NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Ternyata, benar-benar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Dorin tiba ke ruangan Rama. Entah itu menurut Rama saja, atau memang Dorin yang datang dengan cepat untuk menemui Rama. Yang jelas, tak lama setelah panggilan berakhir, Dorin malah langsung muncul di ruangan tersebut.

"Ram."

Sontak, Rama menoleh dengan cepat.

"Astaga. Kamu bikin aku hampir jantungan, Dorin. Datang tiba-tiba tanpa di undang. Kek jelangkung aja."

"Kamu masih bisa bercanda, Rama? Padahal saat ini, situasinya sedang sangat genting aku rasa. Tapi kamu-- ah, tunggu. Aku datang buat nanya satu hal. Ah, tidak, bukan nanya, tapi mastiin. Nggak, maksud aku-- "

"Dorin, cukup! Tenang dulu sebelum kamu bicara. Jangan bicara kek benang kusut. Sumpah, aku sama sekali tidak bisa memahami apa yang baru saja kamu bicarakan barusan."

Dorin pun berusaha mengatur napasnya. Dia tarik dalam-dalam, lalu melepaskannya secara perlahan. Sementara Rama, pria itu menunggu dengan sabar.

"Butuh minum?" Tawar Rama.

"Nggak. Tidak perlu."

"Sudah tenang sekarang?"

"Sedikit lebih tenang. Tapi ... ah, aku mau langsung memastikan padamu, Ram. Pernikahan kamu dan Sinta, beneran di tunda atau tidak?"

Deg. Jantung Rama tiba-tiba berdetak sedikit lebih cepat. Raut wajahnya juga berubah secara tiba-tiba saat mendengar pertanyaan Dorin barusan.

"Pernikahan, tentu saja aku tunda. Kenapa memangnya?"

"Kamu menundanya. Tapi persiapan terus saja dilanjutkan, Rama. Benarkah pernikahan itu benar-benar di tunda atau tidak?"

Seketika, wajah Rama berubah panik dan cemas. "Persiapan pernikahan ... terus berlanjut?" Rama mengulang apa yang tadinya Dorin ucap.

"Bagaimana bisa?"

"Tidak. Kamu tahu dari mana kalau persiapan terus dilakukan?"

"Tentu saja dari rumah kamu dan dari mamaku. Kata mama, tidak ada penundaan pernikahan di keluarga kalian. Tidak ada kabar sedikitpun. Kalau kamu tidak percaya, aku baru saja datang dari rumah kamu tadi."

Rama menatap Dorin dengan tatapan lekat. Dia melakukan hal itu hanya untuk menemukan kebohongan yang berusaha Dorin sembunyikan. Sayangnya, tidak ada sedikitpun kebohongan yang bisa Rama temukan. Malahan, wajah Dorin yang penuh keseriusan lah yang bisa ia lihat dengan sangat jelas.

"Bagaimana mungkin? Waktu itu, aku sudah mengatakan pada mama, dan juga pada Sinta sekalian, kalau aku akan menunda pernikahan hingga dua bulan ke depan. Tapi persiapan itu ... kenapa persiapan itu bisa terus berlanjut?"

Pertanyaan yang tentu saja tidak akan langsung Rama temukan jawabannya. Karena di sana, Dorin juga tidak tahu apa alasan dari semua yang sedang terjadi di keluarga Hermawan dan Wijaya.

Sementara itu, di luar sana, pemilik dari sepasang telinga yang sudah mendengarkan percakapan antara Rama dan Dorin sejak tadi, terlihat sangat kesal dan juga gelisah. Si pemilik telinga yang tak lain adalah Risa ini tentu tidak akan pernah rela jika Rama menikah dengan Sinta.

'Sial. Kenapa persiapan pernikahan bisa terus berlanjut?' Gadis itu berucap dalam hati sambil menggenggam erat tangannya.

'Kalau begini, usaha ku yang susah payah aku lakukan selama ini akan sia-sia saja. Aku tidak akan dapat hasil apapun.'

'Tidak bisa. Aku harus cari cara agar pernikahan itu tidak akan pernah terjadi. Aku harus menghentikan pernikahan itu bagaimanapun caranya. Sekalipun dengan mengorbankan diriku, aku akan hentikan.'

Risa berjalan cepat meninggalkan kantor Rama. Sepanjang perjalanan, benak si gadis terus bekerja dengan keras untuk menemukan cara agar dia bisa menghentikan pernikahan Rama dan Sinta.

Terus berpikir, akhirnya, satu cara ia temukan. Cara yang cukup ekstrim sebenarnya. Tapi demi status yang sedang dia perjuangkan, Risa akan tetap melakukannya.

Risa mengirimkan pesan singkat pada Rama.

*Kak Rama ada di mana? Sekarang, aku sedang ada di jalan. Aku bawakan makan siang buat kak Rama.*

Begitulah bunyi pesan singkat yang Risa kirimkan. Rama yang membaca pesan itu seketika tersenyum kecil. Semua kekhawatirannya tentang pernikahan langsung sirna.

