NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

"Hehe!! kan tidak ada salahnya juga kalau seperti itu ke Istri sendiri, oh iya boleh tanya sesuatu padamu Ay?" tawa Ardan seraya bertanya.

"Ck.tanyain saja sih Hubby, jangan sungkan seperti itu sama Istri sendiri." kesal Asyifa.

"Kenapa saat pertama kali Hubby menggauli kamu Vaginamu masih sangat sempit dan juga ada darah keperawanan, padahal kan kamu sudah pernah Menikah?" tanya Ardan.

"Oh tentang hal itu rupanya! itu karena setiap ingin berhubungan selalu saja ada halangan, seakan-akan semesta tidak mengizinkan hal itu terjadi, jadi intinya meskipun statusku Janda tapi aku masih Perawan Hubby." jawab Asyifa.

"Berarti Mantan Suami kamu itu bodoh masa Perempuan Secantik kamu dia ceraikan begitu saja, tapi Hubby juga bersyukur dan sangat beruntung dong Ay." ucap Ardan.

"Ish please yah Hubby jangan membahas dia lagi, ya memang benar Hubby lah orang pertama yang merenggut keperawananku, tapi awas saja kalau Hubby berani sampai macam-macam dan apalagi sampai jajan di luaran sana, jika itu sampai terjadi maka jangan salahkan jika aku tidak akan segan untuk..." sahut Asyifa sambil mengancam tapi terpotong.

"Sudah jangan kamu teruskan Ay! lagian hal yang kamu sebutkan tadi tidak akan mungkin Hubby lakukan, karena Hubby sudah sangat bersyukur mendapatkan seorang Istri seperti kamu yang Cantik luar dalam." potong Ardan.

"Ck.malah menggombal begitu kamu tuh By! udah ah yuk langsung tidur, aku sudah ngantuk banget nih By." kesal Asyifa sambil mengajak.

"Kok malah di bilang gombal sih Ay! itu dari lubuk hati yang paling dalam tau Ay." sahut Ardan.

"Hubby!! hayoo tidur, jangan bicara terus seperti itu ihhh." ucap Asyifa.

"Huft..baiklah Ay." sahut Ardan.

Di saat keduanya ingin langsung tidur, baru saja ingin memejamkan matanya, tiba-tiba ada bunyi yang sangat berisik karena bunyinya terlalu keras seperti Alarm.

"Hubby!! ini bunyi apaan sih kok berisik banget sih?" tanya Asyifa.

"Astagfirullah!! Ayang tolong ambilkan tas yang berada di samping kamu itu." jawab Ardan sambil menunjuk.

"Hmm baiklah By." sahut Asyifa sambil berbalik untuk mengambil tas.

Ardan pun duduk sambil menerima serta membuka tas yang di berikan oleh Istrinya, Ardan pun mengeluarkan laptop di dalam tas dan langsung berkutat mengoperasikan laptopnya dengan kelincahan jari jemarinya untuk melawan serangan dadakan tersebut.

Sedangkan Asyifa yang berada di samping Suaminya sangat terkejut, saat melihat Suaminya begitu sangat cepat saat mengetik sesuatu di laptop itu, sampai-sampai Asyifa pun terbengong di sadarkan dengan adanya panggilan telpon dari Hp Suaminya dan langsung melihat siapa yang menelpon itu ternyata tertera dengan nama Dimas.

"Hubby!! ini ada telpon dari Dimas." ucap Asyifa.

"Tolong kamu angkat saja dan langsung di load speaker yah Ayang." pinta Ardan.

Ardan menjawab ucapan dari Istrinya pun tanpa melihatnya, karena sedang sangat fokus dengan laptopnya, Asyifa yang paham dan mengerti pun langsung mengangkat panggilan telpon tersebut serta mengaktifkan load speaker Hp nya.

"Assalamualaikum Bang!! gimana nih ada yang sedang menyer..."

"Waalaikumsalam sudah kamu tenang saja, sekarang Abang sedang mengusahakan nih."

"Baiklah Bang!! maaf sudah mengganggu."

Tut

Tut

"Sebenernya kamu itu siapa sih By, kenapa begitu lincah saat mengoperasikan laptopnya huft..sepertinya masih banyak rahasia yang kamu sembunyikan dariku By." batin Asyifa.

"Alhamdulillah selesai juga sebaiknya di perketat keamanannya, huft..ada-ada saja eh kenapa Ayang menatap Hubby sampai seperti menatap seorang musuh sih." ucap Ardan.

Ardan pun sangat kaget saat menoleh ke Istrinya ternyata sedang di tatap sama Istrinya seperti adanya permusuhan di mata sang Istri.

