Area 21+
🌸🌸🌸
"How damn you are Naraya."
Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.
Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nadira Si Ulat Bulu
Naraya mengikuti perkuliahan dengan tidak fokus. Pikirannya masih terbayang-bayang kejadian di parkiran tadi.
Hanya dengan seperti itu saja jantungnya sudah berdebar.
Nayara menggelengkan kepalanya pelan.
Bahkan gendongan Harris pun terasa sangat nyaman. Dan debaran pagi ini sama persis ketika Harris membersihkan wajahnya kemarin.
Lagi-lagi Naraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Lo kenapa sih?" Selena berbisik, tidak ingin menarik perhatian mahasiswa lain yang sedang fokus mendengarkan penjelasan dosen.
Naraya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan Selena hanya cemberut tidak terima.
Tidak mungkin secepat itu Cakra digantikan Harris didalam hatinya. Naraya mencintai Cakra, itulah yang selalu diyakininya.
Naraya menyentuh bandul N kalung pemberian Cakra yang kini terpasang sempurna dileher indahnya.
Ya, dia mencintai Cakra. Debaran yang dirasa bersama Harris hanyalah debaran biasa yang dialami ketika kita berdekatan dengan orang asing, itulah keputusan akhir yang diambil Naraya atas perasaannya.
***
Setelah jam perkuliahan selesai, Naraya dan Selena berdiam diri dikelas. Satu jam lagi ada jam kuliah kedua untuk hari ini.
"Lo kenapa deh, daritadi geleng-geleng mulu?" Selena ingin tau.
Naraya menyandarkan kepalanya dimeja kecil yang terhubung langsung dengan kursinya dengan tangan kanannya sebagai bantalan.
"Gelengin nasib gue Len." Ucap Naraya malas.
"Huwaaa." Naraya menguap.
"Kok gue ngantuk ya?" Naraya.
Naraya memejamkan matanya dan seketika itu juga wajah Harris tersenyum tadi pagi terlihat jelas disana.
Naraya langsung membuka mata dan terduduk sempurna.
"Hih! apaan sih Ray, ngagetin aja." Selena sedang sibuk membuka media sosialnya dan terkejut melihat Naraya yang membuat gerakan cepat.
"Gua kenapa sih Len?" Naraya mengucek-ngucek matanya.
"Lah mana gue tau! mimpi horor lo?" Selena menebak.
"Lebih dari horor." Jawab Naraya sambil bergidik ngeri, bisa-bisanya sedari tadi Harris memenuhi kepalanya.
"Len, kalo gue tetep tunangan sama Harris tapi Harris tetep pacaran sama Dira, siapa yang gila diantara kita Len?" Naraya.
Selena langsung menghentikan keasikannya bermain media sosial.
"Jadi misi kita gagal? rambut lo masih kayak anak ayam alay gini nggak ngaruh apa-apa?" Selena sedikit kecewa, dia pikir ide-idenya kemarin berhasil.
Naraya menganggukkan kepalanya lemah.
"Iya, besok gue tetep tunangan sama Harris." Naraya sendu.
"Tadi pagi sebelum kuliah Mami suruh gue ajak Harris buat beli cincin, selebihnya Mami yang urus." Naraya makin terlihat sendu.
Selena menggelengkan kepalanya.
"Harris harus putus sama Dira! mana bisa lo tunangan sama Harris kalo Harris aja masih pacaran sama Dira! egois banget dia!" Selena tidak terima.
"Tapi kan disini gue yang jahat Len." Ucap Naraya pelan, sadar akan posisinya.
"Perjodohan ini Papi buat pasti karena pengen ngerubah gue, dan Harris terpaksa nerima itu." Naraya sedih.
"Gue yang buat Harris berada diposisi ini." Naraya.
"Secara gak langsung, gue yang jadi orang ketiga diantara mereka." Naraya tambah sedih.
"Gue yang ganggu cinta mereka Len." Naraya meratapi nasibnya.
"Jadi lo terima walaupun mereka tetep pacaran?" Ucap Selena akhirnya.
Naraya mengangguk.
"Gue gak mungkin pisahin mereka." Naraya.
***
Naraya dan Selena duduk dikursi yang tersedia dipingiran parkiran. Mereka menunggu Harris datang menjemput Naraya.
"Raya." Panggil Harris pelan, memutuskan obrolan asik Naraya dan Selena.
"Hai Len." Harris menyapa Selena sopan, tapi yang disapa acuh tak acuh. Meskipun sahabatnya yang salah, Selena masih tetap tidak terima jika Harris masih menjalin hubungan dengan Nadira ketika dia menjadi tunangan Naraya nanti.
"Ayo kita pergi." Harris.
"Kak Harris."
Seorang gadis memanggil nama Harris dan berlari menghampiri.
"Kak Harris." Sapa Nadira lembut sambil memegang lengan kiri Harris.
