NovelToon NovelToon
MEMORI YANG HILANG

MEMORI YANG HILANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:125.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuanitaaw

Abiyasha Harsha Pranacipta kehilangan ingatannya lima tahun lalu karena sebuah insiden kecelakaan hebat. Selama itu pula ia berusaha mengembalikan ingatannya mengenai wanita yang selalu muncul dalam mimpi buruknya.

Yasmine Abichara, seorang sekretaris direktur baru sebuah perusahaan besar di Jakarta merasa kaget ketika mengetahui bosnya adalah pria dimasa lalu yang ingin ia lupakan. Timbulnya benih-benih cinta di hati Yasmine membuatnya bertanya-tanya, mampukah ia mencintai Abiyasha saat pria itu memiliki hubungan erat dengan masa lalunya? Dan bagaimana hubungannya dengan Rio saat Yasmine tahu sejak awal tidak ada cinta untuk pria itu sedikitpun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuanitaaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Bagian 17|

Bandara Soekarno-Hatta

"Kau seharusnya tidak perlu mengantarku," kata Rio. Pria itu menyentuh bahu Yasmine. Bandara terlihat penuh. Beberapa orang sudah bersiap untuk boarding pass. Pagi ini Yasmine mengantarkan Rio untuk pergi. Pria itu tampak rapi mengenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jins hitamnya. Yasmine tersenyum simpul. "Kau masih sakit, Yash."

Yasmine menggeleng. "Aku baik-baik saja, dan aku senang bisa mengantarmu," senyum Yasmine lagi.

"Kau akan menungguku, kan?" tanya Rio.

"Tentu saja aku akan menunggumu, Rio!" jawab Yasmine cepat.

Hal itu membuat senyum Rio memudar. "Bukan itu yang kumaksud. Apa kau akan menungguku pulang dan menjawab pertanyaanku tempo hari?"

Perlahan. Yasmine mengangguk. Ia tidak tahu jawaban apa yang akan ia berikan pada Rio. Tapi apapun jawabannya, Yasmine akan mengatakannya. Menikah dengan Rio atau sebaliknya.

"Kau akan baik-baik saja tanpaku, kan?"

"Ya, aku akan baik-baik saja. Kau fokus saja pada pekerjaanmu. Aku tidak akan membuatmu cemas!"

Rio mengelus rambut Yasmine. Ia begitu mencintai wanita ini. Tapi, dirinya tidak bisa membiarkan Yasmine terpaksa pada hubungan apapun yang melibatkan dirinya di dalamnya. Kepergiannya ke Kalimantan adalah agar Yasmine mampu memikirkan tentang apakah masih ada ruang di hatinya yang dapat dijangkau Rio atau tidak. Seandainya pun tidak lagi ada ruang di hati Yasmine, Rio sudah bertekad untuk tidak marah atau menjauhi Yasmine. Ia bisa menyayangi wanita itu sebagai seorang sahabat. Tapi kika memang ada ruang yang bisa Rio masuki, maka ia berjanji tidak akan pernah membiarkan Yasmine bersedih walau hanya untuk sedetik pun.

"Apa aku boleh minta sesuatu darimu?"

Yasmine mendongakkan kepalanya. "Apa?"

"Jangan dekati Abi. Aku khawatir dia akan menyakitimu!" Peringat Rio. Ia benar-benar tidak menyukai Abiyasha. Pria itu arogan dan sepertinya sedang mengincar Yasmine.

"Rio... Ayolah. Aku dan dia terlibat suatu pekerjaan yang mengharuskan aku selalu bersamanya. Aku sudah bilang padamu kalau aku akan menjaga diriku sendiri, kan?"

"Tapi kau tidak akan menyukainya, kan?"

Yasmine tertawa. "Aku tidak berniat melakukan hal semacam itu, Rio..."

"Tapi bagaimana jika takdir yang membuatmu begitu?"

Yasmine menghentikan tawanya. Dadanya berdesir. Bahkan takdir sudah mempertemukanku lagi dengannya...

Menutupi hal tersebut, Yasmine menggeleng. "Jangan katakan hal yang tidak-tidak!"

Rio juga menutupinya dengan tersenyum. Ia menunduk, lalu memeluk Yasmine. Yasmine balas memeluk pria itu. "Aku hanya khawatir dia akan semena-mena padamu. Tapi kalau tidak, ya sudah. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu..."

Panggilan untuk semua penumpang bergema dari speaker. Nomor penumpang Rio juga disebut. Yasmine melepaskan pelukan Rio. "Baiklah, kau harus berangkat sekarang!"

