NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 : Ketulusan

Ruangan yang semula hangat itu tiba-tiba menjadi senyap. Suara dentingan alat makan seolah menghilang begitu saja. Semua mata tertuju kepada Lyko, menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir gadis itu.

Di sampingnya, Xavier terlihat tetap duduk tenang dengan wajah datarnya. Namun untuk seseorang yang mengenalnya dengan baik, akan mudah menyadari bahwa pemuda itu sedang gugup.

Tatapannya sesekali mengarah pada Lyko, seolah khawatir gadis itu akan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya.

Lyko menangkap tatapan itu. Ia menoleh sekilas ke arah Xavier, seolah membaca kegelisahan yang sedang berusaha disembunyikan pria itu.

Kemudian ia menunduk menatap makanannya sesaat. Beberapa detik, lalu perlahan senyum lembut terukir di wajahnya. Ia mengangkat pandangannya ke arah Mama Olivia dan Papa Edward.

"Kalau ditanya kenapa aku tertarik pada Xavier..." Lyko berhenti sejenak. "Kurasa karena hatinya yang tulus."

Xavier sedikit terdiam mendengar perkataan itu. Sementara Mama Olivia langsung memperhatikan dengan penuh antusias.

Lyko melanjutkan dengan tenang. "Aku tertarik karena dia mau membantu seseorang tanpa mengharapkan apa pun. Mungkin Xavier memang tidak pandai menunjukkan sisi romantisnya."

Ia melirik Xavier sebentar. "Atau mungkin dia hanya tidak ingin terlihat seperti laki-laki yang terlihat menjadi budak cinta didepan banyak orang."

Mata Olivia langsung berbinar mendengar itu.

Sedangkan Xavier hanya meminum jus jeruknya seolah tidak peduli, walaupun ujung telinganya tampak sedikit memerah.

"Dan walaupun pertemuan kami bisa dibilang sangat singkat," lanjut Lyko, "namun aku ingin berusaha menjadi yang terbaik dalam hubungan ini.”

Ia menatap kearah Mama Olivia. “Kami mungkin masih harus belajar satu sama lain, tapi aku ingin menjalani semuanya sesuai dengan keinginan dan kenyamanan kami berdua."

Setelah ia selesai berbicara, ruangan kembali hening beberapa saat.

Lalu Papa Edward tersenyum. Senyum yang jarang sekali terlihat dari pria itu. "Jawaban yang sangat bagus."

Olivia juga tersenyum senang. Karena untuk pertama kalinya ia mendengar seseorang menyukai putranya bukan karena wajah, kekayaan, ataupun nama besar keluarga Volkov.

Lyko menyukai Xavier karena dirinya sendiri. Dan itu membuat hati Olivia terasa hangat. Namun beberapa saat kemudian, senyum wanita itu sedikit memudar.

Seolah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Perlahan ia mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Lyko. "Kalau begitu..." suaranya terdengar lembut.

"Apa pemikiranmu itu tidak akan berubah kalau mungkin... hanya mungkin saja... Xavier memiliki masa lalu yang belum bisa diceritakan?"

Lyko tampak sedikit bingung, ia menatap Mama Olivia beberapa saat. Lalu beralih menatap Xavier, pemuda itu masih terlihat tenang seperti tidak mendengar omongan Mamanya barusan.

Namun entah kenapa, Lyko bisa melihat keraguan yang tersirat di balik mata merah biru itu. Seolah Xavier benar-benar ingin mengetahui jawabannya.

Lyko terdiam sesaat. Namun lagi-lagi ia kembali tersenyum. Senyuman ini sangat hangat dan tulus. "Menurutku..." katanya menggantung. "Setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing."

Ia menatap Olivia dengan lembut. "Semua makhluk di dunia ini pasti memiliki kekurangan." Katanya. "Tidak ada yang sempurna, termaksud aku."

"Kalau suatu hari nanti aku mengetahui kekurangan Xavier, bukankah itu sesuatu yang memang seharusnya dijalani bersama?"

"Sama seperti hubungan pasangan lainnya."

"Karena menurutku... menerima seseorang berarti juga menerima sisi yang tidak sempurna dari dirinya, bukan hanya dirinya yang terlihat dari pandangan orang lain."

