Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.
saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.
Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.
Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Orang tua Dirga berkunjung
Setelah Dirga selesai santap siang Bening membereskan peralatan makan ingin segera pulang.
Tapi Dirga memahan dia butuh bantuan untuk membaca berkas-berkas keuangan yang masih tersisa.
Mengandalkan sarah hanya membuat Dirga emosi,
kelihatan sekali gadis itu keberatan membantu, padahal memang tugas sekretaris untuk- membantu atasan.
Lagipula berkerja bersama bening lebih menyenangkan daripada sekretarisnya yang ketus.
Berkat bantuan bening dan Bayu akhirnya mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Jam pulang kantor tiba, Bayu segera membereskan berkas-berkas tadi dan menyimpannya rapi bersama dokumen penting lainnya.
Besok mereka akan melakukan pengauditan di departemen keuangan.
keuangan kantor benar-benar kacau, makanya perusahaan bangkrut
"Aku tak menyangka ternyata Fadhil telah mencuri uang perusahaan hingga triliunan dolar. Di pakai untuk apa uang sebanyak itu?" Dirga bercakap dengan bayu saat mereka berjalan bersama menuju lobby.
Bening mengekor dibelakang mendengarkan percakapan kedua pria gagah yang berjalan lebih dahulu.
" Dia membeli Aset pribadi diluar kota, yang akses pariwisatanya maju serta beberapa Asset lainnya dikota-kota besar yang padat penduduk."
" Asset itu seperti apa?" Tanya Dirga penasaran
" Tanah, Rumah, villa, Apartemen, tempat hiburan malam, penginapan atau losmen.Intinya, dia memakai uang yang dia curi untuk membuka usaha baru yang bisa memberi keuntungan bagi kantong pribadi." kata bayu
"keterlaluan sekali, aku akan merebut kembali semua Asset itu dan mengembalikan semua pada perusahaan, selidiki berapa banyak Asset yang dia miliki yang dibelinya menggunakan uang perusahaan.
"Secepatnya saya akan selidiki" kata Bayu bersemangat.
"Terima kasih bay.."
" iya pak..Saya pulang dulu.." pamit bayu
Dia langsung pergi setelah Dirga mengangguk.
Darmo supir pribadi dirga sudah menunggu diparkiran. Melihat bening dan Dirga datang dengan sigap membuka pintu mobil.
" Selamat sore, tuan Dirga dan Nona bening" Dia membungkuk hormat.
" Sore pak.." Sahut Bening ramah sambil tersenyum manis. Keduanya masuk kedalam mobil di ikuti Darmo
" Bagaimana perasaan tuan dihari pertama bekerja, apakah menyenangkan?" Tanya bening menatap lekat wajah Dirga.
" iya aku senang sekali, ternyata meski buta, aku masih bisa melakukan banyak hal yang aku sukai. Jauh lebih baik daripada mengurung diri dikamar" Dirga tertawa.
Lalu beralih melihat ke arah bening
" terima kasih bening, semua ini berkat kamu.."
" Sudah tugas saya untuk selalu mendukung anda tuan.." kata Bening.
Dirga diam, dia menatap ke arah bening lama. haruskah dia menahan bening pergi setelah keadaannya jauh lebih baik, tapi Dirga tak punya alasan
"Setelah semua normal apakah kau akan pergi?" Tanya Dirga hati-hati.
Gadis itu membalas tatapan kosong Dirga penuh arti
" Sebenarnya aku tak ingin pergi tuan, tapi tak mungkin juga bertahan jika kau tak membutuhkan aku" Batin Bening
"Tentu saja! kita bisa segera bercerai dan kembali melanjutkan hidup masing-masing, Seperti dulu"kata bening dengan suara dia buat ceria.
Bening meneteskan air mata diam-diam dan segera menyeka agar Pak Darmo tak melihat lalu mengalihkan tatapan keluar jendela.
memikirkan harus melepaskan Dirga membuat hatinya sedih sekali, karena di lubuk hati terdalam bening mulai menyimpan perasan suka untuknya.
Sungguh menyakitkan cinta yang bertepuk sebelah tangan, sedangkan Dirga menganggapnya hanya seorang perawat.
"Semua tak akan sama tanpamu" sahut Dirga."
"Tuan pasti akan menemukan seseorang yang mendukung dan mencintai tuan apa adanya kelak"
Dirga terdiam kembali hanyut dalam pikirannya.
Tiba dirumah Dirga langsung menuju kamar
Dia segera mandi dan berganti pakaian kerja dengan baju rumahan di bantu Adam.
Dirga menuju lantai dasar untuk makan malam.Mulai malam itu dan untuk seterusnya dia akan makan dimeja makan seperti dulu.
Seluruh pelayan merasa senang melihat perubahan Dirga.Terutama Bening.
Dia merasa,tugasnya hampir selesai dirumah itu. sebentar lagi dia bisa pergi.
Hari-hari berikutnya Dirga mulai disibukan dengan pekerjaan di kantor, dia banyak memghabiskan waktu dikamar, kadang Bayu datang untuk membantunya membaca berkas dan hal penting yang tak bisa dikerjakan sendiri oleh Dirga.
Jika libur atau tak bekerja Dirga akan pergi ke tempat fitness untuk berolah raga, Bahkan dia juga membayar seorang guru ahli untuk mengajarinya membaca huruf Braille, Dirga sudah ikhlas menerima ke adaan nya yang buta.
Kini bening sangat jarang berinteraksi dengan Dirga.
kecuali saat Dirga fitness, dia selalu minta ditemani oleh perawatnya.
