NovelToon NovelToon
JODOHKU MAJIKANKU

JODOHKU MAJIKANKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:92.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nie Junie

Risha yang akan dijodohkan memilih kabur dari rumahnya, dan akan bertahan dengan bekerja menjadi ART.

Namun siapa sangka ternyata tempat ia bernaung adalah rumah lelaki yg akan dijodohkan olehnya.

Bagaimana Risha mengahadapi perjodohan ini, bagaimana lika liku yang akan dihadapi Risha?

Nantikan ceritanya disini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nie Junie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17 - KE TAMAN

"Masa iya gue cemburu?" Rayhan memegangi dagunya berpikir, tak menghiraukan Esa yang bertanya.

"Gue punya lagu buat lo Bos" Esa tersenyum kemudian menyalakan music player yang ada di mobil Rayhan.

Inginku bukan hanya jadi temanmu

Atau sekedar sahabatmu

Yang rajin dengar ceritamu

Lagu dari Yovie and The Nuno sejenak didengarkan oleh Rayhan dan ternyata tanpa sadar ia resapi, "Masa iya harus jadi sahabat dulu sih!".

Dan saat sudah berada pada bagian lirik yang kembali membuatnya berpikir keras.

Biarkan aku untuk jadi kekasihmu

Karena tak percaya ungkapan

Cinta tak harus memiliki

Terlambat jika aku harus berubah

Kuterlanjur ingini semua

Yang ada didalam dirimu

Mungkinkah akan segera mengerti

Seiring jalannya hari

Sungguh ku tergila padamu

Yang ada bila tak juga kau sadari

Akan kutempuh banyak cara

Agar engkau tau semua mauku

Seperti dua lirik terakhir lagu tersebut, Rayhan memang harus menempuh banyak cara sepertinya. Ia pun tak patah arang, akan ia siapkan sebaik mungkin segalanya. Rayhan tersenyum mengingat Risha akan datang sore nanti menemuinya.

*******

Sekarang sudah pukul tiga sore, Risha sedang bergelayut dengan pekerjaannya. Ia telah selesai menyiangi semua sayuran dan sedang menggoreng beberapa bahan untuk ia masak bersamaan nanti sepulangnya ia dari taman. Pukul setengah empat semua telah selesai.

Kini Risha tengah membersihkan diri dengan cepat karena tak ingin Rayhan menunggunya terlalu lama di taman. Ia selesai pukul empat kurang lima belas menit. Berbalut dress berwarna toska dengan panjang sedikit di bawah lutut dan begitu pas di tubuhnya Risha tampil anggun sore ini. Ia juga memoles tipis wajahnya agar tak terlalu pucat. Ia mengenakan flatshoes yang senada dengan dressnya semakin membuatnya terlihat cantik.

Risha menuju taman hanya dengan berjalan kaki karena jarak yang dekat. Berjalan ke taman cukup hanya dengan sepuluh menit, semoga ia tak terlambat.

*******

Risha sedang berjalan menuju taman, ia melihat banyak anak-anak tengah bermain bersama di sana. Ia menyapu keadaan sekitar belum dilihatnya keberadaan Rayhan, mungkin belum datang pikirnya.

Namun saat ia tengah duduk di bangku taman ada seorang anak yang menghampirinya, anak tersebut memberikan secarik kertas lalu ia pergi sebelum Risha bertanya padanya. Risha yang bingung membuka kertas tersebut dan membaca note yang ada didalamnya.

"Bukalah mata dan hatimu kelak kamu akan melihat dimana aku"

Rayhan

Risha melihat ke sekeliling, mencari lagi keberadaan Rayhan. "Ck, dimana sih" Risha menatap jauh ke arah sebuah danau kecil yang berada di taman tersebut dan tersenyum setelahnya.

Ia berdiri berniat menghampiri pria yang dicarinya sedari tadi, namun langkahnya terhenti karena seorang anak kecil yang menghampirinya. Anak tersebut membawa setangkai bunga mawar putih, kesukaannya. Diberikannya bunga tersebut kepada Risha, kemudian anak itu langsung pergi berlari menjauh.

