Kaylee Ririn Queen Victory Smith, yang biasa dipanggil Ririn adalah anak kedua dari keluarga Smith. Awal hidupnya tenang tapi tak berlangsung lama, hidupnya kacau karena kedatangan anak perempuan yang diangkat oleh orang tua tanpa memberitau dirinya. Semenjak saat itu, Ririn menjadi perempuan yang sangat dingin dengan keluarganya.
Ririn juga merupakan Leader dari Mafia Black Tauruz untuk menggantikan kakeknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
^^^Jangan mengadalkan orang lain untuk menentukan kebahagiaanmu hanya kamu yang bisa bertanggung jawab untuk itu^^^
^^^_Kaylee Ririn_ ^^^
Happy Reading guys
Raja, fadil, dan raka sudah berada di depan apartement nandra. Mereka akan melabrak nandra karna bisa bisanya nandra membawa ririn ke apartmentnya tanpa memberitahu raja, fadil dan raka.
Tok tok tok
Raka mengetuk pintu dan langsung aja dibuka oleh ririn. "Ehh kalian ayo masuk"ucap ririn mempersilahkan raja, raka dan fadil masuk.
Mereka bertiga saling pandang dan langsung mengangguk. Perasaan ririn sudah gak enak dan benar saja mereka bertiga langsung memeluk ririn dengan erat sampai sampai ririn terhuyung ke belakang.
"Huaaa babang raka kangen dedek ririn"ucap raka sambil dramatis.
"Iya king juga kangen queen, kenapa nginep di apartment nandra sihh"ucap raja merengek.
"Abang kangen adek"ucap fadil.
"Astaga kak, ririn juga kangen kalian"jawab ririn sambil mengelus rambut mereka bergantian.
"Kak lepas dulu ya, aku mau masak dulu"ucap ririn dengan lembut.
"Gak mauuu"rengek mereka bertiga.
"Kalian lapar gak?"tanya ririn dengan sabar.
"Lapar"jawab mereka serempak.
"Yaudah lepas dulu, ririn mau masak dulu, mending kalian duduk dulu"ucap ririn sambil berusaha melepaskan tangan mereka bertiga.
"Yaudah dehh"ucap raka dengan lesu.
"Nhh gitu, bentar ya"ucap ririn sambil masuk ke dapur dan melanjutkan memasaknya. Mereka bertiga pun duduk di sofa dan langsung diam dan gak melakukan apapun hanya cuma memandang ririn dari jauh.
"Udh gue duga, kalian mau kesini"ucap nandra yang baru keluar dari kamarnya dengan ketus.
"Gue gak bakal biarin ririn berduaan sama lu!"jawab raka tidak kalah ketus.
Nandra, raja, dan fadil melotot mendengar ucapan raka yang ketus biasanya juga bercanda. Langsung aja fadil mengecek suhu dahi raka. Mulai menempeli telapak tangannya di dahi raka. Raka langsung menepis tangan fadil dan menatap fadil dengan tajam.
"Apa apaan sihh lu"ucap raka dengan sinis.
"Gue kira lu demam"jawab fadil dengan tampang bodohnya.
"Gue gak demam! Lu kalik yang demam!"ucap raka dengan kesal.
"Idih ngegas lu! Gue hanya bermonolog"elak fadil.
"Bermonolog apaan!"ucap raka sambil melepas sepatunya dan langsung mengangkatnya untuk melempar ke arah fadil.
"TANGAN KOSONG KALAU BERANI"jawab fadil sambil berdiri dan langsung memasang teknik kuda kuda.
"Ayo siapa takutt"tantang raka sambil berdiri dan langsung membuang sepatunya ke sembarang arah.
Nandra dan raja hanya memutar bola matanya dengan malas karna mereka berdua selalu kek gini. Ririn yang sedang asik memasak mendengar keributan dari ruang tamu. Ririn mendongak dan benar saja fadil dan raka memasang teknik kuda kuda.
Ririn menghampiri mereka semua. Nandra dan raja yang melihat muka ririn memerah pun langsung berdiri tegak.
"Apa lu liat liat!"ucap raka saat fadil menatap tajam ke raka.
"Idih gr banget jadi orng! Gue kan punya mata jadi serah gue dong mau liat siapa"jawab fadil dengan sinis.
"Ehem! Udah?!"ucap ririn dengan dengin sambil melipat tangannya di dada. Fadil dan raka menoleh ke arah ririn dan langsung meneguk salivanya.
"Lu sihh" ucap raka menyalahkan fadil.
"Lu"
"Lu"
"Lu"
"Lu"
"Lu"
"DIAMMM!"bentak ririn. Fadil dan raka langsung kicep. Ririn memegang palanya.
"Iss kalian tuhh kayak anak kecil aja"ucap ririn sambil geleng geleng.
"Maafin kita Queen"ucap raka dan fadil bersamaan dan langsung bersimpuh sambil memegang telinganya.
"Huhh, iyaiya aku maafin. Sekarang bagun! Dan duduk di meja makan! Makanan udah mateng"ucap ririn sambil menuju ke dapur. Saat melewati nandra, ririn berhenti dan langsung aja mendekati ke muka nandra. Nandra yang melihat ririn hanya memejamkan matanya dan...