"Sebenernya kamu itu siapa sih By! katanya Karyawan Pabrik, tapi kenapa bisa punya laptop dan rupanya kamu begitu ahli saat mengoperasikan laptop itu By?" tanya Asyifa.

"Ya ampun Ay! kamu lupa dengan Suami kamu sendiri dan lagipula siapa juga yang bilang kalau Hubby Karyawan Pabrik." jawab Ardan.

"Hubby!!! serius ihhh." kesal Asyifa.

Kring

Kring

"Ck.siapa lagi sih ini yang nelpon sungguh sangat mengganggu saja, eh..Hubby!! ini kok namanya Mama, apa ini Mamanya Hubby yah yang nelpon." kesal Asyifa.

Asyifa pun melihat siapa yang menelpon ternyata tertera dengan nama Mama langsung bertanya ke Suaminya.

"Ya kalau namanya Mama! ya udah pasti Mama Hubby lah Ayang aww sakit Ayang." jawab Ardan sambil mengeluh kesakitan karena pinggangnya di cubit oleh Asyifa.

"Bodo amat!! kamu tuh banyak banget sih rahasianya, kan siapa yang tau kalau itu selingkuhan kamu By! yang kamu beri nama Mama, nih Hp nya angkat dulu, setelah itu Hubby harus menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi lagi dariku." kesal Asyifa sambil menyodorkan Hp.

"Kamu saja yang angkat Ayang, Hubby sedang tanggung nih sebentar lagi juga selesai." pinta Ardan.

Ya ardan memang sedang sibuk dengan mengoperasikan laptopnya untuk memperkuat sistem keamanan di Perusahaannya tentu saja hal itu tanpa di ketahui oleh Asyifa.

Sedangkan Asyifa meskipun lagi kesal dengan Suaminya, tapi tetap menuruti permintaan dari Suaminya untuk mengangkat panggilan telpon tersebut.

Baru saja mengangkat panggilan telpon langsung di kagetkan dengan teriakan si penelpon, hampir saja Asyifa menjatuhkan Hp Suaminya karena saking kaget nya.

Dengan mengelus dadanya Asyifa pun mewakili Suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya untuk berbicara dengan si penelpon yaitu Mama Shinta.

Asyifa sedang berbicara dengan Mama Shinta tapi Ardan berceloteh, ya meskipun Ardan sibuk dengan laptopnya tapi dia masih bisa memperkenalkan Asyifa sebagai Istrinya ke Mama Shinta.

Mama Shinta yang berada jauh di seberang sana pun kaget, kecewa dan antusias saat bersamaan, saat Putranya bilang kalau dia sudah Menikah dengan seorang Perempuan yang bernama Asyifa.

Ya kaget karena mendengar kabar yang mengejutkan, kecewa karena sang Putra tidak memberitahukan pernikahannya, antusias karena ternyata dia sudah memiliki seorang Menantu Perempuan.

Asyifa pun di minta oleh Mama Shinta untuk memanggil Mama jangan Tante lagi serta meminta untuk datang ke Rumah, karena sangat antusias Mama Shinta pun sampai meminta alamat dan bilang ingin menjemputnya sendiri.

Tentu saja mendengar hal itu membuat Asyifa sangat kaget karena sang Mertuanya sampai segitunya sampai-sampai ingin menjemput sendiri seperti itu, akhirnya Asyifa pun mengiyakan untuk datang ke Rumah Mama Shinta dan panggilan pun berakhir.

"Huft..apalagi ingin memperkenalkan bahkan cerita pun tidak pernah kamu tuh By." ucap Asyifa sambil menghembuskan nafas pelan.

"Kan Ayang juga tidak pernah bertanya tentang hal itu." sahut Ardan.

"Ck.tau ahhh!! terus Mama tinggal dimana By?" tanya Asyifa.

"Mama itu tinggal di Kota B Ay.'' jawab Ardan.

"Hah jauh juga yah, eh terus kenapa Hubby bisa berada di Kota ini?" tanya Asyifa.

"Ya kan Hubby merantau untuk berkerja." jawab Ardan.

"Ish kamu tuh By! ini namanya sudah keterlaluan tau, sedangkan kita sudah menikah lebih dari satu bulan tapi Keluarga Hubby tidak mengetahuinya, apa Hubby semalu itu untuk memperkenalkan aku pada Keluarga Hubby?" kesal Asyifa seraya bertanya.

"Eh tidak seperti itu juga kok Ay....

Bersambung

~ *See You Next* ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!