NovelToon NovelToon
OB Tampan Pencuri Hatiku

OB Tampan Pencuri Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:331.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Enchya

Dimas Saputra seorang pemuda tampan yang sholeh, mendapatkan hati seorang wanita cantik yang kaya raya.

Seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik keluarga Haristian, kini telah memikat hati seorang putri cantik dari pemilik perusahaan tersebut.

Berawal dari kehidupan yang sederhana, membuat dirinya merasa tak pantas untuk mendampingi wanita yang begitu terlihat sempurna. Namun kenyataannya jika yang kuasa sudah berkehendak, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enchya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Di saat pembelajaran berlangsung, Lisa masih memikirkan tentang siapa orang yang

mengganggunya belakangan ini.

Usai mengikuti pembelajaran seperti biasa mereka berlima melangkahkan kaki menuju kantin untuk mengisi perut mereka, tiba di kantin Vika memilih meja nomer 4 lalu keempat sahabatnya mengikutinya.

Sekarang mereka sudah memesan makanan masing-masing, sambil menunggu makanannya datang seperti biasa mereka bercerita sambil sesekali tertawa lepas dan menjadi pusat perhatian mahasiswa dan mahasiswi lain di tempat itu.

Selesai makan mereka berjalan menuju tempat parkiran, Vika dan Rere mendekati mobilnya masing-masing, sedangkan Aulia dan Sela menunggu jemputan sopirnya. Dan Lisa sedang menghubungi pak Mamat untuk menjemputnya namun tidak berhasil.

"Dimana pak mamat? tidak biasanya dia telat jemput, dan kenapa ini handphonenya malah tidak aktiv ya." Gumam Lisa pelan sambil terus menghubunginya.

Tiba-tiba ada sebuah mobil datang menghampirinya, orang itu membuka mobilnya lalu turun dan mendekati Lisa.

"Hay cantik," sapa orang itu.

Lisa kaget melihat siapa yang datang mendekatinya.

"Ngapain kamu di sini?" tanya Lisa dengan nada sinis nya.

"Ya buat jemput kamu lah." Jawab Faris santai.

"Terima kasih, tapi aku rasa kamu ga perlu repot-repot untuk melakukannya, karena aku lagi nunggu sopir aku."

Jawab Lisa masih dengan wajah sadisnya.

"Sopir kamu yang mana? orang dia sudah aku suruh pulang tadi." Jawab Faris lagi.

"Apa? gimana bisa.!?" tanya Lisa mulai menaikkan nada bicaranya.

"Biasa aja cantik, pelan-pelan ga usah teriak, nanti kalau ada orang yang lihat dikiranya aku ngapa-ngapain kamu lagi." Ucap Faris sambil menoleh kanan kiri memperhatikan lingkungan sekitar, takut ada orang yang melihatnya dan menyangka yang tidak-tidak.

Lisa hanya diam dan tak menanggapi ucapan Faris lagi. Sejak awal bertemu, Lisa sudah tidak menyukai sikap Faris, apalagi kini dia tiba-tiba datang dan dengan terang-terangan berani menyuruh pak Mamat untuk pulang, tanpa sepengetahuan dirinya.

"Ayo cantik masuk, mau kan aku ajak kamu jalan-jalan? aku janji cuma sebentar aja, nanti setelah itu aku antar kamu ke rumah." Ujar Faris sambil membukakan pintu mobilnya.

"Ga, aku bisa pulang naik Taxi." Ujar Lisa.

"Ayolah cantik,." sambil mencoba meraih tangan Lisa tapi Lisa dengan gerakan cepat menghindarinya. Lisa masih mencoba untuk menghubungi pak Mamat, namun masih saja nomornya belum aktiv.

"Sudah ayo masuk, aku antar kamu pulang, aku janji ga bakalan nyentuh kamu." Ujar Faris sambil menaikkan kedua tangannya di samping telinganya.

Lisa tak menghiraukan perkataan Faris, namun cuaca seakan menginginkan Lisa mengikuti kemauan Faris karena hari itu tiba-tiba mendung dan hujan mulai turun.

"Udah ayo masuk cantik, daripada kamu di sini kehujanan, mana kampus uda sepi gini."

Ujar Faris sambil tersenyum senang karena seakan dunia mendukungnya.

Dengan berat hati Lisa mengikuti kemauan Faris. Lisa terpaksa masuk mobil Faris dan Faris melajukan mobilnya dengan wajah yang berseri-seri, dia bahagia karena akhirnya Lisa mau mengikuti kemauannya.

"Setidaknya aku berhasil menjemput mu, walaupun kamu belum mau di ajak jalan-jalan." Ujar Faris dalam hati.

"Kita mampir ke cafe dulu ya can...,,"

"Langsung pulang."

Belum selesai Faris bicara namun perkataannya langsung di potong oleh Lisa.

"Baiklah nona manis." Ujar Faris lalu melajukan mobilnya ke arah rumah Lisa.

"Kalau bukan anak pak Adit, aku sudah menculik kamu yang berani menolakku mentah-mentah, untung kamu cantik, kalau ga, ga bakalan aku kejar seperti sekarang ini. Aku harus bersabar, pelan-pelan pasti kamu akan aku dapatkan." Ujar Faris dalam hati.

Sepanjang perjalanan pulang Lisa hanya terdiam, dia memandang kearah luar mobil. Sesekali Faris melihat ke samping memperhatikan Lisa yang sedari tadi hanya diam seribu bahasa. Lisa sebenarnya mengetahuinya, tapi Lisa pura-pura tidak tau dan pandangannya terus kearah luar.

