Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.
Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.
Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.
So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SHY - SHY CAT.
...***HUKUM GRAVITASI TIDAK BERLAKU BAGI ORANG YANG JATUH CINTA....
...🌲ALBERTEINSTEN🌲***...
🌾🌾🌾🌾🌾
Kenapa sih aku ngikutin saran Papa buat ngrubah penampilan?? Kan aku jadinya yang ribet. Pakai sepatu hak setinggi 7cm yang membuatku jalan sempoyongan.
Pakai rok di bawah lutut warna pink. Blazer warna pink juga dan blouse warna putih. Ya Tuhan, aku mirip ondel-ondel.
Dari aku turun Go-Car sampai mencet fingerprint, banyak mata yang memandang ke arahku. Aku yakin mereka keheranan melihat perubahan penampilanku.
Kenapa malah narik perhatian gini sih???
Pengen ku garuk rambutku yang enggak gatal, rambut udah terurai rapi sebahu bersemat jepit rambut. Aku risiiihh sumpah...!
Aku berjalan di koridor yang lumayan sepi. Dan aku semakin pengen garuk rambut tapi sebuah tangan mencekal kegiatan menggaruk rambutku.
"Eh jangan garuk-garuk di kantor. Tahan dulu nyari kutunya entar aja kalau di rumah.."
Aku berjingkat menemukan pria yang mencekal tanganku tadi ternyata Kai. Yang lebih membuatku terpana, Bang Kai hari ini memakai setelan jas.
Aku memindai Bang Kai dari atas ke bawah. Aku berdecak dan tersenyum menyeringai.
"Demi apa lo sekarang pakai jas??" Aku terbahak. Kayaknya kata-kata ku kemarin merasuk di otak dia deh agar merubah penampilannya seperti Pandu.
"Enggak usah terpesona gitu lo ama penampilan gue. Kebetulan elo juga udah rapi. Hari ini lo sama Gading ikut gue untuk tanda tangan MOU sama Mentri komunikasi dan Informatika."
Katanya seraya melangkahkan kakinya kembali berjalan mendahului ku.
Jadi, proyek dia di terima?? Dia menang tender???
Aku segera berlari untuk berjalan sejajar dengan langkahnya.
"Proyek lo di terima Bang???" Mataku berbinar-binar.
"Iya, kenapa sih lo seneng??"
"Iya dong, lo enggak lupa kan sama janji lo??" Aku mengingatkan jika di antara kita pernah terjadi kesepakatan.
"Gue enggak lupa. Lo minta apa sih?? Gue beliin !" Dia pun memencet tombol lift dan kita memasuki lift.
"Pak Pandu enggak ikut ke Kantor kementrian??" Tanyaku lagi.
"Pandu Sekarang lagi ke Mumbai. Ada jaringan trouble disana"
Pintu lift terbuka, aku membiarkan Kai jalan lebih dulu. Agar tak menarik perhatian karyawan kantor.
Akhirnya aku sampai juga di meja kerjaku.
"Wah, Willo... Gaya baru nih???" Sandy berjalan ke tempat dudukku dan melempar senyumnya.
"Gitu dong Wil. Lo manis tau kalau pakai style kaya gini." Gina menimpali dengan tawanya.
"Terus terang ye, gue bosen liat lo dengan rambut panjang acak-acakan, kemeja kegedean sama celana jeans gantung."
"Kemarin bokap gue yang nyuruh gue ganti penampilan. Daripada gue durhaka ya udah nurut aja."
Aku pun menyalakan monitor komputer di meja kerjaku.
"Will, lo diminta Bos siap-siap, kita berangkat setelah ini." Gading tiba-tiba menghampiriku dan menyampaikan pesan padaku.
"Ok," Aku segera mempersiapkan diri untuk ikut Kai menandatangani MOU.
Dalam hati aku seneng sih kalau Kai ikut ambil bagian dalam proyek pemerintah. Semoga semuanya berjalan dengan lancar.
.
.
.
.
Pertemuan kali ini telah membuahkan kesepakatan antara pihak Flowchart dan pemerintah.
Pemerintah akan memperluas jaringan internet setara dengan kecepatan cahaya dengan bantuan ilmuwan dari Polandia. Di samping itu juga Flowchart bekerja sama dalam bidang keamanan, data-data masyarakat yang telah masuk di BPJS KESEHATAN dan KETENAGAKERJAAN akan di jamin keamanannya jangan sampai bocor ke publik.
