Season 2 dari " Maafkan Aku, Cinta "
Atharauf Elvano Permana putra pertama dari pasangan Boby Permana dan Novia Alisy. Tumbuh menjadi seorang pria yang tampan dan gagah, tapi sayang, dingin terhadap perempuan.
Cantika Ameera Putri seorang gadis SMA yang simple, supel, dan pinter mampu meruntuhkan tembok tebal yang berada di hati Atharauf.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Jangan lupa untuk membaca season 1 dulu ya guys...biar nggak bingung dengan karakter pemainnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merindukan
Hari terus berganti. Sudah hampir satu bulan Athar berada di Jakarta. Dan sudah hampir satu bulan juga dia tidak bertemu dengan Ameera. Ya, meskipun hampir tiap hari dia melakukan video call atau sekedar chat. Tapi Athar begitu merindukan Ameera.
Hari itu, hati Athar sudah tidak bisa berkompromi. Rasa rindu itu sudah tidak bisa dia tahan. Rasa cinta yang dia rasakan untuk Ameera semakin besar tiap harinya.
Pada awalnya, ketika dia hendak meninggalkan kota Semarang sebulan yang lalu, Athar berharap bisa melupakan Ameera. Tapi ternyata sangat sulit. Bahkan tiap hari, rasa itu semakin besar.
Hampir selama sebulan ini, entah sudah berapa kali Athar menyatakan perasaannya. Dia juga selalu bertanya kepada Bian, apakah Ameera sudah putus dengan pacarnya atau belum. Tapi lagi dan lagi jawaban yang di dapatnya sangat mengecewakan.
Athar mengambil penerbangan pagi menuju ke Semarang hari itu karena dia sudah sangat ingin bertemu Ameera. Dia berpamitan kepada mamanya dengan dalih akan meninjau proyek yang di Semarang dulu.
Meskipun seperti itu alasan kepergiannya ke Semarang saat itu, Novia tetap tahu maksud yang sebenarnya.
" Jadi berangkat hari ini kak? " tanya Novia.
" Iya ma. " jawab Athar sambil melanjutkan packing.
" Sudah menghubungi ayah sama bunda kalau kamu mau kesana? "
" Belum ma. Nanti biar jadi kejutan aja. Athar nanti mungkin langsung pulang ke rumah kita yang di sana aja. Mungkin besok baru ke rumah ayah. "
" Ya udah deh. Terserah kamu, baiknya bagaimana. "
Athar telah selesai packing. Dia menarik kopernya menghampiri sang mama tercinta. Kemudian menyalami mamanya dan mencium punggung tangannya.
" Athar berangkat ma. "
" Hati-hati ya kak. Salam sama calon mantu mama. " ucap Novia sambil menggoda Athar.
Athar tersenyum tersipu dengan godaan mamanya.
" Mama suka banget godain anaknya. " jawab Athar ringan.
" Papa masih di kamar ma? " tanya Athar.
" Papa sudah nunggu kamu tuh, di depan. Mau antar kamu ke bandara katanya. " jelas novia.
" Athar diantar sopir aja ma ke bandaranya. " ucap Athar sambil mengikuti langkah mamanya turun dari lantai 2.
" Kalau papa sudah bilang seperti itu, maka biarkan papa antar kamu. " jawab Novia .
" Sudah siap Thar? " suara bariton papanya terdengar.
" Sudah pa. "
" Ya udah ayo berangkat. " ajak papanya.
" Papa nggak ngantor? "
" Ya ngantor lah. "
" Tapi ini udah siang loh pa. Nanti papa terlambat ke kantornya. "
" Biar saja. Lagian siapa yang berani marahin papa. Papa kan bos-nya. " ucap Boby berbangga diri.
" Iya deh pak bos. "
" Iya udah ayo buruan. Keburu pesawatnya take off malah nggak jadi ketemu gadis itu kamu. "
" Nggak mama, nggak papa sukanya godain anaknya. "" ucap Boby sambil menggelengkan kepalanya.