Olivia terdiam. Untuk beberapa saat, ia hanya memandangi wajah Lyko. Entah mengapa... ia bisa merasakan ketulusan dari setiap kata yang diucapkan gadis itu.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, hatinya benar-benar merasa tenang. Namun sebelum suasana menjadi terlalu emosional, Xavier tiba-tiba meletakkan gelasnya.

"Kalau begitu kita bahas intinya saja."

Semua orang langsung menoleh kepadanya.

Xavier menatap kedua orang tuanya dengan datar. "Papa. Mama."

"Kalian setuju atau tidak dengan hubunganku dan Lyko?" katanya tegas.

Sesaat ruangan menjadi sunyi.

Papa Edward dan Mama Olivia saling berpandangan. Lalu keduanya tertawa kecil.

"Kau ini..." Olivia menggeleng geli. "Ternyata ingin buru-buru sekali."

Xavier tidak menjawab, ia hanya menunggu.

Melihat ekspresi putranya, Olivia akhirnya tersenyum lebar. "Tentu saja Mama setuju."

Lyko sedikit terkejut.

Mama Olivia melanjutkan, "Mama sangat menyukai Lyko." Ia menatap Lyko. "Bukan hanya karena wajahnya yang cantik."

"Tapi juga karena perasaannya, kamu gadis yang baik, Sayang. Tentu saja Mama setuju kalian menikah."

Mata Lyko sedikit membesar mendengar kalimat itu.

Sementara Edward ikut menganggukkan kepala. "Papa juga setuju." Pria itu menatap Xavier. "Karena aku mengenal putraku sendiri."

"Xavier bukan tipe orang yang memilih sesuatu secara sembarangan. Dia selalu teliti... dan alau dia memilih Lyko, berarti menurutnya Lyko adalah pilihan yang tepat."

"Dan aku percaya pada penilaiannya, dan mendengar jawaban Lyko tadi sudah sangat meyakinkan mengapa Xavier memilihmu,” ia menatap Lyko.

Xavier hanya mengangguk kecil. Ekspresinya tetap dingin seperti biasa. Namun entah mengapa suasana di sekitarnya terasa jauh lebih ringan.

Lyko membalasnya dengan senyuman. "Terima kasih karena sudah mau menerimaku."

Olivia langsung mengangguk. "Tentu saja."

Kemudian ia melirik Xavier. “Tolong jaga anak Mama ini ya, terkadang dia suka ceroboh."

Xavier langsung menatap sinis ibunya. "Aku atau Mama yang ceroboh?" katanya ketus. "Aku mengerjakan semua pekerjaanku dengan baik."

"Heh!" Mama Olivia langsung kesal. "Enak saja bilang begitu!" Ia melanjutkan. "Mama tidak ceroboh!"

"Hanya kurang teliti sedikit...” katanya sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

"Itu sama saja," ucap Xavier datar.

"Xavier!" kata Mama Olivia yang semakin kesal dengan sikap anaknya.

Edward yang melihat pertengkaran kecil itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala. Sesekali terdengar tawa kecil darinya.

Sementara Lyko juga ikut tersenyum saat melihat pertengkaran antara ibu dan anak itu.

***

Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Setelah berbincang cukup lama, Xavier dan Lyko akhirnya berpamitan untuk pulang.

Namun masalahnya... Mama Olivia sama sekali tidak ingin berpisah dengan Lyko.

"Jangan pulang dulu..." Olivia memeluk Lyko dengan erat seolah takut gadis itu tidak akan kembali.

Lyko hanya bisa tersenyum canggung. "Ma..."

Xavier memijat pelipisnya karena heran dengan tingkah ibunya.

Sementara Papa Edward sudah mencoba membujuk istrinya sejak lima menit yang lalu. "Sayang, biarkan mereka pulang."

Namun Mama Olivia tetap menolahnya. “Sudah ku katakan tidak mau!” bentaknya pada Papa Edward.

Papa Edward hanya bisa menghela napas pasrah dan sedikit mundur karena takut dengan omelan istrinya itu.