Tentu saja proyek ini bernilai besar dan membuat FLOWCHART semakin berkibar di dunia IT.
Aku bernafas lega hari ini semuanya berjalan lancar.
Ini sudah jam 13.00 siang dan sudah waktunya makan.
Gading dan Nancy balik kantor duluan dan aku masih menunggu Kai yang ada di dalam gedung. Pengen rasanya ku tinggal. Tapi tasku di dalam mobil Kai.
Untung aku bawa handphone. Aku chat dia aja lah.
Persetan lah ama gengsi ngechat duluan. Tapi namanya juga Bang Kai, kalau di chat enggak pernah enggak nyebelin.
Coba sekali aja dia enggak nyinggung soal aku yang enggak punya pacar setelah putus?? Kan aku gedek jadinya.
Aku menunggu Bang Kai di depan komplek masjid Kementrian Kominfo.
Banyak cowok-cowok bubar dari masjid setelah sholat dzuhur siang ini dan membuat mataku adem melihatnya.
Cowok-cowok begini nih yang perlu di jadiin suami. Ngliat cowok-cowok abis sholat jamaah membuat aku pengen punya suami Begitu. Bukan kayak Kai yang kayaknya kurang religius.
Setelah aku memikirkan Kai yang kurang agamis , aku seperti tersambar geledek.
Aku ingin istighfar tapi kayak enggak pantas, ingin bilang gukguk atau oink oink kok berdosa banget.
Akhirnya cuma mulutku yang nganga.
Aku yang dari dulu menyangsikan keagamaan Kai yang abu-abu, sekarang melihat Kai keluar dari Masjid.
Kai sholat jamaah di Masjid?? Dengan lengan kemeja di lipat dan rambut agak basah dia memakai sepatunya kembali dan berjalan ke luar areal masjid.
Matanya menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari-cari seseorang. Pasti dia nyari aku deh.
Aku melambaikan tangan ke arahnya dari kejauhan dan dia melihatku.
Kai menghampiriku yang sedang duduk di tangga taman samping kantor kominfo.
"Wah, lo abis sholat Bang??" Aku melihat penampakan Bang Kai yang lebih cerah dari biasanya. Apa air wudhu itu mujarab melebihi efek skincare yang di jual di instagram??
"Lo kenapa liatin gue begitu??" Desis Kai yang balik menyorot tajam mataku.
Aku mengedikkan bahu.
"Enggak apa-apa" Sahutku. Aku enggak mau suudzon dengan Kai. Dia pasti punya sisi lain yang tak pernah aku lihat selama ini.
"Ya udah yok balik kantor. Gue capek..." Aku berdiri dari tempat dudukku dan langsung melenggang mendahului Kai. Aku berjalan menuju parkiran yang ramai hari itu namun Kai buru-buru langsung menarikku dan dia berdiri tepat di belakangku.
Wait wait !! Bang Kai ngapain sih??
"Lo inget ini tanggal berapa?" Diapun berbisik di telingaku membuat ku geli.
Aku agak maju dan menoleh sedikit. Ngapain sih nanya tanggal??
"Tanggal 25. Emang kenapa??" sahutku enggak selow.
"Lo harusnya inget jadwal PMS!"
Perkataan Kai membuatku membulatkan mata. Gimana enggak terkejut kalau yang dia bahas urusan pribadi.
"Kenapa lo tanya itu sama gue?? Itu urusan pribadi gue !!" Kataku ketus.
"Lo jangan marah dulu dong..." Kai memelankan suaranya.
"Tuh, di rok lo ada bercak darah merah banyak banget. Lo lupa jadwal tamu lo dateng?? Astaga Willo...????" Pekik Kai berbisik.
Wajahku memerah menahan malu yang teramat sangat. Kai memergoki aku sedang PMS dan tembus di rok?? Mau tak mau aku panik dong sekarang. Gimana ini????
"Bang, kayak mana gue ?? Gue maluuuu !!!" Aku hampir menangis. Jika ini di rumah, fine tinggal pakai pembalut, udah selesai.
Masalahnya ini di kantor kementrian dan suasana lagi ramai di halaman.
Aku menghentakkan kaki tanda panik.
