NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Mobil yang dikendarai Malik akhirnya sampai juga di restoran yang disebutkan oleh Fajar. Keduanya masuk bersama dan mencari tempat duduk. Fajar yang membimbing jalan, Malik hanya mengikutinya dari belakang saja. Dari awal pemuda itu yang mengajak jadi semua terserah padanya.

Fajar melihat sekitar dan pandangannya tertuju di mana Alif berada. Keduanya saling memberi kode tanpa diketahui kedua orang tua itu. Fajar sengaja melewati meja di mana Ainun berada agar Alif bisa menegurnya, sesuai kesepakatan jika mereka berdua bertemu tanpa ada yang tahu.

"Kamu ada di sini rupanya. Aduh, hari ini sial banget, sih! Ngapain ketemu kamu lagi kamu lagi," seru Alif membuat langkah Fajar terhenti dan menoleh.

"Kamu lagi ngomongin aku?" tanya Fajar sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Tentu saja. Memangnya siapa lagi orang yang bikin sial di sini kecuali kamu."

"Ini restoran umum, bukan tempatmu pribadi. Restoran ini juga bukan milikmu, tidak sepantasnya kamu berkata seperti itu. Semua orang berhak untuk makan di sini."

Alif dan Fajar memang sudah sepakat jika nanti mereka akan berdebat lebih dulu, agar tidak membuat Ainun curiga karena memang keduanya bermusuhan. Kalau bisa perdebatan mereka harus membuat Ainun terpancing. Selebihnya menunggu performa Malik, apakah mampu atau tidak mendekati Ainun.

Malik yang berjalan di belakang Fajar menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah pemuda yang berdebat dengan Fajar, yang ternyata adalah Alif. Pemuda itu datang bersama dengan seorang wanita yang duduk membelakanginya.

Seketika jantung Malik berdebar tidak beraturan. Meskipun mereka cuma sekali bertemu, tapi Malik yakin jika pemilik tubuh itu adalah wanita yang selalu mengisi seluruh hatinya. Langkah pria itu semakin mendekat, hingga tanpa sadar bibirnya memanggil nama wanita itu.

Merasa namanya dipanggil, Ainun pun menoleh secara refleks. Dia terkejut melihat pria yang tadi siang dibicarakan oleh cucunya. Wanita itu tidak menyangka akan bertemu dengan Malik di saat dirinya belum benar-benar siap untuk bertatap muka dengan pria itu.

"Iya, memang benar ini tempat umum, siapa pun boleh datang, tapi tidak dengan kamu. Kehadiran kamu membuatku tidak nafsu makan. Padahal makanan baru saja dipesan."

"Itu masalahmu sendiri, tidak ada hubungannya denganku," sahut Fajar dengan sinis.

Alif dan Fajar masih saja berdebat, sementara Ainun dan Malik saling berpandangan. Meskipun suasana dampak begitu ramai tapi bagi kedua orang itu terasa sunyi senyap. Keduanya bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Padahal di masalalu mereka sangat dekat.

Ainun tidak ingin bertemu Malik saat ini dan ingin segera mengakhiri makan malamnya. Padahal dia belum menyentuh apa pun makanan yang ada di meja. Namun, wanita itu bingung harus bagaimana perginya.

Malik yang memperhatikan ekspresi Ainun pun sangat mengetahui apa yang diinginkan oleh wanita itu. Tentu saja dia tidak akan membiarkannya pergi begitu saja. Kapan lagi dirinya memiliki kesempatan untuk bisa makan bersama dengan Ainun.

Meskipun saat ini suasana sama sekali tidak romantis tidak masalah. Yang penting bisa kembali dekat dengan wanita pujaan hatinya. Seperti dulu saat mendapatkan Ainun di masa muda, sekarang Malik pun akan berusaha untuk meluluhkan hatinya.

Hingga akhirnya Malik pun mengatakan sesuatu yang membuat Fajar dan Alif menoleh ke arah pria itu. Kedua pemuda itu tersenyum dalam hati karena rencana mereka berhasil.

"Kebetulan kita bertemu di sini, jadi tidak apa-apa 'kan jika kita bergabung?" tanya Malik yang langsung saja duduk di samping Ainun.

Fajar yang tadinya berdebat dengan Alif pun masih memperhatikan Malik yang duduk begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Ainun. Alif menendang kaki Fajar agar pemuda itu ikut duduk juga. Interaksi antara Alif dan Fajar Tentu saja tidak terlihat oleh Ainun. Alif takut jika Ainun akan marah nantinya.

