21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#18
19:30
Di sisi lain seorang lelaki dewasa yang masih sibuk dengan berkas-berkas yang memunjung tinggi di atas meja kerjanya, belum ada tanda ia untuk menyudahinya.
Terdengar dari luar ruangannya suara ketukan pintu,membuatnya tersadar dari pekerjaan nya.
"Masuk."
"Maaf pak menganggu, "
Ia sadar suara siapa yang berbicara,.Tanpa ia menoleh pun ia kenal.siapa lagi kalo bukan sekretarisnya kiki.
"Emmmhh, katakan ada apa, , " Dagu yang terangkat, tatapannya masih dengan kertas-kertas yang ia pegang.
"Ini hasil pencarian yang bapak minta"
Memang di saat ia menuju lift pada siang tadi ia dan sekretarisya Kiki tidak sengaja mendengar Nana bawahannya itu berbicara sendiri dengan menyebutkan nama Sinara, ia mulai penasaran. Dan menyuruh sekretarisnya mencari informasi tentang Sinara.
Tidak menuggu lama lagi ia langsung menoleh ke arah lawan bicaranya.
"Sini berikan,," Tangannya replek menadah.
Sekretaris itu pun memberi apa yang Pak bosnya minta. dengan sigap Pak Erik sudah membaca isi di dalamnya, dengan terkejutnya dia melihat isi di dalam kertas itu.
"Jadi di mana Sinara sekarang"
"Sepertinya masih di rumah sakit pak"
"Siap kan mobil saya, saya mau pergi sekarang. "
"Baik pak, , saya permisi dulu," Sekretaris itu pun menunduk hormat,.dan permisi
kelur.. tinggallah pak erik seorang diri di dalam ruangannya.
"Kasihan sekali kamu sayang, aku akan
ada di samping kamu,kapan pun kamu membutuhkannya, atau kamu butuh pertolongan, apa pun itu aku siap membantu, aku akan berada di samping kamu selama yang aku bisa.tunggu aku sayang "
Pak Erik berbicara sendiri mengingat apa yang Sinara rasakan saat ini, mengenai ibunya Yang sakit parah. Tak menuggu lama lagi Pak Erik pun keluar untuk menuju rumah sakit yang Ibu Sinara saat ini sedang di rawat, tidak peduli dengan pekerjaannya yang masih menumpuk.
-
-
"Mbak bangun mbak. ,!? Perawat rumah sakit yang di tugaskan untuk memeriksa ibu Sinara itu pun menepuk-nepuk bahu Sinara pelan, untuk membangunkannya yang sedari tadi tidur.
"Hahh ahhh, " Sinara tersadar dari tidurnya,Ia mengucek-ngucek matanya khas orang bangun tidur pada umumnya. Pandangannya menelusuri seisi rumah sakit,ia tersadar ia masih berada di rumah sakit, pandangannya berhenti pada satu titik di mana ibunya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Air matanya tak sadar sudah menetes lagi mengingatkan ibunya belum juga sadar.
"Maaf mbak, Dokter ingin memeriksa ibu mbak,. Jadi bisa mbak pindah ke samping sebentar. "
Sinara mengangguk, ia pun mulai berasnsur ke samping.
Melihat dokter sudah siap memeriksa ibunya, Sinara merasa penasaran akan keadaan ibunya saat ini.
"Bagai mana dok keadaan ibu saya,,!? kenapa belum sadar juga!? " Air mata Sinara tak henti-hentinya mengalir.
"Ia saat ini ibu kamu masih dalam keadaan keritis, saya perlu bicara dengan kamu nona Sinara."
Sinara mengangguk mengerti,,
Ia menatap sekejap kearah ibunya, mengenggam tangannya dengan lembut.
"Bu cepat sadar, aku sangat berharaf ibu kembali lagi bersama ku, aku merindukan omelan ibu, aku hik hik,.. "
"Mbak, dokter sudah menunggu di dalam ruangannya, Mari saya antar"
Perawat itu memanggil Sinara, Sinara yang masih menagis menghadapi ibunya seketika dengan cepat-cepat mengelap air matanya yang tanpa henti membasahi pipinya,.
Sinara menoleh, dan mengangguk.
Ia pun mengikuti perawat itu ke ruangan dokter tersebut. degup jantungnya tidak karuan, mengingat apa yang akan dokter katakan kelak.
"Permisi dok,. "
Terdengar ada yang memanggil, dokter Edo itu pun mengarahkan matanya ke pintu ruangannya.
"Ohhh nona Sinara, silahkan masuk, "
Sinara hanya mengangguk dan menarik
kursi Yang ada di depan meja pak dokternya itu. Dokter Edo dan sinara memang sudah saling mengenal Sejak dulu ketika ibunya terkena penyakit kanker.
Like😘😘