NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

Halloo semua. Semoga kalian suka ya sama novel ku. Ini novel pertama aku yang sengaja alurnya ku buat lambat di awal. Yang pasti bakal ada menguras air mata dan tawa. Jangan lupa like dan komen yang positif ya biar aku makin semangat nulisnya.

Terima kasih.

Ternyata dia sama seperti ku. Kami sama sama sudah kehilangan sosok papa. Aku sangat paham dengan apa yang dirasakan olehnya. Apalagi dia seorang gadis dan masih sekolah, pasti sangatlah berat kehilangan papanya. 

"Ehm sudah malam. Kakak pamit pulang dulu ya. Kamu jangan terlalu lama istirahatnya. Ingat, bunda butuh kamu." pamit Hardin sambil memberikan nasehat pada Rania agar tidak tidur terlalu malam.

Ku putuskan untuk pulang agar dia juga bisa segera  istirahat. Aku yakin, kejadian tadi pasti menguras tenaganya. Aku pun berjalan keluar kamar dan langsung menuju mobil untuk segera pulang.

Di kamar inap

Rania mendekati tempat tidur sang bunda. Wajah yang dulunya sangat segar kini terlihat pucat. Tidak ada senyuman tulus lagi di wajahnya. Yang ada sekarang wajah yang terlihat pucat dan lemah dengan mata yang masih tertutup rapat seolah enggan bangun.

Rania mengambil kursi dan duduk di samping tempat tidur bunda. Di mengambil tangan bunda dan di genggamnya dengan lembut. Perlahan terdengar isak tangis Rania yang tertahan karena takut membangunkan bunda nya. Badannya terguncang karena menahan tangis.

"Bundaa, bunda harus kuat. Bunda gak boleh nyerah sama penyakit bunda, bunda harus semangat untuk sembuh bunda hiks hiks. Jangan tinggalin Ran bunda. Ran cuma punya bunda sekarang..Ran mohon bunda harus semangat untuk sembuh hiks hiks hiks demi Ran bunda" suara tangis yang sedari tadi Rania tahan akhirnya keluar juga dan terdengar sangat pilu. Jika ada orang di dekat situ yang mendengar, pasti akan bisa merasakan kesedihan Rania saat ini.

Lelah menangis akhirnya Rania tertidur sambil menggenggam tangan bunda nya. Di balik pintu ruangan bu Maya, ada seseorang yang ternyata dari tadi melihat dari kaca. Ada rasa sesak saat ia melihat dan mendengar tangisan Rania. Saat melihat Rania tertidur, dia membuka pintu dengan perlahan agar Rania tidak terbangun.

Di elusnya dengan sayang rambut Rania.

"Kamu harus kuat untuk tante Maya. Cuma kamu yang bisa kasih semangat untuk nya agar bisa cepat sembuh. Aku janji akan selalu ada untuk kamu."

Setelah mengatakan itu, dia pun keluar dari kamar bu Maya. Rania yang samar samar mendengar suara pintu ditutup pun terbangun. Di lihatnya ke arah pintu tapi tidak ada siapa siapa. Dia melihat ke arah jam dinding, jam menunjukkan pukul 00.30 tengah malam. Dan akhirnya Rania memutuskan untuk tidur kembali agar besok dia kembali fit.

Pagi harinya tepat pukul 8, Rania terbangun saat merasakan elusan tangan seseorang di kepalanya. Dia mendongak dan melihat bunda sudah bangun dan sedang tersenyum ke arah nya. Walaupun wajah bu Maya masih pucat, tapi tetap terlihat cantik di mata Rania.

"Bunda dah bangun dari tadi ya? kok gak banguni aku sih.? ucap Rania sambil mengucek mata dan menguap.

"Gak tega bunda banguni kamu nak. Kelihatannya kamu capek banget. Makanya bunda biarin aja kamu tidur."

"Emmhh.." Ran mengangguk. "Bunda sudah makan?" sambungnya.

"Udah sayang, tadi begitu diantar suster sarapannya bunda langsung makan. Tinggal minum obat saja yang belum" Bu Maya menatap dengan sendu wajah anaknya yang terlihat masih sangat mengantuk.

"Kalo kamu masih ngantuk, tidur aja lagi nak gak papa kok" pinta bu Maya pada Rania karena merasa kasihan melihat anaknya yang masih sangat mengantuk itu.

"Gak bunda. Rania mau jagain bunda di sini. Hari ini Ran izin gak masuk sekolah bun sampai bunda keluar dari rumah sakit" ucapan Rania membuat ibu nya sedih. Karena dia merasa hanya menjadi beban anaknya saja.

