Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
Setelah pergi dari mansion Realino, mereka pulang ke rumah
Nara mendudukkan angga di sofa dan pergi mengambil kompresan dan air hangat juga kotak P3K
"Buka baju lo" titah nara
Angga melepas bajunya, dengan telaten nara membersihkan bekas luka cambukan angga dan mengoleskan obat pada lukanya
Setelah selesai nara membereskannya dan pergi ke dapur untuk membuatkan makanan
Nara kembali membawa dua piring, nara memberikan salah satunya pada angga
Mereka makan sambil menonton film horor
Selesai makan nara mencuci piring kotornya
"Angga anterin ke mall yah" ucap nara
"Emang mau beli apa" tanya angga
"Mau beli bahan makanan sama senjata buat di modifikasi" ucap nara
"Ohh kapan"
"Sekarang angga ayoo" ucap nara menarik tangan angga ke kamar dan memilihkan bajunya
Setelah selesai mereka berangkat ke mall
Skip mall
"Nar beli apa dulu " tanya angga
"Beli kebutuhan di rumah dulu" ucap nara
Mereka mengelilingi mencari apa yang mereka butuhkan
Angga memerhatikan sekitar, angga bersmikir melihat salah satu barang
"Nar beli ini yuk" ucap angga
Nara menoleh dan memperhatikan benda yang di pegang angga
Nara menjitak kepala angga saat mengetahui benda yang di pegang angga
"Itu ****** angga, kamu mau hubungan sama siapa hah" ucap nara
"Ya kali aja kamu mau kan" ucap angga sambil menaik turunkan alisnya
"Enggak ada, simpen ketempatnya lagi"
Angga menurut menyimpan kembali benda itu pada tempatnya, dengan wajah cemberut
Drtt drtt
Ponsel angga berbunyi
"Nar gue angkat telpon dulu yah" ucap angga langsung beranjak
"Halo ada apa anda menelpon saya" tanya angga di dalam telpon
Kamu daddy jodohkan dengan rekan bisnis daddy
"Saya tidak mau" ucap angga dingin
Kau harus mau, atau kau jangan pernah kembali kerumah
"Baiklah aku terima"
Tidak ada penolakan pokonya kamu daddy jodohkan
"Saya tidak mau dan tidak akan pernah mau" ucap angga langsung menutup sambungannya
Angga kembali menghampiri nara dengan wajah dinginnya
Angga terus mengikuti nara dengan wajah datar
Setelah selesai belanja dan membeli senjata untuk di modifikasi, nara dan angga kembali ke rumahnya
Sampai dirumah angga langsung beranjak ke kamarnya
"Tu anak kenapa yah"gumam nara
Nara menggedikkan bahu dan beranjak kedapur menyiapkan makan malam
"Angga ayo makan dulu" Teriak nara
Nara yang sudah lapar memilih makan duluan
Selesai makan nara mencuci piring kotornya hingga bersih
Nara bingung mengapa dari tadi angga tidak turun untuk makan malam
Nara menyiapkan makan untuk angga dan menghampiri angga yang ada dikamar nya
Nara memasuki kamar, mata nara bergerak mencari angga dan matanya berhenti tepat di arah balkon
Nara berjalan menghampiri angga yang berada di balkon
Nara membuka balkon dengan hati hati tanpa menimbulkan suara
Nara berjalan mendekati angga yang tengah duduk di kursi rotan untuk berdua dan menepuk pundak angga
Angga menoleh dengan tatapan sayu pada nara dan kembali memalingkan wajahnya menatap langit yang penuh bintang
Nara menghela napas, menyimpan piring makan di meja sebelah kursi dan menatap angga
Nara menangkup dengan lembut dan mengarahkan pandangan angga ke wajahnya
"Kamu kenapa" tanya nara lembut
Angga menggeleng
"Jujur sama aku, kamu kenapa" tanya nara lebih lembut
Angga menggeleng
Nara mengecup pipi angga dengan lembut
"Kamu kenapa" tanya nara lagi
"Aku rindu keluarga aku yang dulu" jawab angga
Angga menengadah menatap beribu ribu bintang yg berkelap kelip
"Dulu mommy selalu turutin semua keinginan aku. Walaupun daddy gak sayang sama aku, daddy selalu berusaha nurutin semua keinginan aku dan gak pernah main fisik"
"Yah itu hanya masalalu" ucap angga sembari tersenyum pada nara
Nara tau, sangat tau apa yg dirasakan angga saat ini
Nara menarik angga dalam dekapannya
Angga membalas dekapan tersebut dan membenamkan wajahnya di ceruk leher nara
"Aku tau, aku tau semua yang kamu rasain, kamu tenang aja ada aku yang selalu menjadi keluargamu" ucap nara sambi mengelus lembut kepala angga
