NovelToon NovelToon
Mengejar Mantan Istri

Mengejar Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Contest / Fanfic / Tamat
Popularitas:852.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ragazza Belle

Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.

Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.

Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?

Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biarlah Membenci

" Pagi Tante! " Panggil Sha sambil berlari ke arah Mila yang sedang menyapu halaman tokonya. Suara teriakan anak kecil itu berhasil membuat Mila tersentak kaget dan langsung menoleh. Tubuh kecil itu langsung menabraknya dan memeluk pinggangnya dengan erat.

" Sha rindu tante " Gumamnya dengan wajahnya yang ia gesekkan di rok Mila. Sebelah tangan Mila yang bebas mengusap pelan puncak kepala Sha dengan lembut.

" Sha datang kesini dengan siapa? " Tanya Mila sambil menunduk menatap Sha yang masih memeluk pinggangnya.

" Dengan papa tante, papa lagi didalam mobil menelpon seseorang " Sha melepaskan pelukannya dari pinggang Mila. Dengan pelan Mila menoleh ke arah mobil hitam yang berada tidak jauh dari mereka berdua. Jantungnya langsung berdebar saat tahu bahwa Irsyad datang kembali. Bahkan saat pria itu masih berada di dalam mobil. Mila mencoba menahan debaran jantungnya yang mulai meloncat-loncat tidak karuan di dalam rongga dadanya.

" Sha, ayo kita masuk duluan. Biar papa Sha nanti menyusul " Ajak Mila pada gadis kecil yang selalu membuatnya merasa kasihan. Sepertinya ia memang tidak bisa menghindar dari Sha maupun Irsyad.

" Sha mau minum apa? " Tanya Mila saat mereka sudah berada di dalam toko.

" Hm...apa ya? Sha mau minum air dingin deh tante " Jawab Sha dengan semangat.

" Yang tawar atau yang manis ? " Tanya Mila lagi sambil menatap geli ke arah Sha. Wajah mungil itu terlihat kembali berpikir. Kedua alisnya kembali bertaut.

" Yang manis ada tante? " Wajah Sha semakin lucu, membuat Mila tak kuasa menahan tawa. Sha yang melihat Mila tertawa hanya diam mengamati. Ia tidak ingin mengomentari tawa yang ditunjukkan oleh tante Mila. Sha tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu itu terulang kembali. Jika tante Mila tertawa, Sha akan merasa sangat senang.

" Ada " Ucap Mila setelah dirinya berhenti tertawa. Mila merangkum wajah Sha dengan sayang.

Tatapan Mila berubah sedih saat dirinya sudah benar-benar dekat di depan wajah kecil Sha. Hari ini ia benar-benar harus menegaskan semuanya, memberikan batasan yang jelas agar Irsyad dan Sha tahu bahwa ia tidak ingin menjadi seseorang yang terlalu dekat dengan mereka. Walau pada kenyataannya ia merasa sedih harus menjauhi gadis kecil yang sangat lucu itu. Ia sangat menyukai Sha, mungkin setelah ini ia benar-benar akan merasa kesepian karena Sha tidak akan pernah datang lagi.

Rasanya ia ingin membungkus gadis kecil ini lalu membawanya pulang ke rumah. Setelah berpesan pada Sha untuk menunggunya, Mila melangkah pergi meninggalkan Sha yang duduk dengan tenang di atas kursi yang sudah ia sediakan.

Tak berapa lama pintu toko Mila kembali terbuka menampakkan wajah tampan yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans dengan rambutnya tersisir rapi ke belakang. Kaos hitam itu membalut otot-otot lengannya yang terlihat begitu besar dan kuat.

" Sweety, kamu sudah duluan rupanya. Papa mencarimu tadi " Bisik Irsyad di telinga putrinya.Ia memandang ke arah ruangan yang berada di pojok dimana Mila masih sibuk membuatkan minuman manis untuk Sha.

" Papa sih lama banget. Jadinya Sha masuk duluan sama tante " Ujar Sha sambil mengangkat bahunya dengan pelan. Irsyad mengambil kursi yang berada di samping putrinya, lalu dengan cepat mendaratkan bokongnya pada benda plastik itu.

" Apa tante Mila menerimamu tadi? " Tanya Irsyad pada putrinya. Suara Irsyad benar-benar terdengar pelan hingga seperti berbisik.

" Iya tante menerima Sha dengan senang hati. Tapi.....Sha tidak tahu jika dengan papa " Tutur Sha sambil menoleh pada papanya dengan tatapan jahil.

" Apa papa takut jika tante akan mengusir papa dari tokonya ? " Sha kembali menjahili papanya.

