NovelToon NovelToon
Love In Venice

Love In Venice

Status: tamat
Genre:Romantis / Angst / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eva IM

Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya?
Ketemu lagi setelah lima tahun?
Sekarang dia menjadi bos di tempat kerjaku, apa-apaan coba?
Tuhan memang suka bercanda.

Aku Aisyaha Alexandria Maharmita dan inilah kisahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 Kembali

Lima tahun sudah berlalu memang. Tapi rasa sakit itu tak pernah bisa hilang. Entah dosa apa yang telah diperbuat Syaha hingga takdir mempermainkan hidupnya.

Bertemu lagi dengan mantan suami yang hampir bisa dia lupakan. Tuhan memang suka bercanda.

Surat pengunduran diri sudah tertata rapi di meja kerjanya. Besok akan dia serahkan ke kantornya. Tak sudi Syaha melihat wajah brengsek pria itu. Tidak lagi. Tidak akan lagi Syaha mau berdekatan dengan pria itu. Bahkan hanya mendengar namanya saja Syaha bergidik ngeri.

Langkah Syaha penuh tekad yang bulat. Salah satu tangannya memegang amplop putih bertuliskan 'Surat Pengunduran Diri'. Setelah sampai dilobi Syaha langsung mendekati resepsionis.

"Mbak.. minta tolong serahkan ini sama bagian personalia.. atau sekalian ke Pak CEO yang baru itu juga tidak apa-apa.."

Syaha meletakkan amplop putih itu di atas meja resepsionis.

"Loh Mbak Syaha mau mengundurkan diri?" Tanya Rini si resepsionis kaget setelah membaca tulisan di depan amplop.

"Iya Mbak.. tolong ya.. aku ga ada waktu.." Jelas Syaha.

"Iya Mbak.."

"Terima kasih ya Mbak Rini.."

Misi 1 (mengundurkan diri dari Lucas 'brengsek' Company) selesai.

Misi 2 (berkunjung ke tempat Anna di Medan) sedang dalam proses.

Misi 3 (ke tempat Mas Nando di Surabaya bareng Anna) sedang dalam proses.

Misi 4 (pindah ke Bandung setelah dari Surabaya) sedang dalam proses.

Misi 5 (cari kerjaan baru di Bandung) sedang dalam proses.

Syaha tersenyum puas membaca agendanya dalam waktu dekat ini.

-----

Syaha bangun dengan kepala berdenyut ketika tidurnya tergannggu dengan suara dering ponselnnya. Tangan Syaha meraih ponsel di meja samping kasurnya dengan malas.

Mala is calling.

Mala? Bukankah ini sudah waktunya masuk kantor? Kenapa Mala telpon jam segini.

"Halo.." Sapa Syaha.

"Sya kamu dimana? Syukurlah kamu angkat telponnya.. kenapa hari ini ga ke kantor? Kemarin juga.." Tanya Mala sekaligus.

"Aku sudah mengundurkan diri Mal.. kenapa? Surat pengunduran diriku belum sampai ke bagian personalia? kemarin sudah aku titipkan ke Mbak Rini di meja resepsionis.." Jawab Syaha dengan mata yang masih tertutup. Hari ini dia akan ke Medan. Penerbangannya sore nanti jadi Syaha santai-santai dulu dirumah. Menikmati status barunya sebagai pengangguran. Status ini jauh lebih baik daripada status istri Raya Lucas 'brengsek' itu.

"Sudah sih Sya.. sudah sampai ke Pak Ray juga.." Suara Mala merendah.

"Baguslah.. memang itu tujuanku.."

Mendengar nama Ray disebut Mala, hati Syaha terasa perih. Ah nama terkutuk itu.

"Tapi terjadi masalah Sya.."

"Masalah apa Mal? Aku bukan pegawai Lucas lagi Mal.. kenapa malah curhat ke aku.." Syaha bangkit dari tidurnya. Matanya telah terbuka lebar setelah mendengar nama Ray.

"Kemarin siang Pak Ray marah besar pada divisi kita setelah menerima surat pengunduran diri kamu.."

"Terus?" Apakah itu penting untuk ku? Ah.. bodo amat dengan si brengsek itu. Batin Syaha tertawa jahat.

"Pak Ray mengancam jika tidak ada yang membawa balik kamu kerja di Lucas lagi dalam waktu 24 jam, kami semua akan dipecat Sya.."

"Apa?" What the hell Ray brengsek itu.. setelah lima tahun ternyata otaknya jadi bermasalah.. Suara hati Syaha berjerit.

"Kemarin kami mencoba telpon kamu tapi nomor kamu tak aktif Sya.. aku mampir ke apartement, kamu ga ada Sya.. Sya tolong kami Sya.. semua orang di divisi kita terancam di pecat.."

Suara Mala bergetar. Syaha bisa memperkirakan jika Mala saat ini sedang menangis.

"Tapi aku sudah mengundurkan diri Mal.." Syaha menolak keras. Kembali kesana sama saja berjalan menuju kiamat.

"Tolong lah kami Sya.. kami semua butuh pekerjaan ini Sya.. tolong bantu kami untuk membujuk Pak Ray untuk tidak memecat kami.. walaupun kami tidak tahu alasan Pak Ray tapi kami butuh kamu Syaha.." Mala memohon.

Syaha menarik nafas panjang. Ingin rasanya pergi jauh agar Syaha tidak perlu repot-repot bertemu dengan Ray. Demi hajat hidup orang banyak. Syaha akan menghadapi Ray.

"Ok Mal aku akan segera kesana.."

"Terima kasih Sya.." Suara Mala terdegar lega.

Tangan Syaha memijat pelipisnya pelan. Haruskah dia melakukannya? Syaha benar-benar tidak ingin lagi bertemu Ray.

Ah sial! Dasar Ray Lucas 'brengsek' tak waras.

Bersambung...

1
Ririn Nursisminingsih
alah ais lemah dah tinggalin aja biarin dia diapartemenmu
Win
Luar biasa
えぎょ えぎょ
Kecewa
えぎょ えぎょ
Buruk
Mariksa
hadeeeeh Ais Ais..... jual mahal dikit lah. masak udah kalah sih.
Mariksa
syaha di kasih obat bius sama ray, masak tidur sampe segitunya.
Mariksa
Ais lemah
Mariksa
Aduh jd nangis Bombay dah..
Surati
bagus👍💪
Mafaza Nurnadia
Luar biasa
Vita Liana
udah beberapa tahun ,, nemu lagi ceritanya 😍😂
Yulia Widiastuti
ya betul cerita nya simpel aja ga neko2 ....lanjut berkarya thorr
mamae zaedan
Luar biasa
mamae zaedan
dalam kemarahan selama ini masih juga memendam rindu,, sampai orang kenyataan dianggap halusinasi😙☺️
mamae zaedan
ikut nanggis dah,,
Vicka Byl
top
•Rifa_Fizka
Hallo kakak mampir juga dong di novel aku ,yang berjudul kekuatan hati wanita ceritanya seruuu
Dewi Sariyanti
Karya yg menarik, bikib emosi readers ikut naik turun masuk mendalami cerita
Eka Aphalah Aphalah
setelah q baca sampe disini, ternyata cerita ny sama az ,,dan ujungnya balikan lgi,,kaya novel d sebelah 😃😄😄
Mawar berduri
kisah yg menarik...cukup menghibur..trima kasih..sukses sll ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!