Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam ibu dan anak.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Seminggu berlalu setelah kejadian di meja makan itu Shofie lebih banyak berdiam di kamar dan lebih memilih semua aktivitasnya di habiskan di kamar.
Tok..tok..tok..
"Siapa?." Tanya Shofie yang engan membuka pintu dan lebih memilih meneruskan acara rebahan santuy nya.
"Saya Ijah nona, saya di suruh Tuan muda untuk nganterin sarapan buat nona," Ucap si pelayan.
mendengar suara pelayan Shofie pun akhirnya mau tak mau beranjak bangun dari tempat tidur nya, berjalan dengan langkah malas dan sedikit menguap, pakaian nya bahkan masih piyama, entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa hilang semangat mandi paginya.
Shofie membuka pintunya sambil mendongkakan wajah nya. " Taruh disana s____ mba Yuni !!. " teriak Shofie kegirangan melihat Yuni yang ada di depan nya.
"Selamat pagi nona, saya di tugaskan tuan muda Alvaro untuk mengajar kembali nona." Ucap Yuni berkata sambil menunduk.
Shofie tidak menjawab dia malah membawa tangan Yuni ke kamar nya, "Ayo mba kita belajar Shofie udah rindu baca tulis dan menghitung." Ucap Shofie dengan wajah yang penuh semangat.
"baiklah nona, tapi sebaiknya anda mandi dulu, atau sarapan dulu suapaya anda lebih segar dan bersemangat." Ucap Yuni yang layaknya sedang mengajari anak Tk.
Shofie menepuk jidat nya lalu berlari mengambil handuk. "Shofie mandi dulu ya mba, ahk iya kalo mba Yuni mau makan atau sarapan maba Yuni makan aja duluan Shofie nanti nyusul habis mandi." Ucap Shofie yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Yuni mengelengkan kepalanya melihat tingkah Shofie yang semakin ke kanak-kanakan jika dalam masalah belajar, "Beruntung banget jadi nona Shofie udah punya suami ganteng baik lagi mau nerima apa adanya, ngak kaya aku lulusan S1 juga cuman gini-gini aja mana jomlo lagi, hikss sungguh menyedihkan sekali nasibku." batin Yuni merasa meratapi nasibnya yang masih jomlo di usianya yang ke 23 tahun.
Sementara itu di rumah tepatnya diruang tamu terlihat Mira dan bu Sintia yang sedang bersantai sambil membicarakan Shofie.
"Bu, aku kasihan deh sama kak Alvaro mau aja di jodohin sama si Shofie, kampungan, so baik, iya sih cantik tapi buat apa kalau bodoh." Ucap Mira mengompori ibunya.
Bu Sintia mengangguki ucapan anaknya " Kamu benar Mira kasihan Alvaro pasti dia sangat malu jika semua orang tahu jika istrinya itu adalah seorang gadis kampungan yang bodoh dan tidak mempunyai status pendidikan sedikitpun." Ucap bu Sintia merasa iba pada nasib anaknya yang telah menikahi gadis seperti Shofie.
Sebelumnya bu Sintia dan Mira tidak mengetahui masalah Shofie yang kesusahan dalam masalah menulis membaca dan menghitung. tapi setelah kemarin mereka tak sengaja melihat buku bacaan ejaan dan pas tadi mereka juga melihat ada seorang wanita yang mengaku sebagai seorang guru lest privat membuat kecurigaan mereka berdua menjadi semakin kuat tentang rahasia Shofie yang sebenar nya tidak pintar.
"kita harus ngelakuin sesuatu Bu, aku ngak mau kalau keponakan ku nanti akan bodoh seperti si Shofie." Mira berkata dengan seolah-olah menakut-nakuti bu Sintia.
"apa yang kita lakukan? Alvaro saja sangat sulit untuk di ajak bicara." Ucap bu Sintia dengan suara lesu mengingat Alvaro yang sekarang sedikit menjauhinya karena masalah minggu lalu.
"Aku punya cara bu, ibu harus menghubungi Gisella, hanya dia yang bisa membantu kita." Ucap Mira memberikan usul nya yang jelas iya tak mau ikut andil dalam masalah ini tapi Mira akan memastikan jika Shofie alias kakak iparnya akan terhampas lebih cepat dari kejidupan kakak nya.