"Nih lo pakai jas gue buat nutupin itu. Trus kita jalan ke mobil" Kai menyerahkan jasnya untuk aku lingkarkan di pinggangku. Menutupi noda darah yang kata Kai banyak banget.
"Enggak apa-apa Bang??" Tanyaku meyakinkan dia sekali lagi..
"Udah lo pakai aja...." Aku pun menurut yang penting selesai urusan.
Kita berdua masuk ke dalam mobil tanpa melepas jas milik Kai yang aku kenakan.
Aku bernafas lega.
"Lain kali lo jangan lupa... Untung yang liat cuma gue doang. Coba kalau yang lain liat??? Bisa habis lo" Kai memutar kemudi untuk keluar meninggalkan areal kantor kementrian.
"Makasih Bang, lo nolongin gue" Ucapku lirib di sertai malu luar biasa. Bisa-bisanya gitu hal se private ini bisa di ketahui Kai???
10 menit berselang Kai menepikan mobilnya ke minimarket 24 jam.
"Lo tunggu sini dulu..." Diapun turun tanpa mematikan mesin mobil. Mungkin cuma sebentar membeli sesuatu.
Tak lama kemudian dia balik lagu dan masuk mobil dengan 2 kantong kresek belanjaan. Belanjaannya kok banyak banget.
"Emang ribet ya jadi cewek. Nih buat lo " Kai menyerahkan 2 kantong kresek belanjaan buatku. Aku mengernyitkan alis.
"Buat gue bang???" Tanyaku mengkonfirmasi.
"Iya" Dia pun memutar kemudi kembali menuju kantor.
Aku membuka kantong kresek itu. Yang agak besar ini isinya Susu UHT, beberapa camilan dan Susu anlene gold?? Buat apa sih anlene gold??
"Lo kenapa beli anlene gold segala??" Tanyaku keheranan seraya membolak balik kotak susu itu.
"Lo kan sering mengeluh capek, lesu nah ini cocok buat lo.." Kai terlekeh.
"Tapi enggak yang gold juga kali. Ini buat lansia. Gue masih muda !!" Ketusku. Kai malah terbahak.
Dan aku membuka kantong kresek yang ukurannya lebih kecil. Di dalamnya ada Charm bodyfit dan Laurier Rilex Night.
"Lo beli ginian??" Aku mengamati pembalut yang di beli Kai.
"Gue enggak tau lo pakai yang mana?? Makanya gue beli semuanya." Dia masih fokus ke jalanan berlagak cuek padaku yang tak percaya dengan apa yang di belinya.
Rasa maluku udah ada di ubun-ubun sekarang.
"Lo enggak malu beli ginian??" Aku sedikit berteriak.
"Enggak, gue kan punya 2 kakak perempuan, mereka sering nyuruh gue buat beli pembalut. Lagian gue kan beli bukan ngutil"
Jawaban Kai yang terlihat polos dan jujur membuat dadaku berdesir. Dia cuma membelikan barang sederhana dan enggak mahal, tapi sangat aku butuhkan. Gimana move on kalau gini caranya...??
"Bang, lo inget kan sama janji lo. Lo bakal ngabulin permintaan gue seandainya proyek lo berhasil??" Kini aku berbicara serius padanya.
"Lo minta apa sih Willo?? Mobil?? Rumah???" Dia terkesan cuek.
"Gue enggak mau barang"
"Terus??"
"Gue pengen tau kabar Kak Kenzie. Selama gue kerja di tempat lo, gue enggak pernah denger lo membicarakan dia?? Emangnya dia kenapa???"
Inilah yang membuat ku masih penasaran dengan Kai.
Dimana Kak Kenzie yang begitu di cintai Kai hingga ia rela mengejar sampai ke Luar negri.
Kai hanya terdiam mendengar permintaanku. Wajahnya yang tadi datar sekarang terlihat sendu.
Whats wrong with Kenzie???
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Hello hello..
Maaf ya kata-katanya njlimet, typo bertebaran juga.
makasih yang sudah baca, vote, komen.
Bagi yang feedback silahkan tinggalkan jejak ya.
Bagi silent readers boleh juga tinggalkan jejak di komentar. Dukungan kalian semua sangat berarti bagiku🤗
See you....
tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.
sejauh ini sukaa😍 semangat kakk