"Ya. Kau pulang saja dan istirahatlah. Aku akan mengabarimu kalau aku sudah mendarat!'

Yasmine mengangguk. Perlahan Rio melangkahkan kakinya setelah melambaikan tangan. Yasmine membalas lambaian tangan Rio, lalu begitu pria itu menghilang di balik kerumunan orang-orang yang berlalu lalang, secepat kilat Yasmine berlari.

Astaga! Aku bisa terlambat bekerja!

...***...

Abiyasha mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja kerjanya. Ia menatap jam yang menempel pada dinding. Sudah jam segini, tapi Yasmine masih belum juga datang. Sebenarnya, jika wanita itu tidak mengatakan akan datang bekerja hari ini,Abiyasha tidak akan menunggunya. Tapi ketika Yasmine bilang akan bekerja dan wanita itu belum muncul juga, Abiyasha takut terjadi apa-apa padanya. Bagaimana kalau dia pingsan lagi? Bagaimana kalau wanita itu belum makan dan kelelahan seperti kemarin?

Memikirkan hal itu, Abiyasha jadi uring-uringan. Pagi ini ia sengaja tidak meminum kopi buatan Bi Ida di rumah Ibunya. Ia menantikan Yasmine datang dan membuat kopi seperti kemarin. Tapi kalau wanita itu benar-benar tidak masuk, terpaksa Abiyasha harus menahan keinginanya minum kopi sampai wanita itu sembuh.

Abiyasha menatap kursi kerja Yasmine di ujung sana, tiba-tiba perasaan hampa yang sulit dijelaskan muncul ketika ia menatap kursi itu kosong. Yasmine baru dua hari bekerja di perusahaannya. Tapi bagaimana mungkin poros kehidupan Abiyasha seolah berpusat pada wanita itu? Konyol!

Abiyasha menahan diri untuk tidak menelepon Yasmine. Ia tidak mau menganggu wanita itu karena sikap Yasmine benar-benar mengindikasikan kalau ia merasa terganggu dengan kehadiran Abiyasha.

Benar-benar menyebalkan.

Jari Abiyasha berhenti berketuk ketika seseorang mengetuk pintu ruangannya. Dadanya berdesir menunggu siapa yang akan masuk. Hanya sepersekian detik sebelum senyumnya melebar ketika melihat Yasmine datang. Wanita itu benar-benar datang pagi ini.

Abiyasha menahan diri untuk tidak melompat seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah ulang tahun dari orang tuanya. Sebagai gantinya, pria itu memasang wajah dingin.

"Selamat pagi, Pak!" sapa Yasmine.

Abiyasha menatap jam tangannya. "Selamat pagi katamu? Ini sudah siang. Kau terlambat satu jam empat menit tiga belas detik!" Abiyasha mengernyit. "Empat belas detik maksudku."

Ekspresi Yasmine selanjutnya benar-benar lucu. Wanita itu menganga. Tapi sayangnya Abi tidak bercanda. Ia benar-benar menghitung keterlambatan Yasmine. Bukan karena apa-apa, tapi karena selama itulah ia menunggu Yasmine.

"Satu detik yang sangat berarti," gumam Yasmine.

Abiyasha ingin tersenyum. Wanita itu gusar sekali. "Kau pikir aku tidak akan memberimu hukuman karena keterlambatanmu itu?"

Yasmine memutar bola matanya. "Apa anda tidak bisa memberi saya pujian saja karena sudah datang saat sedang sakit daripada harus memberi saya hukuman karena keterlambatan saya? Sepertinya yang ada di otak Pak Abi hanya hukuman dan pikiran yang buruk. Wah, saya bertanya-tanya berapa racun yang dapat terdetox di sana."

Abiyasha nyaris menyemburkan tawanya. "Apa katamu?!"

Yasmine mengangkat bahunya. "Tidak ada. Sekarang katakan apa yang harus saya lakukan?"

"Kopi!" jawab Abiyasha. Terlalu antusias di telinganya sehingga ia merasa sangat bodoh dengan menunggu Yasmine bertanya hal itu. "Maksudku, aku sedang pusing pagi ini karena berdebat denganmu. Jadi kau harus bertanggung jawab dengan membuatkanku kopi!"

"Baiklah..."

"Bisa tolong ambilkan kue kering juga?" pinta Abiyasha.

"Tentu!" jawab Yasmine sambil lalu.