30 menit perjalanan, mobil Faris memasuki gerbang rumah Lisa, dan Faris memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah mewah itu. Saat Lisa hendak turun, Faris menahan tangan Lisa.

"Aku ga di ajak masuk dulu nih?" tanya Faris.

"Ga usah pegang-pegang aku." Ujar Lisa dengan nada galak.

"Oh iya maaf cantik, jangan marah-marah melulu ntar cantiknya luntur loh" Ucap Faris menggoda Lisa.

"Makasih udah nganterin." Ujar Lisa sambil keluar dan langsung melangkah menuju pintu utama.

Faris yang di tinggal Lisa tanpa menoleh lagi itu hanya tersenyum getir.

"Kamu semakin membuatku penasaran." Gumam Faris, lalu dia menginjak gas mobilnya menuju kantornya.

Sesampainya di depan pintu rumah mewahnya, Lisa menekan bel di pintu utama tersebut. Tak lama kemudian bi Inah membuka pintunya.

Sampai di dalam rumah, Lisa masih merasa kesal dengan sikap Faris, mengingat dia yang berani memulangkan pak Mamat tanpa seijinnya.

"Pak Mamat dimana bi,?" tanya Lisa.

"Lagi nganter nyonya ke salon dan butik non." jawab bi Inah.

"Oh ya uda bi,,,"

"Memangnya siapa orang yang menjemput non Lisa tadi itu?"

"Temennya papah bi, yang kemarin di kenalkan sama Lisa itu, kog bibi tau kalau Lisa di jemput orang?." tanya Lisa heran.

"Pak Mamat tadi yang bilang non."

"Oh, ya udah bi, Lisa ke kamar dulu, nanti kalau pak Mamat pulang panggil Lisa ya bi." Ujar Lisa.

"Iy?a non, mau bibi buatin minum non?"

"Boleh, jus mangga ya bi, nanti antar ke kamar Lisa." Ujar Lisa sambil berjalan menaiki tangga.

"Baik non,"

.

.

.

Dimas...

Setiap pagi Dimas selalu berangkat ke kantor dengan motor maticnya, karena memang hanya itu yang Dimas punya. Tetapi Dimas tak pernah merasa minder, karena yang Dimas punya adalah hasil dari kerjanya sendiri. Dimas bahkan bangga karena dirinya bisa membeli yang dia inginkan dengan hasil keringatnya sendiri. Tidak seperti orang-orang kaya yang bisa mempunyai segalanya karena hasil dari orang tuanya.

Kali ini Dimas berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Belum lama Dimas menjalankan motornya, Dimas bertemu dengan Ardi di pinggir jalan. Ardi menghampiri Dimas dan menyapanya terlebih dahulu.

"hay bro, apa kabar? udah lama ya kita ga ketemu." Sapa Ardi.

Dimas masih duduk di motornya dengan Ardi yang berdiri di pinggir jalan.

Mereka langsung bersalaman ala sabahat, lalu Ardi merangkul pundak Dimas.

"Alhamdulillah, kabar baik bro, kamu sendiri gimana?"

"Ya seperti yang kamu lihat, aku baik, tapi..." Ucapan Ardi menggantung.

"Tapi kenapa?"

"Tapi ya beginilah, dompet aku yang mengalami gejala penyakit kanker stadium akhir." Ujar Ardi dengan wajah memelas.

"Oalah, kirain apaan bro, emang kamu belum dapet kerjaan?" tanya Dimas dengan tatapan serius.

"Belum bro, memang benar cari kerja di kota ini susah kalau tidak berpendidikan tinggi." Jawab Ardi dengan wajah lesu.

"Eh kamu pagi-pagi gini udah rapih mau berangkat kerja ya? kerja di mana sekarang bro?" Lanjut Ardi.

"Iya bro, alhamdulillah beberapa hari ini aku udah mulai kerja di perusahaan Haristian grup." jawab Dimas.

"Wuuiihhhh keren, kerja kantoran kamu sekarang bro, di bagian apa?"

"Aku jadi OB bro, ya lumayan lah, dengan pekerjaan ini aku bisa melanjutkan kuliahku."

"Selamat ya bro."

1
Bima Sena
terlalu bertele tele
Rahmat
hbvg
Noe Aink
apa menariknya Thor nyeritain pembantu...
Noe Aink
makin Mls coment cerita membagongkan
Noe Aink
cerita dh masuk 14 bab ketemu juga blom gimana mau gk bosen bacanya apanya yg menarik thor
Noe Aink
klo ceritanya gini terus mh saya juga bosen bacanya Thor ...
Noe Aink
gimana mau coment Thor ceritanya kok bertele tele kapan mau ketemu dan pacarannya klo ceritanya dh bab segini msh nyeritain kehidupan klurga Masing" doang
Noe Aink
cerita pembukaannya ga menarik sama sekali dh sampe 3 bab ceritanya cuma gitu doang apa yg bikin menarik..
Harullah Thahir Diwolu
mampir Thor 🙏
Achmad Sufi
alur cerita nya simple dan nyambung dari paragraf satu kelainnya...mantab lanjut thor
Achmad Sufi
mantab
Iyan
ini mah kek di cerita" FTV
Rizky Dafit
kapan ni thor dimas sama lisa nikah nya? kok ga nikah nikah?
Ashifa Shifa
mulai geregetan ni Amel penggangu
Abdul Yaden
seru kayanya nich
ian ardian
thor up please
Muhamad Supriadi
visualnya dong biar seru
Arjun Setiwan
bagus ceritanya aku ska
Sadam umar Sadam
lanjut
Suhardi Hardi
lanjut boss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!