" Jangan berkata seperti itu sayang. Tante Mila tidak mungkin mengusir papa " Protes Irsyad dengan cepat. Sha tersenyum geli melihat wajah papanya yang terlihat begitu cemas dengan apa yang barusan ia katakan.

" Tapi pa, malam itu tante kabur dan tak ingin berbicara lagi sama papa. Bahkan saat papa bertanya tante Mila tidak menjawab pertanyaan papa sedikit pun "

" Itu karena kamu sweety. Kamu yang mengomentari senyuman tante Mila malam itu. Makanya tante Mila kabur saat itu " Tuduh Irsyad tak mau kalah pada putrinya sendiri. Ia benar-benar berdebat dengan putrinya yang baru berusia 4 tahun itu.

" Bukan karena Sha, itu semua karena papa ! " Sha membalas ucapan papanya dengan suara cemprengnya. Irsyad menyipitkan matanya memandangi putrinya dengan jahil.

" Papa yakin itu karena Sha. Tante Mila tidak mungkin kabur jika bertemu papa. Dia justru merasa senang bisa bertemu papa yang tampan ini " Goda Irsyad sambil menatap geli pada putrinya. Wajah Sha semakin terlihat cemberut. Gadis kecil itu hendak membalas perkataan ayahnya, tapi sebuah deheman pelan membuat mereka berdua sama-sama menoleh pada sumbernya.

Mila berdiri kikuk dengan membawa nampan yang berisi dua gelas minuman dingin.

Apa dia mendengar ucapanku yang memuji diri sendiri? Kamu benar-benar mempermalukan dirimu sendiri didepannya Irsyad.

" Tante " Sha beranjak dari kursinya menghampiri Mila yang masih berdiri memegang nampan. Tangan kecil terulur menjangkau gelas kaca yang berisi air berwarna merah itu.

" Segarnyaaa..." Sha beberapa kali menjilat bibirnya, merasakan rasa manis minuman yang masih tertinggal disana.

Irsyad dan Mila masih beradu pandang beberapa detik, lalu dengan perasaan berdebar Mila lebih dulu memalingkan wajahnya dan mengambil tempat duduk di dekat Sha. Gadis kecil itu juga sudah duduk sambil menikmati sisa minumannya. Lama keduanya terdiam, hingga dengan sangat cepat Mila menyodorkan nampan yang berisi air minum yang dibuatnya di hadapan pria itu. Irsyad menatapnya sejenak, pria tampan itu mengulas senyum tipis sebelum tangannya mengambil gelas yang berisi minuman buatan Mila.

" Terima kasih " Ujar Irsyad saat gelas tersebut sudah berhasil ia angkat dari nampan.

" Sama-sama " Mila melirik sebentar lalu dengan cepat ia kembali berpaling.

" Apa kedatangan kami berdua mengganggumu, Mila?"

Irsyad bertanya dengan menatap sendu pada Mila yang masih terlihat tegang. Dua pasang mata itu sama-sama menatap Mila yang terlihat meremas kesepuluh jarinya dengan kuat.

Sejujurnya aku memang merasa terganggu dengan kehadiran mereka berdua. Apa harus kukatakan saja pada mereka bahwa aku tidak ingin mereka menemuiku lagi? Aku ingin menjauh, menghilang sama seperti lima tahun yang lalu.

Mila mengeratkan gigi-giginya dengan kuat, melipat bibirnya dalam-dalam dan menguatkan hatinya agar ia bisa mengatakan semuanya, hatinya bergetar, nafasnya memburu cepat seolah udara yang melingkupinya terasa menipis saat itu juga.

" Aku merasa....." Mila menoleh ke arah Sha yang masih menatapnya. Mata gadis kecil itu seperti menghipnotis dirinya untuk mengurungkan niatnya. Menelan kembali kata-kata yang sudah ia persiapkan di dalam hatinya.

Lakukanlah Mila ! Berhentilah menatap wajah kecil itu. Anak kecil itu bisa saja menggagalkan semua usahamu untuk menjauhi pria itu.

Mila mengundurkan pandangannya dari Sha , manik indahnya beredar berfokus menatap Irsyad yang ada di depannya. Sebelum membuka suaranya Mila menarik nafas panjang lalu menahannya di dada.

" Aku merasa....terganggu dengan keberadaan kalian berdua. Jadi kumohon berhentilah untuk datang kemari dan menemuiku. Aku harap ini adalah kali terakhir kita bertemu " Mila merasakan hatinya sedikit sakit saat ucapannya berakhir tapi ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupinya dari Irsyad dan juga Sha. Wajah Irsyad berubah pias, begitu juga dengan putrinya. Mata Sha sudah mulai berkaca-kaca. Irsyad berbalik memandangi putrinya dengan tatapan menyesal. Ia menyesal karena telah mengatakan pada putrinya bahwa Mila tidaklah keberatan jika mereka kembali mengunjunginya.