"Tolong buatkan aku teh hijau juga," seru Abiyasha.

Yasmine mengernyit. "Anda kan meminum dua jenis minuman sekaligus?"

Abiyasha memiliki tujuan lain. "Tentu saja. Memangnya siapa yang bos di sini?"

Abiyasha yakin Yasmine baru saja menyumpah dalam hati. "Baiklah. Anda memang pantas sekali menjadi bos. Kalau begitu saya akan membuatkan kopi, teh hijau, dan mengambil kue kering. Anda mau nasi uduk juga?" tawar Yasmine dengan ekspresi serius padahal wanita itu baru saja mengejeknya.

"Tidak. Terima kasih!"

Dengan sekali anggukkan, Yasmine keluar dari ruangannya setelah menaruh tas jinjingnya di atas meja kerjanya. Wanita itu terlihat begitu gusar. Terlihat dari langkahnya yang seperti ingin menginjak-injak Abiyasha.

Sepeninggal Yasmine. Abiyasha bersumpah ia tidak mampu menahan tawanya hingga matanya berair.

...***...

...Bab ini kupersembahkan untukmu,...

...seseorang yang menginspirasiku dari nasi uduk....

...Percayalah, aku sangat berterima kasih...

...untuk itu. :)...

...IG : @_yuanitaaw...

1
Widya Asyanti
ciiih amara memang pr licik
Widya Asyanti
dasar amara jalang, teriak org jalang, musuh dlm selimut, hari2 yasmine
Widya Asyanti
jalang juga si amara
Yanti Rosmiati
😘
BIO zorx
Semangat thor...💪💪
Susy Avryl Yume
Ceritanya beda dr yg lain, jd semangat bacanya
Fajriyah Siti
gk masalah dg cerita yg pendek Yuanita....karena karya yg bagus gk diukur dg brp byknya episode....bersyukurlah karena bisa menuangkan ide.... jadi ingat sama kata2 teman di masa kuliah dulu..." hal yg paling kejam adalah membunuh ide...."
Dulu aku punya keinginan menulis biografi (kisah hidupku pribadi)...pengen berbagi pengalaman & pembelajaran hidup.... tapi.... sulit.... mo mulai darimana.... makanya salut sama novelis2 sptmu....yg bisa menuangkan ide secara bebas....meski mungkin sambil merasa tertekan yaa.... tipa hari kayak yg dikejar2 biar bisa up.... hahaha...
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): hahahha. setujuuu. harus sabar waktu novelnya dibaca banyak orang tapi like nya dikit juga😂
total 1 replies
Fajriyah Siti
so sweet....... terima kasih sudah bersabar dgn tuntutan penggemar ceritamu thor..... semangat untuk terus berkarya lagi yaaaa.....
Fajriyah Siti
makasih byk sdh up banyak thor.....salut dg kekayaan imajinasimu....👍👍👍👍👍
Fajriyah Siti
hampir aja kusangka bakal seperti sinetron.... ceritanya semakin diperpanjang....gara2 kebohongan Amara.... semangat Thor...👍👍👍👍👍
Neneng Aulia
maaf ya thor....disini knp aku merasa tokoh abiyhasa terlalu bodoh🙈🙈
Chandra Maulana
kok lama bgt sh thor up nyh..siang mlm q terus nggu lho thor,,semangat thor q penasaran bgt thor ama cerita nyh klo bisa jgn sad ending yh thor🙏🙏🙏
Fajriyah Siti
mmmmmmh.... kesel ah..... author..... kok ngacak2 emosi shi...... 😥😥😥.... bikin aku jadi males like nhi..... but by the way.... salut for u..... tetap semangat berkarya yaa.... tetap kutunggu endnya loh....
Fajriyah Siti
by the way..... thank's bgt ya sudah up.....gk sabar nunggu kelanjutannya.....👍👍👍
semangat Yuanita....
Fajriyah Siti
hhhhhhhmmm nanggung.......
bikin gemezzzz deh.....😣😣😣😣
Rismiwati Wati
up ditunggu
Fajriyah Siti
semangat Thor....👍👍👍
Fajriyah Siti
thank's sdh up ya Thor....
Fajriyah Siti
mmmmhhhhhh gk sabar sama endingnya Thor.....
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Wkwkwk. Terima kasih🙏
total 2 replies
Risty Agustari
kapan lagi lanjut ya.. gk sabar menanti ceritnya
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Insyaallah mulai senin ya... author habis nikahan. Jadi masih pegel semua hehe.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!