"Kak Harris ngapain kesini?" Nadira melirik Naraya tidak suka, dia semakin memeluk erat lengan Harris.
Naraya dan Selena saling pandang, kemudian pandangan mereka tertuju pada dua sejoli itu.
Nadira persis seperti ulat bulu yang menemukan mangsanya, bahkan mangsanya pun tidak berniat untuk menghindar.
Ya, untuk apa pula menghindari kekasihnya sendiri, pikir Naraya dan Selena kompak.
"Aku jemput Raya." Harris berucap datar, seolah itu bukan hal penting.
Nadira langsung mengerucutkan bibirnya tidak suka.
"Mami suruh beli cincin ya?" Nadira.
Harris mengangguk.
"Kenapa Raya gak pergi sendiri aja?" Nadira melirik Naraya lagi.
"Dia bisa pergi sama selena." Nadira manja, seolah tidak ingin ditinggalkan.
Jujur Selena muak melihat pemandangan didepannya ini. Bahkan Selena sampai mengelus-elus dadanya sendiri, agar sabar.
"Gue pergi sama Selena aja!" Jawab Naraya ketus, persis seperti orang cemburu. Naraya langsung menarik Selena agar mengikuti langkahnya.
Namun belum sempat melangkah, pergelangan tangan Naraya ditahan oleh tangan besar Harris.
Sungguh pemandangan yang langka, Nadira memeluk lengan kiri Harris, tangan kanan Harris memegang pergelangan tangan kanan Naraya dan tangan kiri Naraya memegang tangan kanan Selena.
"Aku pergi dengan Raya, lagipula sebentar lagi kamu ada kelas kan?" Harris berkata lembut dengan Nadira.
Nadira langsung mengangguk dan melepaskan kaki-kaki ulat bulunya dilengan Harris.
Setelah Nadira pergi Harris memindahkan posisi tangannya. Harris melepaskan tangan kanannya yang memegang pergelangan tangan kanan Naraya, berganti dengan tangan kirinya yang kini menggenggam sempurnya tangan kanan Naraya, dengan jari-jari mereka yang saling bertautan.
"Kita pergi dulu Len." Harris.
Selena memandang kepergian Harris dan Naraya dengan tidak percaya.
"Mereka gandengan tangan?" Selena berucap sendiri.
Lama-lama senyum diwajah Selena muncul. Dia akan senang jika akhirnya Harris akan bersama Naraya. Dan semoga saja Harris bisa segera putus dengan Nadira.
***
Naraya mencoba melepaskan tangan Harris. Tapi apalah daya, kekuatannya tidak sebanding. Akhirnya sepanjang jalan menuju mobil Naraya dapat dengan jelas merasakan hangatnya tangan Harris.
Harris dengan terpaksa harus melepaskan genggaman tangannya demi membukakan pintu mobil untuk Naraya.
"Masuk!" Harris.
"Pertama, gue bisa jalan sendiri gausah digandeng-gandeng." Naraya.
"Kedua, gue bilang sekali lagi, gue bisa buka pintu mobil sendiri." Naraya menunjukkan ketidaksukaanya atas perlakuan Harris.
Tanpa menunggu jawaban Harris, Naraya langsung masuk dan menutup pintu mobil dengan keras.
Bukannya marah, Harris justru tersenyum melihat kelakuan Naraya. Harris pun langsung masuk mobil dan duduk dikursi kemudi.
"Kamu cemburu?" Harris menggoda Naraya sambil menghidupkan mesin mobilnya.
Harris tersenyum kearah Naraya dan senyum itu terlihat seperti senyum meremehkan bagi Naraya.
"Ha!" Naraya.
Naraya menganga dan kemudian menggigit bibirnya menahan kesal. Bisa-bisanya Harris menghina dirinya seperti ini.
"Gak sudi gue cemburu liat lo berdua." Naraya.
Harris langsung menatap tajam Naraya.
"Apa? gue juga gak sudi panggil lo kakak!" Naraya makin emosi.
Seketika itu juga Harris menghentikan mobilnya, memilih tempat parkir lain dan tidak jadi keluar dari parkiran gedung perkuliahan Naraya.
"Pertama, kita sudah sepakat untuk coba saling mencintai kalau kamu lupa, jadi sudah seharusnya kamu cemburu." Harris.
"Kedua, itu janji kamu sendiri untuk panggil aku kakak." Harris menirukan gaya bahasa Naraya tadi.
Gothca! Harris sepertinya sudah menang 3 kali. Dalam hati Harris, dia tersenyum sangat bahagia.
🌸🌸🌸🌸🌸
Hai hai hai reader ku zeyeeng bala otor sholeha, jangan lupa LIKE, FAVORIT, RATING 5 + VOTE yaa..
Ai Lap You, cium😙😙
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