Cup
Ririn mencium pipi nandra dengan cepat dan langsung aja ririn ke dapur karna pipinya memerah menahan malu. Nandra terkejut atas kelakuan ririn tapi nandra hanya tersenyum. Raja, fadil, dan raka hanya melihat tanpa komentar karna takut dimarahi oleh singa kecil.
"AYOO KITA MAKAN!!"seru ririn saat di meja makan. Mereka berempat pun langsung menghampiri ririn dan langsung duduk.
"Ayo cobain. Sebelum makan kita doa dulu"ucap ririn dan mereka hanya mengangguk dan langsung doa.
"Yasudah makan. Jangan ada yang berbicara!"tegas ririn dan mereka lagi menganggukan palanya.
Di sekolah
"Gani sangat aneh bangett, baru kak raja dan kak raka ngomong gitu"ucap abel.
"Iya aneh banget, coba lu tanyain"ucap nanda.
"Huhh iya"jawab abel sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ehh menurut kalian, ririn kemana ya?"tanya nara.
"Gak tau. Coba telpun"ide adel.
"Ck! Gue lupa dari tadi"ucap nanda sambil memukul palanya pelan dan langsung mengambil hpnya dan langsung menekan no nya.
"Halo rin"
"Ouhh nanda,kenapa nan?"
"Lu kenapa gak sekolah?"
"Ohh itu ririn telat bangun hehe"
"Ouh begitu. Tapi lu gpp kan?"
"Ririn gpp kok"
"Bagus dehh"
"Ehh kalian diem dulu napa. Ririn lagi telpunan sama nanda"
"Iya Queen!"
"Kok rame bener suaranya?"
"Iya nihh kak. Soalnya ririn ada di apartementnya kak nandra"
"APA?!"
"Eh kenapa nan?"
"Gpp kok. Udah dulu ya"
"Iya dehh"
Tutt
"Gimana gimana?"tanya abel.
"Ririn ada di apartement nya kak nandra"jawab nanda.
"Hah?! Kak nandra?!"kejut nara.
"Apaan nihh seru bangett kayaknya"ucap galang dengan hebohnya.
"Ini lang, ririn ada di apartementnya kak nandra"jawab nanda.
"Hah?! Nandra?!"ucap dika dengan terkejut.
"Kenapa ka?"tanya bara.
"Aciee babang dika ketauan suka am dedek ririn"ucap galang sambil mengejek.
"Hm"dehem dika.
"Wahh beneran lu ka? Hahaha"ucap gani sambil ketawa.
"Kenapa bisa ketauan sihh"gerutu dika dalam hati.
"Udah. Ayo pulang"ucap nara sambil berdiri dan langsung jalan.
"Iya ayo"jawab abel sambil menyusul nara.
"Bye semua"ucap nanda sambil melambaikan tangannya dan cuman galang yang membalas lambaian nanda dan lainnya cuma ngangguk. Kenapa mereka gak bareng? Karna para cowok mau ngumpul di rumahnya dika. Kenapa para cewek gak ikut?
Karna mereka tau para cowok ada saatnya kumpul.
Di apartement nandra
Mereka semua sudah selesai makan dan semua sedang nonton di ruang tamu. Mereka semua duduk di bawah beralaskan karpet bulu
Posisi mereka:
Ririn duduk dengan kaki di luruskan sambil menyender disofa, nandra tidur di pahanya ririn sambil menghadap ke perut ririn, raja duduk disamping ririn sambil memeluk ririn dari samping, fadil tiduran di kaki panjang ririn dan raka berada di samping ririn lagi satunya sambil meluk ririn dari samping. Ririn hanya tersenyum melihat semuanya dan tiba tiba hp ririn bergetar. Semuanya menoleh ke arah ririn.
Drtttt
"Halo"
"Ouhh nanda,kenapa nan?"
"Lu kenapa gak sekolah?"
"Ohh itu ririn telat bangun hehe"
"Ohh begitu. Tapi lu gpp kan?"
"Ririn gpp kok"
"Bagus dehh"
"Heh seharusnya gue yg ada disitu,bukan lu"celutuk fadil kepada raka
"Wleee. Yang duluan dia dapat"jawab raka sambil menjulurkan lidahnya
"Ehh kalian diem dulu napa. Ririn lagi telpunan am nanda"
"Iya Queen!"jawab mereka berdua serempak
"Kok rame bener suaranya?"
"Iya nih kak. Soalnya ririn ada di apartementnya kak nandra"
"APA?!"
"Ehh kenapa nan?"
"Gpp kok. Udah dulu ya"
"Iya deh"
Tutt
"Siapa?"tanya nandra sambil
mendongak ke arah ririn.
"Nanda"jawab ririn sambil mengelus rambut nandra.
"Ouhh"ucap nandra sambil memeluk pinggang ririn dan langsung tidur.
"Iya"jawab ririn dengan singkat sambil mengelus rambut raja dan raka yang ada disampingnya. Mereka berempat semua sudah tertidur. Ririn yang melihat mereka semua tersenyum manis. Ririn ikut memejamkan matanya.
maaf ya thor ..
buat motivasi biar jadi lebih baik laik