Mama Olivia kemudian menatap Lyko dengan mata berbinar. "Biarkan Lyko menginap disini... ya sayang?” tanyanya pada Lyko.

“Tidak,” kali ini Xavier yang menjawab dengan cepat dan tegas.

Mama Olivia langsung melotot. "Hei Xavier, kau ini kenapa sama dengan Papa mu sih! Sama-sama menyebalkan!”

"Lyko harus pulang Ma, ini sudah malam” katanya tegas.

"Tapi Mama ingin lebih lama mengobrol dengannya.”

Xavier hanya menatap datar. “Sudahku katakan tidak ya tidak, Ma.”

Melihat situasi yang mulai tidak ada ujungnya, Lyko akhirnya tersenyum lembut dan mengeluarkan suara. "Ma... Lyko akan kembali berkunjung lagi kalau ada waktu luang, Lyko janji."

Olivia langsung membeku. "Benarkah? Janji?”

Lyko mengangguk.

Seketika wajah Olivia kembali cerah. "Janji ya, Sayang?" ia mengacungkan jari kelingkingnya.

Lyko mengangguk dan membalas jari kelingking itu. "Janji."

Barulah setelah itu Olivia bersedia melepaskan pelukannya. “Tapi tunggu sebentar, Mama ada hadiah untukmu,” katanya. “Bawa semuanya kesini!” ia menepuk tangannya.

Tak lama kemudian para pelayan berdatangan. Mereka membawa berbagai paper bag mewah dalam jumlah yang tidak sedikit.

Lyko langsung tercengang. "M-Ma... apa ini?"

Mama Olivia tersenyum. "Ini hanya hadiah kecil Sayang."

"Tapi... ini tidak terlihat kecil sama sekali..." kata Lyko.

Olivia tertawa. "Ambil saja... tidak apa-apa ko."

Lyko langsung menggeleng. "Ma... tapi ini terlalu banyak, Lyko merasa tidak enak."

Sebelum Mama Olivia sempat berbicara lagi, Xavier lebih dulu angkat suara. "Apa kau lupa perkataanku sebelumnya?” katanya pada Lyko.

Lylo langsung ikat maksud Xavier barusan.

"Ambilah, itu untukmu, dan itu hakmu... mengerti?" katanya.

Melihat pria itu benar-benar serius, ia akhirnya tersenyum kecil. "Baiklah...” katanya yang takut dengan tatapan Xavier. "Terimakasih banyak, Mama.”

Mama Olivia dan Papa Edward langsung mengangguk puas.

Kemudian Xavier menoleh kepada Felix. "Felix."

"Ya, Tuan."

"Bawa semuanya ke mobil."

"Baik."

Felix segera mengambil seluruh paper bag dari para pelayan dan membawanya keluar menuju mobil.

Setelah semuanya selesai, Olivia dan Edward ikut mengantar mereka sampai ke depan mansion.

Udara malam terasa sejuk. Lampu-lampu taman masih menyala indah di sepanjang halaman mansion.

Di depan mobil, Xavier dan Lyko kembali berpamitan.

Olivia memegang kedua tangan Lyko. "Jaga kesehatan ya, Sayang,” ucap ya sambil terus tersenyum tanpa henti. "Dan sering-sering berkunjung ya."

Lyko mengangguk sambil tersenyum. "Tentu, Ma.”

Olivia lalu menoleh tajam pada putranya. "Dan kau,” katanya. "Jaga Lyko baik-baik, awas kalau sampai."

Xavier mengangguk singkat.

“Lyko pulang dulu ya, Ma. Sampai nanti,” kata Lyko lembut.

Mama Olivia tersenyum. “Hati-hati ya Sayang!”

Setelah itu, Xavier membukakan pintu mobil untuk Lyko. Mereka masuk ke dalam.

Mesin mobil kembali menyala. Perlahan kendaraan hitam itu bergerak pelan melewati taman mansion dan menuju kearah gerbang keluar.

Mama Olivia dan Papa Edward berdiri di depan mansion, memperhatikan mobil yang semakin menjauh.

Hingga akhirnya menghilang di balik gerbang utama. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, hati mereka terasa tenang. Karena putra mereka yang selama ini selalu hidup sendirian... kini tidak lagi sendiri.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!