Bu Sintia mengangguk lalu tersenyum." kamu benar Mira, Gisella adalah gadis yang cantik, dia juga adalah gadis yang memiliki karir dan pendidikan yang tinggi, dan yang pasti dia terlahir dari keluarga terpandang. " Ucap bu Sintia. " Ibu akan menggubungi nya, dia harus segera membuat Alvaro dan Shofie berpisah kalau perlu gadis itu harus mati." Ucap bu Sintia lagi dengan wajah yang tersenyum menyerigai.
"Anjani !! rasakan pembalasan ku, dulu kamu mengambil Arman dariku dan sekarang akan aku pastikan jika putri kesayangan mu yang bodoh dan tidak berguna ini akan mendapatkan hal yang sama seperti aku dulu, jika dulu aku memilih mundur maka tidak dengan sekarang, akan ku pastikan aku akan membuat mu menangis darah Anjani. " batin bu Sintia yang ternyata menyimpan dendam pada Anjani yang tak lain bundanya Shofie.
"itu yang aku mau, dan yang pasti aku tidak perlu mengotori tangan ku, Shofie harus mendapatkan kebencian ku, dengan begitu aku hosa membalaskan dendamku pada Alex dan Shofia yang telah merendahkan ku." batin Mira sambil tersenyum licik, sama hal nya dengan ibunya ternyata Mira pun memiliki dendam pada Shofia karna telah merebut Alex yang notabe nya adalah pria yang sangat di cintai Mira sejak Smp.
.
.
.
.
.
Disisi lain tepatnya di sebuah ruangan terlihat seorang pria tampan yang sedang duduk di kursi kebanggan nya, mata nya tak pernah mengalihkan pandangan sedikitpun dan terus melihat ke arah layar ponsel nya yang memperlihatkan sebuah Vidio.
"Astaga kenapa dia lucu sekali, 3×2? bukan kah itu mudah? Astaga kenapa dia tampak menggemaskan jika sedang belajar." Alvaro terus tersenyum melihat layar ponselnya yang memperlihatkan rekaman cctv di kamarnya.
Tak hentinya-hentinya Alvaro terkekeh maupun tertawa apalagi melihat Shofie yang nampak kelelahan berpikir tapi jiwa ingin belajar gadis itu sepertinya sangat tinggi hingga membuat Alvaro sakit perut karena terus melihat tingkah mengemaskan istrinya. sampai akhirnya Alvaro terdiam karena melihat istrinya yang menahan sakit dan wajah nya yang terlihat Pasi.
"Ayo mba, Shofie masih mau coba baca lagi." Ucap Shofie
"Masih ada waktu nona, sebaiknya Anda makan dulu, wajah anda terlihat pucat." kata Yuni.
Shofie menggeleng. "ini bukan pucat ini pias, disebabkan karena tidak memakai lipstik, dan lipstik ku sudah habis dan mba jangan tanya kenapa lipstik ku habis, nanti mba akan menangis." ucap Shofie yang membuat Yuni semakin penasaran.
"memangnya lipstik nya kemana? atau diapakan nona?." tanya Yuni karna penasaran.
Shofie menghela nafasnya lalu melirik Yuni. "jangan bilang-bilang ya mba, lipstiknya aku pake buat jailin Alvaro, hehe..tiap malam aku coret-coret wajah nya terus aku pap pake tisu basah terus aku coret lagi di bagian pungung nya, gimana? kasihan kan lipstik aku?." ucap Shofie terlihat enteng.
Yuni menganga lalu sedetik kemudian iya menahan tawanya tapi semakin iya tahan semakin iya ingin membuka mulutnya yang sudah iya tahan dengan tangan nya. tawa Yuni pecah dan Shofie terlihat heran.
"Apa ada yang lucu?." Tanya shofie datar.
Dan setelah melihat Vidio itu Alvaro terdiam lalu berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan nya, iya menatap layar wajahnya yang ada di kaca lalu bergedik ngeri saat mengingat perkataan istrinya yang ternayat sering menjahilinya.
"Aku kecolongan, hiss awas aja aku balas nanti awas saja." batin Alvaro sudah berniat untuk membalas kelakuan istrinya yang sudah pandai menjahilinya.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!
Jejak !!!