Novia dan Boby tergelak mendengar gerutuan anaknya.
" Ma, papa berangkat dulu ya. Nanti papa langsung ke kantor. " pamit Boby ke Novia.
Novia menyalami tangan suam7, kemudian mencium punggung tangannya. Dan Boby mengecup kening Novia. Kemudian pipinya. Dan sedikit mendaratkan kecupan di bibir istrinya.
Sambil mengatakan, " I love you. "
" I love you too. " jawab Novia, sambil mengusap bibir Boby yang terkena lipstik. " Hati-hati di jalan, sayang. "
Athar menatap kemesraan kedua orang tuanya sambil tersenyum. Athar benar-benar kagum melihat hubungan kedua orang tuanya.
' Semoga kelak jika aku berumah tangga, aku bisa membuat rumah tanggaku seperti mereka. Amin' doa Athar dalam hati.
••••
Athar telah sampai di Semarang. Dia langsung pulang ke rumahnya sendiri. Setelah menaruh kopernya di dalam kamar, Athar segera pergi ke garasi, kemudian mengeluarkan motor sportnya.
Sengaja Athar membawa motor hari itu. Karena dia ingin membuat kejutan untuk seseorang.
Athar mengendarai motor sportnya meliak-liuk di keramaian kota menuju ke suatu tempat. Beberapa menit kemudian, sampailah dia di tempat itu. Di depan sekolah, sudah ramai dengan orang-orang yang hendak menjemput anak sekolah.
Athar memarkirkan motornya di seberang jalan. Tapi dari situ, dia bisa melihat dengan jelas para siswa dan siswi yang keluar sekolah.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi bel pulang sekolah. Athar yang masih nangkring di atas motornya, sudah tidak sabar menunggu sang pujaan hati keluar dari sekolah. Dia menatap jeli setiap siswi yang keluar dari sekolah.
Sehingga sebuah senyuman terbit dari bibirnya. Dia melihat sang pujaan hati. Tapi segera senyuman itu menghilang, setelah dia melihat Ameera membonceng di motor anak sekolah yang lain. Athar yakin, cowok itu pasti pacar Ameera.
Athar menstater motornya mengikuti kemana motor yang memboncengi Ameera pergi dengan perasaan bercampur aduk.
Di jalan dia melihat Ameera berpegangan pada cowok itu. Dan sesekali wajah cantik itu terlihat tertawa.
" ****!! Beren****!" maki Athar . Wajah Athar sudah memerah. Dia sudah terbakar marah dan cemburu.
Dia kini membelokkan motornya ke jalan lain. Sudah tidak lagi mengikuti Ameera.
Athar memarkirkan motornya di pinggir pantai. Dia melepas helm dan jaketnya. Kemudian mengeluarkan ponselnya, mengetik nama seseorang.
Panggilannya di terima hanya dengan dua kali dering.
" Halo Yan. Dimana Lo sekarang? "
" Lagi di cafe. " jawab Bian di seberang.
" Lo kesini sekarang. Gue share loc. "
" Ha? Kamu nyuruh aku ke Jakarta sekarang, gitu. "
" Gue di Semarang, oon....Buruan nggak pakai lama. "
Tut...Tut ..Tut...Athar mematikan panggilan sepihak. Kemudian dia share loc.
Bian hanya bisa mengumpat. Dia hafal betul bagaimana Athar. Dia yakin, pasti terjadi sesuatu pada sahabatnya itu. Dari suaranya tadi, dia yakin Athar sedang marah dan kesal.
Bian segera mengambil kunci mobilnya dan segera memacu mobilnya meninggalkan parkiran cafenya.
Jalanan sudah lumayan sepi saat itu sehingga dia lebih cepat sampai dimana Athar berada.
Setelah memutari hampir seperempat pantai, akhirnya Bian menemukan athar.
