NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Romantis / Tamat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah

pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..

apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?

_____________________________________

"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.

"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.

"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.

"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumedh posesif

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN..

KIni kehamilan Malika sudah sekitar 7bulan Malika pun terpaksa berhenti kerja karena sedang hamil seperti ini Malika sebenarnya merasa bosan terus menerus di rumah dirinya juga ingin sekali kerja tapi keadaan nya tak mendukung..

Malam ini Sumedh baru pulang kerja lalu langsung ke kamar nya membuat Sumedh tersenyum melihat Malika tertidur Sumedh pun mengecup kening Malika membuat Malika terkejut lalu membuka matanya..

"sudah ayo tidur saja,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"sudah tak mengantuk,"ucap Malika membuat Sumedh ngangguk.

Sumedh pun duduk di ranjang merasa sangat lelah hari ini, Malika pun menatap Sumedh membantu Sumedh melepaskan kemejanya membuat Sumedh tersenyum menatap Malika lalu genggam tangan Malika..

"kamu terlihat gemoy hihi!"celetuk Sumedh membuat Malika mendengus.

"tapi bantet!"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

Malika pun duduk dengan pelan lalu punggung nyender ranjang dengan menghela nafas, Sumedh pun tarik pelan tubuh Malika merasa gemas dengan Malika yang mulai gemuk karena lagi hamil..

"apapun itu kamu,aku tetap mencintaimu Malika,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.

"kamu ngga genit kan,saat di kantor?"tanya Malika membuat Sumedh terkekeh.

"tentu saja ngga,"jawab Sumedh membuat Malika ngangguk.

Malika pun genggam tangan Sumedh lalu arahkan ke perut nya membuat Sumedh terkejut anak nya gerak,lalu Sumedh mengecup kening Malika merasa bersyukur anak nya tumbuh sangat baik di dalam kandungan Malika..

"Aku jadi ngga sabar, lihat anak kita sayang,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.

"sabar dong Sumedh,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

"emang sekarang ngga bisa gitu,dia lahir?"tanya Sumedh membuat Malika terkekeh.

"belum bisa dong,kan masih tujuh!"jawab Malika membuat Sumedh terkekeh.

"Baiklah.. aku bersyukur bisa merasakan, gerakan anak kita,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.

Sumedh pun satukan keningnya dengan Malika membuat Malika menatap jantung nya merasa tak aman sekaligus merasa gugup,lalu Sumedh menyentuh leher Malika seperti nya sedang jail dengan Malika hingga buat Malika Menghela nafas berat..

"Kenapa sayang?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.

"Geli tau!"jawab Malika membuat Sumedh tersenyum.

"Malika,kamu sejak hamil berbeda ya,"ucap Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.

"Seperti makin dewasa,dan juga cantik,"ucap Sumedh lagi membuat Malika merona.

"Setiap orang,pasti perlahan akan dewasa Sumedh,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

Malika pejamkan mata karena tangan Sumedh begitu nakal di tubuh nya,namun Malika hanya diam karena yang sentuh adalah suaminya sendiri mana mungkin larang lalu menatap Sumedh membuat Sumedh tersenyum miring sedang di mode nakalnya..

"Dasar om om!"celetuk Malika membuat Sumedh terkekeh.

"Om om? maksud mu om om ganteng kan?"tanya Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.

"Ihh.. pede sekali kamu!"jawab Malika membuat Sumedh mendengus.

"Kamu juga, kadang nakal Malika,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.

"Baiklah.. itu artinya,kita sebelas duabelas dong!"ucap Malika membuat Sumedh terkekeh.

_______________________________________

Pagi ini Malika sudah rapi cantik habis mandi namun duduk lagi di tempat tidur karena menunggu Sumedh rapi,lalu tiba-tiba Sumedh ambilkan susu satu gelas untuk Malika membuat Malika tersenyum menatap Sumedh merasa bersyukur punya suami seperti Sumedh..

"Sayang,kamu demam?"tanya Malika membuat Sumedh terkejut.

"Kamu panggil aku sayang?"tanya Sumedh balik membuat Malika merona.

"Ehmm.. iya,"jawab Malika membuat Sumedh tersenyum.

"First istri ku,panggil aku sayang hihi!"celetuk Sumedh membuat Malika tersenyum.

Malika pun minum susunya dengan pelan di bantu Sumedh juga membuat Malika tersenyum lalu berdiri, Malika pun keluar dari kamar nya menuruni tangga dengan perlahan membuat Sumedh menghela nafas seperti nya harus pindah kamar selama Malika hamil..

"Sst.."desis Malika merasa kesakitan kaki nya membuat Sumedh terkejut.

"Yaampun.. p4ku kecil dari mana ini?"tanya Malika membuat Sumedh terkejut.

"Aku ngga tau, perasaan tadi ngga ada,"jawab Sumedh membuat Malika menghela nafas.

Sumedh pun bantu Malika cabut p4ku nya dengan tangan gemetar merasa begitu cemas apalagi Malika sedang hamil seperti ini, Sumedh pun bantu Malika duduk di kursi seperti nya Sumedh harus telat berangkat kerja karena Malika butuh dirinya..

"Ngga apa Sum,kamu berangkat gih,"ucap Malika dengan tersenyum.

"Ngga Malika, lihat banyak sekali Dar4h mu,"lirih Sumedh merasa cemas.

"Nanti terlambat loh,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

"Kamu tetap nomer satu sayang,kamu perlu ingat itu!"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"Terimakasih Sumedh,aku lupa suamiku ini cukup keras kepala ya!"celetuk Malika membuat Sumedh tersenyum.

SIANG HARI KEMUDIAN..

Siang ini Malika pergi ke perusahaan Sumedh ingin membawakan makan siang karena keinginan Sumedh tadi pagi, biasanya kuat tangga sekarang lumayan cepat lelah mungkin karena hamil jadi begini tapi Malika tak masalah karena Lift nya bermasalah..

Sumedh merasa kaget melihat Malika datang lalu Sumedh pun berdiri hampiri Malika yang seperti nya berkeringat, entah kenapa apa Malika lewat tangga?

"Ehmm.. Malika,kamu pake tangga ya lewatnya?"tanya Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"iya Sumedh, karena Lift nya katanya bermasalah,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.

"Yaampun.. yaudah ayo duduk,"pinta Sumedh membuat Malika ngangguk.

Malika pun duduk dengan menghela nafas merasa begitu pegal membuat Sumedh menghela nafas merasa cemas takut terjadi sesuatu pada Malika,lalu pijat kaki Malika membuat Malika terkejut melihat Sumedh pijat dirinya..

"Ehmm.. ngga usah Sumedh!"ucap Malika membuat Sumedh menghela nafas.

"udah ngga apa,aku ini suami kamu,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.

"lumayan pijatan mu hihi!"celetuk Malika membuat Sumedh tersenyum.

Sumedh pun duduk sebelah Malika lalu menatap Malika mengambil kotak makan nya membuka kotak makan nya, membuat Sumedh tersenyum lalu menatap Malika menyuapi secara tiba-tiba membuat Malika terkejut..

"ini minum nya nona,"ucap karyawan nya membuat Malika tersenyum.

"terimakasih,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

Sumedh pun mengambil tisu lalu usap keringat Malika membuat Malika menatap dirinya sebenarnya masih ngos-ngosan karena tadi lumayan lelah tiga tangga untung saja Malika kuat kalo ngga bisa bisa jatuh pingsan mungkin..

"hemm.. kamu memang, wanita kuat ya padahal kaki mu lagi luka,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"itung itung olahraga,kan kamu larang aku nge gym,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

"aku membayangkan bagaimana kuat nya,kamu saat melahirkan anak kita,"ucap Sumedh membuat Malika terkekeh.

Sumedh mengecup kening Malika dengan lembut tak pernah menyangka dirinya jatuh cinta dengan gadis yang dulu jadi musuhnya,bahkan mereka dulu tak akur tapi sekarang mereka udah saling menerima dan perasaan mereka sang imbang..

"Ssst.. "desis Malika membuat Sumedh terkejut melihat Malika kesakitan.

"Kenapa Malika?"tanya Sumedh merasa cemas.

"Ngga apa,cuma anak kita gerak aktif,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.

"Kamu pikirkan aku panik ih!"gerutu Sumedh membuat Malika tersenyum.

__________________________________________

MALAM HARI KEMUDIAN..

Malam ini Malika habis kerumah teman nya lalu lihat mobil Sumedh udah di rumah membuat Malika menghela nafas mungkin udah pulang,lalu natap jam merasa kaget udah sekitar jam satu udah pasti dapat interogasi dari Sumedh..

"Habis kemana?"tanya Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"Rumah Monica,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.

"Aku cemas tau,kamu lagi hamil besar Malika,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"Maaf deh,tapi aku udah minta izin padahal di chat,"ucap Malika membuat Sumedh mendengus.

"Kita ini udah menikah, ngapain chat chat kayak anak sekolah aja!"gerutu Sumedh membuat Malika terkekeh.

Mereka pun ke kamar lalu Malika pun duduk merasa susah ingin lepas sepatu nya lalu Sumedh pun membantu Malika melepaskan sepatu membuat Malika menatap,lalu Sumedh pun mendongak meletakkan sepatu nya..

"Kok makin kesini,makin ganteng?"gumam Malika membuat Sumedh mengerutkan keningnya.

"Ada apa?"tanya Sumedh membuat Malika gugup.

"Ehmm.. ngga Sumedh!"jawab Malika membuat Sumedh ngangguk saja.

Sumedh pun duduk di ranjang namun Malika terlihat merasa tak enak pinggang nya membuat Sumedh menghela nafas lalu mendekat membuat Malika terkejut tiba tiba Sumedh mendekat lalu pinggang nya di tarik pelan tentu gugup..

"Ngga usah gugup gitu,aku cuma mau buat mu ngga pegal,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"Aku pikir,mau minta jatah!"celetuk Malika membuat Sumedh tercengang.

"Haha.. ngga lah,aku ngga tega juga minta seperti itu Malika karena kamu sedang seperti ini,"ucap Sumedh membuat Malika merona.

Sumedh pun elus punggung Malika dengan lembut membuat Malika menghela nafas lalu menyender di dada Sumedh membuat Sumedh tersenyum, rupanya Malika semakin tak malu untuk dekat dengan Sumedh biasanya gengsi ini ngga..

"Ehh.. anak kita gerak sayang,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.

"Yahh.. ngga tau,kalo ada kamu gini,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

"Mungkin ingin bertemu ayahnya hihi,"ucap Sumedh dengan berkaca kaca merasa tertegun.

"Ehmm.. aku yakin, manja ke kamu,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

Sumedh mengecup kepala Malika lalu mengelus perut Malika dengan lembut dirinya sangat sayang Malika dengan tulus dirinya ada rasa takut jika Malika melahirkan, apakah Malika bisa kuat hanya itu ketakutan nya karena ngga mau kehilangan kedua nya..

"Apa aku bisa,nanti melahirkan anak kita?"tanya Malika membuat Sumedh menghela nafas.

"Kamu pasti bisa,kan kamu pun wanita kuat,"jawab Sumedh membuat Malika menghela nafas.

"Setelah itu aku mungkin saat,anak kita sekolah aku kembali kerja,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.

"Apapun yang kamu ingin kerjakan,aku akan support yang penting waktu kita untuk anak harus ada Malika,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.

Setelah beberapa menit akhir nya Malika ketiduran di dada nya membuat Sumedh tersenyum lalu baringkan dengan pelan mengecup kening Malika,selimuti Malika setelah itu mematikan lampu nya namun Sumedh ngga tidur karena ada tugas..

"Selamat tidur Malika,"bisik Sumedh.

Sumedh pun berdiri melangkah keluar kamar menuju rumah kerja nya mengambil obat luka karena pulang kerja ada yang ser4ng tapi Sumedh tutupi luka nya dari Malika takut cemas karena sedang seperti ini nanti makin stress..

"Sebenarnya siapa yang, dendam pada ku?"gumam Sumedh merasa bingung.

"Aku harus lindungi Malika,takut jadi sasaran,"gumam Sumedh merasa cemas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!