Minggu pagi di bulan berikutnya Paramitha dan Harun datang berkunjung menengok putra sulung mereka.
penasaran setelah mendengar Dirga sudah hidup normal seperti sedia kala.
Mereka memeluk Dirga bahagia, Mitha sampai menangis haru saking senangnya.
Harun Purnomo masuk ke kamar Dirga mereka sibuk berdiskusi mengenai pekerjaan,Dirga minta pendapat papa cara menindak lanjuti Fadhil yang korupsi,Dirga sudah melakukan Audit didepartemen keuangan perusahaanya,Fadhil memang sudah memakai uang perusahaan dengan jumlah yang fantastis.
Banyak saran dan masukan yang diberikan papa, Dirga menerimanya dengan baik.
Sementara Mitha mengajak bening ke halaman belakang untuk mengobrol.mereka duduk diatas gezebo didepan kolam renang .
" Tak salah Mama memilihmu sebagai perawat dan istri untuk Dirga, kamu berhasil membuat Dirga kembali ceria dan penuh percaya diri menjalani hidup"
" Semua karena keinginan Dirga sendiri, Ma, bening tak melakukan apa-apa"
" Tetap saja Mama bersyukur dan berterima kasih, karena bening mau bersabar menghadapi perangainya yang keras, seandainya kau menyerah, saat ini Dirga pasti masih mengurung diri dikamar yang bau."
Bening tertawa mengingat bertapa Baunya kamar dirga dahulu saat diawal dia datang.
" Hubungan mu dengan Dirga bagaimana?
" Hubungan apa maksud Mama?"
" Hubungan kalian sebagai suami istri?"
pertanyaan Mitha membuat Bening tersedak.bening buru-buru minum.
Dia meletakan gelas hati-hati
" Kami akan bercerai jika saatnya tepat" kata bening" singkat Lalu menunduk menyimpan isi hati agar Mitha tak melihat dia kecewa.
" Padahal mama berharap kau dan Dirga bisa menjadi pasanga sungguhan."
"Tuan Dirga dan bening tidak saling mencintai, Dia masih menyimpan rasa cinta untuk Bianca."
"Mama heran bagaimana bisa Dirga tergila-gila pada wanita ular begitu, cantik memang, tapi perilakunya tak mencerminkan kecantikannya"
Bening diam saja mendengar keluhan Mitha
" Mama tak akan biarkan wanita licik itu kembali dalam hidup Dirga"
" Apa kau tak memiliki sedikit pun perasan pada Dirga ??" Tanya Mitha tiba-tiba,menatap bening tajam sekali , seolah ingin membaca apa yang tersimpan dari sorot mata Bening, Bening gugup sekali sampai tidak berani membalas tatapan nya. Dia pura-pura menatap ke arah kolam renang.
wajahnya merona.
" Ti-tidak Ma, kami tak saling mencintai" Jawab bening gugup
" Sayang sekali, Dirga menyiakan gadis sebaik dirimu.."
Bening salah tingkah mendengar Mitha memuji dirinya.
Mitha beralih ikut melihat kolam yang memantulkan Air bening kebiruan karena kaporit. dia menghela nafas dan mulai bercerita.
"Mama memiliki dua putra, Dirga dan Dennis, keduanya sangat berbeda. tapi keduanya sangat pintar, Dirga di usia muda sudah bisa mendirikan perusahaan besar tanpa bantuan papanya yang kaya raya, sedang Dennis diusia muda sudah menjadi seorang profesor di bidang yang ia sukai yaitu sains dan teknologi, bahkan dia memilki laboratorium sendiri untuk melakukan riset dan penelitiannya.
Dia suka sekali teknologi dan banyak melakukan inovasi membuat alat-alat baru untuk kebutuhan Manusia, mama bangga sekali pada keduanya."
" Keduanya tampan dan memiliki kepribadian yang baik, memang Dirga sedikit lebih tampan dari Dennis, sifat Dirga juga jauh lebih terbuka dan berani dari dennis. Bnayak wanita yang mengejar mereka berdua,, yang jadi masalah, keduanya bodoh jika menyangkut wanita, Dirga keliru memilih istri dan Dennis, sampai detik ini masih betah menyendiri, jangankan punya pacar, mendekati gadis saja dia enggan, mama kesal sekali, padahal mama ingin sekali menggendong cucu" kata Mitha geram.
Bening tersenyum mendengar Mitha mengeluh.
" Apakah Dennis seorang ilmuan.?" Tanya bening kagum
" bisa dibilang begitu, karena cintanya pada pekerjaannya, dia tidak mau terlibat sama sekali dengan perusahaan papa, Dirga juga sama sekali tak berminat pada perusahaan papa. Papa sampai bingung mencari pewarisnya." Mitha tertawa.
Bening kagum sekali, pantas jika kedua putra Harun Purnomo jenius, Harun purnomo sendiri merupakan seorang pengusaha yang sangat sukses dan luar biasa kaya raya, bisa dipastikan dari mana datangnya gen jenius Dirga dan Dennis.
Menjelang malam mereka sudah duduk bersama dimeja makan menikmati santapan malam.
Suasana terasa akrab, bening diajak Mitha untuk bergabung . Melihat canda tawa keluarga Harun Purnomo hati bening menjadi hangat. Dia tak bisa melepaskan mata dari memandangi Dirga saat pria itu terus tertawa mendengar lelucon Harun.
Ternyata Dirga sangat mudah tertawa.
Bening tak sadar satu pasang bola mata terus memperhatikan nya.
Wanita itu tersenyum ketika melihat ada binar cinta memancar di wajah bening untuk putra sulungnya.