Saat itu Athar sedang berdiri di pinggir pantai sambil berkacak pinggang.
" Hai, bro. " sapa Bian saat dia sudah berada di dekat Athar.
" Hm " sahut Athar.
" Kapan kamu datang? "
" Barusan. " jawab Athar tanpa melihat ke Bian.
" Kamu kenapa? Ada masalah apa? Sepertinya kamu lagi kesal. "
" Hm. Banget. "
" Cerita dong. Apa yang bikin kamu kayak gini. "
" Lo kan playboy kelas kakap. Sedangkan gue jatuh cinta aja baru sekali. "
" Hm. Terus? "
" Lo pasti tahu kan gimana caranya ngedapetin cewek? "
" Bentar-bentar. Aku masih bingung ini. Maksudnya gimana ini? "
" Gue mau dapetin Ameera. Gimanapun caranya. " ucap Athar tegas sambil menatap Bian serius.
" Kamu bilang mau slow aja. Terus dulu kamu bilang kalau emang Meera nggak bisa Nerima kamu, kamu bakal lupain dia saat kamu di Jakarta. Kok tiba-tiba..."
" Gue udah coba. Tapi nggak bisa. Susah buat gue ngelupain dia. Yang ada gue makin cinta sama dia. Gue nggak bisa lihat dia jalan sama cowok lain. Dia harus jadi milik gue. "
" Kenapa kamu jadi kayak gini? "
" Gue cinta yan, sama dia. Gue nggak mau kehilangan dia. Gue mau dia jadi milik gue. Selamanya dan satu-satunya. " ucap Athar sarkas.
Bian menggelengkan kepalanya. Sifat Athar yang keras kepala muncul sekarang.
" Kamu udah ngungkapin perasaan kamu ke dia? "
" Udah, berkali-kali. Tapi dia nolak gue terus. "
Bian manggut-manggut kemudian nampak berpikir. Kemudian dia tiba-tiba punya ide gila.
" Kamu yakin, jatuh cinta sama dia? Kamu yakin dengan perasaan kamu? Kamu yakin kalau itu bukan hanya sekedar obsesi? "
" Gue yakin. Seyakin-yakinnya. Lo tahu sendiri kan gue nggak pernah jatuh cinta. "
" Kamu juga yakin ingin dia jadi milikmu selamanya? "
Athar mengangguk mantap.
Kemudian Bian membisikkan rencananya. Athar mendengarkan dengan baik detail rencana Bian. Gila sebenarnya. Athar juga kaget dengan ide Bian. Tapi akhirnya diapun mengangguk menyetujuinya.
****
bersambung
Apa ya kira-kira ide yang Bian berikan? Author mau minta pendapatnya dong.....
Dan sepertinya, ceritanya semakin menarik besok...tetep stay tune ya kak....
hahaha..ketahuan dah ini...si meera cuma mau numpang hidup senang,goyang kaki tanpa harus susah payah bekerja untuk menghidupi diri nya juga anak dlm kandungan...
sikapmu kekanak"an meera...
kamu bersikap baik hati dan menerima kluarga athar,tapi tdk bisa baik sikapmu ke suami mu sendiri...sdh betulkah sikapmu...
lama" jijik juga dgn kelakuan meera...sok ga menerima perlakuan suami,tapi menerima segala kesenangan kenyamanan yg di berikan suami...sungguh munafik sekali sikapmu meera...
maaf ya.. bukan tdk percaya,wanita hamil pasti ngidam..tapi klo sdh berlebihan permintaannya,itu bukan ngidam tapi sengaja,hanya ingin usil atau ngerjain aja...
mana ada baby dlm perut blm tau apa",mau nya minta aneh"..
KLO GK YAKIN BUKA AZA CHANEL TAUSIYAH2 YG BRKENAAN DGN ITU, TERMASUK HADIST2 YG MNGUATKN