NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:17.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Buat para readers, sebelum memberi komentar jelek, sebaiknya baca hingga akhir Bab supaya tahu cerita yang sebenarnya.


Season 1

Arzio Roland, Seorang pria berusia 38 tahun terpaksa menikahi seorang gadis ingusan berusia 18 tahun, Mayra. Pernikahan itu terpaksa ia lakukan hanya untuk mengubah imej dirinya yang sering disebut perjaka tua menjadi pria beristri.

Beda halnya dengan Mayra, ia terpaksa menyetujui pernikahan ini demi adiknya, Rio yang masih berusia 3 tahun. Ia ingin adiknya mendapatkan pendidikan yang bagus sama seperti perjanjian yang dilontarkan oleh Tuan Arzio Roland kepadanya.


Season 2

Arash Ibrahim yang mendadak menjadi suaminya Zaira Roland, anak gadis Arzio Roland dan Nyonya Humayra, ditinggalkan oleh calon suaminya dihari pernikahan mereka.

Arash sudah lima kali menikah namun masih perjaka di usianya yang sudah 38 tahun. Akan kah Arash dan Zaira bisa bersatu untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejahatan Alexander

Setelah kepergian MUA itu, Mayra segera membereskan peralatan Make up nya yang berserakan diatas meja rias didalam kamar Tuan Zio. Kemudian ia berencana mengganti pakaian seksinya dengan pakaian yang biasa ia kenakan.

Saat membuka pintu kamar, Mayra terperanjat. Seorang lelaki yang ia kenali sedang berada di depan kamar Tuan Zio.

"Mau apa anda disini? Tuan Zio sedang tidak ada dirumah." ucap Mayra sambil memegang daun pintu.

"Aku tau, bukankah aku rekan kerjanya." ucap lelaki itu

"Lalu mau apa anda disini?" tanya Mayra

"Aku ingin kau menemaniku hari ini." ucapnya sambil melepaskan Jas yang sedang ia kenakan dan melemparnya sembarangan.

Mayra merasakan lelaki itu ada niat jahat kepadanya. Ia segera menutup pintu kamar itu namun ia kalah cepat. Lelaki itu mendorong pintu itu dengan keras hingga membentur wajah Mayra dan membuatnya terpental kebelakang.

"Mau apa anda, Tuan!" tanya Mayra sambil beringsut dari tempat ia terjatuh.

Lelaki itu menatapnya dengan tatapan buas sambil melepaskan dasi serta kemejanya.

"Kau tau Mayra? Aku dan Zio bersahabat sudah sejak lama. Kami selalu berbagi apa saja, uang, makanan, minuman termasuk wanita. Aku sudah meminta izin kepada Zio untuk melakukan ini kepadamu dan ia mengizinkannya. Jadi sekarang layani aku dengan baik!" ucapnya sambil menutup pintu kamar itu.

"Tidak mungkin Tuan Zio melakukan itu kepada saya!" Mayra mencoba bangkit karena lelaki itu terus mendekatinya.

"Kau tidak mengenal bagaimana sifat Zio yang sesungguhnya, Mayra. Kau juga bukan siapa-siapa untuk Zio. Dia hanya mencintai Rachel, takkan ada sedikit pun celah di hatinya untuk dirimu." kata lelaki itu sambil menarik tangan Mayra dengan sangat kasar.

"Jangan Tuan, aku mohon!" ucap Mayra lirih

"Kau semakin cantik saja, Mayra. Aku semakin bergairah kepadamu." ucap lelaki itu sambil mencoba meraih bibir Mayra.

Mayra menundukkan wajahnya dan mencoba menghindari lelaki itu. Namun kekuatannya tidak sebanding dengan lelaki bertubuh kekar itu. Tubuh Mayra dibanting dengan kasar hingga membentur tempat tidur. tidak cukup sampai disitu lelaki itu juga memukulnya sebagai pembalasan dendamnya.

"Ampun, Tuan...." Mayra menangis lirih sambil meminta ampun kepada lelaki itu.

"Teruslah memohon, Mayra... aku semakin bergairah melihatmu seperti ini." ucapnya sambil menjatuhkan tubuh Mayra ketempat tidur.

Lelaki itu menindih tubuh Mayra dan mulai menggerayangi tubuhnya tanpa belas kasihan.

"Tolong!!!" Mayra berteriak dengan keras,

Lelaki itu panik dan menyumpal mulut Mayra dengan selimut. Ia juga mencoba melepaskan celananya dan mulai menaikan dress seksi yang sedang dikenakan oleh Mayra.

Namun belum sempat lelaki itu menjamahnya. Seseorang menghajarnya dari belakang dan terjadilah perkelahian dikamar itu. Kedua lelaki itu bergulat dengan sangat hebat. Mereka ganti pukul dan saling tendang.

Mayra ketakutan, ia bersembunyi dipojokkan tempat tidur sambil meringkuk memeluk lututnya. Ia tidak berani melihat kedua lelaki itu bergulat. Beberapa barang milik Tuan Zio rusak dan berserakan di lantai.

Akhirnya perkelahian itu dimenangkan oleh seseorang yang berusaha menolong Mayra,

"Tuan Alexander, betapa memalukannya perbuatan anda! Sebagai seseorang yang berpendidikan seperti anda, anda malah melakukan sikap tidak terpuji kepada istri sahabat anda sendiri!" ucap Aditya

"Awas kau, Aditya! Aku akan balas perbuatanmu! Jangan kau kira karena kau adalah orang kepercayaan Tuan Zio maka aku tidak bisa memecatmu. Kau salah, aku pastikan kau akan dipecat hari ini juga!" teriak Tuan Alex.