"Bunda gak apa apa kok nak tinggal sendiri disini. Kan ada perawat yang bisa bantuin bunda nanti. Sekolah kamu tinggal beberapa waktu lagi. Kalo kamu sering izin trus ketinggalan pelajaran gimana nak? kan sebentar lagi kamu ujian akhir" bunda menasehati anaknya seraya meminta agar tetap ke sekolah.

Terdengar suara helaan nafas Rania.

"Ya sudah. Tapi untuk hari ini Rania tetap izin ya bunda. Kan udah telat juga kalo mau ke sekolah."

"Iya sayang."

"Emh nak. Boleh bunda tanya sesuatu sama kamu.?

"Ya bolehlah bunda. Bunda mau nanya apa.?"

"Siapa yang sudah bantu bawa bunda ke sini nak.? Dan kenapa bunda diruangan kelas 1. Seharusnya bunda dirawat di ruangan yang biasa aja nak."

"Hemh yang bantu Ran bawa bunda kesini tu temen Rania bund. Kemarin malam karena Rania panik ngeliat bunda, Rania nelpon siapa saja yang Rania dapat nomornya. Dan ternyata nomer teman Ran itu yang ke sambung. Yaudah dia langsung datang kerumah deh" Rania menjelaskan perihal orang yang membantunya membawa bunda ke rumah sakit.

"Oo gitu. Cewek apa cowok nak?" goda bu Maya sambil tersenyum simpul melihat anaknya yang terkejut.

"Cowok bunda. Dia itu orang yang ngajak Ran kerjasama bun. Jadi dia itu punya hotel, dan dia mau kalau di hotelnya nanti ada acara kue nya dari Rania bun."

"Oh ya? Wah anak bunda udah punya rekan bisnis sendiri nih."

"Iyaa. Emangnya Ran belum cerita ya sama bunda kalo ada yang ngajakin Rania kerja sama.?"

"Emmh kayaknya belum deh nak. Atau mungkin sudah tapi bunda yang lupa."

"Masa sih? Jadi gini bun, dia pertama kali makan kue aku di kafe kak Ryan. Trus dia suka sama kue buatan kita, diminta deh tu nomer Rania ke kak Ryan. Nah semalam Rania ketemuan sama dia untuk bahas masalah kerja sama."

"Alhamdulillah. Anak bunda hebat banget sih. Bunda bangga sama kamu nak. Tapi kamu tetap harus menomorsatukan sekolah kamu ya sayang. Kan tinggal beberapa waktu lagi. Bunda gak mau fokus kamu jadi terbagi karena ini."

"Iyaa bunda. Lagian Ran juga udah bilang kok ke dia kalo mau pesan harus ngabarin minimal h-2. Jadi Ran bisa mempersiapkan semuanya."

"Emmh nak, apa gak sebaiknya bunda pindah ke kamar yang biasa aja? kayaknya biaya sewa kamarnya besar deh." tanya bunda dengan hati hati.

"Udah. Bunda gak usah mikirin itu dulu ya. Yang penting bunda sehat dulu. Masalah biaya itu urusan Rania. Kita kan bisa pakai uang yang masih ada di tabungan bun."

"Maafin bunda ya nak. Hiks...hiks.. Bunda udah nyusahin kamu. Udah ngebebanin kamu" lirih bu Maya.

"Ssstt bunda apaan sih. Bunda sama sekali gak nyusahin aku dan gak jadi beban buat aku. Ran kan anak bunda, jadi sudah sewajarnya Rania mengurus bunda kalau bunda lagi sakit."

"Mending sekarang bunda istirahat deh ya biar cepat pulih badannya." sambung Rania.

Rania membantu membaringkan badan bu Maya. Dia mengambil hp dan mengirim pesan di grup chat pada kedua sahabatnya.

R : Guys, hari ini aku gak ke sekolah. Bunda tadi malam pingsan dan sekarang lagi di rawat di rumah sakit. Tolong izinin ke wali kelas ya. 😘

Setelah mengirim chat, rania ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat di dalam kamar mandi, Rania seperti mendengar suara orang ngobrol. Dia pun mempercepat mandinya. Setelah selesai dia pun bergegas keluar untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengan sang bunda.

"Hai manis" terdengar suara berat dari seseorang yang Rania kenal. Rania pun tersenyum saat melihat sosok itu

Terima kasih sudah mampir di novel ku. Jangan lupa klik like, favorite dan tinggalkan komen yang positif ya.

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!