NovelToon NovelToon
DI KEJAR CINTA MAS DUDA

DI KEJAR CINTA MAS DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Wanita Karir / Duda
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: inirindu

Kehidupan Selia yang penuh dengan warna menjadi rumit semenjak pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Franz,pasalnya laki-laki berusia tiga puluh tahun itu memiliki perasaan cinta yang menggebu-gebu sejak pertemuan pertama mereka. Namun Selia tidak ingin terburu-buru menikah,meski ia juga memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya.
Tujuan hidupnya hanya satu ingin membanggakan orang tua tunggalnya dan memberikan hidup yang lebih bahagia kepada ibu dan adiknya itu,namun apakah Selia dapat mewujudkan mimpinya itu? atau justru cinta dan ambisi yang akan menang?
Simak terus ceritanya dan jangan sampai ketinggalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inirindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POSISI BARU

Aku masuk kedalam ruang kerja yang baru,agak lebih besar dari ruangan lamaku. Namun aku senang karena aku tidak perlu naik turun untuk ke ruangan pak Aryo maupun ruang meeting,saat ku letakkan tas tiba-tiba sebuah tembakan kejutan menggema diruanganku

Duarrrrrrr

"Selamat datang kakak pelaksana" teriak tim marketing mengejutkanku

"Astaga,hampir saja aku kena serangan jantung" ucapku pada mereka

"Makan-makan nih" celetuk mas Yuda

"Boleh-boleh,tapi setelah gajian besok ya"

"Beneran nih?"

"Iya...."

"Wah thank you kakak pelaksana"

Satu persatu dari tim marketing memberikan ucapan selamat padaku,namun dari mereka aku tidak melihat kehadiran mas Budi. Apa hari ini ia cuti? Saat mereka keluar dari ruangan aku menarik lengan mas Yuda

"Mas..."

"Kenapa Sel?"

"Kok aku gak lihat mas Budi? Apa dia marah sama aku?"

"Oh dia lagi diruangan admin minta surat jalan,hari ini aku mau kirim ke Surabaya. Kamu mau titip apa?"

"Tumben,biasanya kan kamu yang minta.Apa aja deh mas"

"Entah kenapa mas Budi rajin banget keruangan admin sekarang.

Okey,aku bakal kangen saat-saat kamu ngomelin aku pas minta surat jalan deh Sel"

"Pokoknya kamu selalu hati-hati"

"Iya-iya bawel"

"Dih katanya nanti bakal kangen omelanku,tapi malah bilang bawel"

"Ya sudah aku jalan dulu,kayaknya mas Budi udah nungguin'

"Iya...."

...****************...

*POV FRANZ

Selama perjalanan kembali ke Jakarta,aku berharap apa yang telah ku rencanakan dengan tuan Aryo kemarin siang semoga berjalan dengan lancar. Keputusanku untuk mengajaknya bekerja sama agar aku bisa terus memantau dan dekat dengan Selia,aku sungguh-sungguh sudah dibuat jatuh hati olehnya. Setelah empat tahun kandas dengan pernikahanku dengan Nela,baru kali ini aku mau kembali membuka hati untuk perempuan. Perselingkuhan yang Nela lakukan benar-benar membuatku merasa trauma untuk mengenal cinta lagi,namun kali ini perasaanku tidak salah terhadap Selia.

Tak terasa pesawat telah landing dibandara internasional Soekarno Hatta,aku segera mengirimkan pesan kepada Toni yang ternyata sudah menungguku bersama Erwin dipintu kedatangan. Begitu melihatku,Toni segera mengambil alih koper dari tanganku

"Tuan..."

"Bagaimana kantor?"

"Semua aman tuan"

"Bagus"

"Oh ya tuan,soal yang tuan minta sudah saya siapkan"

"Okey"

Begitu masuk ke mobil,Toni memberikan tabletnya padaku disana tertera biografi laki-laki yang menjadi teman dekat Selia

"Nadheo Sanjaya,putra dari Adipati Surya Sanjaya. Pemilik Sanjaya Konstruksi,bukankah ini kontraktor yang sering menangani proyek pemerintah dan proyek besar lainnya?"

"Benar tuan"

"Saya fikir dia orang biasa ternyata lumayan juga latar belakangnya"

"Akan tetapi info dari rekan kerja Selia..."

"Nona Selia,panggil dia begitu"

"Maaf tuan,baik maksud saya info dari rekan kerja nona Selia bahwa laki-laki itu sering mengantar jemput nona Selia bekerja. Bahkan beberapa rekannya mengira bahwa mereka ada hubungan yang lebih dari sekadar teman"

"Kalau begitu cari lebih lengkap soal hubungan mereka"

"Baik tuan"

"Dan satu lagi,tolong untuk awal bulan depan kosongkan jadwal saya. Saya akan kembali mengunjungi keluarga Selia"

"Baik tuan,oh ya soal proyek baru yang tuan bicarakan semalam?"

"Nanti kita bahas saja dikantor"

"Baik tuan"

...****************...