Lelaki itu mengambil pakaiannya dan melenggang pergi. Setelah keluar dari kamar itu, Alex segera menghubungi Zio.

"Zio, istrimu sedang berselingkuh dengan orang kepercayaanmu, Aditya! Kalau kau tidak percaya sebaiknya segera pulang dan lihat apa yang mereka berdua lakukan dikamar kalian."

Zio meradang ketika mendapatkan kabar buruk itu, tanpa pikir panjang dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Dia terus mengeluarkan sumpah serapah dari mulutnya.

"Oh! Saat kamu bilang ingin mengambil sesuatu yang tertinggal dikamar mu rupanya itu hanya sebuah alasan, Aditya?! Ternyata kau hanya ingin menemui Mayra, jangan-jangan anak yang dikandungnya bukanlah anakku! Bangs*t!!!"

Sementara itu,

"Mayra... kemarilah, aku tak akan menyakitimu!" ucap Aditya sambil mengulurkan tangannya kearaha Mayra yang menangis dipojokkan tempat tidur.

Mayra tetap pada posisinya, ia benar-benar ketakutan dan terus menangis sambil memeluk lututnya.

"Ini aku, Aditya! Aku berjanji tidak akan menyakiti mu." ucap Aditya lagi sambil mendekati Mayra

Akhirnya Mayra mengangkat wajahnya. Terlihat kening dan sudut pipinya membiru, akibat pukulan yang dilakukan oleh Tuan Alexander.

"Sini, aku bantu mengobati luka mu..." katanya lagi sambil meraih tubuh Mayra yang bergetar karena ketakutan.

Mayra menatap wajah Aditya, lelaki itupun sama. Luka lebam menghiasi wajahnya akibat pukulan yang dilancarkan oleh Tuan Alexander.

Aditya mendudukkan Mayra di tepian tempat tidur dan mengambilkan salep luka yang ada di kotak P3K. Aditya mengoleskan nya dengan sangat lembut sambil memberikan senyuman terbaiknya untuk Mayra yang sedang ketakutan itu.

"Mayra, mengapa Tuan Alexander bisa ada disini?" tanya Aditya

"Aku tidak tau, tiba-tiba saja dia sudah ada didepan pintu kamar." sahut Mayra sambil menitikkan air matanya.

Aditya mengambil selimut yang tergeletak di lantai kemudian menyelimuti tubuh Mayra,

"Sebaiknya, Jangan kenakan lagi pakaian yang seperti ini. Aku takut akan lebih banyak lagi yang akan berniat jahat kepadamu akibat pakaian mu yang terlalu terbuka dan mengundang hasrat lelaki yang melihatnya." ucap Aditya sambil menatap lekat wajah Mayra yang menunduk.

Mayra semakin menangis lirih, "Aku sudah mencoba mengatakannya kepada Tuan Zio, namun dia malah memarahiku..." ucap Mayra sambil terisak

"Dasar lelaki mata keranjang! Istri sendiri disuruh berpakaian seperti seorang jalang. Apa dia tidak kasihan dengan istrinya yang polos ini? Aku yang bukan siapa-siapanya saja merasa sangat iba!" batin Aditya.

"Aku lumayan dekat dengan Tuan Zio. Nanti akan ku bicarakan tentang hal ini kepada Tuan Zio. Semoga saja dia bisa mengerti." kata Aditya sambil tersenyum manis kepada Mayra yang mulai bisa mengontrol emosinya.

Tuan Zio sudah tiba di halaman depan dan segera memarkirkan mobilnya secara sembarang. Benar saja, ia melihat sebuah mobil perusahaan sedang terparkir tak jauh dari tempat ia memarkirkan mobilnya saat ini.

"Ternyata benar, lelaki bedebah itu ada dirumah ini. Awas saja kalian, aku akan bunuh kalian jika kedapatanku melakukan hal yang tidak senonoh." gumam Tuan Zio

Para keamanan terlihat bingung, kenapa majikan mereka datang tergesa-gesa apalagi ekspresi wajahnya terlihat mengerikan.

Zio melangkahkan kakinya dengan sangat cepat, ia bahkan tidak memperdulikan para pekerjanya yang menyapa dan tersenyum kepadanya. Pikiran Zio saat ini hanya tertuju pada kamarnya, ruangan paling nyaman diantara seluruh ruangan yang ada dirumah megahnya itu.

...----------------...

1
Intan Pakpahan
jd bingung manggilny yakkk, berarti Rio anak tirinya Mayra donk yakkk 🤭😁
Yuliati Soemarlina
yg melakukan Alex ya ?
Yuliati Soemarlina
cerita ini serba kebetulan...dipertemukan dg orang yg dicari...tdk usah cari jauh"..😁😁..kenapa zio panggil ke asistenten richad dg panggilan tuan ?
Yuliati Soemarlina
nah begitu zio..laki" harus tegas n punya prinsip
Yuliati Soemarlina
lk" biadab
Yuliati Soemarlina
kasihan mayra hanya dimanfaatkan zio...
nissa
enak kan setelah light kebenaran nya
nissa
Jan memang iya
nissa
ulah alexander tu
nissa
lanjut
nissa
akhirnya bertemu hugs kayak beradik ini
nissa
Venetian Aditya kg akak nya humaira
nissa
semoga humayra adik nya Aditya jadi tidal Ada hubungan darah dengan rio
nissa
lanjut
nissa
hadeh
nissa
dug menegangkan nih
nissa
berarti ibunya Mayra yang ke ganjenan Sama zio
nissa
terlambat
nissa
parah,
nissa
parah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!