*Aku di kantor. Tunggu saja aku di depan. Biar aku yang jemput makanan siangnya ke bawah.*

Tak membutuhkan waktu lama, pesan singkat itu Risa balas. *Baik. Tunggu sebentar ya.*

"Ram. Chat sama siapa? Kelihatan bahagia banget saat berbalas pesan. Sampai-sampai, aku yang ada di depan mu kau abaikan. Juga masalah yang sedang kamu hadapi, kok aku rasa tiba-tiba lenyap saat chat itu datang."

Rama menoleh sesaat untuk melihat Dorin.

"Kamu tidak perlu tau. Yang jelas, cuma dia yang bisa bikin aku tenang untuk saat ini."

"Ah, kamu tunggu di sini, Dorin. Aku akan ke bawah buat ambil makanan."

Rama langsung beranjak dengan wajah riang. Tentunya, tanpa menunggu Dorin menjawab terlebih dahulu apa yang ia katakan. Rama malah pergi meninggalkan Dorin begitu saja.

"Hah .... Aku mencemaskan nya sampai datang dengan tergesa-gesa ke sini. Tapi dia seolah tidak terbebani sedikitpun."

Dorin kembali melepas napas berat. "Apakah sebenarnya, pernikahan ini tidak cukup penting bagi kamu, Ram?"

Tentu saja pertanyaan itu tidak akan Rama jawab. Karena sekarang, Rama sudah tidak lagi ada di ruangan tersebut. Rama sudah berjalan dengan cepat agar bisa segera bertemu Risa yang akan mengantarkan makan siang buatnya.

Gadis yang selalu Rama puja ini adalah gadis mandiri di mata Rama. Bisa masak makanan sendiri tanpa harus di bantu orang lain. Tentunya, tidak manja di mata Rama. Tidak seperti Sinta yang anak mama. Sinta yang nona muda, yang sama sekali tidak mengerti urusan dapur.

Senyum Rama terkembang. "Jika bisa memiliki Risa dan Sinta, kenapa aku harus memilih ya?"

Tiba-tiba, pikiran serakah itu memenuhi kepala Rama. Pikiran ingin memiliki Risa dan juga Sinta sekaligus. Padahal, dia yakin dengan sangat-sangat yakin, kalau Sinta dan semua keluarganya tidak akan setuju dengan niat itu.

"Hah. Sudahlah. Lupakan saja. Aku ini tuan muda keluarga terpandang. Sedangkan Sinta, nona kesayangan keluarga Wijaya yang sangat di manja. Mana mungkin mereka semua bersedia membiarkan Sinta punya madu."

Lift pun terbuka. Rama akhirnya tiba di lantai bawah. Saat itu, Risa masih tidak terlihat. Rama yang sudah tidak sabar, langsung beranjak keluar untuk melihat wanita yang ia akui sebagai teman, namun hatinya meminta lebih dari sekedar status yang dia akui itu.

Pesan singkat ia kirimkan.

*Kamu di mana, Ris?*

Tak lama kemudian, Risa membalas pesan tersebut. *Di seberang jalan, Kak. Sebentar lagi sampai.*

Dan, benar saja apa yang pesan singkat itu katakan. Risa memang ada di seberang jalan sekarang. Gadis itupun langsung melambai-lambaikan tangannya dengan wajah riang.

"Kak Rama. Aku di sini."

Rama tersenyum hangat. "Ris. Tunggu di sana aku akan nyebrang."

"Nggak. Biar aku saja."

"Gak papa. Aku saja."

Tanpa menunggu Risa menjawab lagi, Rama langsung melangkah. Namun, tiba-tiba saja, sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Rama.

1
Patrick Khan
rama kyk e ngerasa kehilangan shinta deh🤣🤣🤣kemaren kemaren ngapain aja lu
Anonim
Up nya yg banyak thor
Dew666
💄💄💄💄
Soraya
lanjut
Dew666
💝💝💝💝
Anonim
Greget banget cerita nya muter muter
Soraya
dikit banget thor updet nya
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Anonim
Lama banget sih thor muter muter nya ,up nya tambahin donk thor pelit banget
Rani: hiks, terkena panah asmara aku. eh, panah ... apa yah? Aish, ya sudah lah. aku usahakan yan🤭
total 1 replies
Patrick Khan
risa itu guna nya apa sih🤔🤔🤔
Dew666
Up lagi dong 💝🍭
Anonim
Up nya yg banyakan napa thor pelit banget sih up nya ,bikin penasaran aja
Rani: hiks, maafkan aku. othor mu emang rada pelit ih. di balik kepelitan, ada perjuangan yang berjibun. wkwkwkwkwk... maklumin atuh
total 1 replies
Soraya
up lagi thor lanjut
Rani: sabar.... yah. sabar
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
Dew666
👄👄👄👄
perahu kertas
mampuskan lo
Anonim
Mampus kau rama,sok kepedean sih dasar pria egois
Soraya
perhatikan typonya thor lanjut
Rani: ah, iya. maaf kn aku yh.
total 1 replies
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!