yang menyambut dan melihat gue adalah cakrawala. Sesuai dengan nama lu, lu adalah alam semesta yang selalu pertama kali melihat dan menyambut gue saat datang"
FREDELLE ANGELINA YARA MENTARI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
"Mau drakor apa?"tanya cakra menoleh ke arah mentari.
"Emm true beauty aja deh"
Cakra mengangguk dan langsung mendownload. Cakra pun berdiri "Bentar ya. Gue mau ngambil es krim yang tadi kita beli"ucapnya sambil ke dapur.
Mentari menepuk dahinya "Bahkan gue lupa beli es krim karna membersihkan tempat ini"
Cakra menyodorkan es krimnya dan di ambil mentari "Makasih" ucapnya dan langsung memakan es krimnya.
Drttt drtttt
Hp cakra berbunyi dan mentari melirik siapa penelponnya.
"Regan"gumam mentari dan mengambil hp nya cakra.
Mentari melihat ke arah cakra. Cakra yang peka langsung mengangguk. Mentari menggeser tombol hijau dan menekan speakernya.
"OI CAK! ADEK GUE, LU KEMANA IN?!"
"Regan?"
"Ehh baby? Kamu dimana? Kenapa belum pulang? Ragil nyariin dari tadi"
"Aku nginep. Ada tugas sama teman. Oh"
"Gak bisa! Pulang sekarang!"
"Suara ragil"batin mentari.
"Kenapa harus pulang? Kalau ujungnya di abaikan"
"Pulang yara"
"Orang gue gak bisa! Ya gak bisa!"
Tuttt
Mentari menutup telponnya
"Mau pulang?"tanya cakra yang melihat ekspresi mentari.
Mentari langsung menggeleng "Gak usah. Gue males ketemu sama dia"
"Yakin?"tanya cakra.
"Iya yakin"ucap mentari sambil menonton dramanya. Cakra mengangguk dan merebahkan badannya di kasur "Kalau ngantuk, jangan di paksakan. Inget besok kita sekolah pagi"ucap cakra memperingatkan mentari. Mentari hanya mengangguk.
30 menit kemudian~~~
Cakra bangun karena merasa haus dan melihat mentari sudah terlelap dengan laptop yang masih menyala. Cakra menghela nafas dan menutup laptopnya. Cakra memindahkan mentari.
"Good night"gumam cakra sambil menyelimuti mentari dan langsung memeluknya.
Kringggggg
Suara alarm berbunyi dari hp cakra. Mentari langsung membukakan matanya dan duduk.
Mentari melihat ke arah cakra "Cakra bangun"ucap mentari sambil menggoyangkan badan cakra dengan pelan.
Cakra yang terusik langsung duduk. Cakra menoleh ke arah mentari sambil tersenyum walaupun matanya agak merem "Pagi sang terbit"sapanya sambil mencium pipi mentari.
"Pagi juga semesta"sapanya balik.
"Gue duluan mandi ya"ucap mentari menatap cakra dan cakra mengangguk.
"Jangan tidur lagi"ucap mentari yang melihat cakra mau merebahkan badannya lagi.
Cakra langsung duduk "Iyaiya gak tidur kok"
Mentari langsung masuk ke dalam kamar mandi dan cakra hanya memejamkan matanya sambil duduk .
Mentari yang sudah selesai mandi menatap cakra dengan datar. Mentari mendekati cakra "Cakra mandi"ucap mentari di depan cakra. Cakra mengangguk dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Awas hati hati"pesan mentari dengan pelan karna mata cakra masih terpejam. Mentari hanya geleng geleng dan memakai pakaiannya.
30 menit kemudian~~~
Cakra dan mentari yang sudah selesai berpakain dan sudah rapi. Mereka pun langsung keluar dari kamarnya.
"Mau sarapan?"tanya mentari sambil melihat ke arah cakra yang sedang memakai bandana di kepalanya.
Cakra menggeleng "Dah gak usah sarapan. Nanti kita sarapan di sekolah aja"
Mentari mengganguk "Yaudah deh. Ayo kita berangkat"ucapnya sambil memeluk lengan cakra. Cakra tersenyum dan mengacak rambut mentari.
Skipp sekolah
Cakra dan mentari memasuki wilayah sekolah. Semua murid menoleh ke arahnya. Bahkan sindi yang melihat dari mobilnya hanya mengepalkan tangannya.
"Wi kayaknya kita harus buat perhitungan ke cewek itu"ucap sindi menoleh ke arah dewi. Dewi hanya mengangguk tersenyum.
Sindi dan dewi menatap satu sama lain dan langsung mengangguk. Mereka pun langsung turun dari mobilnya. Sindi melepas kacamatanya dan bersender di mobilnya.
Cakra membantu mentari membenarkan rambutnya "Sarapan sekarang?"tanyanya dengan lembut.
Mentari mengetuk ngetuk dagunya "Emm sekarang aja. Biar nanti gak lapar".
"Yaudah ayo ke kantin"ajak cakra menarik tangan mentari.