Risha melanjutkan langkahnya menuju danau kecil namun lagi-lagi langkahnya terhenti, kini seorang anak sekitar usia delapan tahun menghampirinya dan memberikannya sebuah cokelat, kesukaannya lagi. Kemudian anak kecil tersebut melambaikan tangannya, meminta Risha untuk menunduk dan membisikkan sesuatu ke telinganya, membuat mata Risha membulat sempurna dengan senyum mengembang.

Kini ia melangkah lagi menuju danau dan saat ia sudah berada di jembatan yang berada ditengah danau tersebut lagi-lagi lagkahnya terhenti. Pria yang dicarinyalah yang kali ini telah berada di depannya. Dengan senyum manisnya Risha menyambut kedatangan Rayhan, pria yang ditungguinya.

"Udah kamu terima pesan aku?" tanya Rayhan dan dijawab anggukkan oleh Risha.

"Gimana?" tanya Rayhan lagi.

"Apanya?" Risha balik bertanya.

"Ck, pertanyaan aku yang kedua" Rayhan berdecak sedikit kesal.

"Mas jangan bercanda" Risha menanggapi dengan candaan, tak lucu menurutnya.

Hal ini sudah Rayhan prediksi sebelumnya, dan akhirnya ia pun terpaksa harus melaksanakan rencana cadangan yang ia sudah rencanakan sebelumnya.

Rayhan berlutut di depan Risha kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya, dinaikkan benda tersebut dan saat tepat berada di depan Risha dibukanya kotak kecil itu.

"Aku ga tau kamu akan anggap aku bercanda atau serius, tapi ini tulus dari hati aku. Will you?" Risha tak mampu berkata-kata ia hanya membuka mulutnya dan menutupnya dengan telapak tangan, ia sangat tak menyangka.

"Mas Ray?" panggil Risha dan Rayhan pun menjawabnya dengan anggukkan kepalanya.

"Ini serius beneran?" tanya Risha lagi.

"Sampai Mas tahu semua...kesukaan saya?" tanya Risha terjeda karena bingung menyusun kata, Rayhan menganggukkan kepalanya.

"Iya Risha Adreena Kautsar" jawab Rayhan seraya tersenyum tulus.

Deg!

"Kok Mas Ray tahu?" Risha terkejut mendengar apa yang baru saja Rayhan ucapkan.

"Kamu ga akan pernah menyangka semua bukan? Begitupun aku" Rayhan berkata seolah itu adalah jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan dalam hati.

"Tapi Mas Ray--" ucapan Risha terjeda terdengar sebuah suara yang ia tebak itu adalah suaranya.

"..aku ga tau Bi, ini perasaan apa. Tapi setiap dekat sama dia kok rasanya senang, nyaman, jantung aku deg-degan. Kaya mau lompat-lompat dari tempatnya. Belum lagi kalau lihat senyumnya, meleleh aku Bi. Aku belum pernah ngerasain ini sama cowok lain sekalipun. Pernah ngerasain ini sama cowok yang aku suka, tapi dia udah ga ada sekarang. Apa ini yang namanya suka, sayang, cinta?"

Putaran suara tersebut berakhir di sana, ya itu adalah suara Risha saat ia sedang dilanda rindu ketika Rayhan pergi beberapa hari dinas keluar kota. Ia yang murung ditanyai oleh Bi Zah dan Risha menjawabnya dengan sangat polos dan jujur kala itu.

Risha malu, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bagaimana mungkin ceritanya yang hanya sekali dan singkat itu bisa terabadikan di sana? Pelakunya tak akan lari bukan? Tapi ia adalah senior di tempatnya bekerja, Risha harus bagaimana?

Rayhan yang sadar Risha sedang malu akhirnya beranjak berdiri dan memegang tangan Risha yang menutupi wajahnya. Menurunkan kedua tangan tersebut agar Risha dapat menatapnya. Di pegangnya dagu Risha dangan satu tangannya lalu diarahkan wajah Risha agar tepat berada di depan wajah Rayhan. Kini mereka hanya berjarak beberapa centi saja.

"Aku serius, kamu ga percaya?" tanya Rayhan lembut.

"Belum Mas Ray" jawab Risha singkat dan jujur.

Dan kemudian mereka mendengar rekaman suara yang entah sedari tadi datangnya dari mana.

"...harus gimana gue Sa? Ternyata gue udah suka duluan sama dia, tahu Adrian sempat naruh perasaan sama dia aja gue udah kalang kabut rasanya. Ga mau kejadian yang lalu terulang lagi dalam hidup gue, gue mau dia yang pertama dan terakhir buat gue. Ga akan gue biarin siapapun rebut dia dari gue"

Kini putaran suara milik Rayhan yang terdengar, membuat Rayhan seketika mematung dan merasakan panas diwajahnya. Entah darimana curhatannya kemarin bisa tersimpan dan kini diperdengarkan oleh Risha dan dirinya sendiri, ia yang mendengar saja bisa berpikiran, sebegitu frustasinyakah ia saat itu?

"Mas Ray?" panggil Risha meminta kepastian dengan sorot matanya.

"Iya itu aku, sekarang kamu percaya?" sudah kepalang tanggung, lagi pula jika dengan ini bisa meyakinkan Risha ia tak akan melewatkan kesempatan emas bukan?

"Tapi saya cuma--" ucapan Risha terpotong saat jari telunjuk Rayhan tepat mendarat di bibir mungil Risha tangan satunya sudah ia sematkan ke sebelah jari tangan Risha.

"Aku udah tahu kamu Risha, apa perlu aku jabarin apa aja yang kamu suka dan ga suka untuk yakinin kamu lagi?" tanya Rayhan dan dijawab gelengan kepala oleh Risha.

"Terus?" lanjut Rayhan dengan sorot mata memohon, sangat jelas dari binar matanya bahwa Rayhan memang menginginkannya dan ia pun jujur dengan perasaannya.

"Will apa dulu Mas?" Risha balik bertanya merasa ucapan Rayhan pertama kali hanya menggantung.

"Will you marry me?" tanya Rayhan sambil menggenggam tangan Risha satunya lagi, membuat Risha tambah tercengang karena yang ada dipikirannya adalah "Will you be my girl friend" misalnya, selangkah lebih maju dari batas pertemanan mereka, bukan langsung melompat ke jenjang pernikahan.

"Seriously?" tanya Risha lagi tak percaya, Rayhan pun menganggukkan kepalanya mantap seraya tersenyum.

Rayhan tahu pasti akan banyak hal yang dipertanyakan oleh Risha maka dari itu ia sudah menyiapkan segala jawabannya dan juga kesabarannya. Untuk kali ini saja ia akan selalu menunggu meski tak tahu kapan akan berujung.

"Yes I will" dengan senyum yang terpancar dari wajahnya Risha menjawab pertanyaan yang sedari tadi ingin Rayhan dengar jawabannya seraya menganggukkan kepalanya. Ia malu sebenarnya kini, bagaimana seorang asiaten rumah tangga bisa bersanding kelak dengan tuannya.

Tapi ia mantapkan hatinya karena ini bukan pekerjaan sebenarnya, ini hanya karena ia sedang kabur dari rumah. Bicara masalah rumah sepertiya Risha harus kembali karena sudah menemukan tambatan hati saat ini, paling tidak ia bisa mengganti yang dijodohkan olehnya dengan Rayhan dan tidak akan membuat orang tuanya terlalu kecewa.

"Are you serious?" tanya Rayhan merasa tak percaya ternyata ia tak harus menunggu lama untuk ini, yang ada dipikirannya ia akan menunggu beberapa hari atau beberapa minggu bahkan bisa berbulan-bulan.

Rayhan langsung mengangkat tangan kanan Risha untuk menyematkan cincin berbentuk love pada ringnya dan dihiasi batu berwarna biru laut berbentuk sama dengan ringnya di jari manis Risha. Sangat pas dan manis berada di jari Risha.

Rayhan dan Risha sama-sama tak bisa berkata-kata, perasaannya selama ini yang mereka rasa ternyata saling berbalas. Diraihnya pinggang Risha dan mendekatkan jarak mereka tanpa celah. Rayhan merangkul bahu Risha seolah tak ingin berpisah darinya setelah ia mendapatkan jawaban yang sangat dinantinya.

Jantung mereka sama-sama berdegup tak karuan rasanya, seperti ada pesta kembang api di dada mereka. Risha merasa terharu atas perlakuan Rayhan kepadanya, ia merasa bahagia atas semua ini dan ia berharap ia hanyalah satu-satunya. Rayhan yang juga merasa terkejut karena jawaban yang diharapkan begitu cepat ia dapatkan, hanya bisa berkaca-kaca ia yakin kini bahwa pilihan orangtuanya adalah yang terbaik.

Saat mereka tengah melepaskan perasaan masing-masing terdengar suara dari balik tumbuhan semak yang berada dekat dengan mereka.

"Aduh...iss" suara seseorang yang sepertinya Rayhan sangat mengenalinya.

Tak berapa lama muncul seseorang dari balik semak tersebut sedang menepuk bagian lengannya dan membersihkan celana kerjanya dengan tangannya yang diusapkan di bagian betis.

"Esa lo ngapain?" tanya Rayhan bingung dan saat ia ingat sesuatu.

"Jangan-jangan--" ucapan Risha terjeda, ia berpikir hal yang sama dengan yang Rayhan pikirkan saat ini.

Namun yang jadi perhatian masih sibuk dengan celana kerjanya yang ternyata sedang dirubungi oleh banyak semut karena dari tadi ia berada dibalik semak tersebut. Ia sadar dua orang dewasa di depannya sedang meminta penjelasan, namun dengan santainya ia tak menghiraukan dan malah meminta tolong.

"Tolongin gue Ray! Jangan bengong!" kesal Esa yang melihat Rayhan hanya menontonnya saja dari tadi.

"Suruh siapa lo disitu!" ucap Rayhan namun tak urung ia mendekat dan menolong sahabatnya, membantu membersihkan semut yang masih tersisa.

"Gimana? Enak?" tanya Rayhan lagi mengejek Esa yang sudah kena batu dari tingkahnya.

"Ga enak, tapi karena buat sahabat gue bela-belain nih!" ketus Esa mencebikkan bibirnya.

"Duh gitu aja ngambek. Makasih ya Bro" ucap Rayhan kemudian merangkul sahabatnya.

Risha hanya memperhatikan bagaimana dua sahabat itu berinteraksi sangat dekat. Dan saat Rayhan melambaikan tangannya kepada Risha memintanya agar ia mendekat, Risha pun menurut.

"Selamat Ris, gue ga nyangka kalau kalian berjodoh. Ternyata selama ini Rayhan bukan ga dapet cewek yang disuka, tapi menunggu jodoh sempurna datang dihidupnya" ucapan Esa sontak membuat wajah Risha bersemu, apa dia bilang tadi, jodoh?

Risha yang tadi menjawab "Yes, I will" sebenarnya tak menyangka kalau ini adalah suatu perubahan dalam hidupnya yang besar nantinya. Ia pun tak tahu kalau jodoh yang disiapkan oleh orang tuanya adalah Rayhan Wijaya Kusuma. Orang yang sama, yang sama-sama kini sudah mengisi hatinya.

Kini mereka berjalan bertiga menuju mobil Rayhan, mereka berencana akan makan diluar bersama keluarga merayakan hari jadi Rayhan dan Risha. Di benak Risha kini seperti merasakan suatu hal yang mengganjal karena ada yang belum ia ceritakan tentang dirinya kepada Rayhan, ia berjanji akan menceritakannya di saat yang tepat, tapi nanti.

*******

Kini mereka bertiga sudah berada di dalam mobil untuk pulang ke rumah Rayhan. Esa berada di belakang kemudi sedangkan Rayhan dan Risha berada dibelakang. Rayhan semula akan menyetir namun Risha menolak duduk di sampingnya karena merasa tak enak hati, akhirnya Rayhan menyuruh Esa yang menyetir dan ia duduk dibelakang bersama Risha.

Walaupun sudah protes dan mengancam akan mogok bekerja tapi Rayhan tak memperdulikan Esa sebab ia tahu sahabatnya akan bahagia melihatnya bisa bersama dengan wanita yang dicintainya. Sampai pada saat Esa mengingatkan lagi perihal janjinya dulu kepada Risha.

"Jadi gimana Ray, mau konferensi pers atau tayangan di televisi?" tanya Esa membuat Rayhan yang sedari tadi tengah merasakan euforia dalam hatinya mendadak diam.

Risha yang melihat perubahan raut wajah Rayhan langsung bertanya karena bingung, "Kenapa Mas?"

Rayhan menggelengkan kepalanya pelan, seolah menjawab segalanya baik-baik saja. Tapi tidak dengan hatinya, ia ingin kedua orangtua Risha mengetahui hal besar ini, tapi semuanya belum bisa ia lakukan.

Mereka sudah sampai di rumah dan saat akan turun Risha menarik lengan Rayhan ia ingin mengutarakan apa yang ingin ia bicarakan sedari tadi.

"Kenapa Ris?" tanya Rayhan saat ia sudah menoleh ke arah Risha.

"Jangan bilang orang rumah dulu ya, saya malu" ucap Risha dengan wajah memohon.

"Kalau aku ga kelepasan ya, aku juga ga mau kamu ngomongnya saya saya gitu. Kamu ga lagi asistenku sayang" ucapan Rayhan sontak membuat pipi Risha bersemu, ia belum terbiasa.

"Gemas deh kalau kaya gitu" lanjut Rayhan mencubit hidung mancung Risha.

"Tapi Mas--" belum selesai Risha bicara ucapannya pun terpotong oleh Rayhan.

"Aku ga mau tau, ga ada penolakan" Rayhan langsung bergegas memegang handle pintu mobil dan langsung keluar.

Risha yang masih sedikit kesal hanya memberengut dan memutar badannya agar ia keluar dari pintu disebelahnya, namun tak disangka ternyata Rayhan sudah membukakan pintu untuknya. Mereka hanya tinggal berdua saja di mobil karena Esa langsung turun dari mobil sesaat setelah sampai.

Rayhan mengulurkan tangannya membantu Risha keluar dari mobil dan uluran tangannya pun diterima oleh Risha walaupun ia tengah sedikit kesal.

"Hubungan baik ga usah ditutupi Risha, kecuali kamu berhubungan sama papaku baru ditutupin" seketika mata Risha membulat mendengar perkataan Rayhan.

"Tapi kan kita niat baik Ris, emang kamu ga mau berbagi kebahagiaan dengan mereka?" lanjut Rayhan menatap wajah Risha yang berubah sendu.

Mereka masih berada di teras depan rumah saat sedang bercakap baru saja. Rayhan akhirnya menarik tangan Risha untuk segera masuk dan tak disangka ternyata keluarga Rayhan sedang berkumpul di ruang keluarga dengan Esa juga tentunya. Mereka otomatis langsung melihat ke arah Rayhan, Risha dan tangan mereka? Mereka saling menggenggam. Pertanda apa ini, pikir mereka secara bersamaan tanpa ada yang tahu satu sama lain.

1
nisa
mksih kk ok critanya👍👌
Dewi Anggriani Efendi
ZzzZu
Anyta Djami Lay
visualnya
Aldy Yhla
💖💖💖💖
nie junie
buat pembaca novelku ini, yang mau ikutin kisah anaknya Risha dan Rayhan bisa ke apk yang lambangnya G ya...
terima kasih semua...
salam sayang...
TK
👍
StrawCakes🍰
aku mampir kak💖
StrawCakes🍰: sama-sama kak Junie
total 2 replies
❤ yüñdâ ❤
modus oohh modus 😂😂😂
nie junie: harus dong kak...biar tambah lengket 😂😂
total 1 replies
Bang Regar
👍👍👍👍👍👍
❤ yüñdâ ❤
nerus lg bacanya 🙈🙈🙈
nie junie: maacih kak yun 😗😗
total 1 replies
Neti Jalia
10 like untukmu🤗🙏
🜲 P̶e̶a̶c̶e̶M̶i̶n̶u̶s̶O̶n̶e̶
hmmm
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
next
🏘⃝Aⁿᵘᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝ȋ⏤͟͟͞R🍒⃞⃟🦅
tap tap neng
🏘⃝Aⁿᵘᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝ȋ⏤͟͟͞R🍒⃞⃟🦅: udah masuk list..sabar ya🤣
total 2 replies
TK
salam Anne dan Anna 🙏✌️
TK
next Thor
🌷Srie❤💋🍆
baru mampir lg
Rahmalia Maricar
next kak
TK
2 jejak semangat
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ ve
Siapa yg tergila-gila dengan mama Risha, sehingga anaknya jadi korban penculikkan 😱

Semangat thor nie 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!