*POV SELIA

Aku masih menyesuaikan diri dengan posisi baru,oleh karena itu pak Aryo juga tidak menuntut banyak soal kinerjaku. Tiba-tiba saja telefon dimeja kerjaku berbunyi,aku menjawabnya dengan sangat hati-hati

"Selamat siang,dengan Selia di PT.Mitra Perkasa"

"Siang,bisa saya bicara dengan tuan Aryo"

"Maaf dengan siapa sebelumnya"

"Saya Indri dari Bumi Jaya Corporate"

"Baik mohon ditunggu akan saya sambungkan"

"Baik"

Aku segera menyambungkan telefon itu ke ruangan pak Aryo

"Halo"

"Selamat siang tuan Aryo,saya Indri dari PT.Bumi Jaya atau anak perusahaan dari PT.Meyco Sky Abraham Corporate yang dinaungi oleh tuan Alan Franz Abraham"

"Oh selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"

"Baru saja kami diberikan info oleh asisten tuan Alan bahwa untuk projek kerja sama antara PT.Bumi Jaya dan PT.Mitra Perkasa akan dikerjakan oleh Sanjaya Construksi"

"Bukannya sudah sepakat dengan Adiguna konstruksi?"

"Mohon maaf,pimpinan kami meminta sendiri agar proyek itu bisa dikerjakan oleh orang yang sudah ahli dalam bidangnya guna memangkas waktu agar lebih cepat selesai"

"Tapi bukankah untuk rate tarif lebih besar di Sanjaya?"

"Untuk masalah dana renovasi dan pembangunan semua akan ditanggung oleh perusahaan kami.maka dari itu tuan Aryo tidak perlu khawatir'

" Baiklah kalau begitu"

"Baik,saya rasa hanya itu yang ingin saya sampaikan,apakah tuan Aryo ada pertanyaan?"

"Tidak"

"Baik kalau begitu selamat sore"

"Sore"

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00,aku bersiap untuk finger absen sebelum pulang. Dheo juga sudah menungguku didepan gerbang seperti biasa,rencananya hari ini aku mau mentraktirnya makan malam sebagai bentuk terima kasih karena selama ini sudah begitu membantuku. Tiba-tiba saat hendak masuk ke lift pak Aryo memanggilku

"Selia...."

"Iya pak"

"Kamu sudah mau pulang?"

"Iya pak"

"Ya sudah kalau begitu besok saja"

"Ada apa pak?"

"Tolong kamu besok buatkan surat kontrak kerja sama dengan Sanjaya Construksi"

"Kita akan kerja sama dengan mereka pak?"

"Iya,rencana saya akan merenovasi sebuah gedung untuk kantor"

"Kantor? Kita mau pindah ke kantor baru pak?"

"Sudah kamu ini banyak tanya,pokoknya saya minta besok sebelum jam sepuluh kontrak itu harus sudah ada dimeja saya"

"Baik pak"

"Ya sudah kalau begitu kamu boleh pulang"

"Iya pak,saya permisi"

Aku segera turun,tidak enak membuat Dheo begitu menunggu. Apalagi setelah kemarin cuti selama satu minggu baru kali ini dia menjemputku lagi,saat tiba didepan gerbang terlihat Dheo duduk diatas motor maticnya.

"Maaf,kamu jadi nunggu lama ya" ucapku

"Tidak apa-apa"

"Tadi mendadak atasan ngasih tugas"

"Terus gimana? Udah selesai?"

"Besok sih ngerjainnya,lagi pula ini sudah jam pulang"

"Oh yaudah,ini mau langsung pulang?"

"Aku laper,kita mampir makan di seafood dekat sekolah budaya yuk"

"Boleh,ayo"

Aku segera naik ke motor Dheo,rasanya seminggu tak berkendara denganya membuatku begitu merindukan suasana ini. Begitu tiba kami segera duduk di area lesehan sembari melihat pemandangan sungai yang membentang dibelakang kami

"Kamu mau pesan apa Selia?" tanya Dheo

"Aku mau cumi cabai hijau"

"Aku pikir udang"

"Yakali,kamu pengen aku sesak nafas?"

"Iya-iya bercanda. Ya sudah aku pesan dulu,seperti biasa es jeruk sedikit gula?"

"Okey"

Kami menikmati makanan sembari merasakan angin yang meniup rambutku,tiba-tiba saja sebuah debu masuk kedalam mata dan membuatku hendak menggosoknya

"Selia tunggu" ucap Dheo

Ia dengan sigap mendekatkan wajahnya dan meniup mataku yang terkena debu barusan

"Masih perih?"

"Sudah gak begitu"

"Minum dulu nih"

Setelah selesai makan Dheo berniat membayar pesanan kami,namun aku mencegahnya

"Kamu mau kemana?"

"Mau bayar"

"Kamu duduk aja disini,hari ini aku yang bayar"

"Jangan Sel"

"Sudah biar aku saja"

"Selia,aku yang laki-laki disini"

"nggak kok,tuuh banyak laki-laki. Pokoknya kamu diam disini,kalau nggak aku akan marah"

"Seliaa...."

Setelah membayar aku kembali untuk mengambil tas,Dheo menatapku dengan wajah penuh rasa canggung

"Sudah santai saja,lagi pula aku memang berniat mentraktirmu"

"Traktir? Dalam rangka apa?"

"Aku diangkat jadi bagian pelaksana"

"Kamu serius?"

"Iya serius"

"Selamat ya Selia...."

"Thank you,ya sudah ayo baik. Aku sekalian mau belikan ibu singkong keju kesukaannya"

"Iya ayo"

Kami akhirnya melanjutkan perjalanan sebelum adzan maghrib berkumdang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!