"Sekarang jujur apa yang terjadi, hmm" ucap nara sambil menangkup wajah angga dengan kedua tangannya
"Daddy, dia mau jodohin aku sama anak rekan bisnisnya" ucap angga sembari menunduk kebawah
Nara mengusap halus pipi angga
"Gak apa apa, kita hadapi semuanya bareng bareng okey" ucap nara lembut dibalas anggukan oleh angga
Nara mengambil piring di atas meja dan menyuapi angga
Nara menyuapi angga sampai habis, nara memberikan minum pada angga
Angga menerima dan meminumnya, nara menyimpan piring dan gelas di meja
Nara mengelap sudut bibir angga dengan ibu jarinya
Angga tersenyum dengan perlakuan nara padanya
Angga menarik pinggang nara merapat padanya dan meletakkan kepala nara di bahunya
Mata mereka terpejam menikmati hembusan angin
"Khmm"
Nara dan angga menoleh, nara mengangkat sebelah alisnya
"Siapa dia dek" tanya ******
"Pacar" bukan nara yang menjawab melainkan angga
****** dan bang rival melongo tak percaya
Baru saja mereka membuka mulutnya untuk bertanya, di potong oleh nara
"Kita ngobrol di dalem aja" ucap nara
Nara mengambil piring dan gelas berjalan masuk dan langsung ke dapur membersihkannya
Sedangkan ******, bangriv dan angga berada di ruang keluarga
"Berapa lama lo udah pacaran sama adek gue" tanya ******
"Baru beberapa hari" jawab angga
"Tapi kok kalian kaya udah kenal lama? setau gue, adek gue gak bakal deket sama orang yang dia kenal" tanya bangriv
"Kenal nama waktu nara pindah ke AIHS" jawab angga
"Jadi maksud lo, lo udah kenal adek gue tapi gak tau namanya" ucap ******
Angga mengangguk
"Terus kapan kalian ketemu pertama kali"
"14 oktober 2014 waktu umur gue 12 thn, saat-" ucapan angga terpotong oleh nara
"Saat pelantikan Queen dan King Mafia" potong nara dan duduk di samping angga
"Berarti lo juga mafia" tanya ******
Angga mengangguk
"Setelah pertemuan pertama, pernah ketemu lagi gak" tanya bangriv
"Sering" jawab angga
"Lo anggota mafia mana"
"DM"
"Tapi perasaan, anggota DM yang ketemu nara maksimal leader sama 2 atau 3 orang tangan kanannya deh" ucap bangriv
"Hooh tuh, gue juga gak pernah liat lo jadi tangan kanan DM" ucap ****** menyetujui
Angga mengeluarkan identitas diri dan memberikannya pada ******
****** menerimanya dan membacanya, matanya melotot tak percaya
Melihat respon ******, bangriv langsung merebut dan membacanya, mata bangriv juga melotot tak percaya
Bangriv dan ****** saling pandang
Braak
"Jadi lo King yang kemarin" teriak ****** dan bangriv sembari menggebrak meja
"Astagfirullah" ucap nara sambil mengelus dada nya
Angga mengangguk menanggapi mereka
"Wah bakal jadi tranding topic nih kalo satu dunia tau" ucap ******
"Iyah betul tuh, nanti kabar Queen dan King mafia nikah, trs punya anak yang ucul ucul" ucap bangriv membayangkan apa yang terjadi kedepannya
Nara dan angga hanya tersenyum tipis menanggapi nya
Setelahnya mereka menonton film horor bersama sama dengan tenang, yang walaupun terkadang terdengar teriakan ****** dan bangriv
"Anjir itu hantunya ngagetin aja dah"
"Aaaa,, hantunya nongol"
"Lo jadi setan ngapa serem amat dah"
Yah begitulah omelan bangriv dan ******
Nara dan angga hanya menonton dengan diam
"Bang gue sm angga, ke kamar duluan yah" ucap nara di beri anggukan oleh bangriv dan ******
Nara dan angga beranjak ke kamar
Di kamar nara langsung membuka leptop dan menganalisa semua perusahaan nya
Sedangkan angga menunggu nara sambil berbaring di ranjang
Angga terus menunggu sampai akhirnya terlelap
"Angga ayo, katanya mau bicarain tentang mafia BB" ucap nara yang masih merapikan leptopnya
"Angga-" ucapan nara terhenti saat melihat angga yang tertidur pulas
Nara tersenyum tipis, dan membenarkan posisi angga lalu menyelimut nya sebatas dada
Nara mengelus rambut angga dan mengecup keningnya dan beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya
Selesai mandi nara langsung berbaring memunggungi angga
Secepat kilat angga yang masih setengah sadar memeluk nara dari belakang
Nara yang merasakan tangan melingkar di pinggangnya, tak menolak sama sekali
Dan nara dan angga pun terlelap
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini