Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
. Bab 18 Penjara Hati Sang Ceo
Sampai di boutique, Buk Linda dan Nayla langsung turun dari mobil, mereka disambut dengan baik oleh pegawai dan dipersiapkan untuk masuk ke dalam toko.
“Silahkan masuk, dek, mbak,” ucap pegawai ramah.
“Ya,..” sahut Bu Linda dan Nayla bersamaan.
Mereka masuk lalu duduk di sofa yang sudah tersedia, sembari menunggu pemilik toko atau desagner boutique ini keluar dari ruangannya.
Tak berapa lama pemilik toko, atau desagner pun keluar dan langsung menghampiri Linda dan Nayla.
“Maaf, buk dan mbak, ada yang bisa dibantu?” ucapnya bertanya.
“Saya mau melihat gaun pengantin untuk calon mantu dan anak saya,” ucap Bu Linda memberitahukan.
“Owh gaun pengantin ya buk? kalau gitu ibu dan mbak bisa melihat-lihat dulu, kebetulan di sebelah sini sudah tersedia beberapa jenis gaun pengantin,” ucap Desagner itu sambil menunjuk lemari yang terpajang gaun di dalamnya.
“Iya,” sahut buk Linda langsung berdiri dan mengajak Nayla untuk melihat-lihat gaunnya terlebih dahulu.
“Ra, kamu mau gaun yang seperti apa?” tanya Bu Linda.
“Terserah tante, Nayla ikut aja sama pilihan tante,” ujar Nayla malu-malu.
“Loh, kok jadi tante yang milih, yang nikah kamu, masa tante yang disuruh pilih?” sahut Linda heran.
“Kamu lihat dulu gaunya, kalau nemu yang cocok langsung di cobain, baru kita beli,” ucapnya lagi.
“I-iya tante,” sahut Nayla tak enak.
Mereka pun langsung keliling melihat gaun yang terpajang rapi di lemari-lemari, kemudian Nayla langsung memilih beberapa pakaian untuk dicoba nya.
“Tante? Nayla ambil yang ini aja,” ucap Nayla sembari menunjuk gaunnya.
“Yaudah, langsung ambil terus cobain, kalau cocok baru kita beli, tante nunggu di ruang tamu ya,” jawab buk Linda berlalu menuju ruang tamu.
“Iya,” sahut Nayla. Lantas ia pun langsung membawa beberapa gaun yang dipilih tadi, lalu mencoba satu persatu gaunya untuk diperlihatkan ke calon mertua dan desagner.
Nayla berjalan menuju ruang tamu, dibantu oleh pegawai boutique, mengingat gaun yang ia kenakan sangat berat dan panjang karena ada sayap membentang di bagian pinggang sampai menjuntai ke lantai.
Buk Linda yang melihat Nayla keluar dari walk in closed dengan memakai gaun pengantin terbelalak, pasalnya Nayla terlihat cantik dan sangat anggun. “Cantik,” gumam buk Linda pelan.
Nayla berdiri tepat dihadapan buk Linda dan desagner itu, lalu ia pun memperlihatkan gaun yang dikenakan nya, dengan memutar bagian tubuhnya pelan.
.
Linda berdiri menghampiri Nayla dengan terkagum-kagum, karena Nayla sangat cantik menggunakan gaun itu.
“Cocok sayang, tante suka,” ucap buk Linda.
“Makasih tante, tapi gaunya terlalu mah_” sahut Nayla terpotong.
“Nggak pa-pa, yang penting kamu suka, urusan harga itu gampang, dan kamu La, yakin cuman mau gaun ini aja? atau mau pilih yang lainnya lagi?” tanya buk Linda memastikan.
“Udah yang ini aja tante,” sahut Nayla pelan.
“Owh yasudah,” ucapnya.
“Mbak kita ambil yang ini, tolong bungkus ya,” sahut buk Linda sedikit berteriak ke arah pegawai yang berdiri dekat pintu.
Beberapa pegawai datang menghampiri mereka.
“Iya buk,” sahutnya ramah.
Nayla pun dipersilahkan untuk mengganti gaunya terlebih dahulu dengan pakaian biasa yang tadi ia kenakan, karena gaunnya akan dibungkus untuk mereka bawa pulang.
“Owh ya buk, untuk gaun laki-laki gimana?” tanya desagner bingung.
“Untuk gaun laki-laki, nanti suruh saja pegawai ibu datang ke kantor anak saya, nanti dia akan mencobanya disana,” ucap buk Linda memberitahu.
“Baik, segera saya akan menyuruh pegawai saya membawa gaunya ke kantor anak ibu,” ucap desagner mengiyakan.
Selesai gaunnya dibungkus, pegawai tersebut langsung membawanya menuju kasir.
Buk Linda dan Nayla mengekor dibelakang pegawai itu, kemudian saat di kasir mereka langsung membayar tagihan gaun tersebut.
“Terimakasih ya mbak,” ucap buk Linda dan Nayla bersamaan.
“Sama-sama, dan terimakasih kembali, karena ibu mempercayakan gaun pengantin di butique kami. Senang melayani ibu dan mbaknya,” ucap pegawai ramah.
“Saya juga senang berlangganan disini,” sahut buk Linda.
Mereka berdua keluar dari boutique setelah menyelesaikan transaksi pembayaran. Lalu mobil yang membawa mereka bergerak keluar dari area tersebut menuju restoran cepat saji.
Bersambung.....
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax