entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
ALEXANDER POV
Aku menahan kepala andriana, agar bibir kami terus menyatu.
"I'm only one call away
I'll be there to save the day" Ponselku berdering, dengan terpaksa aku melepaskan ciumanku. andrianapun segera turun dari atas perutku
"hallo ma" ucapku menganggkat telfon yang tak lain adalah mama
"hallo son, kamu sudah dimana?" tanya mama
"alex diapartemen ma sama andriana" jawabku dengan melihat jam tangan yang ternyata sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"apa yang kau lakukan diapartemen son sama andriana? jangan berbuat macam macam padanya son!!" ucap mama sedikit berteriak
"iya ma alex ngerti batasan kok, gak mungkin alex macam macam. yaudah ma alex siap siap dulu terus berangkat kesana"
"yaudah son, cepat ya dan hati hati dijalan" ucap mama dan mematikan telfonnya.
setelah selesai menerima panggilan telfon mama, aku melihat andriana duduk membelakangiku.
"mandilah, dan ganti pakaianmu. kita akan kerumah makan malam dengan keluargaku"
ucapku namun andriana telihat acuh.
"apa kau tidak mendengarkanku? apakah kamu mau kekasihmu ini yang memandikanmu?" seketika andriana bangkit dengan cepat masuk ke kamar mandi.
"hahahahha, mandilah cepat aku akan menunggu diluar. pakaianmu ada di atas tempat tidur" ucapku dan tertawa melihat reaksi andriana seperti itu.
setelah melihat andriana sudah masuk menutup pintu kamar mandi aku segera keluar dari kamar untuk menelfon roni untuk memberinya pekerjaan baru.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
RONI POV
sejak kejadian pak bos menyuruhku untuk tidak mendekati sigadis manis rasanya ada sesuatu yang hilang dari hidupku padahal aku hanya bertemu andriana hanya beberapa kali.
jujur aku menyukai sigadis manis, tapi mau bagaimana lagi pak bos sepertinya menyukai si gadis manis. mau gak mau aku harus melupakan sigadis manis, bagiku kebahagiaan pak bos lebih penting.
selama ini pak bos dan keluarga pak bos sudah menganggapku sebagai keluarganya. jadi apapun akan aku lakukan demi kalebahagiaan pak bos termasuk melupakan orang yang kusukai, mungkin si gadis manis bukan jodohku.
tiba tiba ponselku berdering, menyadarkan lamunanku
"hallo, selamat malam pak bos" ucapku mengangkat telefon yang ternyata pak bos
"iya malam juga ron, aku punya pekerjaan baru untukmu" ucap pak bos membuatku penasaran, tidak biasanya pak bos memberiku pekerjaan baru. selama ini aku cuma selalu berurusan dengan laporan perusahaan
"tolong kamu buat andriana agar diusir dari kontrakannya dan buat dia tidak bisa mendapatkan kontrakan baru"
" kalau si gadis manis eh
maksud saya andriana diusir dari kontrakan nanti dia tinggal dimana pak bos" ucapku dengan sedikit meralat omonganku
"lakukan saja ron" perintahnya dan memutuskan panggilannya
ya begitulah pak bos bicara langsung pada intinya dan tidak bisa dibantah, tapi aku masih bingung buat apa pak bos menyuruhku melakukan hal itu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDRIANA POV
aku segera masuk dan mengunci kamar mandi setelah mendengar ucapan pak alex yang ingin memandikanku. cihhhhh dasar pria mesum, tidak akan kubiarkan dia melakukan hal itu.
tapi aku masih kepikiran buat apa pak alex mengajakku makan malam bersama keluarganya.
"sebaiknya aku segera mandi, dari pada nanti si beruang kutub ngamuk lagi" batinku dan menyalakan shower untuk segera mandi
aku membuka pintu kamar mandi secara perlahan dan mengintip memastikan pak alex tidak ada didalam kamar.
"hufftt aman" aku menghembuskan nafas lega karna pak alex benar benar menunggu diluar.
aku segera keluar dan mengambil sebuah pakaian diatas tempat tidur, yang ternyata sebuah dress yang begitu cantik. setelah puas memandang dress tersebut, aku segera memakainya dan tak lupa berdandan dengan memoleskan sedikit bedak diwajahku dan memakai lipbalm yang selalu ada ditasku.