Tapi ternyata Sha bisa mendengar dengan jelas dari bibir wanita yang di panggilnya tante itu, bahwa wanita itu merasa terganggu dengan keberadaannya. Irsyad yakin putrinya itu pasti akan merasa bersedih karena ucapan Mila.

" Sweety, apa kamu sudah menghabiskan minumanmu? " Irsyad bertanya dengan nada tenang. Hatinya berusaha menahan rasa marah dan kecewa. Entahlah Irsyad tidak tahu, ia marah dan kecewa pada siapa. Mila tidak pernah berbicara seperti ini. Wanita itu bahkan selalu tersenyum hangat pada setiap orang yang baru dikenalnya. Mungkin saja perubahan sikap Mila karena kenangan menyakitkan yang wanita itu alami saat bercerai dengannya.

" Sudah papa " Cicit Sha dengan wajahnya yang hampir menangis.

" Sekarang ayo berpamitan sama tante dulu "

Sha mengangguk, setelah itu gadis kecil itu turun dari kursinya dan berjalan ke arah Mila. Hati Mila terasa pedih, ia merasa kedua matanya memanas. Sedikit lagi ia akan menangis, tapi Mila tidak mau. Mila tidak mau terlihat lemah !

" Terima kasih tante, minuman yang tante buat sangat enak " Setelah mengucapkan kalimat itu Sha langsung berbalik dan berlari memeluk papanya. Ia membenamkan wajahnya pada baju papanya. Irsyad tahu pasti bahwa putrinya sudah menangis.

" Kami pamit Mila. Terima kasih sudah bersedia menyempatkan waktumu untuk berbincang dengan aku dan Sha " Irsyad bangkit dari kursinya, ia menggendong putrinya yang masih membenamkan wajahnya di baju yang ia kenakan.

Mila mengangguk dengan sangat pelan, hatinya seperti ditusuk oleh sesuatu. Jika gadis kecil itu membencinya, maka ia akan menerimanya. Walau rasanya setitik hatinya tak ingin bila Sha membencinya. Mila harap dirinya akan merasa tenang karena sudah berhasil menjauh dari kedua orang itu, tapi bukan rasa tenang yang di dapatkannya. Ia justru merasa semakin bersalah dan takut.

Bersambung di episode selanjutnya.....

Happy reading, Love you guys😘

1
sutiasih kasih
jdi ceritanya mila jdi serep buatmu ya irsyad....
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
sutiasih kasih
km pikir mila itu patung tk punya hati & perasaan....
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
sutiasih kasih
msa iya setelah km ceraikn mila.... dn km mnikahi kekasih trcintamu... km msih kpikiran mila....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
sutiasih kasih
km aneh irsyad..... tk mncitai mila... tp smpe saat ini mikirin mila...
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Nur Aini
masa Alloh, cantik sekali,lisa
Nur Aini: masa Alloh Milan cantik sekali 😘🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
bagus banget
Endang Sulistia
harusnya tahan dulu Mila...g usah ketemu Ama si irsad...si irsadnya jadi kepedean
Endang Sulistia
gpp Mila, biar tau si mantan sakit dan hancurnya Mila dulu...Ampe kehilangan sahabatnya
Endang Sulistia
semangat
Endang Sulistia
bagus Mila...
Nurliana Uteh
Kecewa
Nurliana Uteh
Buruk
Bunga Ros
km tu pergi aja muka kk km emang beber beber benci sama irsyad untuk temenmu itu
Bunga Ros
cewek kok g punya pendirian kuat gampang sekali memaafkan usah tau di sakiti.....
Ana Ana
Mila mengapa jadi wanita lemah.yang tegar mila.jangan hanya menangis.
Oh Dewi
Dicari: Naskah yang layak terbit untuk dijadikan buku.
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.

Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.

Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.

AE Publishing Cab. Gresik

*paling lambat 15 Agustus 2023
masukan kedua orang itu dalam penjara...cocok sekali tapi kenapa Irsyad menceraikan juga kekasih kesayangan nya wpun curang, sedangkan kedua²nya penjahat
sumber kejahatan semua dari Lisa tapi Irsyad menyokong semua perbuatan kekasih tercintanya yang akhirnya curang...hebat sekali
bodoh juga c mila ni, mudah sekali memaafkan..
Ran Aulia
👍👍👍👍👍

terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!