"Buk! Rotinya kasih 2"ucap cakra kepada ibu penjaga kantin.
"Mau rasa apa den?"tanyanya.
Cakra menoleh ke arah mentari "Mau rasa apa?
"Coklat sama susu"
"Kalau den mau rasa apa?"
"Coklat saja bu"
"Bentar ya"
Cakra mengangguk dan memainkan rambut mentari.
"Nih rotinya den" ucapnya sambil memberikan rotinya ke cakra.
"Berapa bu?"tanya mentari.
"15 ribu non"
Mentari mengeluarkan uang 20 ribuan dan memberikan uangnya "Ambil saja kembaliannya bu"
"Makasih banyak non" ucapnya sambil menerima uang mentari. Mentari mengangguk dan langsung menarik tangan cakra.
"Kenapa lu yang bayar?"tanya cakra memberikan roti milik mentari.
"Ya gpp dong"ucapnya dengan santai sambil memakan rotinya.
"Besok besok biar gue yang bayar"ucap cakra sambil mengacak rambut mentari.
Mentari hanya mengangguk "Yaudah sana ke kelas lu"ucapnya.
"Gak bisa. Gue harus nganterin lu dulu"ucap cakra.
"Gak usah"tolak mentari.
"Mentari"panggilnya dengan pelan. Mentari menghela nafas "Yaudah dianterin"
Cakra mengacak rambut mentari "Nahh gitu dong". Mentari hanya cemberut.
"OII CAKRA!"teriak indra dari kejauhan bersama fathan dan kanza. Mereka bertiga mendekati cakra dan mentari.
Cakra dan mentari menoleh bersama"Kenapa?"tanya cakra.
"Lu selalu datang bersamaan. Kok bisa?"tanya mentari yang dari dulu bertanya tanya kenapa mereka bertiga selalu bersama dan datangnya selalu bersama.
"Karna kita bertiga saudara"ucap indra sambil ngerangkul bahu fathan dan kanza.
"Dih siapa yang mau jadi saudara lu"ucap fathan sambil menyingkirkan tangan indra dari bahunya.
"Kita bertiga setiap hari bersama karna kita dari markas ke sini. Jadi ya bersama"ucap fathan yang di angguki kanza.
"Ouhhh. Eh kenapa si garis kagak tidur di markas kayak kalian?"tanya mentari yang membuat mereka terdiam.
"Itu gak penting. Ayo gue antar ke kelas"ucap cakra dan langsung menarik tangan mentari.
"Tapi kan-"
"Shutt jangan nanya kek gitu. Ayo masuk kelas. Belajar yang rajin ya. Jangan lihat lihat cowok lain. Paham?"ucap cakra kepada mentari di depan kelas mentari.
Mentari hanya memutar bola matanya dengan malas "Sangat penting?"tanya mentari.
"Penting lahh sayang"ucap cakra sambil menguyel uyel pipi mentari.
"Tapi masalahnya gue tuh punya mata cakra"
"Maksud cakra jangan lihat cowok lain seperti jangan dekat dekat sama melihatnya jangan terlalu sering. Nanti lu suka"ujar cakra.
"Iya iya iya. Gue mau ke kelas dulu. Lu jangan bolos. Kalau bolos, gue marah"ucap mentari sambil masuk ke dalam kelas.
Cakra hanya mengangguk dan langsung pergi dari kelas mentari. Cakra menghampiri temannya dan berbincang bincang. Mata cakra menyipit karna melihat mobil yang tak asing baginya masuk ke dalam sekolah.
"Kayak kenal"batin cakra yang masih menatap mobil BMW yang bernuansa hitam itu. Ragil turun dari mobilnya yang membuat cakra terkejut.
"Kakak ipar"gumam cakra yang di dengar oleh indra.
"Kakak ipar?"tanya indra yang membuat fathan dan kanza menoleh.
Cakra langsung menutup mulut indra "Jangan brisik tolol"kesal cakra. Indra mengangguk dan matanya melihat ragil. Indra langsung melepaskan tangan cakra dari mulutnya.
"KAKAK IPA-HEMM"teriak indra yang langsung di bekap oleh cakra.
"Gue udah bilangan jangan brisik bego!"ucap cakra dengan jengkel.
Ragil yang tadi menatap sekeliling sekolah pun menoleh ke arah cakra dkk. Ragil langsung menghampiri cakra.
"Pagi bang"sapa cakra dengan canggung.
"Adek gue ke mana?"tanya ragil dengan datar.
"Di kelasnya"
"Dimana?"tanya ragil.
Cakra menunjuk kelas mentari yang berada di lantai 2. Ragil mengangguk dan langsung menepuk nepuk punggung cakra "Makasih ya dan makasih juga udah jaga yara"ucapnya sambil berlalu dari hadapan cakra.
Cakra mengangguk "Sama sama"ucapnya dengan pelan.
walau awal ny bingung alur cerita nya Giman cuma seru kalo d baca...
ngalir aja asik pokok nya