"Ya sudahlah, tidak masalah karena Opa juga sudah duduk, mau bagaimana lagi," ujar Fajar yang ikut duduk di samping Alif.

"Maaf, tapi saya belum memberikan izin, kenapa Anda langsung duduk begitu saja. Bukankah itu terlihat tidak sopan," sela Ainun sambil memperhatikan pria yang ada di sampingnya dengan tajam.

Jika yang tadi datang adalah Fajar sendirian, tentu dia tidak masalah. Justru dirinya akan senang bisa dekat dengan cucu temannya. Yang masalahnya itu adalah Malik. Keduanya tidak dekat seperti dulu lagi. Ainun juga takut jika nanti akan menimbulkan masalah untuk keluarganya.

"Saya pikir Anda setuju karena dari tadi Anda diam saja. Apakah mungkin Anda mengagumi ketampanan saya, sampai-sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi."

"Anda percaya diri sekali. Tidakkah Anda lihat jika usia kita itu sudah lanjut. Jika kalimat Anda didengar orang lain mungkin Anda akan ditertawakan banyak orang."

"Tidak juga. Justru mereka semua akan bilang jika aku ini kakek tampan yang tiada duanya."

Ainun menatap tidak percaya ke arah pria itu, sungguh di luar prediksinya. Dari mana rasa percaya diri Malik yang begitu besar itu? Dulu memang pria itu sangat narsis, tapi kenapa sekarang semakin parah diusianya yang tidak muda lagi.

"Banyak meja yang kosong, jadi lebih baik Anda mencari tempat duduk yang lain. Saya sekarang ingin makan berdua saja dengan cucu saya."

"Justru itu, tidakkah sebaiknya kita makan ramai-ramai pasti menyenangkan."

"Sudahlah, Oma, biarkan saja. Daripada Oma menanggapi ucapannya lebih baik langsung saja makan hidangan yang ada. Terlalu banyak bicara malah akan semakin lama makannya," sela Alif yang jengah juga melihat perdebatan para orang tua yang tidak bermutu.

Kebetulan saat itu makanan pesanan Ainun juga datang jadi bisa dijadikan alasan. Apalagi dia juga sudah merasa sangat lapar dan dengan senang hati bisa makan apa pun secara gratis.

Ainun pun terpaksa mengangguk, dia menarik sepiring nasi yang ada di depannya, berniat untuk menikmatinya. Namun, piring tersebut justru ditarik oleh Malik, langsung saja pria itu menikmatinya dan itu semakin membuat Ainun kesal. Wanita itu sejak tadi sudah menunggu pesanannya, setelah datang pria itu malah seenaknya saja memakan makanan tersebut tanpa meminta izin.

"Hei! Itu makananku! Kamu pesan sendiri sana!" seru Ainun dengan kesal.

Malik tidak mempedulikan dan kemarahan Ainun. Justru dia senang melihat wajah kesal wanita itu. Hal tersebut mengingatkannya pada masa dulu. Setiap kali dirinya menggoda mantan kekasihnya itu, pasti Ainun akan merajuk dan ujungnya dia yang akan membujuk wanita itu.

"Aku suka makanan yang kamu pesan. Kamu saja yang pesan sendiri atau mungkin Fajar, kamu bisa kan pesankan makanan untuk calon nenek tiri kamu ini."

"Eh, siapa yang mau jadi calon nenek tiri Fajar? Aku nggak ada bakat ataupun keinginan untuk jadi pelakor. Aku nggak mungkin merebut suami Laila."

"Hah! Siapa yang bilang kalau kamu itu calon istrinya Harun? Fajar itu bukan cuma cucunya Harun saja. Aku juga opanya Fajar."

"Maksudnya?"

"Maksudnya itu, kamu calon istriku, jadi otomatis kamu akan jadi omanya Fajar."

"Siapa juga yang mau nikah sama kamu! Aku nggak ada niatan untuk menikah lagi," sahut Ainun dengan ketus, kemudian beralih menatap cucunya. "Alif, ayo kita pergi! Oma sudah nggak berselera untuk makan."

"Yah ... Oma ini gimana sih, aku ini masih laper, baru juga makan sedikit. Sudahlah, Oma, duduk saja. Lagian Fajar juga sudah pesenin makanan, tuh lihat!" ujar Alif sambil melirik ke arah Fajar yang baru saja memesan makanan pada seorang pelayan.

Ainun pun terpaksa duduk kembali. Kasihan juga cucunya yang pasti sudah kelaparan karena memang tadi niat mereka keluar malam ini untuk makan malam. Anggap saja tidak ada Malik di sini. Dia hanya makan bersama Alif dan Fajar.

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!